NovelToon NovelToon
Possessive Brother

Possessive Brother

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Biru Blerina

Apa salah jika memiliki kakak yang super posesif, ini tidak boleh itu tidak boleh?

Bahkan Papa dan Mama juga tidak pernah membatasi apa yang kulakukan. Hampir semua laki-laki yang mendekatiku akan mundur secara perlahan karena kakak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru Blerina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Possessive Brother| 31

Aletha pergi mencari kakaknya yang pergi, ia tahu Elang pasti sudah salah paham dengan kejadian tentang Arka. Gean mengatakan jika Elang langsung pergi ketika melihat Arka memeluk dirinya. Khawatir? Tentu saja, seorang Elang bisa berbuat apa saja saat marah dan Aletha tahu itu bahkan semua orang pun pasti tau Tetapi, kecewa? Gadis itu sama sekali tidak tahu apa yang akan terjadi dengan laki-laki itu.

Sepanjang perjalanannya keluar dari aula, banyak pasang mata yang mengikutinya. Bahkan juga mengutuk keras dirinya yang sudah menolak seorang laki-laki didepan mereka, malu. Tentu saja, saat ini perasaannya campur aduk. Malu karena Arka dengan ceroboh justru mengungkapkan perasaannya diacara wisuda angkatannya, sedih , khawatir, menjadi satu ia rasanya ingin menangis saat ini. Belum lagi Elang yang tiba-tiba saja pergi, beberapa kali ia mencoba menghubungi Elang. Tetapi, sama sekali tidak ada jawaban darinya.

Ia harus menjelaskan semuanya, entah mengapa sekarang hanya ada Elang yang berputar di kepalanya. Bayangan tentang Elang yang begitu marah , atau menatapnya dengan tatapan tajam mulai berputar membuat isi kepalanya terasa ingin meledak.

"Kakak kemana sih?".

Gadis itu berlari ke parkiran yang terlihat seperti lautan kendaraan, bagaimana caranya ia bisa melihat apakah mobil Elang masih disana. Dengan segenap jiwanya, gadis itu kembali kedalam koridor sekolahnya. Berniat untuk mengelilingi sekolahnya yang begitu luas, karena entah mengapa ia percaya jika Elang tidak benar-benar pergi dari sekolahnya.

Gadis itu berjalan dengan terburu-buru sampai tanpa sengaja menabrak seseorang didepannya, seorang wanita yang terlihat begitu modis. Sorot matanya mengatakan jika saat ini dirinya sangat marah.

"Maaf kak , nggak sengaja".

"Haha, nggak sengaja kamu bilang? Menolak Arka didepan umum dan mempermalukannya kamu bilang tidak sengaja?".

"Gadis bodoh sepertimu, apasih yang selalu menjadi kebanggaan Arka dan Elang? Mereka mengabaikan ku hanya karena seorang gadis seperti mu? Sungguh sangat disayangkan sekali, cinta mereka harus singgah dihati yang salah".

Wanita itu terus mengatakan sesuatu hal tentang Elang dan Arka, dengan permasalahan yang sama. Aletha sama sekali tidak mengerti maksud dari wanita didepannya itu, ia ingin sekali segera pergi dan kembali mencari Elang. Tetapi, tangan dicekal dengan keras olehnya, Aletha dapat merasakan tangannya begitu panas dan sakit. Tangan berkulit putih itu pasti meninggalkan bekas ditangan Aletha, belum lagi kuku panjangnya yang seperti menusuk kulitnya.

"Selama ini aku selalu berbuat baik denganmu, walaupun sikapmu jelas tidak pernah baik. Lalu, sekarang apa balasannya menyakiti adikku dan merebut cinta pertamaku. Balasan apa yang pantas untuk gadis kecil sepertimu? Hah?".

"Kakak salah! Aku tidak pernah memiliki niat menyakiti Arka, dan merebut Kak Elang. Kakak sendiri yang seharusnya melihat kedalam diri kakak, jika kakak terobsesi dengan seseorang mungkin bukan masa depan dengannya yang akan kakak miliki. Tetapi, pelajaran untuk memahami perasaan cinta yang sebenarnya!".

"Tau apa kamu gadis kecil?".

Entah mendapatkan keberanian dari mana Anna tiba-tiba saja mendorong Aletha dengan kuat, membuatnya oleng ke belakang. Jika saja tubuh kecilnya tidak ditangkap, mungkin Aletha sudah terjengkang. Apalagi gadis itu mengenakan sepatu high heels, walaupun tidak terlalu tinggi tetapi begitu mudah terjatuh hanya dengan dorongan kecil saja.

"Cukup kalian berdua! Ini bukan salah Aletha, atau siapapun. Ini masalah hati yang telah memilih, jadi tolonglah terima keputusan itu. Agar tidak ada lagi hati lainnya yang akan terluka".

Laki-laki itu yang jelas bukan Elang atau Arka, ia laki-laki yang memiliki hati besar dan pemikiran yang dewasa. Ia selalu merasa jalan keluar dari permasalahan yang terbaik adalah merelakan, melepaskan sesuatu yang memang bukan ditakdirkan untuk kita. Dia Gendra.

Laki-laki itu tadi mengikuti Aletha mencari Elang, ia juga khawatir dengan saudara kembarnya. Elang bukan tipe yang berbesar hati memaafkan atau menerima semuanya dengan lapang dada, ia cenderung mengeluarkan emosinya untuk menyelesaikan masalah yang justru semakin parah. Sempat kehilangan jejak karena Aletha begitu mudah menyusup diantara kerumunan orang-orang yang memenuhi koridor sekolah Aletha. Tepat waktu, Gean melihat Aletha hampir saja terjatuh karena dorongan tangan Anna. Dengan sigap ia menangkap adiknya itu dan segera menyuruhnya pergi mencari Elang, menjelaskan semuanya yang terjadi.

Gean tentu tidak ingin kedua saudaranya saling mematahkan hati satu sama lain, cukup dirinya yang telah dipatahkan hatinya dan membalas mematahkan hati orang lain. Ia harus membuat Anna menyadari perasaannya yang telah bertepuk sebelah tangan, dan ia telah kehilangan kesempatan.

Aletha menyusuri setiap koridor sekolahnya, tujuan terakhirnya kantin sekolah yang bebas membiarkan orang merokok. Mungkin saja Elang disana, Aletha tahu kebiasaan buruk Elang saat dirinya merasa kalut adalah sebatang rokok yang diisapnya berulang-ulang. Dan tebakannya benar sekali, disudut kantin yang terlihat sepi. Laki-laki itu duduk termenung, membiarkan secangkir kopi hitamnya mengepul dan lebih menikmati sebatang rokok yang diapit di kedua jarinya.

Gadis itu berjalan tergesa-gesa menuju tempat duduk Elang, bahkan tanpa sengaja ia menyenggol sudut meja membuat pahanya terasa ngilu. Tetapi itu tidak cukup membuat semangatnya memudar untuk mendekati laki-laki itu.

"Kakak".

"Pergilah, aku ingin sendiri!".

"Aletha bisa jelaskan yang terjadi!". Elang menampilkan senyum sinisnya, ia terlihat begitu mengerikan seperti Elang yang dulu.

"Menjelaskan apa? Menjelaskan jika kamu sudah menerima pernyataan cinta Arka, dan mengatakan jika aku telah kehilangan kesempatan untuk memiliki mu? Aletha! Aku tidak pernah main-main dengan perasaanku. Tapi apa yang ku dapatkan, hanya luka. Jadi pergilah Aletha, biarkan aku sendiri!".

Air mata gadis itu meluruh, apa sesakit itu kakaknya hingga mampu mengatakan perasaannya seperti itu. Tubuh gadis itu mematung ditempatnya, ia tidak terluka karena perkataan Elang. Ia justru terluka karena tidak tahu betapa besarnya cinta Elang yang selalu ia ragukan.

"Aletha, Sebenarnya Aletha."

"Maafkan Aletha kak, hiks mungkin Aletha nggak tau seperti apa perasaan kakak. Tapi, Aletha mencintai kakak."

Air mata Aletha semakin deras, dan membuat pipinya basah. Gadis itu terus menggumamkan kata maaf, bahunya bergetar hebat. Hatinya terlalu sakit dan ingin rasanya ia menyalahkan dirinya yang terlalu egois.

" Maaf".

Laki-laki itu menghela napasnya kasar lalu mematikan rokoknya yang tinggal separuh, membuangnya bersama puntung rokok lainnya. Elang berdiri lalu mendekati Aletha yang menangis, laki-laki itu tidak ingin gadis yang begitu ia cinta harus menangis karena dirinya yang keras. Elang meraih tubuh kecil Aletha kedalam rengkuhannya, Gadis itu tenggelam dalam kehangatan rengkuhan laki-laki yang entah sejak kapan telah mengisi penuh hatinya.

"Maafkan kakak, terimakasih telah membalas perasaan kakak".

Aletha mengeratkan pelukannya pada Elang, seakan tidak ingin melepaskannya bahkan kehilangannya. Ternyata ucapan seorang anak kecil berusia tujuh tahun bernama Aletha Maudy Wijaya waktu itu, menjadi nyata. Gadis itu ingin jika suatu saat nanti, Elang lah yang menjadi pangeran kuda putihnya. Dan ingin menjadi masa depannya, dan hari ini karena pernyataan cinta semuanya terasa menjadi nyata.

🌹🌹 Hai, aku datang lagi..

Terimakasih masih mengikuti Elang dan Aletha sampai saat ini.. Ada yang minta cast ya, duh bukannya nggak mau, tapi aku sendiri belum bayangin mau buat castnya siapa aja.

Cuma mengkhayal kalo Elang itu seperti ini, Aletha seperti ini.

Menurut kalian yang cocok untuk mereka siapa?

1
Bear
Jadi kapankah kelanjutannya diupdate?
Linda Dwi Saputri
kak udah beneran End kah ini . terus gak ada kelanjutannya lagi
elf
sepertinya GE mau d jodohin Ama Anna Ama othor... huufff... AQ g mw lanjut baca wes... takut kecewa.. AQ g suka Anna..
endra gunawan Gunawan
arletha jgn meninggal dong,entar aku ngk mau baca lagi.nyesek
Sita Sara
Thor up lagi dong ceritanya bagus
Adey
knp gk update lg thor
Oh Dewi
Wah seru banget ceritanya kaya Novel (Siapa) Aku Tanpamu
Queenmf😉
Enak kayakya punya kk perhatian
Sinsin Nur Syifa Karimah
anna itu jahat tapi kenapa musti dipasangin sama Gean sih thor 😭😭
Sinsin Nur Syifa Karimah
aku baca lagi yang ke lima apa ke empat sih, suka bngt..
KooKie💜🐰
sabar ya gean😂
uli
sptnya bukan Abang kandung
Dekta Wita
kisa yang menarik
Sinsin Nur Syifa Karimah
yang aku gak suka disini, Anna, titik gak pake koma!! 😂😂 kalo aku suruh milih mending Caroline daripada Anna
Sinsin Nur Syifa Karimah
entah ini yang ke tiga ke empat kalinya aku baca cerita ini, suka bngt. tapi kenapa Thor musti gean bersama Anna 😔😢
☘️anita🌺
beli asi saja ,ada kok sekarang....atau dikasih susu formula saja dan berdoa supaya aletha sadar atau taruh saja bayinya di dadanya aletha jadi intinya didekap tuh bayi biasanya akan ada ikatan mungkin bisa membuat aletha bangun dari koma nya apalagi kalau bayinya nangis...
jangan ada pelakor lah....
Azkadina Maritza
ggvFYI ftp FYI hi
Sumardi
emangnya masi gadis bisa ngeluarkan asi?????
tak masuk di akal????
ini aku yg bodoh apa thoor nya yg ngelantur????
💥Meg🔥
jangan ada cerita nikah sama ibu yg ngasih ASI yahh....
Aisyah Prasutio
gk relaaaa Thor,kalau ada ibu susu yg lain,,,,cepet bangun aletha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!