Sekuel 'Harem Sang Penguasa'... sebaiknya baca itu dulu karena ini adalah kelanjutannya.
Dalam suatu organisasi yang dipanggil dengan sebutan Yakuza, Mafia jepang. Terlahirlah Yakuza paling termuda sepanjang sejarah yang bisa membuat gentar para musuhnya.
Evelyn yang bergender wanita setelah diculik saat kecil menyamar menjadi seorang laki-laki bernama Jepang Genkei Yamamoto. Dia menjadi pemuda paling ditakuti di organisasi tersebut. Hanya dengan mendengar namanya saja, para anggota Yakuza di pelosok Jepang akan bergetar ketakutan.
Dengan niat balas dendamnya kepada keluarga Lazarus, dia berganti nama lagi menjadi Kei Alejandro dan pergi dari Jepang untuk menuntut balas.
Akankah dendam yang diawali karena hasutan itu hilang atau dendam akan terbalaskan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB.31
Setelah sampai di tempat dia menyekap Samantha dan Hazel, Kei mendengar suara ribut dari dalam ruangan seperti orang - orang yang sedang beradu mulut dan ia juga mendengar suara tangisan seseorang.
Kei melihat Samantha sedang terbaring di bawah lantai karena terluka, darah merembes dari bagian perutnya. Hazel sedang menangis histeris menekan luka di perut Samantha sambil mengacungkan sebuah pisau ke arah semua anak buah Kei.
"Semuanya gara - gara kamu Ryo! Kak Samantha, huwaa..." tangisan Hazel semakin keras.
Kei mencari topeng di dalam kantong alatnya, ia lalu memakai topeng itu di wajahnya. Dia berjalan perlahan ke arah Daisuke yang berdiri tidak jauh dari Hazel. Kei menepak pundak temannya lalu menutup mulutnya saat Daisuke mengenali dia.
Kei menarik tangan Daisuke menjauh, setelah berada jauh dari kerumunan anak buahnya yang mengelilingi Samantha dan Hazel baru ia membuka topengnya.
"Dai, ada apa? Kenapa dengan Samantha?" tanya Kei.
"Saat kau pergi, gadis kecil itu Hazel memaksa ingin bertemu Ryo. Sebenarnya sejak kemarin gadis itu sudah curiga pada Ryo tapi Samantha mencoba membela Ryo. Dan tadi saat akhirnya aku mempertemukan Ryo dan kedua gadis itu. Tiba - tiba Hazel meloncat ke arahku lalu menarik pisau belati di pinggangku kemudian ia ingin menusuk Ryo, tapi..."
"Tapi apa?" Desak Kei.
"Samantha menghalangi tubuh Ryo dan akhirnya belati itu manusuk perutnya. Ryo selamat," ada kekhawatiran dari nada suara Daisuke.
"Kenapa Samantha masih terbaring begitu!? Apa yang kalian lakukan! Ayo pergi obati Samantha!" Bentak Kei seraya memakai topengnya kembali.
"Kuroi Ryu!!" serentak anak buah menyebut Kei saat dia mendekat.
Kei tidak menjawab mereka, dia takut suaranya dikenali kedua gadis itu. Ia mendekati Hazel yang sedang mengacungkan belati, dengan beberap trik akhirnya ia berhasil merebut belati itu dari tangan sang gadis tapi tangan Kei sempat tergores karena Hazel melawan.
Setelah itu Kei memerintahkan beberapa orang untuk mengamankan Hazel dan membawanya masuk ke ruangan lain. Ia sendiri menggendong tubuh terluka Samantha masuk ke dalam ruangan yang terdapat alat - alat medis.
Sedangkan Ryo seperti orang linglung, sejak tadi ia hanya menatap kosong ke arah tubuh Samantha yang berdarah karena menolongnya.
"Hei! Ryo! Sadarlah, ada apa denganmu?!" Jiro menyadarkan Ryo, dia menepuk pipi Ryo berulang kali.
"Dia shock, sepertinya Ryo tidak menyangka seorang gadis menahan belati untuknya. Kau jaga dia, aku akan membantu Kei di dalam." Ujar Daisuke, Jiro mengangguk.
"Bagaimana kondisinya, Kei?"
"Ambil sebuah kantong darah, golongan darahnya O seperti Lazarus. Dia cukup banyak kehabisan darah, tapi untung saja pisau nya tak mengenai organ dalam. Aku masih bisa mengurusnya tidak perlu ke Rumah sakit." Jawab Kei.
"Oke, aku ambil kantong darahnya," Daisuke dengan berlari mengambil persedian kantong darah.
"Maaf, Samantha. Ini benar - benar diluar rencanaku. Aku tidak ingin menyakitimu seperti ini, tapi semua sudah terjadi, aku pasti akan mengobatimu."
Dengan lihat Kei mengobati luka Samantha, memasang kantong darah lalu memberikan obat bius lalu membersihkan luka di perutnya dan mulai menjahit luka itu. Akhirnya selang beberapa waktu Kei selesai.
"Jaga dia, jangan tinggalkan sebentar pun. Kita masih harus menunggunya siuman, mungkin sekitar 8 jam kita harus menunggunya sadar jika tidak itu akan bahaya," Kata Kei pada Daisuke.
"Kau mau pergi?"
"Aku harus pergi sebentar, ada seseorang yang harus segera aku temukan. Tidak apa - apa, aku akan segera kembali. Samantha pasti akan baik - baik saja." Kei dengan cepat pergi dari sana, dia harus bertemu dengan Berta lebih dahulu baru akan memikirkan rencana selanjutnya.