NovelToon NovelToon
Janda Cantik Kesayangan CEO Tampan

Janda Cantik Kesayangan CEO Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Penyesalan Suami / Selingkuh / Janda
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Dikhianati dan dipermalukan, Nafiza Azzahra, wanita bercadar yang lembut, mendapati pernikahannya hancur berantakan. Dipaksa memulai hidup baru, ia bertemu Zayn Al Malik, CEO muda yang dingin dan tak tersentuh, Namun, sesuatu dalam diri Nafiza menarik Zayn, membuatnya mempertanyakan keyakinannya. Di tengah luka masa lalu, benih-benih asmara mulai bersemi. Mampukah Zayn meluluhkan hati Nafiza yang sedang terluka? Dan bisakah mereka menemukan cinta sejati di tengah badai pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Nafiza terdiam sejenak, menundukkan pandangannya. Ia mengingat kembali semua kebaikan dan perhatian yang telah diberikan Zayn selama ini. Ia juga mempertimbangkan niat tulus pria itu untuk menikahinya dan membimbingnya dalam agama.

"Aku ..." Nafiza mengangkat wajahnya, memberanikan diri menatap wajah Zayn dengan mata yang berkaca-kaca. "Aku bersedia, Zayn. Aku bersedia menikah denganmu."

Zayn terkejut, namun kemudian senyum bahagia merekah di wajahnya. "Alhamdulillah," ucapnya lirih, rasa syukur memenuhi hatinya. "Terima kasih, Nafiza. Terima kasih sudah menerimaku."

"Aku yang seharusnya berterima kasih, Zayn," balas Nafiza, tersenyum tulus.

Keheningan menyelimuti mereka, namun keheningan yang dipenuhi dengan kebahagiaan dan rasa syukur. Mereka berdua tahu, ini adalah awal dari babak baru dalam kehidupan mereka.

"Kalau begitu, aku akan segera menemui Abi dan Umi untuk melamarmu secara resmi," kata Zayn, memecah keheningan.

"Aku juga akan memberitahu mereka," balas Nafiza dengan hati berbunga-bunga.

Zayn mengangguk. Ia merasa lega dan bahagia karena telah mendapatkan jawaban yang diinginkannya. Ia tidak sabar untuk segera melamar Nafiza dan memulai kehidupan rumah tangga bersamanya.

"Aku akan mengantarmu pulang sekarang," kata Zayn.

"Baiklah," balas Nafiza.

Selama perjalanan pulang, keduanya hanya saling bertukar senyum. Hati mereka dipenuhi dengan kebahagiaan dan harapan akan masa depan yang indah. Mereka tahu, perjalanan mereka tidak akan selalu mudah, namun mereka yakin akan mampu menghadapinya bersama-sama, dengan cinta dan iman sebagai bekal utama.

Sesampainya di rumah Nafiza, Zayn membukakan pintu untuk calon istrinya, lalu langsung pamit, "Sampai jumpa lagi, Nafiza," ujarnya dengan menyunggingkan senyum menawannya.

"Sampai jumpa, Zayn," balas Nafiza, ikut tersenyum malu-malu di balik cadarnya yang sedikit berkibar karena tertiup angin.

Setelah Zayn pergi, Nafiza masuk ke dalam rumah dengan hati yang riang. Ia tidak sabar untuk segera memberitahukan kabar bahagia ini kepada Abi dan Umi-nya.

****

****

Di dalam rumah, Nafiza menceritakan semua yang terjadi kepada Abi dan Umi. Ia menceritakan tentang niat Zayn untuk melamarnya, tentang kekagumannya terhadap pria itu, dan tentang keputusannya untuk menerima lamaran Zayn.

Abi dan Umi mendengarkan cerita Nafiza dengan seksama. Mereka tersenyum bahagia mendengar kabar bahagia itu.

"Alhamdulillah," ucap Abi Nafiza. "Abi senang kamu telah menemukan pria yang baik dan sholeh. Abi percaya, Zayn akan mampu membahagiakanmu."

"Umi juga senang, Nak," timpal Umi Maryam. "Zayn itu anak yang baik dan bertanggung jawab. Umi yakin, dia akan menjadi suami yang baik untukmu."

Nafiza tersenyum haru mendengar dukungan dari kedua orang tuanya, meskipun masih ada sedikit keraguan yang terselip di relung hatinya.Tapi Ia merasa sangat beruntung memiliki keluarga yang selalu mendukung dan menyayanginya.

"Kalau begitu, kita akan menunggu kedatangan keluarga Zayn untuk membicarakan masalah lamaran ini. " kata Abi Nafiza bersemangat.

"Iya, Abi. Aku serahkan semuanya kepada Abi dan Umi," balas Nafiza, merasa lega.

Dengan restu dari kedua orang tuanya, Nafiza merasa semakin yakin dengan keputusannya. Ia tahu, ia telah memilih pria yang tepat untuk menjadi pendamping hidupnya. Ia tidak sabar untuk memulai babak baru dalam kehidupannya bersama Zayn, membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

 *****

*****

Hari-hari berlalu begitu cepat, hingga tak terasa kini masa 'Iddah-nya Nafiza sudah selesai. Berarti itu sudah tiga bulan Nafiza menyandang status jandanya.

Meskipun Nafiza tahu jika sebenarnya tak ada Masa Iddah atasnya karena ia belum pernah di sentuh oleh Farhan, mantan suaminya. Tapi ia tak ingin mengatakan yang sebenarnya pada Zayn.

Nafiza duduk di kamarnya, menatap kalender dengan tatapan kosong. Hari ini adalah hari terakhir masa iddahnya. Tiga bulan yang terasa seperti tiga abad, dipenuhi dengan kesedihan, kekecewaan, dan trauma mendalam. Ia masih belum bisa menerima kenyataan pahit bahwa pernikahannya berakhir dengan pengkhianatan. Hatinya masih terlalu sakit untuk membuka diri, tapi entah kenapa kehadiran Zayn bagaikan obat penawar yang mujarab.

Tiba-tiba, Umi Maryam masuk ke kamarnya dengan senyum yang sulit diartikan. "Nafiza, ada tamu di ruang tamu," ujarnya lembut.

Nafiza mengerutkan kening. "Siapa, Umi?" tanyanya bingung.

"Keluarga Zayn," jawab Umi Maryam singkat.

Jantung Nafiza berdegup kencang. Zayn? Mungkinkah ...? Ia merasa ragu dan takut. Mungkinkah Zayn benar-benar datang menepati janjinya? Mungkinkah ia bisa membuka hati sepenuhnya untuk pria lain setelah dikhianati?

Nafiza menghela napas panjang. Ia tidak ingin mengecewakan niat baik Zayn dan keluarganya yang sudah jauh-jauh datang. "Baiklah, Umi. Aku akan menemui mereka," ujarnya akhirnya.

Umi Maryam tersenyum lega dan menggandeng Nafiza menuju ruang tamu. Nafiza menunduk, merasa gugup dan tidak percaya diri. Ia merasa tidak pantas untuk berada di dekat pria sesempurna Zayn.

Saat tiba di ruang tamu, Nafiza terkejut. Ia melihat Zayn duduk diapit oleh kedua orang tuanya. Mereka semua tersenyum hangat padanya.

"Assalamualaikum, Nafiza," sapa Zayn, dengan senyum yang membuat hatinya bergetar.

"Waalaikumsalam," jawab Nafiza lirih, sambil menunduk.

Nafiza dengan canggung. Ia tidak berani menatap Zayn.

"Nafiza, kami datang ke sini untuk menepati janji Zayn," ujar Adrian, Daddy-nya Zayn, dengan suara yang berwibawa namun tetap ramah. "Kami ingin melamarmu untuk menjadi istri bagi putra kami satu-satunya."

Nafiza terkejut. Ia tidak menyangka Zayn akan benar-benar datang melamarnya.

"Nafiza, kami tahu apa yang sudah terjadi padamu. Kami tahu betapa beratnya cobaan yang kamu alami," tambah Maya dengan nada penuh pengertian. "Tapi kami ingin kamu tahu, kami semua menyayangimu dan menghormatimu. Kami ingin kamu menjadi bagian dari keluarga kami."

Nafiza meneteskan air mata mendengar perkataan Mommy-nya Zayn. Ia merasa terharu dengan kebaikan dan perhatian keluarga Zayn.

"Nafiza, aku tahu ini tidak mudah untukmu. Aku tahu kamu masih terluka," ujar Zayn dengan suara lembut. "Tapi aku ingin kamu tahu, aku akan selalu ada untukmu. Aku akan mencintaimu, menjagamu, dan melindungimu. Aku ingin membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah bersamamu."

Nafiza menatap Zayn dengan mata berkaca-kaca. Ia melihat ketulusan dan kesungguhan di mata pria itu. Ia merasakan kehangatan dan cinta yang terpancar dari hatinya.

"Zayn," panggil Nafiza lirih.

"Ya?" jawab Zayn, menatap Nafiza dengan penuh cinta.

Nafiza menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan. Ia memantapkan hatinya.

"Aku ... aku bersedia," jawab Nafiza, akhirnya.

Bersambung ....

1
Dinar Almeera
Kakakkk terimakasih banyak dikasih bonus terus 😍😍😍😍
riniandara: sama-sama kak, terimakasih juga udah meluangkan waktunya, semoga menghibur ya kak/Kiss//Applaud/
total 1 replies
irma hidayat
lanjut bulan madu zayn nafiza
riniandara
terima kasih supportnya kak. pasti kak/Smile//Kiss/
we
tetap semangat Kakak
azela
cerita yang menyentuh dan menghibur ayo kakak semua mampir di karya ini di jamin gak akan nyesel deh. semangat buat author juga./Heart//Heart//Pooh-pooh/
azela
lanjut kakaku ceritanya makin kesini makin seru /Heart//Heart/
irma hidayat
pasang alarm nafiza
irma hidayat
ternyata baju kurang bahan hadiah momynya ya nafiza
irma hidayat
dasar perempuan dengki riana gada bersyukurnya
ari sachio
semoga mjd pasangan yg samawa d cepet dpt momongn biar mantan gigit jari ampe kukunya habis😁😁😁
irma hidayat
turut bahagia buat nafiza zayn, lanjut upnya thor
riniandara: besok lagi ya kakakku/Kiss/
total 1 replies
irma hidayat
lanjut up nya thor
riniandara: Siap kak/Applaud/
total 1 replies
ari sachio
sami mawon intine bambang.....😅😅😅
irma hidayat
ayo semangat zayn buat sahkan nafiza
riniandara: pasti semangat 45 Zayn/Applaud//Applaud/
total 2 replies
irma hidayat
enak ya farahan rasa sakit diselingkuhi tak harus nunggu lama karma ya
irma hidayat
jalang riana suatu saat buah yg kamu tuai akan lebih pahit dari kejahatanmu
ari sachio
inalillahi...ternya kuntilanak kalah serem.....kirain riana mo insaf... g taunya malah makin jadi....ampunnn dahhh wes angel tenan jiannnn......
mami syila
dasar Riana /Panic//Panic//Panic//Panic/
mami syila
janda terhoy ini mah
mami syila
lanjut kak seru abis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!