Arkan itu nama ku,harus rela mengikhlaskan masa muda.
Ketika orang tuaku terlilit hutang terhadap seorang rentenir akibat gagal panen.
Tante Maura seorang rentenir tersebut meminta kedua orang tua ku agar segera melunasi nya. Jangan kan untuk melunasi hutang untuk kehidupan sehari-hari pun pada saat ini kami sedang kesusahan.
Tante Maura mengajukan syarat yaitu hutang lunas asalkan aku mau menikah dengan nya.
Mau nolak kasihan terhadap kedua orang tua ku, mau terima juga sungguh nggak mungkin.
Sebab dia lebih pantas menjadi ibu ku.
Akan kah Arkan menikahi tante Maura?
Atau ada cara lain untuk membebaskan kedua orang tuanya dari lilitan hutang?
Yuk ikuti kisah nya!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gentra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 26
Waktu bergulir begitu cepat, tanpa terasa pernikahan Arkan dan Maura sudah memasuki tahun kedua.Saat ini Maura sedang mengandung benih-benih cinta dari Arkan, meskipun dokter sudah melarangnya bahwa Maura tidak boleh hamil dengan alasan usianya sudah tidak memungkinkan untuk mengandung.Sebab ketika usia sudah di atas empat puluh tahun risiko untuk melahirkan itu sangat besar sekali.Tetapi Maura tidak mendengarkan itu semua, selama dia bisa hamil itu tandanya dia juga mampu untuk melahirkan.
kan selalu mendukung apa yang menjadi keputusan sang istri, sebab setelah saat itu akan sudah tidak malu lagi menunjukkan rasa cinta dan sayangnya terhadap Maura. meskipun tidak sedikit orang berkata bahwa Arkan hanya mencintai harta Maura, tetapi tidak dihiraukannya.Dalam hatinya hati Arkan yang paling dalam dia tulus dan ikhlas menyayangi dan mencintai Maura sepenuh jiwa dan raganya.
Dari saat itulah kehidupan keduanya sangat baik dan menjadi keluarga yang harmonis, jauh dari pertengkaran mengakibatkan orang-orang yang di sekelilingnya merasa iri oleh kebahagiaan Arkan dan juga Maura.
Apalagi Sisil yang selalu mencari cara agar bisa mendekati Arkan, tetapi Arkan tidak tertarik sedikitpun terhadap perempuan lain meski orang itu adalah masih muda dan cantik.
Bagi Arkan tidak ada perempuan yang lebih cantik yang berhasil membuat hatinya berbunga-bunga selain Maura.
"Sayang, kamu itu jangan banyak gerak lho masa perempuan hamil nggak mau diem sih ada aja yang dikerjainnya "kata Arkan sambil mengelus perut sang istri yang terlihat sudah semakin buncit sebab kehamilannya sudah memasuki bulan ke-9 tinggal menunggu hari untuk menanti kehadiran buah cinta mereka.
"Kan kamu tahu sendiri,dokter bilang kalau sudah memasuki bulan ke-9 itu harus banyak gerak biar persalinannya lancar" jawab Maura sambil menatap wajah suaminya dengan penuh cinta.
"kamu itu berlebihan gerak, nanti kalau Dede bayi yang ada di kandungan kamu merasa capek bagaimana ? terus kamu juga lelah ibu hamil juga butuh istirahat ini mah nggak ada istirahat ada aja yang dikerjainnya.Padahal kamu bisa ngomong sama aku jika butuh sesuatu kan banyak pelayan juga di rumah ini nggak harus ngerjain sendiri!" kata Arkan terhadap sang istri dia tidak begitu suka apa yang dilakukan istrinya, yang jarang sekali melibatkan orang lain untuk keperluannya sendiri.
"Astaga, sayang ini kan hanya membuat jus nggak berat,nggak menghabiskan tenaga juga masa iya aku harus manggil-manggil kamu atau pelayan kan aku juga bisa ngerjain sendiri kamu itu berlebihan "jawab Maura sambil mengulum senyum terhadap suaminya.
"Pokoknya aku tidak suka kamu melakukan apapun sendiri, untuk apa ada aku di samping kamu jika kamu tidak membutuhkan aku. Kalau begitu ya sudah aku pergi saja dari sini, dan tinggal di perkebunan sana nggak usah pulang ke sini itu kan yang kamu mau! "kata Arkan sambil cemberut, dia tidak suka mendengar istrinya berkata seperti itu.
"Bukan itu maksudku, kamu itu kan sudah lelah seharian bekerja masa dengan hal kayak gini juga aku harus ngerepotin kamu.Kan butuh istirahat juga, setelah bekerja mengurus semuanya sendiri aku tuh sayang sama kamu nggak mau kamu juga ikut capek "kata Maura dengan suara lembutnya menatap lekat wajah suaminya yang terlihat kesal sekali terhadap dirinya.
Akhirnya Arkan melingkarkan tangannya di pinggang sang istri lalu mengelus puncak kepala istrinya dengan penuh cinta.
tiba-tiba Maura merasakan aneh di perutnya, dia mengelus perutnya sambil berkata "Sayang,kok rasanya perutku sepertinya sakit" kata Maura sambil mengelus perutnya yang terasa mulas sekali.
"Apa kamu mau melahirkan?"tanya Arkan sambil menatap lekat wajah istrinya yang terlihat kesakitan.
"Aku nggak tahu apakah ini tanda-tanda mau melahirkan atau apa, kan sebelumnya belum pernah melahirkan dan rasa sakit seperti ini juga belum pernah dirasakan sebelumnya tapi kok ini semakin sakit ya "jawab Maura sambil meringis menahan sakit.
"Ya sudah kita berangkat ke rumah sakit sekarang!" ajak akan terhadap sang istri lalu dia mengambil kunci mobilnya untuk segera membawa sang istri pergi ke rumah sakit untuk diperiksa, semoga ini adalah pertanda bahwa Maura akan segera melahirkan.
Arkan memanggil beberapa pelayan untuk mempersiapkan keperluan Maura yang akan dibawa ke rumah sakit, semua itu sudah tertata rapi sebelumnya tinggal mengeluarkan dari lemari tas-tas yang sudah dirapikan oleh Maura sebelumnya.Bahwa perempuan ini sudah menyiapkan jauh dari sebelumnya untuk keperluan dia di rumah sakit nanti, jadi para pelayan tidak harus repot mengurusi semuanya.Hanya saja mengambil dari lemari untuk dibawa ke dalam mobil dan dibawa ke rumah sakit untuk keperluan.
"Sayang, kok ini seperti ada cairan keluar "kata Maura terhadap Arkan.
"cairan seperti apa sih apa-apa sudah mau keluar bayinya? tanya Arkan terhadap Maura dia juga panik apa yang harus dilakukannya walaupun tidak jauh jarak rumah untuk menuju klinik bersalin tetap saja membutuhkan waktu sepuluh menit untuk sampai di sana.
Tanpa pikir panjang lagi Arkan langsung menggendong sang istri dan dibawa ke dalam mobil.Setelah berada di dalam kendaraan, lalu Arkan menyalakan kendaraannya dan memacu kendaraan tersebut untuk segera sampai di klinik bersalin, sebab dia sudah tidak kuasa melihat istrinya kesakitan.
"Tahan sebentar ya,sayang, sebentar lagi kita akan segera sampai, nak kamu tunggu dulu ya! jangan biarkan ibumu kesakitan terlalu lama "kata Arkan sambil satu tangannya mengelus perut sang istri yang sudah meringis kesakitan.
Arkan sudah berhasil membawa kendaraannya dengan kecepatan tinggi dan sampai di klinik bersalin dengan selamat dan tepat waktu.
Sesampainya di sana Arkan memarkirkan kenjaraannya persis di depan unit gawat darurat, lalu dia meminta bantuan beberapa perawat untuk membantu Maura keluar dari kendaraan dan segera masuk ke dalam klinik dan untuk mendapatkan pertolongan.
Maura sudah berada di dalam ruang persalinan, dan beberapa dokter dan bidan yang akan menolong persalinan sudah siap untuk melakukan tindakan dan membantu Maura melahirkan dengan cara normal. setelah diperiksa ternyata pembukaan sudah lengkap, tinggal menunggu Maura untuk siap.
Maura mencengkeram kuah tangan Arkan saat dia ingin mengeluarkan sang buah hati mereka dari rahimnya, dan hasil dari cinta mereka akhirnya lahir ke dunia dengan selamat tanpa kurang apapun.
Dengan senang hati Arkan membiarkan Maura mencengkram kuat lengannya sampai berdarah diakibatkan kuku-kuku Maura yang panjang.Arkan juga tidak jauh dari sang istri dia terus memberi semangat terhadap Maura untuk melahirkan dengan cara normal.
Meskipun awalnya selalu dikatakan bahwa Maura tidak bisa melahirkan dengan cara normal, dengan alasan usianya terlalu tua jadi ada kemungkinan tidak bisa dengan cara normal. tetapi kuasa Tuhan itu berkehendak lain kau mati tidak ada yang tidak mungkin jika dia sudah menghendakinya.Saat ini Maura melahirkan dengan cara normal dan tidak terlalu sulit.
Akhirnya kebahagiaan Arkan dan Maura lengkap sudah dengan kehadiran sang buah hati mereka.
"Terima kasih,sayang, kamu telah berjuang demi anak kita"kata Arkan sambil mencium kening sang istri dan mengelus punggung sang buah hati mereka yang sudah berada di atas perut sang istri.
"Aku yang seharusnya berterima kasih kepadamu, sebab karena mu ada dia di dunia ini dan melengkapi kebahagiaanku. Semoga setelah ini kebahagiaan selalu menyertai kita bersama,dan anak kita tumbuh dengan sehat"kata Maura sambil tersenyum ke arah sang suami yang masih setia berada di sampingnya, meskipun rasa sakit itu masih mau rasakan.Seketika hilang saat melihat mata sang buah hati mereka yang begitu cantik.
Setelah selesai semuanya sang buah hati mereka juga sudah dirapikan oleh para perawat dan Maura juga sudah berpindah ke ruangan nifas.
Semua anggota keluarga dan para sahabat,sudah hadir di ruang rawat Maura menyertai kebahagiaan.
SELESAI
TERIMA KASIH UNTUK SEMUANYA YANG SELALU SETIA MENDUKUNG KARYA-KARYAKU, JIKA CERITA INI TIDAK MENJADIKAN SEMUANYA PUAS KARENA AKU BUKANLAH PEMUAS.
MOHON MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA🤗🤗🤗😘😘😘