Seorang CEO penderita Post Traumatic Relationship syndrome, tidak bisa jatuh cinta lagi ketika kehilangan calon istrinya dikejutkan ketika melihat ada seorang gadis begitu mirip dengan calon istrinya yang telah tiada.
Tanpa berpikir panjang, gadis malang itu dipaksa menjadi pengantin pengganti sang CEO.
Aluna, gadis berusia 25 tahun yang dalam titik terendah dalam hidupnya.
Ayahnya terkena serangan jantung, calon suaminya selingkuh dengan sahabatnya sendiri, dan hutang menumpuk untuk biaya pengobatan ayahnya.
Rasanya dunia tempat ia berpijak dipenuhi oleh duri kaca yang menyakitinya.
Sampai ketika dia bertemu dengan seorang CEO bernama Edgar Brown (30), pengusaha terkaya namun terkenal dingin dan kejam.
Pertemuan itu membawa Aluna ke kehidupan yang jauh berbeda, semua masalah hidup dan finansial semuanya terpecahkan atas bantuan Edgar.
Namun ada bayaran untuk semua itu, dimana Aluna harus menjadi pengganti untuk Edgar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anak Kost, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30 : Pernikahan tidak penting.
Episode 30 : Pernikahan tidak penting.
.
.
Masih di kediaman Edgar Brown,
Melihat Aluna sudah duduk di pangkuannya membuat Edgar refleks tersenyum puas.
Dia melingkarkan tangannya di pinggang Aluna dan bersandar di bahu Aluna.
"Nah, begini dong sayang ... menurut dan tidak melawan, kalau begini aku tidak akan marah ..."
"Oh ya ... kau kelihatan bagus memakai gaun tidur ini, kau mirip sekali seperti Fiona, aku berdebar-debar." bisik Edgar Brown menyempatkan diri untuk mencium tengkuk Aluna.
Sungguh Aluna benar-benar hidup menjadi wanita lain di sisi Edgar Brown, entah dosa apa yang ia lakukan dahulu akan tetapi Aluna memang menjalani hidupnya dengan sangat keras.
Sedangkan para pelayan yang ternyata memang banyak dari mereka adalah orang-orang kaya yang menyamar untuk menggoda Edgar tentu saja murka dan tidak senang akan hal itu.
'Gadis murahan beraninya menggoda Tuan Edgar! aku sudah berada di sini lebih dulu tetapi belum bisa berada di dekatnya walau sebentar!'
'Apa yang kau gunakan untuk menggodanya!'
'Awas saja kau ya!'
'Akan aku berikan pelajaran!'
Sikap Aluna yang tadi refleks duduk di pangkuan Edgar Brown menjadikan Aluna segera dibenci secara serempak oleh pelayan wanita yang sebenarnya adalah orang-orang kaya yang ingin menggoda Edgar Brown.
'Kenapa aku merasa merinding ya ... aku merasa ada tatapan laser mengarah kepadaku, dan jumlahnya banyak ...'
Benak Aluna merasa tiba-tiba saja merinding, karena sudah di tatap dengan tatapan mematikan oleh pelayan-pelayan itu.
"Sayang ..." Sembari disuapi oleh Aluna, Edgar kelihatan nyaman sekali memeluk gadis itu, dan berbicara degan santai seolah mereka sudah berhubungan dalam jangka waktu yang lama.
"Iya Tuan?" sahut Aluna masih terdengar kaku dan sopan sekali.
"Kau nanti pakai parfum Fiona saja ya, wangi tubuh mu tidak sama dengan Fiona, nanti akan di belikan oleh assiten ku, jangan lupa pakai ya ..." bisik Edgar sama sekali tidak menjaga perasaan Edgar Brown.
Lagi-lagi ada tusukan yang menyakiti hati Aluna, tetapi ironisnya dia tetap harus tersenyum dan berpura-pura jika segalanya baik-baik saja.
"Baik Tuan, akan aku gunakan, katakan saja apa yang disukai Nona Fiona, atau berikan beberapa informasi nya kepada ku, aku akan mengikuti semua gaya nya ..."
Aluna tersenyum, dia menatap kearah Edgar Brown.
Senyumannya begitu pilu, matanya berbicara lain, matanya seolah berteriak jika hatinya sakit jika harus hidup menjadi orang lain.
Edgar terdiam sejenak, ada perasaan aneh yang menyeruak di hatinya namun segera ia gelengkan kepalanya.
Dia tidak peduli dengan Aluna, yang ia pedulikan hanyalah bagaimana Aluna harus mirip sekali dengan Fiona.
"Bagus, gadis baik yang menurut, jika kau seperti ini, aku akan memberikan segalanya untuk mu ..."
Bisik Edgar Brown tersenyum puas, padahal ia tahu jika gadis yang ada di pangkuannya ini menderita dan merasakan sakit telah memutuskan hidup menjadi orang lain.
.
.
Tanpa sadar, waktu akhirnya berlalu, sudah pagi dan keduanya akan segera menikah, tanpa acara dan pesta.
Pernikahan ini hanyalah pernikahan rahasia untuk memuaskan dahaga Edgar Brown, pernikahan ini sama sekali tidak penting baginya karena Aluna hanyalah sebagai objek pemuas saja.
Hanya dalam waktu singkat, surat pernikahan itu sudah ada di tangan yang dimana mereka sudah resmi menjadi suami dan istri.
"Sayang ... kita sudah menjadi suami istri yang sah, sayang sekali aku harus ke kantor segera, malam ini jangan lupa ya yang aku katakan ... kau harus memuaskan aku!"
"Ini ada black card, pergilah jalan-jalan hari ini, tetapi kau harus cepat pulang ..."
Bisik Edgar Brown mengecup dahi Aluna, lalu ia pergi ke perusahaan karena ada meeting yang sangat penting yang harus ia hadiri.
.
.
.
.
gak nyambung lah dengan sindrom"nya atau penyakit apalah itu. karena pd nyatanya mau fiona salah atau tdk ttp fiona yang diinginkan.