NovelToon NovelToon
The Unexpected Love

The Unexpected Love

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Cintamanis / Tamat
Popularitas:6.9M
Nilai: 5
Nama Author: MeeGorjes

Nayla memendam rasa cintanya pada seorang Elang Edgar Wiguna sejak ia masih berusia 13 tahun dan baru saja menginjak masa remajanya. Bagi Nayla Elang terlalu Sempurna untuk dirinya yang biasa saja.

"Elang terlalu starbak untuk aku yang kopikap"

Itulah mantra yang Nayla ucapkan agar tidak terlalu berharap Elang membalas cintanya dan hubungan yang rumit dengan Elang pun membuat Nayla semakin menekan perasaannya.

Elang adalah adik Bimo yang merupakan mantan kekasih kakaknya sendiri, Nadia.
Selain itu Elang juga merupakan kakak dari sahabatnya sejak dulu yang bernama Amelia.
Rumit bukan ?

Sebisa mungkin Nayla menyembunyikan perasaannya dari sang kakak juga sahabatnya sendiri. Rasa cinta itu Nayla telan bulat-bulat sendirian dan menyimpannya dengan rapi.

Tapi apa yang terjadi jika ia selalu gagal dalam membina hubungan dengan pria lain dan selalu terjebak pada Elang yang telah mencuri seluruh hatinya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MeeGorjes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Roti Isi

Happy reading ♥️

Elang menyandarkan bokongnya di kepala sofa melihat Rafa sambil menggeleng-gelengkan kepala. Pemuda itu masih saja mengetuk pintu bercat putih itu berulang kali walaupun tak ada reaksi apapun setelahnya. Amelia tak membuka pintunya lagi

"Mel... Maafin Kak Rafa...," ucapnya sambil terus mengetuk pintu tapi tak ada sahutan sama sekali. "Masa sih kita mau maaf-maafan pas lebaran tiba," ucapnya memelas. Rafa datang untuk meminta maaf dengan tulus, walaupun dirinya sendiri tak paham dengan kesalahan yang telah dibuatnya. Tapi Rafa yakin itu ada sangkut pautnya dengan tas yang titipkan pada gadis itu. Rafa kira Amelia tak mau Rafa titipi tasnya.

Mami Amelia terheran melihat tingkah laku Rafa yang tadi langsung minta maaf pada dirinya. "Tante, maaf Rafa datang malam-malam begini, maaf juga karena Rafa udah bikin kesel anak Tante," ucap Rafa tanpa basa-basi saat Mami elang membukakan pintu rumahnya untuk pemuda yang di wajahnya ada manis-manisnya itu.

"Elang ?" tanya Mami Amelia tercengang.

Rafa pun mengerutkan dahi sama tercengangnya dengan ibu temannya itu. "Kok Elang sih ? Bodo amat dia mah..," gumam Rafa pelan.

"Terus siapa ? kamu kan temennya Elang ?"

"Amel... Rafa udah bikin kesel Amelia," jawabnya sembari menundukkan kepalanya penuh sesal.

Merasa tak paham dengan apa yang Rafa maksudkan, Mami Elang pun memanggil anak lelakinya itu untuk membantu temannya.

Dab di sinilah Mami Elang sekarang bersama anak lelakinya memandangi Rafa Yang masih berdiri tegak di depan pintu kamar Amelia yang tertutup rapat.

"Sebenarnya dia kenapa?" tanya Mami Elang pada anaknya menggunakan bahasa asing yang tak bisa Rafa pahami.

"nggak ada apa-apa kok Mi, hanya salah paham aja kayaknya," jawab Elang menggunakan bahasa yang sama dengan sang mami.

"mereka... Rafa dan Amelia nggak pacaran kan ?"

"Nggaklah Mih," jawab Elang.

"Amelia manja dan galak, kasihan temanmu nantinya," ucap Mami Elang seraya meninggalkan anaknya itu untuk pergi menuju ke dapur untuk menyiapkan makan malam.

Elang melihat pada Rafa dengan rasa kasihan, belum jadi pacar saja sepertinya Rafa sudah sangat tersiksa.

Sedangkan di dalam kamar, Amelia langsung melemparkan dirinya ke atas ranjang dan membenamkan kepalanya di antara bantal dengan posisi tubuh menelungkup. Ia lakukan itu agar teriakannya tak terdengar oleh siapapun dari luar "Aaaa.... dasar si pengacau !!! kenapa dia harus datang ???" teriaknya tertahan.

Bukan tanpa alasan Amelia memberikan nama "si pengacau" pada Rafa. Pemuda itu telah membuat mood-nya kacau, dan tak hanya itu pikiran dan hati Amelia juga ikut kacau tak karuan hanya karena merasa kesal pada Rafa tanpa alasan yang jelas. Amelia hentak hentakan kakinya tanpa kendali berusaha untuk meluapkan emosinya. Bahkan ia tidak lagi berkonsentrasi untuk mengerjakan sesuatu yang akan dibawanya bsok ke sekolah.

"Mel, bonekanya kak Rafa simpan di pintu ya. sekali lagi Kak Rafa minta maaf sama Amel. please jangan marah lagi," ucapnya sembari meletakkan boneka beruang berwarna coklat itu tepat di atas lantai tepat di depan pintu kamar Amelia.

"kak Rafa pulang ya... Semoga besok kamu udah nggak marah lagi sama aku," lanjut Rafa dengan suara lirih frustasi.

"Udahlah," kata Elang sembari menepuk bahu Rafa.

"lagian ngapain sih lu begini segala? adek gue nggak apa-apa kok," kata Elang lagi, tapi Rafa merasa tidak percaya. Ia ingat bagaimana mata Amelia yang berkobar amarah saat berbicara dengannya tadi.

Tak ingin berdebat dengan Elang maka Rafa pun mengiyakan saja.

"gue balik ya, El," ucap Rafa.

"Makan malam dulu, Mami udah masak banyak," tawar Mami Elang pada pemuda itu.

"terima kasih banyak tante, tapi Rafa harus cepet-cepet pulang," tolaknya dengan halus.

Setelah berbasa-basi sebentar Rafa pun pamit pulang. langkahnya terhenti saat ia akan membuka pintu mobilnya. "Maafin Rafa Mel...," gumam Rafa pelan seraya menatapi kaca kamar gadis itu sebelum dia memasuki mobil.

Sesaat setelah kepergian Rafa, Amelia pun keluar dari dalam kamarnya karena sang Mami memanggilnya untuk makan malam. Dirinya tak terkejut saat mendapati sebuah boneka beruang berada di atas lantai kamarnya. Amelia berjongkok dan meraih boneka itu. Ia ingat apa yang Rafa ucapkan karena Gadis itu memang mendengarnya.

"kalau kamu emang nggak mau dimintain tolong sama Rafa tolak aja jangan sampai marah seperti tadi. Dia sebenarnya baik kok walaupun kadang emang bercandanya berlebihan," ucap Elang.

"Jadi aku cuma sekedar candaan buat dia ?" lirih Amelia hampir tak terdengar. Ia pun menyimpan boneka beruang itu di atas nakas tanpa membawanya ke dalam kamar. Entah kenapa hatinya merasa semakin kecewa pada Rafa.

***

Pukul 08.00 pagi Amelia, Nayla dan keempat teman lainnya sudah sibuk menyiapkan stand untuk mereka berjualan. Nayla menata roti dan juga selai-selai di atas meja. Temannya yang lain menyiapkan kompor portable, wajan dan benda-benda lainnya yang digunakan untuk memanggang di atas meja yang sudah disediakan. Sedangkan Amelia, dia mengeluarkan sebuah kertas yang berbentuk prisma segitiga dengan tulisan "buka" di satu sisi dan tulisan "tutup" di sisi yang lainnya dari dalam tasnya.

Benda itu akan digunakannya untuk mengusir seseorang. Jika ia ternyata datang ke stand nya.

Memerlukan waktu hampir 20 menit untuk berbenah, Setelah semuanya siap Amelia pun meletakkan benda berbentuk limas itu dengan kata "buka" yang menghadap ke muka.

Elang sudah memperhatikan stand itu dari jauh sejak mereka masih berbenah. Ingin rasanya Elang langsung mendatangi stand itu dan membeli roti isi walaupun dia sudah makan pagi. Elang lakukan itu bukan karena dirinya masih merasa lapar tapi karena ia ingin menemui gadis berambut panjang yang hari ini menguncir rambutnya tinggi-tinggi. Baru kali ini Elang melihat Nayla berpenampilan seperti itu di sekolah. Sungguh Elang tak bisa mengalihkan pandangannya karena Nayla terlihat begitu sangat menggemaskan di mata Elang.

Elang bergerak gelisah di tempat ia duduk. Berharap stand itu segera didatangi beberapa orang agar ia bisa menyusul ke sana tanpa ketahuan bahwa Elang memang sudah menunggu-nunggunya. Begitu juga Rafa yang sedari tadi melihat ke arah Amelia. Gadis itu belum juga mau bertegur sapa dengannya padahal tadi pagi mereka sudah bertemu di gerbang sekolah.

Senyum terukir di bibir elang saat ia melihat beberapa siswa mulai mendatangi stand di mana Nayla dan sang adik sedang berjualan. setelah terlihat cukup ramai Elang pun berdiri dan berjalan menuju stand itu.

Semuanya terlihat sangat sibuk termasuk Nayla, maka Elang bersabar menunggu hanya agar Nayla yang melayani dirinya.

"Mau pesan apa ?" tanya Nayla tanpa melihat pada Elang, gadis itu masih sibuk dengan roti-rotinya.

"Aku mau roti panggang 2," kata Elang dan sontak membuat Nayla langsung mengangkat wajahnya. Pandangan mata keduanya saling bertemu dan terkunci untuk beberapa saat.

"Ten.. tentu..," kata Nayla.

"Rasa selai coklat dan kacang disatukan, " ucap Elang dan Nayla secara bersamaan.

Lagi-lagi keduanya saling bersitatap karena terkejut bisa mengatakan kalimat yang sama secara bersamaan.

"A-aku tahu karena aku sering melihat mami membuat roti isi khusus untuk Kak Elang," jelas Nayla tanpa diminta. pipinya yang mulus merona merah saat ia mengatakan itu membuat Elang semakin gemas melihatnya.

Elang menyunggingkan sedikit senyum di bibirnya, mati-matian ia sembunyikan rasa bahagianya karena tak mau seorang pun melihatnya.

Nayla pun segera menyiapkan apa yang Elang pesan, dengan segenap rasa cinta Nayla menyiapkannya. Berharap Elang dapat merasakan cinta di setiap gigitannya. Nayla tak tahu jika Elang terus memperhatikannya.

"ini," ucap Nayla sembari menyerahkan dua tangkup roti isi yang sudah dikemas dalam kotak kertas pada Elang.

"jadi berapa ?" tanya Elang seraya meraih kotak kertas itu.

"Mmmm.... ini aku yang traktir, "kata Nayla malu-malu.

"Hah kenapa ?" tanya elang dengan menautkan kedua alisnya.

"aku traktir sebagai tanda terima kasih karena Kak Elang sudah meminjamkan jaket hitam kakak kemarin," jawab Nayla.

Nayla segera berjongkok dan mengambil satu paper bag berwarna pink dengan gambar strawberry yang di dalamnya terdapat hoodie hitam milik Elang.

"terima kasih banyak, Kak El," ucap Nayla.

Elang segera meraih paper bag itu. "terimakasih juga roti isinya," ucap Elang dan segera ia pergi karena di belakangnya banyak siswa lain yang mengantri untuk membeli.

Elang tinggalkan stand itu sembari senyum-senyum sendiri, dirinya tak perduli menjadi pusat perhatian karena membawa paper bag pink bergambar stroberi.

"Gue mau dong," ucap Rafa saat Elang baru saja tiba di tempat mereka berkumpul.

"Kagak boleh," jawab Elang sembari menjauhkan roti isi miliknya agar tidak bisa diraih oleh Rafa.

"Dih si pelit... gue lapar...,"

"Beli sendiri lah !" ucap Elang yang tak mau berbagi karena itu buatan tangan Nayla. Bukan karena Elang pelit seperti tuduhan Rafa.

sebenarnya Rafa juga tidak merasa begitu lapar, Ia hanya beralasan agar bisa pergi ke stand itu. walau bagaimanapun ia tak mau hubungannya dengan elang menjadi buruk karena Rafa takut Elang berpikiran jika dirinya terus mengganggu sang adik.

"Ya udah gue beli juga deh, " dengan berpura-pura malas Rafa berdiri. Padahal dalam hatinya ia ingin segera menandatangi Amelia yang sedari tadi selalu melihat ke arahnya. Itu juga kalau Rafa nggak salah lihat. "Semoga emang begitu yaa Allah..." harap Rafa di dalam hati.

Ternyata apa yang Rafa lihat memang benar adanya Amelia selalu melihat ke arah pemuda itu.

Amelia melihat kedatangan Rafa kian mendekat ke stand-nya. Buru-buru Amelia membalikkan kata "Buka" menjadi "Tutup" saat Rafa tiba.

"Tega banget sih Mel," kata Rafa memelas.

"Bodo !!" sahut Amel.

"Aku lapar banget ini... belum sempat sarapan, padahal sebentar lagi mau latihan basket" jelas Rafa walaupun tak ada yang memintanya untuk menjelaskan.

"Pulang aja dulu, kan masih ada waktu 2 jam lagi buat latihan," ucap Amel. Tentu saja dia tahu jadwal latihan basket karena sang kakak yang menjadi kapten tim nya.

"Rafa gak bisa pulang....," lagi-lagi Rafa memelas.

"Emang kenapa?" tanya Amelia galak.

"Kata bunda, Rafa gak boleh pulang kalau uang jajannya belum habis..,"

Amelia tercengang mendengar jawaban absurd dari pemuda itu. "Gak mungkin," ucap Amelia tak percaya.

"Kalau gak percaya tanyain sama bundanya Rafa. Ntar sekalian Rafa kenalin sebagai calon istrinya Rafa mau ya ?"

to be continued ♥️

thanks for reading ♥️

1
Neng
tuing tuing.. slalu ngakak ama klakuan si rafa.. pdhl udh baca brkalikali/Joyful/
Crazy_Girls
Luar biasa
Ris Andika Pujiono
saat Rafa manggil dirinya Rafa ke iatrinya. Jadinya aneh
Ris Andika Pujiono
Rafa
Ris Andika Pujiono
semoga author dan keluarga sehat2 slalu
Ris Andika Pujiono
hehehe Elang Elang
ms. S
bener2 unexpected story... cerita yg bikin aku rela tidur malam2, senyum2 sambil bayangin cerita cinta masa2 SMA, dan cinta yg ga pernah terucap tapi bisa bersama di akhirnya❤️❤️❤️❤️
Widi Safitri
Lumayan
Han Lifa
Luar biasa
Atoen Bumz Bums
kata2 tuing2 bikin aku ngaka aja🤣🤣🤣🤣🤣
Atoen Bumz Bums
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
rafa somplak
Fitri ahmad
najisss....
Arga Ergi
akhirnya bsa baca lgi ud lma nyari Bru ktemu Skrang Krena lpa judulnya
Anisatul Azizah
Alex pengen jg melamar Nadia kek kamu dilamar El🤭
Anisatul Azizah
good Nay...
seenaknya aja Elang, dia aja udah digelayutin kuda poni, giliran kamu baru jg dating udah cemburu
Anisatul Azizah
sekarang udah bangkrut Faaa, yakin g bakal diomelin lagi kl ilang😅
Qaisaa Nazarudin
Lho kok di skip sih..Padahal moment ini yg para riders tunggu2..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
SAAAAAAHHHH... Alhamdulillah akhirnya kalo JODOH gak akan kemana..Semoga menjadi keluarga yg Sakinah ya El dan Nay,, Bahagia nya bisa nika dgn Cinta pertama..😍😍
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣 Emangnya kalo Amel marah2 mengguna kan bahasa apa Raf? 😂
Anisatul Azizah: bahasa Jerman kak
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwk Rafa..Ngelamar anak gadis orang kayak lg ngelamar kerja..saee Raf..😂😂🤣🤣🤣😜😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!