Selamat datang di novelku kak, jangan lupa klik♥️+ komen+vote ya🙏🏻
Kira- kira bagaimana rasanya kehilangan orang yang paling berharga dalam hidup kita. ?
mala maharani putri. seorang gadis berusia 23 tahun harus menelan pil pahit tepat di hari ulang tahunnya yang ke 23, gadis itu kehilangan kedua orang tuanya dan semua hal yang dia miliki. bagaikan jatuh di timpa tangga.
Hingga pada suatu hari mala terpaksa menerima tawaran seorang ceo untuk menjadi istri kontraknya dalam jangka 1 tahun.
Bagaimana jika cinta itu tumbuh di antara mereka?
Ikuti kelanjutan ceritanya di " Istri kontrak sang ceo"
Happy reding,♥️
Baca sampai akhir ya. Mohon maaf jika masih banyak Typo dan bab yang kurang masuk akal😂. Ini karya pertama saya , 🙏🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penculikan mala
Tidak perlu cemburu, mala sudah biasa manja sama andra. sejak dia masih umur 8 tahun. semenjak andra sering antar aku pulang, mereka jadi sangat dekat, andra sudah seperti kakak laki-laki buat mala" jelas nara pelan
" benarkah?"
" Iya, kamu ingat kan waktu kita masih sekolah andra selalu antar aku pulang, sejak kita masih duduk di bangku smp."
Devan pun mengangguk paham, sang bunda yang mendengar itu pun akhirnya ikut menyimak cerita nara,
wanita paruh baya itu juga ingin tau tentang masa kecil anaknya"
" flashback 15 tahun yang lalu*
hari ini seperti biasa andra akan menjemput nara untuk berangkat ke sekolah, jam 6:00 andra sudah sampai di rumah nara, kali ini di depan rumah nara sudah ada bapak abraham dan anak kecil perempuan yang usianya kira-kira masih 8 tahun,
anak itu juga sudah siap akan berangkat ke sekolah dengan di antar oleh supir pribadi keluarga abraham,
" Assalamualaikum om" ucap andra sopan
" waalaikum salam andra, mau jemput nara ya,? sebentar ya sepertinya dia masih bersiap-siap, biar om panggilkan, kamu duduk dulu"
" Iya om terimakasih"
bapak abraham berlalu untuk memanggilkan nara di lantai atas, andra pun menyapa anak kecil yang tadi sedang duduk bersama setiawan
" halo adik kecil, kamu mau ke sekolah juga ya,?
perkenalkan nama kakak, andra, kakak temennya nara kakak kamu, nama kamu siapa adik kecil"
" eem nama aku mala kak" ucapnya Dengan menundukkan wajahnya
" oh nama kamu mala, kamu sekolah dimana, dan sekarang sudah kelas berapa?"
" Aku sekolah di SD pelita bunda kak, aku masih kelas 2"
" wah itu kan searah sama sekolah kakak, bagaimana kalau kamu ikut sama mobil kakak saja, nanti di dalam mobil kita bisa sambil bermain?" tawarnya
" yaudah deh, tapi janji ya kak nanti main sama mala"
" iya adik kecil" titahnya sambil mengacak rambut mala
" ih kak andra, kan rambut mala jadi jelek" ucap mala dengan memanyunkan bibirnya merajuk
" kamu itu adik kecil yang menggemaskan"
andra pun berdiri dari duduknya, tak lama akhirnya abraham keluar bersama aminah dan juga nara, kemudian aminah menyerahkan 3 kotak bekal makanan untuk mala, nara dan juga andra,
" ini bekal kalian, sekalian buat andra juga"
" kok repot-repot tante"
" Nggak repot kok andra, kamu sudah tante anggap anak sendiri, jangan pernah sungkan sama tante, anggap saja tante adalah ibu kamu"
" terimakasih tante"
semenjak menjadi sahabat nara, andra bisa merasakan kembali kasih sayang seorang ibu yang tak pernah iya rasakan, ibu andra meninggal sejak andra masih berusia 5 tahun, andra di besarkan oleh kakek dan neneknya, sebab ayahnya menikah lagi setelah 3 tahun kepergian ibunya, dan andra tidak menerima kehadiran ibu tirinya, yang usianya 10 tahun lebih muda dari sang ayah.
hingga akhirnya robert ayahnya andra memilih tinggal di rumah terpisah dengan andra, meski begitu tanpa di sadari ayah andra sangat menyayanginya, ibu tirinya juga tidak sejahat yang andra pikir,
" Ya udah ma, kita pamit dulu" ucap nara dan mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
" Iya tante kita pamit dulu, sama ini sekalian mala bareng sama kita aja ya tante"
Aminah dan setiawan pun mengangguk setuju, seperti yang di katakan sebelumnya,jika selama perjalanan andra akan mengajak mala main,
mala pun tersenyum senang dengan permainan yang ditunjukkan oleh andara,
dari saat itulah mala selalu menganggap andra sebagai kakak laki-lakinya, dia akan selalu bersikap manja saat bersama dengan andra,
hingga suatu hari saat mala sudah masuk sekolah menengah atas, mala yang masih menunggu jemputan di depan sekolah tiba-tiba ada mobil hitam yang berhenti di depannya, kemudian keluar beberapa orang laki-laki bertubuh besar dan menakutkan,
mereka adalah suruhan dari lawan bisnis abraham yang kala itu sedang naik daun, bisnis abraham mengembang pesat hingga go internasional,
tanpa mala sadari ternya orang yabg ada di balik topeng itu salah satunya adalah omnya sendiri, kakak dari abraham, dia selalu merasa iri dengan apa yang bisa abraham raih,
hingga dia memutuskan untuk menyandra mala, yang tak lain adalah titik kelemahan abraham, biarpun bukan anak kandung tapi abraham dan aminah sudah menganggap mala seperti anaknya sendiri, karna sampai belasan tahun menikah mereka belum juga di karuniai seorang anak,
saat kedatangan adik dari aminah dan menitipkan kedua anaknya karna ada pekerjaan di luar negeri, mereka pun menerima dengan tangan terbuka, waktu itu umur nara 8 tahun, dan mala masih umur 2bulan.
aminah mendapat kabar jika pesawat yang di tumpangi sang adik lepas kandas dan dinyatakan hilang. tidak ada 1 korbanpun yang selamat,
sudah 3 hari mala di sekap di tempat terpencil, di sebuah gudang di tengah hutan, mala merasa sangat ketakutan.
saat mendengar kabar mala diculik tangan andra mengepal, rahangnya mengeras,
" beraninya mereka menculik adikku" ucap andra.
dengan sigap dia melacak keberadaan mala dengan menggunakan ponsel mala yang saat ini masih di pegang oleh penculik itu,
" kak andra tolong mala..hiks...hiks.."
Mala yang masih menangis pun tak menyadari kedatangan andra, wanita itu masih sangat takut dengan setiap suara yabg datang, dia takut akan di pukul seperti kemaren, mala memilih memejamkan matanya saat suara hentakan kaki mendekat ke arahnya.
" mala, ini aku kak andra, kamu jangan takut," ucap andra sambil membuka beberapa ikatan yang ada di tangan dan kaki mala,
setelah semua talinya terlepas, dengan gerakan cepat andra membawa mala pergi dari tempat itu,
" Kak andra mala takut, hiks...hiks .." lirih mala dengan suara parau,
andra mendekap mala dan menenangkan nya hingga wanita itu tertidur dalam dekapan hangat andra, andra memperhatikan tangan mala yang penuh dengan bekas pukulan, melihat itu tangan andra semakin mengepal, dia berjanji akan memberi balasan pada orang yang sudah berani melakukan ini pada adiknya.
hingga beberapa bulan berlalu dari kejadian penculikan mala, seperti yang andra katakan, dia akan memberi pelajaran pada orang yang sudah melukai adiknya, andra juga setiawan tidak memberi toleransi, biarpun saudara abraham akan tetap memasukkan kakaknya ke dalam penjara karena telah menculik mala.
" flashback off"
" ih kak andra bau, cepetan sana mandi, kak nara bawa kak andra sana, suruh mandi, baunya sangat menyengat," ucap mala sambil memegang hidungnya.
" dasar anak kecil" ejek andra
" aku sudah besar tau kak, sudah 23 tahun"
" 23 tahun tapi masih kayak bocah" ucap andra yang langsung berlari, nara hanya terkekeh melihat kelakuan suami dan adiknya.
" Kak andraaaaaaaa" teriak mala keras,
Mendengar cerita mala dari nara devan pun sudah mulai paham, pantas saja jika mala bersikap manja pada andra. sedang kan alundra sempat menitikan air mata mendengar tentang penculikan mala,
semangat thor
saya undur diri
apalagi Devan tidak salah cuman di jebak sama pelakor
lanjuut thoorr.. jngan lama2 up nya