Kakak readers tersayang, tolong jangan di boomlike ya! Budayakan kasih like setelah membaca. Terima kasih 🙏🏻
Saat dia dicampakkan oleh kekasihnya, dia bertemu dengan seorang lelaki yang kemudian menjadi suami sirinya.
"Dengar! Meski kita sudah menikah, tapi kamu jangan berharap banyak padaku, karena aku sudah memiliki seseorang yang aku cintai," Dave Sky Pradipta
"Aku tidak keberatan jika kamu menceraikanku sekarang juga. Lagipula pernikahan kita hanya siri," Sevia Kireina Dzakiya
Pernikahan yang awalnya dijalani tanpa cinta, tetapi saling menguntungkan untuk keduanya, mampu menumbuhkan benih-benih cinta tanpa disadari oleh Sevia dan Dave.
Sampai pada saat cinta semakin berkembang dalam pernikahan rahasia mereka. Keduanya sepakat untuk mengungkapkan perasaan di hari yang telah di tentukan. Namun ternyata, hari itu adalah awal dari perpisahan yang tidak mereka harapkan. Sementara tanpa Sevia ketahui, dia telah mengandung anaknya Dave. Mungkinkah cinta dapat menyatukan mereka kembali ataukah hanya menjadi sebuah kenangan yang tak akan terlupakan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon thatya0316, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 Kamu menggodaku?
Perlahan tapi pasti bianglala merangkak naik ke atas kemudian kembali turun ke bawah, begitu seterusnya sampai pada hitungan putaran tertentu barulah bianglala itu berhenti untuk berganti penumpang. Awalnya Sevia ketar-ketir saat bianglala mulai naik ke atas. Dia begitu erat memegang tangan kokoh brondongnya. Dave hanya tersenyum tipis melihat istrinya yang seperti takut pada ketinggian. Namun, tidak berapa lama kemudian Sevia langsung terpukau saat melihat pemandangan kota dari ketinggian. Wajah yang tadinya menegang kini kembali ceria.
"Dave, lihat! Indah sekali pemandangannya. Lihat di sana juga mercusuarnya kelihatan," tunjuk Sevia ke arah laut Jawa yang ada di sebelah utara dunia fantasi.
"Iya, Via setelah ini langsung pulang ya! Aku sudah lelah ingin istirahat," ucap Dave.
"Iya, kita nanti langsung pulang." Sevia langsung menyetujui dengan ajakan Dave, karena dia juga merasa sudah lelah seharian berada di luar rumah.
Bahagia kamu sederhana sekali, Via. Hanya melihat lampu kelap-kelip saja kamu sudah senang. Andai yang menjadi istriku wanita lain, pasti orang itu sudah memintaku macam-macam. Berbeda dengan kamu yang aku beri 20 juta sebulan saja sudah senang dan uang itu pun tidak kamu habiskan malah masuk ke dalam tabungan, batin Dave.
Pria bermata biru itu langsung merangkul Sevia dan merapatkan tubuhnya. Dinginnya angin malam yang menusuk kulit, membuat dia semakin enggan untuk berjauhan dengan istrinya. Ingin sekali dia mencari kehangatan dalam bibir ranum istrinya. Namun sayang, dia tidak hanya berdua di dalam bianglala itu. Masih ada pasangan muda lainnya yang duduk tepat di depannya.
Tidak berbeda jauh dengan Dave dan Sevia. pasangan muda yang ada di depan Sevia pun nampak gelisah. Sepertinya dua pasangan muda itu ingin mempraktekkan apa yang dilihatnya dalam drakor. Merasakan sensasi berciuman di puncak tertinggi bianglala.
Setelah beberapa kali putaran, akhirnya pasangan muda mudi itu pun turun dari bianglala. Wajah bahagia terpancar dari wajah Sevia. Meskipun dia masih ingin mencoba wahana yang lainnya, tapi dia kasihan pada suaminya yang ingin segera istirahat.
"Dave, sebelum pulang naik itu dulu ya! Aku ingin mencobanya," tunjuk Sevia pada wahana Turangga Rangga.
"Tapi terakhir ya, Via!"
"Iya, ini yang terakhir. Yuk mumpung berhenti!" Sevia langsung menarik tangan Dave untuk segera naik ke atas wahana.
Senyum mengembang tidak surut dari bibir gadis yang menjalani masa kecilnya tidak seperti kebanyakan orang. Sevia yang sudah menjadi anak korban perceraian semenjak usianya yang masih tiga tahun, diasuh dan dibesarkan oleh nenek dari pihak ayahnya. Setiap hari dia selalu ikut neneknya untuk berjualan sayur keliling. Kesulitan yang dialami keluarganya membuat dia hanya bisa melihat dan membayangkan serunya bermain di dunia fantasi. Apalagi ayahnya yang suka bermain judi dan berganti-ganti istri, membuat Sevia kecil tidak pernah meminta apapun padanya.
Setelah menikmati wahana yang diinginkan oleh Sevia, Dave pun mengajak istrinya untuk pulang ke apartemennya yang ada di Jakarta. Sebuah apartemen yang sengaja dia beli untuknya menyendiri atau membuat rancangan game online yang sudah dia tekuni dari semenjak usianya lima belas tahun. Tidak ada yang tahu dengan apa yang dilakukannya. Hanya Harry yang tahu semuanya tentang Dave. Meskipun mereka tidak pernah satu kelas, tetapi hobi keduanya yang membuat mereka menjadi dekat.
"Masuklah!" suruh Dave saat sudah sampai di depan pintu apartemennya.
"Dave, kita menumpang di apartemen siapa?" tanya Sevia celingukan.
"Ini milik selingkuhan aku. Ayo masuk mumpung gak ada orang." Dave sengaja membohongi Sevia karena ingin tahu apa yang akan dilakukannya.
"Oh!" sahut Sevia dengan nada datar. Dia pun mengikuti apa yang suaminya suruh untuk masuk ke dalam apartemen.
Tanpa di suruh, Sevia langsung mendudukan bokongnya di atas sofa yang ada di ruang tamu. Dia terus mengedarkan pandangannya melihat ke sekeliling apartemen yang terlihat rapi. Di sebelah kiri ada sebuah tangga yang menuju ke lantai atas dengan dua pintu kamar di bawahnya. Sementara di sebelah kanannya menuju dapur dan ruang makan yang hanya terhalang sebuah akuarium yang cukup besar. Sevia begitu mengagumi isi apartemen yang baru dilihatnya itu. Kalau dilihat-lihat apartemen yang sekarang didatanginya jauh lebih besar dari apartemen Dave yang berada di kota industri itu.
"Via, apa kamu suka tinggal di sini?" tanya Dave yang sudah duduk di samping istrinya.
"Mana mungkin aku suka, kalau harus tinggal bersama wanita lain di sini." Cebik Sevia.
"Apa kamu cemburu?" tanya Dave dengan menatap lekat pada Sevia.
"Apa boleh aku cemburu? Bukankah kita tidak boleh saling cemburu dan ikut campur urusan pasangan?" Bukannya menjawab, Sevia malah balik bertanya.
"Iya, aku lupa. Via mari kita saling jujur saat nanti anniversary pernikahan kita. Tinggal dua bulan lagi tanggal 30 November. Aku akan menunggumu di Taman tempat pertama kali kita bertemu." Dave langsung membalikkan badan Sevia.
Ditatapnya wajah yang mampu menarik hatinya untuk terus mendekat. Perlahan Dave memiringkan kepalanya dan langsung meraup bibir yang sedari tadi di bianglala ingin dia kecup. Pergulatan lidah pun mengawali aksi Dave yang membuat Sevia begitu menikmatinya. Merasa puas bermain lidah, Dave pun mulai menyusuri leher jenjang Sevia dan memberikan beberapa tanda cinta di sana. Tangan nakalnya yang sedari tadi berusaha membuka pengait di punggung Sevia, langsung berpindah tempat saat dia berhasil membukanya. Satu persatu kancing kemeja putih itu dia buka, sampai terlihat jelas dua bukit kenyal itu yang begitu menantang. Dave tersenyum melihat tonjolan yang masih berwarna merah muda itu berada di dua bukit kenyal.
"Via, kamu selalu sukses membuatku menegang." Dave langsung menikmati satu persatu buah kesayangannya. Membuat Sevia begitu terlena dengan permainan suaminya.
Merasa sesuatu yang di bawah sana sudah ingin dikeluarkan dari sarangnya, Dave pun langsung menggendong istrinya ke lantai atas. Tempat di mana dia melepaskan penat dan lelahnya. Pada akhirnya tempat tidur berukuran king size itu menjadi saksi dua insan yang sedang dimabuk asmara.
Keesokan paginya, saat sinar mentari memaksa masuk menembus kaca jendela dan tirai yang sedikit terbuka, Sevia terbangun dengan tangan Dave yang masih setia melilit perutnya. Perlahan dia pun menyingkirkan tangan kokoh brondong tampannya. Namun, sepertinya Dave merasa terganggu saat merasakan pergerakan yang Sevia lakukan.
"Via, diamlah! Aku masih mengantuk," ucap Dave dengan mata yang masih terpejam.
"Sudah siang, Dave. Lihat matahari sudah terang!" ujar Sevia yang masih terus berusaha menyingkirkan tangan brondong nakalnya.
"Biarkan saja! Sekarang hari Minggu, kita tidur aja lagi sampai siang. Baru nanti sore kita kembali ke sana."
"Aku lapar, Dave!" Sevia langsung membalikkan badan menghadap suaminya.
"Kenapa kamu menggodaku, Via? Apa semalam masih kurang?" tanya Dave saat tanpa sengaja dadanya bersentuhan dengan buah kesayangannya.
...~Bersambung~...
...Hai jangan lupa sawerannya ya, biar othor tambah semangat updatenya....