Bagai tersambar petir, saat Marinka tahu dan harus menyaksikan suami yang baru dia nikahi selama 3 bulan, memutuskan menikah kembali secara diam-diam. Tidak ada yang tahu seperti apa rasa sakit yang Marinka rasakan saat ini, pria yang dicintainya sejak lama, sudah bermain api dibelakangnya.
Marinka harus menerima kenyataan pahit, saat tahu gadis yang dinikahi suaminya adalah gadis yang dia kenal, bahkan mereka dengan tega merebut ranjangnya agar bisa menyingkirkan Marinka dari hidup mereka.
Akankah Marinka menyerah? atau Marinka akan bertahan demi pria yang dicintainya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neti Jalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.31. Pasangan Serasi
Tok
Tok
Tok
Ezra mengetuk pintu kamar Marinka sembari membawakan sarapan pagi yang sedikit telat, karena waktu sudah menunjukkan pukul 8.30. Ezra harus mengantar kepergian Jihan hingga lobby hotel dan sekalian chek out untuk kamar yang baru ia pesan bersama Jihan semalam.
Krieekkk
Marinka membuka pintu kamarnya, terlihat wanita itu sudah segar karena sudah membersihkan diri dan berganti pakaian. Aroma wangi dari rambutnya menyeruak kedalam hidung Ezra. Tidak ada wajah cemberut atau mata bengkak dari Marinka, yang ada senyuman cantik dan manis selalu mengembang disudut bibirnya.
"Abang sudah pulang?"
pulang? satu kata itu mampu membuat Ezra tersentil, dirinya seolah baru pulang dari perjalanan bisnis yang jauh, padahal sebagai suami sah dari Marinka sepatutnya dia sudah dikatakan tidak pulang karena sibuk berselingkuh.
"Iya. Apa kamu sudah sarapan?"
"Belum."
"Aku bawakan ini untukmu."
"Abang sudah sarapan?"
"Belum. Kita bisa menikmatinya bersama."
Marinka melongokkan kepalanya keluar pintu, karena ingin memastikan sesuatu.
"Apa yang kamu cari?"
"Kak Jihan kemana? apa dia masih dikamar kalian?"
"Dia sudah kembali ke Amerika."
"Kenapa kembali secepat itu? kalian kan jarang bertemu? seharusnya kalian liburan bersama bukan?"
Ezra menatap wajah Marinka yang polos, Ezra tidak menyangka kehadiran Jihan sama sekali tidak merubah keramahan wanita itu, padahal Marinka berhak marah padanya karena dirinya adalah suami Sah nya.
"Ayo masuk bang. Abang persis seperti depkolektor yang nagih hutang didepan pintu,"
Ezra jadi terkekeh mendengar banyolan yang Marinka lontarkan. Merekapun menikmati sarapan dan kopi panas yang Ezra bawa dengan nikmat.
"Dek. Abang sungguh minta maaf padamu atas kejadian kemarin,"
"Kejadian kemarin? kejadian yang mana ya?"
"Sungguh abang tidak menyuruh Jihan datang kemari, abang tidak ingin adek berpikir kalau abang sengaja mengundangnya kemari dan mengacaukan liburan kita."
"Abang bicara apa? kalian itu sepasang kekasih yang saling mencintai, sudah sewajarnya kalian bertemu melepas rindu."
"Iya. Tapi tidak seharusnya aku tidur terpisah denganmu, tapi kalau tidak dituruti abang takut Jihan marah dan salah faham dengan hubungan kita."
"Tidak apa-apa, adek ngerti kok bang. Abang tidak usah khawatir ya? abang tidak perlu memikirkan perasaanku, kan kita cuma nikah kontrak bang. Bisa dibilang pernikahan simbiosis mutualisme. Jadi abang tidak perlu merasa bersalah gitu."
"Lagian ya, abang dan kak Jihan pasangan yang serasi. Yang satu ganteng, yang satu cantik dan seksi. Beneran deh, kalian kalau nikah pasti akan buat kaum hawa merasa iri. Kalian itu pasangan yang sangat sempurna."
Ezra menyunggingkan senyum sembari mengusap puncak kepala Marinka saat mendengar ucapan polos dari wanita itu.
"Hari ini adek ingin abang bawa kemana?"
"Apa kita akan pergi jalan-jalan lagi hari ini?"
"Ya. Memori diponsel adek kan belum penuh," ledek Ezra.
"Abang ledekkin adek ya?"
Marinka menunjuk sembari mengerling kearah Ezra, yang membuat pria itu tertawa keras.
"Abang kalau mau ngajakin adek jalan, mandi dulu dong bang,"
Ezra mencium tubuhnya sendiri, dan memang ada bekas parfum Jihan yang masih menempel dipakaiannya. Sepanjang malam gadis itu bergelung ditubuhnya. Pelukkan yang membuatnya merasa tidak nyaman, sangat berbeda saat dirinya berpelukkan sepanjang malam bersama Marinka.
"Baiklah, adek tunggu ya? abang mandi bentar. Selama abang mandi, adek bisa searching mungkin ada tempat bagus yang bisa kita kunjungi."
"Iya bang."
Ezra kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara itu Marinka melakukan apa yang Ezra suruh untuk mencari tempat-tempat yang bagus untuk mereka kunjungi.
Setelah menunggu hampir 15 menit, Ezrapun keluar dengan sudah mengenakan pakaian ganti.
"Apa sudah ketemu tempat yang bagus?"
"Ada bang, ada banyak tempat bagus yang adek lihat. Tapi sepertinya dua tempat ini yang pengen adek kunjungi,"
"Coba abang lihat,"
Ezra meraih ponsel Marinka, dan melihat tempat yang ingin istrinya kunjungi itu.
"baguskan bang? kita bisa kejembatan itu sore hari, adek pengen liat seperti apa jembatan dua tingkat yang unik itu. Kita juga bisa makan malam dijembatan tingkat bawah itu. Setidaknya begitulah artikel yang aku baca itu,"
"Bagus, kita akan kesana sore harinya. Sekarang kita mau kemana dulu?"
"Itu. Tempat yang satunya itu,"
Marinka menunjuk kearah gambar yang ada dilayar ponselnya.
"Adek pengen coba naik itu," ujar Marinka.
"Ya sudah kita berangkat sekarang,"
"Yeyyy...." Marinka bersorak gembira.
Marinka dan Ezrapun pergi ketempat yang mereka inginkan. Setiap berjalan, mereka selalu bergandengan tangan seolah mereka adalah pasangan pengantin yang benar-benar menghabiskan bulan madu dengan bahagia.
Setelah tiba ditempat yang dituju, Ezra dan Marinkapun naik balon udara berdua dan satu orang yang mengendalikan balon udara tersebut.
"Wah...indahnya," Marinka sedikit berteriak saat melihat pemandangan indah dari atas balon udara.
Angin yang menerpa wajah dan rambut Marinka sesekali menghalangi pandangan wanita itu. Tanpa Marinka sadari, Ezra menyuruh orang yang mengendalikan balon udara untuk mengabadikan moment itu. Ezraa perlahan mendekati Marinka dan mengejutkan wanita itu saat tiba-tiba pria itu memeluknya dari belakang. Spontan saja Marinka menoleh dan mendongak menatap pria yang jauh tinggi diatasnya.
Cekrekkk
Cekrekkk
Cekrekkk
Moment romantis itu diabadikan beberapa kali oleh fotografer amatiran. Ezra juga mengajak Marinka untuk berfose dengan gaya lain, seolah mereka benar-benar pasangan yang sangat romantis.
"Kalau kak Jihan lihat, bisa-bisa dia membunuh kita karena salah faham," ujar Marinka.
"Yang penting hubungan kita hanya sebatas adik dan kakak. Lagipula kita bisa bersentuhan karena kita memang suami istri bukan? jadi tidak ada yang salah dengan hal itu."
"Ya. Adek akan menyimpan moment indah ini rapat-rapat. Belum tentu seumur hidup kita bisa kesini lagikan?"
"Iya." Ezra mengusap rambut Marinka.
"Kalau dengan kak Jihan, kenegara mana saja yang kalian kunjungi?"
"Tidak banyak, karena kami sama-sama sangat sibuk. Kami hanya pernah ke Asia saja,"
"Di Asia juga bagus bang."
"Iya. Kami cuma pernah ke Jepang, hongkong dan Thailand."
"Pariwisata disana juga tidak kalah bagus dengan negara-negara Eropa."
"Ya. Dimana pun tempatnya, asal pergi dengan orang yang kita cintai pasti akan berkesan bukan."
"Benar."
"Kalau kamu? kemana mantan suamimu pernah mengajakmu berlibur?"
Marinka tersenyum kecut, karena dia ingat betul selama pernikahannya Galang sama sekali tidak pernah mengajaknya jalan-jalan keluar negeri. Jangankan keluar negeri, jalan ke mall saja tidak pernah.
Waktu Karin masuk dalam kehidupan rumah tangganya, Pernah Marinka sekali diajak jalan ke Mall, itupun hanya dijadikan tukang pembawa barang belanjaan mereka.
"Kan ini pertama kalinya adek pergi keluar negeri, jangankan luar negeri, dalam negeri saja tidak pernah."
Ezra terdiam, dia benar-benar lupa akan hal itu. Seharusnya dia tidak perlu mengungkit kesedihan Marinka kembali.
"Ya sudahlah, lebih baik kita pergi kejembatan dua tingkat itu saja. Ini sudah hampir sore," Ezra berusaha mengalihkan kesedihan Marinka.
"Emm." Marinka mengangguk sembari tersenyum.
Ezra dan Marinka pun pergi ketempat yang ingin mereka tuju, sebuah jembatan dua tingkat yang diatasnya untuk para pejalan kaki dan kendaraan, sedangkan bagian tingkat bawah ada beberapa kafe dan orang yang menjual berbagai aneka kuliner lezat.
Ezra dan Marinka sangat menikmati kuliner disana, selain menikmati makanan lezat, mereka juga disuguhkan dengan pemandangan indah dimalam hari. Mereka tidak lupa mengabadikan moment-moment indah itu.
TO BE CONTINUE...🤗🙏
tetap semangat/Ok//Good/