Adella Mahendra, gadis cantik dengan segudang prestasi. Kehidupannya bagaikan salah naik angkot, oper sana oper sini, pindah sana pindah sini.
Bagi sebagian orang, mungkin akan merasa senang jika berada di posisi Adel, tetapi tidak bagi Adel yang membuat dirinya harus di putar putar karena memiliki tiga orang tua yang sangat menyayanginya. Ditambah lagi dengan seseorang yang telah lama mencintainya dan begitu posesif terhadapnya.
Lanjut baca yuk, gimana jungkir baliknya Adel tetapi dengan sejuta pesona nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dinner 1
Tanpa mengindahkan banyak mata yang memandang, Dokter Vikky dengan cueknya menggenggam tangan pujaan hati, berjalan dari lorong ke lorong, masuk keluar lift hingga akhirnya sampai di lobi dan berakhir di parkiran khusus pemilik Rumah Sakit.
Jangan ditanya lagi perasaan Dokter Vikky saat ini, rasanya sudah tidak bisa digambarkan lagi dengan kata kata maupun tulisan.
Adella, gadis kecil incarannya yang sudah mencuri hatinya sejak Dokter Vikky masih muda dan tentunya Adel yang masih kecil kini sudah berada di dalam genggamannya
Akhirnya penantian selama sembilan tahun terbayarkan sudah, dengan pertemuan mereka kembali, walau sekarang hubungan antara keduanya juga belum jelas
"Mas, kita gak nyebrang loh"
Entah mengapa Adel yang biasa bersikap cuek, kali ini bahkan tampak seperti anak kucing yamg imut dan menggemaskan, sangat lembut dan manis
"Biar gak ilang" jawab Dokter Vikky santai, tetapi masih tak urung untuk melepasakan genggaman tangannya
Hingga kini mereka sudah berada di sebelah mobil Dokter Vikky "Masih mau pegang tangan aku??"
Dokter Vikky tersenyum, dirinya juga masih belum sadar jika sudah berada di parkiran.
"Di dekatmu buat aku hilang arah" Dokter Vikky langsung membukakan pintu untuk Adel
"Gak sekalian aja ilang ingatan" balas Adel dengan tertawa kecil, dan itu tak luput dari pandangan Dokter Vikky sehingga membuat dirinya geleng geleng kepala
Dokter ganteng itu memutari mobilnya, lalu membuka pintu. Dia masih melihat Adel belum menggunakan sabuk pengamannya. Dengan sigap sang Dokter itu langsung mendekat, tanpa jarak hingga kedua mata mereka saling bertemu, tanpa berkedip dan sama sama merasakan wangi tubuh pasangan masing masing
Adel gugup, baru kali ini berada sedekat ini dengan seorang laki laki dengan jantung yamg terus berdetak kencang, sama halnya juga dengan Vikky.
"Mas....mau apa??" jujur dia sayang dengan laki laki yang didepannya ini, tetapi untuk melakukan hal yang lebih dia tidak mau
Dokter Vikky tidak menjawab, malahan semakin melingkarkan tangannya di pinggang Adel sambil mengambil sabun pengaman, dan
Klik
Sabuk pengaman terpasang sudah, Adel menghela nafasnya, susah payah mengatur detak jantungnya dan ketakutannya.
Tangan Dokter Vikky membelai lembut pipi Adel, tetapi dirinya tidak melakukan sesuatu yang lebih dari itu
"Kamu gadis pemilik hati Mas, dan Mas tidak akan melakukan apa apa sebelum saatnya"
Ucapan Dokter Vikky membuat getaran di dada Adel kian menjadi jadi. Hanya kata kata itu sudah cukup membuktikan bahwa laki laki dewasa ini memang pantas untuknya
"Kalau tidak khilap tentunya sayang" ucap Dokter Vikky dengan memegang setir kemudi, dan sukses membuat Adel menoleh dan memukul lengan nya.
"Awas kalau sampai khilap, aku gak mau nikah sama Mas" ancam Adel tetapi malahan membuat Dokter Vikky tersenyum
"Justru bagus kalau Mas sampai khilap, kita bisa segera nikahnya sayang"
Seketika tangan Adel mencubit perut Dokter Vikky, tetapi juga Dokter Vikky berhasil meraih kembali tangan lembut itu.
"Mas sayang Adel, dulu, sekarang dan selamanya, Mas tidak mungkin merusak orang yang Mas sayangi"
Tangan Adel ditarik Dokter Vikky kemudian diciumnya lembut, dan meletakkan tangan itu di pipinya, hanya satu kata "nyaman" yang di rasakan
"Makas-"
"Tapi kalau kamu mau, Mas dengan senang hati melakukannya"
Ucapan Adel terpotong dengan pernyataan Dokter Vikky yang membuat Adel ingin mencabik cabik mulut lemes itu. Setelah di lambungkan kemudian di hempaskan.
"Dasar gila" suara lirih Adel, namun masih tetap bisa terdengar di telinga Dokter Vikky
"Gila karena kamu"