Badgirl? Cuek? Most famous? Iyya. Itu semua julukan dari seorang gadis cantik, Keyla Arletta Alexandria.
Namun semua sifat itu harus lenyap, ia harus relakan dan digantikan menjadi sifat pendiam dan ramah. Fake Nerd?
Keyla merubah diri nya dari gadis berandalan menjadi gadis pendiam dengan kacamata bulatnya.
Hanya karena menjalankan satu misi dari sang ayah, Keyla rela untuk merubah dirinya.
Apakah seorang gadis berandalan mampu menjadi gadis pendiam, Fake Nerd?
•••••
Write by : yovvandzzam_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Unknownnnnn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap tigapuluh #30
“Upsss.. maaf ya gak sengaja.” Queen menutup mulutnya dengan diiringi tawa kecil.
“Kok lo nyolot ya?!” Fara sudah bersulut emosi.
“Ah masa?” ucap acha sembari tertawa.
“Dasar gak tau diri! Lo liat temen gue dia sabar banget ya lo hujat, lo caci maki, lo hina, lo permainin! Tapi apa?ada gak temen gue ngebales?lo gak tau sia--mphh,” ucapan Fara terpotong karena dibekap mulutnya oleh Aqilla dan mendapati tatapan tajam dari keyla dan aqilla.
“Siapa?! Lo bertiga nerd aja belagu!” Acha mendorong bahu Fara.
“Jaga mulut lo! Yang gue tau itu anak kepala sekolah anak baik-baik, nyontohin yang bagus-bagus buat yang lain, dipandang bagus dengan nama yang disegani! Tapi?kelakuan lo jauh apa yang seharusnya diterapi sama diri lo sendiri! Baru anak kepala sekolah aja bangga! Gimana jadi anak pemilik sekolah, mungkin lo lebih semena-mena!” Fara benar-benar naik pitam, Emosinya memecah seketika. Queen diam mematung.
“Sabar far! Ada saatnya, bukan sekarang.” Keyla menarik tangan fara dan aqilla.
“Bentar key terus lo gimana?!”. “Udah gapapa Far.”
“Dasar nerd belagu!!” Queen bersulut emosi namun lidahnya terasa kelu ketika ingin menyerapahi fara dengan ucapannya tadi.
Keyla, Fara dan Aqilla berjalan cepat menuju ruangan khusus miliknya. Keyla langsung ke walk in closet untuk mengganti seragam. Kejadian tadi sudah cukup siang jadi mungkin beberapa menit lagi akan dipulangkan.
“Gila Fara mulut lo pedes bangetttt!” Aqilla berpekik mengingat kejadian tadi yang Fara menunjukkan sifat aslinya saat marah.
Fara mengelus dadanya seraya tertawa “Lo pikir la! Mana ada sahabat yang tega ngeliat sahabatnya sendiri digituin!”
“Emang sih, tuh nenek rombeng gak bisa gitu diam sehari!” Aqilla meraih sebatang coklat dikulkas.
Keyla datang dan duduk sembari nengancingi satu kancing atas yang belum sempat ia kancing tadi, “Shttt.. udah jadi pada ngomongin orang gak baik! Ada saatnya kita diposisi kayak dia oke.”
“Gue udah gak tahan abisnya tuh, kelakuannya sok banget! Baru anak kepala sekolah aja belagu, keyla yang anak pemilik yayasan biasa aja kayaknya.” Fara tak habis fikir dengan Queen dkk bisa-bisanya ia menindas orang dibawahnya padahal itu anak dari atasan sang papah.
“Udah Far, busetda!” Keyla mendesah kesal.
“Mana bisa gue diem key liat ko ditindas kek tadi, kalo gak inget identitas bakal gue injek batang lehernya!” Fara kembali menyerapahi Queen dkk.
“Sadis mamank!” Keyla berpekik kaget begitupun Aqilla.
“Gapapa, kesel neh.” Fara menyibakkan anak rambutnya di dalam daun telinganya.
“Udah liat tanggal mainnya aja.” Keyla menunjukkan senyum devils nya.
>>><<<
“Kira-kira berapa hari lagi, Er?” Gerald berdiri tepat disamping Erza.
“Kita lihat dulu perkembangan nya nanti sampai sore kalau sudah tidak apa-apa sore itu juga Andra boleh pulang.” Erza menyampikkan baju Andra setelah memeriksa bagian perut milik Andra.
“Kalau misalkan belum terlalu pulih bagaimana om?” Keyla beralih tanya.
“Ya kita tunggu sampai pulih mungkin 2-3 hari baru pulih. Dan perlu diingat setelah nanti pulang dari sini jangan terlalu banyak gerak, sudah kuingatkan bukan kemarin?bahwa Andra sedikit cidera dibagian tulang kakinya tapi tidak berdampak buruk ko tapi harus memakai tongkat sikut mungkin nantinya.” Erza duduk disofa begitupun Gerald.