NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Mas Razka

Pengantin Pengganti Mas Razka

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Anggi Dwi Febriana

Karena kepergian Jelita, Amora terpaksa menggantikan posisi sang kakak sebagai pengantin dalam pernikahan yang sejatinya ditujukan untuk Jelita dan Razka.

"Tidak ada pilihan lain. Aku harus menyelamatkan nama baik keluarga Atmojo."

Amora tidak ada pilhan lain selain menikah dengan laki-laki yang seharusnya menjadi suami dari kakaknya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Dwi Febriana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Rumah Tempat Pulang

Beberapa hari berlalu sejak Jelita meninggalkan rumah, tetapi rasa rindunya pada keluarga sudah terasa begitu menyiksa. Berkali-kali ia menatap layar ponsel yang gelap, menahan keinginan untuk menghubungi sang mama atau ayah. Namun setiap kali jemarinya hendak menekan nomor mereka, keberaniannya kembali menghilang.

"Demi apa pun... pasti mereka masih marah sama aku," gumamnya lirih.

Padahal beberapa tahun lalu ia pernah tinggal jauh dari rumah saat melanjutkan pendidikan di Australia. Selama masa kuliah itu, ia terbiasa hidup mandiri tanpa ditemani keluarga. Meski sesekali merasa rindu, ia masih bisa mengatasinya.

Berbeda dengan sekarang. Rasa sesak yang memenuhi dadanya bukan hanya karena jarak, melainkan karena penyesalan dan rasa bersalah. Ia sadar keputusannya meninggalkan rumah tepat sebelum hari pernikahan telah melukai banyak orang, terutama Ayah, Mama, dan Amora.

Jelita menundukkan kepala.

"Ayah... Mama... Mora... maafin aku."

Suaranya terdengar sangat pelan.

"Aku tahu kalian pasti kecewa sama aku."

Ia memejamkan mata beberapa saat. Bayangan wajah Amora yang berdiri menggantikannya di pelaminan kembali muncul di benaknya. Semakin diingat, semakin besar rasa bersalah yang menggerogoti hati.

Tanpa sadar, jemarinya meremas ujung bantal di samping tubuhnya. Kamar kos yang ia tempati terasa sangat sepi. Hanya suara pendingin ruangan yang sesekali terdengar memecah keheningan.

Kalau kemarin Dani masih bisa menemaninya. Pagi ini laki-laki tersebut harus kembali bekerja seperti biasa.

Sebenarnya Dani sempat berniat mengambil cuti selama beberapa hari agar bisa berada di sisi Jelita. Namun perempuan itu langsung menolaknya.

"Jangan," katanya semalam.

"Kalau kamu tiba-tiba enggak masuk kerja, Ayah pasti bakal curiga. Aku enggak mau kamu ikut terseret gara-gara keputusanku."

Dani sempat membantah, tetapi akhirnya memilih menghormati permintaan kekasihnya.

Kini Jelita benar-benar sendirian. Ia bangkit dari ranjang, lalu berjalan perlahan menuju jendela kecil kamar. Dari balik kaca, ia memandangi kendaraan yang berlalu-lalang tanpa tujuan yang jelas.

Pikirannya kembali melayang kepada keluarganya.

Bagaimana keadaan Ayah dan Mama setelah semua yang terjadi? Apakah Amora bisa menyesuaikan diri tinggal bersama Razka?

Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar tanpa menemukan jawaban. Jelita mengusap sudut matanya yang kembali terasa hangat.

"Aku janji... suatu saat nanti aku bakal pulang dan menjelaskan semuanya."

Ia menarik napas panjang sebelum melanjutkan ucapannya dengan suara yang hampir tak terdengar.

"Ayah... Mama... Mora... semoga kalian semua sehat. Tolong tunggu aku sedikit lebih lama."

Kalimat itu hanya menggantung di dalam kamar yang sunyi.

Tak ada jawaban. Hanya harapan kecil yang terus dipeluk Jelita, bahwa keluarganya masih mau memaafkan dirinya ketika hari itu akhirnya benar-benar tiba.

.

.

.

Mobil taksi yang membawa Amora akhirnya memasuki halaman rumah keluarga Atmojo. Begitu kendaraan berhenti, pandangannya langsung tertuju pada bangunan yang telah menjadi saksi seluruh masa kecilnya. Baru sehari meninggalkan rumah itu, tetapi kerinduannya sudah terasa begitu dalam. Kini ia datang bukan lagi sebagai gadis lajang, melainkan seorang istri yang hanya singgah untuk mengambil barang-barangnya.

Bi Mursih yang mendengar suara bel segera bergegas membukakan pintu.

"Lho, Non Amora sudah pulang?" sapa perempuan paruh baya itu dengan wajah berbinar.

Amora membalas senyum tipis. "Iya, Bi."

Belum sempat ia melangkah lebih jauh, suara langkah tergesa-gesa terdengar dari arah ruang tengah. Fina segera menghampirinya tanpa menyembunyikan rasa rindunya. Tanpa banyak kata, wanita itu langsung memeluk putri bungsunya erat.

"Amora... Mama kangen sama kamu."

Amora balas memeluk sang mama. Kehangatan pelukan itu membuat beban di dadanya sedikit berkurang.

"Aku juga kangen, Ma."

Fina mengusap pelan rambut putrinya sebelum melepaskan pelukan. Kedua tangannya kemudian memegang bahu Amora, memperhatikan wajah gadis itu dari dekat.

"Kamu kelihatan capek. Semalam kamu bisa istirahat?"

Amora mengangguk dan tersenyum kecil. "Bisa Ma. Mama jangan khawatir."

Mereka kemudian berjalan menuju ruang keluarga. Danendra yang sedang duduk membaca beberapa berkas segera meletakkannya begitu melihat Amora datang.

"Akhirnya pulang juga," ucapnya sambil tersenyum tipis.

Amora menghampiri sang ayah lalu mencium punggung tangannya dengan hormat.

"Ayah."

Danendra mengangguk pelan sebelum mempersilakan putrinya duduk di sofa.

"Kamu ke sini sendirian?"

"Iya, Yah. Mas Razka masih ada di apartemen. Aku izin pulang buat ambil pakaian sama beberapa barang yang masih ketinggalan."

Mendengar nama menantunya disebut, Fina kembali menatap Amora dengan sorot mata penuh rasa ingin tahu.

"Bagaimana Razka memperlakukan kamu?"

Pertanyaan itu membuat Amora terdiam sesaat. Ia berusaha memilih jawaban yang tidak akan membuat kedua orang tuanya semakin khawatir.

"Mas Razka bukan orang yang banyak bicara, Ma. Dia juga cukup menjaga jarak sama aku. Tapi seenggaknya dia enggak pernah bersikap kasar."

Ucapan itu membuat Fina mengembuskan napas lega.

"Syukurlah. Mama cuma takut kamu diperlakukan tidak baik."

Amora tersenyum tipis.

"Tenang saja, Ma. Aku baik-baik saja."

Danendra yang sedari tadi memperhatikan putrinya kembali bertanya, "Kalian tidur satu kamar?"

Amora sempat ragu sebelum akhirnya menjawab jujur.

"Enggak, Yah. Kami tidur terpisah. Mas Razka di kamarnya sendiri dan sedangkan aku memilih tidur di kamar lain."

Sebenarnya ia tidak ingin menceritakan terlalu banyak, tetapi ia juga tidak ingin membohongi kedua orang tuanya.

Danendra dan Fina saling berpandangan sejenak.

"Kalau itu memang membuat kalian sama-sama nyaman, tidak apa-apa," ujar Danendra akhirnya. "Hubungan seperti ini memang butuh waktu."

Fina menggenggam tangan putrinya dengan lembut.

"Sabar ya sayang. Mama yakin cepat atau lambat Razka akan jatuh hati sama putri Mama yang cantik dan baik ini,"

Amora tertawa kecil. Dukungan sederhana itu membuat dadanya terasa lebih hangat. Walaupun sebenarnya ia sendiri tidak yakin kalau hubungannya dengan Atharazka bisa bertahan lama.

"Yang penting," lanjut Danendra dengan suara tenang, "kalau suatu saat ada sesuatu yang membuatmu tidak nyaman, jangan dipendam sendiri. Rumah ini tetap rumahmu. Ayah dan Mama akan selalu ada untukmu."

Mata Amora mulai memanas. Ia menahan air mata yang hampir jatuh, lalu mengangguk sambil tersenyum kecil.

"Iya, Yah. Terima kasih."

Di tengah segala perubahan besar dalam hidupnya, setidaknya Amora masih memiliki satu tempat yang selalu menerima dirinya tanpa syarat, rumah yang dipenuhi kasih sayang kedua orang tuanya. Rumah tempat dirinya tumbuh dibesarkan.

1
Ariany Sudjana
semangat yah Amora, jangan takut dan ragu, sepertinya kedua mertua kamu juga baik orangnya. semoga hubungan kamu dengan razka dan juga mertua semakin membaik
Lusi Hariyani
amora ank yg baik pasti mau diundang mkn mlm
Lusi Hariyani
semangat amora km bisa💪
Valen Angelina
kulkas masih mode dingin...
Ariany Sudjana
puji Tuhan, semoga hubungan Amora dan razka semakin membaik
Lusi Hariyani
awal jd teman lm2 persaan saling suka muncul😄
Yuyun Irmawati
ka semngat nukis nya ya,cerita kaka bagus🥰
Lusi Hariyani
santai amora manjakan lidah suami mu lambat laun hati y akn meleleh sendiri ke kamu
Opi Sofiyanti
sprt pepatah mengatakan "manjakan lah suami mu dgn perut nya"... dr perut naik k hati y Ka... 🤭🤭🤭
Ariany Sudjana
awalnya makanan dulu, lama-lama kamu jatuh cinta sama Amora 😄
Lusi Hariyani
razka gengsi...
Lusi Hariyani
smg sblm 6 bln razka dh mlai tertatik sm amora
Valen Angelina
bucin pasti nnti
Opi Sofiyanti
Ampir smua para lelaki nya kak anggi tuh emng pd spek kulkas 10 pintu smua y.... 🤭🤭🤭
partini
plus tebal perasaan jangan gampang mewek atau myek"
Eva Karmita
❤️❤️❤️❤️❤️
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
bimawati
semoga berlanjut ya kk ak selalu nunggu karya mu
Opi Sofiyanti
kaakkk jgn di gantung lg ya???????
crt2 yg lain nya aku msh nunggu kelanjutan nya lho... 🥰🥰🥰
Fitri Dheanova Al-Ghauzan
semangat thor,sukses selalu buat karya karya nya ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!