NovelToon NovelToon
My Devil Man

My Devil Man

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: DewiNM0811

Note: kisah terkesan penuh drama, karena author masih perlu banyak pembelajaran. harap maklum.

Kisah Zidan Revandra dan Asya Arsellia.

Bagi Asya, kepercayaan adalah landasan sebuah hubungan. Namun, itu tak didapatkan dari perjalanan cintanya dengan Zidan.

Lelaki itu masih menganggapnya perusak, penyebab masa remajanya suram tanpa kasih sayang.

Hingga ketika Asya menyerah, Zidan baru sadar bahwa segala tuduhannya selama ini sama sekali tak berlandaskan kebenaran.

Zidan goyah tanpa kehadiran Asya. Berusaha mencari perempuan itu, Zidan bersumpah akan mendapatkannya kembali.

Menjemput sang pujaan dan calon buah hati. Buah hati yang hadir dari kebejatannya memperkosa Asya.

Bagaimana kisahnya? Akankah cinta mereka bersatu kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DewiNM0811, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MDM-Part 30

Raihan menyugar rambutnya frustasi,sedari tadi tak ada ketenangan yang melingkupi dirinya sejak kedatangan Esfi. Perempuan itu tetap kekeh dengan pendiriannya untuk mengajak Raihan bekerja sama dalam rencana busuknya. Lelaki itu berulang kali menolak walau dirinya sempat ragu saat pertama kali Esfi menawarinya kerja sama itu. Namun untungnya pikiran Raihan masih sehat,walaupun sedikit goyah akibat minuman keras yang ditenggaknya barusan.

"Lo ngapain ikutin gue terus hah!!". Bentak Raihan jengah.

Esfi meraih tangan Raihan dan menggenggamnya paksa. "Gue udah bilang dari tadi.. gue jauh-jauh temuin lo,cuma mau ajak lo kerja sama buat jauhin mereka berdua,kita sama-sama untung Raihan..".

"Sama-sama untung lo bilang?!". Raihan menghentak tangan Esfi dari genggamannya. "Gue gak akan tergiur sama rencana busuk lo itu.. gue udah cukup bahagia liat cewe yang gue cinta bahagia..".

Esfi terkekeh geli. "Bahagia? lo munafik Han.. gak ada yang namanya cinta tanpa keinginan memiliki.. gue tau lo ingin memiliki Asya.. dan gue kasih kesempatan itu buat lo..".

"Terserah lo mau bilang apa!! yang jelas gue gak mau terlibat sama rencana lo itu..". Raihan melangkah pergi dan lagi-lagi Esfi mengekang tangannya.

"Gue gak akan memberi tawaran ini kedua kalinya Han.. gue harap lo gak nyesel..".

Tangan Raihan terkepal kuat,kesabarannya telah habis menghadapi perempuan dibelakannya. Tanpa diduga Raihan berbalik dan menyudutkan Esfi kesudut tembok lalu mencekik lehernya. "Udah gue bilang.. gue gak suka dengan rencana lo.. kenapa lo tetap maksa hah?!".

Napas Esfi tercekat,tubuhnya bergetar takut dan dadanya sesak karena aliran udara ke tubuhnya tertahan oleh cekikan Raihan. "Han... le.. lepas..". Lirihnya.

"Inget!! gue gak akan biarin lo sakit Asya.. gue gak perduli kalau itu soal Zidan,tapi kalau lo nyentuh Asya dengan tangan busuk lo itu.. gue mungkin akan melakukan hal yang gak pernah ada dalam bayangan lo..". Setelah mengatakan hal itu Raihan melepaskan cekikannya,meninggalkan tubuh Esfi yang tersungkur lunglai di tanah.

Perempuan itu masih berusaha menormalkan hembusan napasnya,matanya memicing kearah Raihan yang sudah pergi menjauh. "RAIHAN!! gue yakin lo nyesel!!". Pekiknya kearah bayangan Raihan yang telah menghilang.

✳✳✳

Suasana pagi ini entah mengapa begitu berbeda dari sebelumnya bagi Asya. Perasaannya kini lebih tenang,tak ada beban yang melingkupi dirinya seperti biasanya. Mungkin karena Asya telah memberikan kesempatan bagi Zidan kemarin. Entahlah.. Asya pun tak mengetahui alasannya.

Tanpa disadari sepasang tangan kekar mendekap tubuh Asya dari belakang,kemudian memberi kecupan lembut dipuncak kepalanya. "Mau jalan?".

Asya mendongak menatap Zidan. "Jalan? baru kemarin kita jalan-jalan Zidan.. masa hari juga?".

"Kamu capek memangnya? padahal ini hari minggu loh..".

"Aku mau pulang..". Asya melepaskan dekapan Zidan lalu berbalik menghadap lelaki itu. "Anterin aku pulang Zidan,udah beberapa hari aku disini..".

"Aku anterin kamu pulang.. asalkan kamu mau jalan sama aku.. gimana?".

Asya memutar bola mata malas. Apa ini sikap kekanakan Zidan yang selama ini ditutupinya?. "Ok.. kita jalan,tapi aku gak mau berdua aja.. aku mau ajak Fany.. kalau kamu mau ajak dua sahabat kamu yang itu,kamu juga boleh..".

"Maksud kamu aku harus ajak Andi sama Yuda gitu.. nggak.. aku maunya berdua sama kamu Sya..".

Asya bersedekap memandang Zidan. "Yaudah kalau gak mau.. aku bisa pulang sendiri dan pergi berdua sama Fany aja hari ini..".

"Iya.. iya.. kamu ajak temen kamu sedangkan aku ajak dua temen aku itu.. asalkan kita jalan gak masalah..". Ucap Zidan pasrah dengan tawaran yang Asya layangkan.

Asya melompat girang. "Oke.. sekarang aku akan hubungin Fany.. kamu sana gih hubungin dua sahabat kamu itu..".

"Iya.. iya..". Jawab Zidan pasrah. Raut mukanya masam dan terselip kecewa,tapi apa boleh buat jika Asya memintanya,Zidan tak bisa menolak.

✳✳✳

Asya berdiri sumringah dengan tangan yang di genggam Zidan erat. Saat ini dia sedang berada di depan pintu apartemennya dan entah mengapa itu membuatnya sangat bahagia.

"Kamu udah telepon dua temen kamu kan?.". Tanya Asya memecah keheningan.

Zidan mengangguk malas tanpa niatan membuka suara,membuat Asya yang ada disampingnya mengernyit dalam. "Kok diem?". Tanya Asya bingung.

"Udah Sya.. aku udah telepon mereka,sebentar lagi mereka kesini..".

"Oh.. trus kak Ana ada gak ya?". Tanya Asya,matanya memicing melihat kearah pintu apartemen Ana yang tertutup rapat.

Zidan menghembuskan napas pelan,menarik tangan Asya lalu memandangnya lekat. "Gak ada Sya.. dia ada operasi mendadak katanya.. jadi masuk gak? dari tadi kita diposisi ini loh..".

"Eh iya..". Asya tersenyum kikuk. "Ayo masuk..". Ucap Asya sembari menekan beberapa digit nomor sandi kunci apartemennya.

Pintu apartemen terbuka,mereka pun memasuki apartemen Asya. Asya menghabiskan waktu tiga puluh menit untuk bersiap dan setelah itu turun bersama Zidan menuju halaman komplek untuk bertemu Fany,Andi dan juga Yuda yang telah menunggu mereka disana.

Asya berlari kecil,menghampiri Fany yang telah menunggunya,mereka berpelukan cukup lama melepaskan rindu karena beberapa hari tak bertemu. "Fan.. kangen..". Ucap Asya.

"Gue juga kangen Sya..". Jawab Fany seraya melepaskan pelukannya. "Oh ya.. ngapain lo nyuruh gue kesini?".

Mata Asya memicing kearah Zidan dan dua sahabatnya yang memandang mereka heran. "Kita akan jalan-jalan bareng mereka..".

"Me.. mereka.. maksud lo Zidan dan dua orang aneh itu?".

Tiga orang yang di maksud menatap Fany dengan tatapan yang sulit dibaca,membuat perempuan itu seketika menunduk merutuki kebodohannya. Bagaimana tidak bodoh,dia berbicara kurang sopan kepada lelaki yang berstatus bossnya itu?.

Disisi lain,Yuda dan Andi menatap bingung kearah Zidan yang diam terpaku. "Dan.. lo bisa jelasin ini gak?". Tanya Yuda membuka pembicaraan.

Zidan menunduk dan memijat dahinya yang tak pening. "Gue ajak Asya jalan.. tapi dia maunya bawa temen,ya.. gue telepon lo berdua aja buat kumpul bareng gue sama Asya..".

"Hubungan lo sama dia apaan memangnya?". Tanya Andi sedikit berbisik.

"Hubungan gue sama dia?". Zidan menatap kedua temannya bergantian. "Gue itu udah pacaran sama dia..". Ucapnya lantang seolah bangga.

"What?!!". Seru Andi dan Yuda bersamaan,membuat Zidan,Asya dan juga Fany berjingkat terkejut.

"Gak usah kaget begitu juga kali.. biasa aja..". Zidan memandang sinis kedua temannya saat ini,namun seperti biasa temannya itu tak akan bergeming dan melanjutkan ocehannya.

"Sejak kapan?". Yuda menyenggol Zidan dan matanya melirik kearah Asya.

"Udah beberapa hari..".

"Oh..".

Kemudian hanya hening yang menyapa,sebelum Akhirnya Asya mendekati Zidan dan menarik tangannya pelan. "Jadi pergi gak?".

Zidan mengangguk dan melirik kedua orang disampingnya. "Kalian berdua naik mobil bareng kita bertiga.. kita berangkat bareng..".

"Oke..". Jawab Andi dan Yuda bersamaan.

✳✳✳

Suasana ramai menyambut mereka berlima siang ini,taman hiburan yang menjadi tujuan mereka penuh sesak pengunjung yang datang untuk sekedar melepas penat dihari minggu bersama keluarga,teman ataupun orang terkasih.

Zidan menggenggam tangan Asya erat dan memandangnya teduh dari sisi. Raut wajah bahagia kembali terpancar,mengingatkannya akan kejadian tujuh tahun lalu saat dirinya pergi bersama Asya ketaman hiburan berdua dan bermain bersama.

"Mau masuk?". Tanya Zidan.

Asya mengangguk antusias dan melirik tiga orang yang berada dibelakangnya. "Ayo guys..".

"Kita pergi berdua Sya..". Ucap Zidan seraya melirik tajam kearah tiga orang yang Asya maksud,seakan memberi larangan bagi mereka untuk ikut.

"Gak gitu Zidan.. masa kita pisah sama mereka?".

Fany menggeleng. "Gak pa-pa Sya.. lo pergi sama Zidan aja,gue bisa kok pergi sama mereka..". Mata Fany melirik kearah Andi dan Yuda. "Yakan?". Tanyanya.

Andi dan Yuda mengangguk pasrah tak bisa menolak. "Lo pergi aja sama Zidan Sya.. kita bertiga bisa barengan nanti..". Ujar Yuda mengijinkan.

"Tuh kan Sya.. mereka aja setuju.. yuk pergi..". Zidan menarik tangan Asya memasuki taman hiburan itu,meninggalkan Fany bersama dua lelaki aneh yang membuatnya canggung setengah mati.

Andi perlahan mendekati Fany,mengulurkan tangan dan tersenyum kikuk. "Perkenalin nama gue Andi.. sorry gue belum sempat kenalan sama lo tadi..".

"Eh..". Fany tampak ragu namun dengan cepat tangannya terulur menjabat Andi. "Gue Fany.. gue sahabat Asya..". Ucap Fany memperkenalkan diri.

Andi tersenyum menghadapi sikap canggung Fany. "Yaudah yuk kita masuk..". Ajaknya,kemudian matanya melirik Yuda sesaat. "Yud.. yuk masuk..".

"Ayo dah..".

Disisi lain.

"Zidan.. nggak enak tau ninggalin mereka tadi.. kamu kenapa sih begitu?".

Zidan menggedikkan bahu dan tak menggubris pertanyaan Asya. Lelaki itu lebih fokus untuk mencari wahana seru yang harus mereka naiki.

"Zidan!!". Pekik Asya kesal. Wajahnya masam dan memandang Zidan tajam.

"Gue mau berduaan sama lo aja Sya.. memang salah..". Zidan memandang Asya lekat.

Asya terdiam,detak jantungnya berdegup makin cepat seiring dengan genggaman tangan Zidan yang mengerat. Rasa ini kembali hadir,rasa yang tak bisa dia artikan bahkan tak dimengerti. Perempuan itu sendiri bahkan ragu.

Apakah ini rasa yang hadir untuk lelaki yang sama? biarlah waktu yang akan menjawabnya nanti..

1
Marhaban ya Nur17
ciyeee bang yuda
Marhaban ya Nur17
lg nembak yyy
Marhaban ya Nur17
itu emaknya nikah lg g se kro bapake ???
Marhaban ya Nur17
emang dasar malin kundang wkwkkw
Marhaban ya Nur17
jreng
Marhaban ya Nur17
emaknya tuh nama e Rina apa rani se ???
Marhaban ya Nur17
jd sekarang asya pen jd pahlawan toh thor wkkwkw
Marhaban ya Nur17
emaknya kali tuh
Marhaban ya Nur17
ko lansung nikah aja thor wkkwkwk yg kemarene dag dig dug sere ko g di bahas ?
Marhaban ya Nur17
pleas deh thor jan ampe zidan e amnesia wkwkw soale pst pembaca pd kabur
Marhaban ya Nur17
lanjut thor 👍 gw se nokom thor wkwkw
Marhaban ya Nur17
pst yg pd komen sekarang berbalik benci ama raihan neh wkwkwk
Marhaban ya Nur17
han an dan keder gw penyebutane
Marhaban ya Nur17
oon emang
Marhaban ya Nur17
kabur gw bilang jg
Marhaban ya Nur17
olh foto e jekrek" wkwkkw
Marhaban ya Nur17
ko bisa se suka ama dua cowok 😃 maruk amat bu
Marhaban ya Nur17
se ulet keket beraksi neh g ada zidannya mah
Marhaban ya Nur17
begini neh klo setiap masalah di pendem sendiri ahire bumerang buat sendiri
Marhaban ya Nur17
kabur udh titik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!