NovelToon NovelToon
Aku Mendapatkan Sistem Petani Legendaris

Aku Mendapatkan Sistem Petani Legendaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Apa jadinya jika seorang Scientist Gila mendapatkan Sistem Pertanian?

Elena adalah seorang ilmuwan kimia gila yang mati dalam ledakan laboratorium dan terbangun di tubuh gadis desa yang tertindas. Berbekal "Sistem Petani Legendaris", ia tidak lagi bermain dengan cairan asam, melainkan dengan cangkul dan benih ajaib. Di tangan seorang jenius gila, ladang pertanian bukan sekadar tempat menanam padi, melainkan laboratorium maut yang bisa mengguncang kekaisaran!

Ingin mencuri hasil panennya? Bersiaplah menghadapi tanaman karnivora dan ledakan reaksi kimia di ladangnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

telu (3)

Elena menatap segenggam tanah di tangannya dengan intensitas yang biasanya ia berikan pada pemindaian mikroskop elektron. Di dunia modern, ia memiliki alat spektroskopi untuk mengetahui kandungan mineral dalam hitungan detik. Di sini, ia hanya memiliki indra manusiawinya yang saat ini sedang berada dalam kondisi paling menyedihkan. Ia mengecap sedikit butiran tanah itu dengan ujung lidahnya—sebuah tindakan ceroboh bagi ilmuwan, namun ia harus tahu.

"Asam," gumamnya, lalu meludah. "Konsentrasi ion hidrogen di sini sangat tinggi. Tanah ini mengalami asidifikasi ekstrem. Secara logika, ini adalah tanah mati. Tidak mungkin ada kehidupan yang bisa bertahan dalam lingkungan dengan tingkat keasaman seperti ini kecuali organisme ekstremofil."

Ia melemparkan tanah itu kembali ke tanah dengan perasaan muak. Elena adalah wanita yang mencintai efisiensi. Baginya, berdiri di tengah lahan luas yang tak menghasilkan apa-apa adalah pemborosan waktu yang fatal. Namun, rasa perih di lambungnya kembali mengingatkannya pada ancaman sistem: 24 jam menuju kegagalan organ.

"Sistem," panggil Elena di dalam pikirannya. "Kau menyebutkan hadiah 'Air Embun Pemurni'. Jelaskan komposisi kimianya. Apakah itu mengandung elektrolit atau glukosa? Tubuh ini membutuhkan energi cepat untuk melakukan aktivitas fisik."

[Menjawab: Air Embun Pemurni mengandung energi esensial yang mampu memperbaiki kerusakan seluler pada level mitokondria. Komposisinya melampaui pemahaman kimia Bumi saat ini.]

Elena menaikkan sebelah alisnya yang tipis. "Melampaui pemahaman kimia Bumi? Pernyataan yang berani untuk sebuah layar mengambang. Baik, akan kubuktikan apakah klaimmu ini hanyalah placebo atau keajaiban biokimia yang nyata."

Ia mengalihkan pandangannya pada sebuah cangkul yang mendadak muncul di samping pintu gubuk. Cangkul itu terlihat sangat tua, dengan pegangan kayu yang menghitam dan bilah besi yang tampak berkarat. Namun, saat Elena menyentuhnya, sebuah kejutan kecil seperti aliran listrik statis merambat ke lengannya.

[Item Terdeteksi: Cangkul Pemecah Kerak (Tingkat Dasar).]

[Efek: Mengurangi pengeluaran energi pengguna sebesar 30% saat mengolah tanah keras.]

Elena mendengus. "Alat mekanis dengan sistem bantuan energi? Klasik."

Dengan sisa tenaganya, ia menyeret cangkul itu menuju petak tanah terdekat. Setiap langkah terasa seperti mendaki gunung. Keringat dingin mulai membasahi punggungnya yang kurus. Elena, yang dulunya bisa memerintah robot laboratorium hanya dengan satu jentikan jari, kini harus menggunakan otot-ototnya yang hampir atrofi untuk bekerja.

Ia mengangkat cangkul itu. Rasanya sangat berat, seolah besi itu terbuat dari timbal. Namun, saat ia mengayunkannya ke tanah hitam yang keras seperti batu, sesuatu yang aneh terjadi. Bilah cangkul itu masuk ke dalam tanah dengan sangat mudah, seolah membelah mentega panas. Tidak ada suara benturan keras, hanya suara 'shhh' yang halus.

Satu ayunan.

Dua ayunan.

Elena mulai merasakan pola. Ada ritme yang aneh. Setiap kali bilah besi itu menyentuh tanah, seberkas cahaya hijau redup merambat dari cangkul ke dalam tanah, memecah struktur molekul tanah yang padat menjadi gembur dalam seketika.

"Menarik..." napas Elena tersengal, namun matanya berkilat gila. "Cangkul ini memancarkan getaran frekuensi tinggi untuk menghancurkan ikatan ionik tanah. Ini bukan alat pertanian biasa, ini adalah alat sonik pemecah materi."

Meskipun sistem membantu mengurangi beban kerjanya, tubuh aslinya tetaplah tubuh seorang gadis yang kelaparan. Jantungnya berdegup kencang, memompa darah ke seluruh tubuhnya yang kekurangan oksigen. Visi Elena mulai memudar di pinggirannya, menjadi bintik-bintik putih. Namun, egonya sebagai ilmuwan menolak untuk jatuh sebelum tugas selesai. Ia ingin melihat hadiah itu. Ia ingin membedah secara visual apa yang disebut sistem sebagai 'Benih Sawi Roh'.

Setelah sekitar lima belas menit yang terasa seperti selamanya, ia berhasil membalik sepetak tanah seluas dua meter persegi. Tanah hitam yang tadinya keras kini terlihat lebih gelap, lembap, dan seolah bernapas.

[Ding! Misi Pemula Selesai!]

[Hadiah Dikirim: 1 Liter Air Embun Pemurni & 5 Benih Sawi Roh.]

Sebuah botol porselen putih kecil dan sebuah kantong kain kecil muncul di telapak tangan Elena yang gemetar. Tanpa ragu, Elena membuka tutup botol porselen itu. Aroma yang keluar darinya sangat menyegarkan seperti bau hutan setelah hujan, namun seribu kali lebih murni.

Ia meminumnya.

Seketika, Elena merasakan sensasi dingin yang luar biasa mengalir menuruni tenggorokannya, lalu menyebar ke seluruh rongga dadanya. Rasanya seolah setiap sel di tubuhnya yang tadinya layu mendadak tersiram air dan membengkak kembali dengan vitalitas. Rasa sakit di kepalanya hilang. Rasa perih di lambungnya sirna, digantikan oleh rasa kenyang yang nyaman. Bahkan luka-luka di tangannya menutup dan memudar di depan matanya sendiri.

"Ini..." Elena menatap botol kosong itu dengan tidak percaya. "Laju regenerasi sel ini... ini mustahil. Ini setidaknya sepuluh ribu kali lebih cepat daripada Project Genesis-ku. Bagaimana mungkin cairan ini bisa memicu sintesis protein secepat ini tanpa menyebabkan kegagalan panas pada tubuh?"

Ia berdiri dengan tegak. Kekuatan yang ia rasakan sekarang bukan hanya kekuatan normal; ia merasa tubuhnya lebih ringan dan indranya lebih tajam. Ia menatap lima butir benih di telapak tangannya. Benih itu berwarna emas redup dan bergetar pelan, seolah memiliki detak jantung.

"Sawi Roh, ya?" Elena tersenyum, sebuah senyuman yang biasanya ia tunjukkan saat ia menemukan elemen baru di tabel periodik.

"Jika airnya saja bisa melakukan ini pada manusia, aku penasaran apa yang bisa dilakukan tanaman ini pada dunia yang membosankan ini."

Baru saja ia akan menanam benih itu, sebuah suara teriakan kasar memecah kesunyian dari arah jalan setapak di luar gubuk.

"Han Jia! Dasar gadis sialan! Beraninya kau masih hidup dan bermalas-malasan di sini sementara pamanmu harus membayar pajak tanah ini!"

Elena menoleh. Matanya yang dingin dan tajam menatap seorang wanita paruh baya bertubuh gempal yang sedang berjalan kearahnya dengan wajah merah padam karena marah. Elena terdiam sejenak, memproses nama yang dipanggil wanita itu.

"Han Jia?" Elena membatin. "Jadi itu nama subjek ini."

Ia menyelipkan benih-benih itu ke dalam saku pakaiannya yang kasar, lalu menatap wanita itu dengan pandangan yang membuat wanita itu tiba-tiba berhenti melangkah. Itu bukan pandangan gadis desa yang ketakutan. Itu adalah pandangan seorang predator intelektual yang sedang melihat serangga pengganggu.

1
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
/Joyful//Joyful//Joyful/🤣🤣🤣 puas banget ketawa aku
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥: biarin /Tongue//Tongue/
total 2 replies
Aretha Shanum
mau ketawa tpi takut😄😄🤭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: ketawa aja boleh kok🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
Shira ayo mendekati Mamih... author mu terlalu kejam
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dih🤣🤣🤣
total 3 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
jangan mau di bujuk Jia... author mu itu kerja sama buat memeras mu🏃🏃
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dih 🤣🤣🤣
total 3 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
Jin mu itu sisteman author nya jadi wajar ngajak ribut 🏃🏃
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩: dihhh lupa diri dia
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cerita yg cukup menghibur dan buat aku gak berhenti ngakak, pokoknya suka sangat❤
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Kembali kasih/Kiss/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Othornya emang rada² ngeselin Shura, jadi harap maklum 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Nda lho, mana berani aku/Chuckle/
total 8 replies
Murni Dewita
👣👣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: terimakasih /Rose/
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛☠ᵏᵋᶜᶟᴄɪ≛⃝⃕|ℙ$ѕ⍣⃝✰ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
bisa bisa nya, dia hanya memikirkan hukum kimia 😑
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Othor lg yg disalahin🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dihhh
total 3 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
parai parai author mu itu
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
cih di sogok gitu kau luluh Jia😏🏃🏃
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
Kamu marah Jia? aku juga kesal loh
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: yg tabh/Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
hajar Jin mu Hajar... eh author yang harus kamu pertanyaan itu
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: lah kan msh pemula masak status lv nya tinggi mana maen/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
Ting Ting Ting bunyi sepedah... sepeda ku beroda tiga...
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: 🤣🤣🤣🤣 kek bunyi lonceng sepeda
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hahaha... Malah nyasar dikandang ayam/Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Padahal lg puyeng baca penjelasan Hera, eh malah ngakak🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Yg satu rusuhnya minta ampun, satunya lg sabarnya kebangetan🤣🤣 kalo mereka jadi pasangan, rumah tangganya pasti semarak🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: nanti yaa kl mereka di satuin cepet tamat nanti🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Jangan sampai kamu tahu siapa itu othor, Shura. Aku takut kamu kena sawan🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: /Tongue//Tongue//Tongue//Tongue/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Mending urut lidah, dari pada urut otak/Scream/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: 🤣🤣🤣🤣🤣coba kita nnati tanya sam ahera bagaimana cara mengurut otak🫣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!