NovelToon NovelToon
Ning Abigail

Ning Abigail

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:101
Nilai: 5
Nama Author: blue_era

Di pesantren Queen Al-Falah, Abigail, seorang Ning yang dingin dan penuh talenta, lebih memilih kopi dan kesibukan pondok daripada cinta. Ia adalah permata yang tersembunyi di balik sikap judes dan penampilannya yang sederhana. Namun, takdir berkata lain ketika sang kakek menjodohkannya dengan seorang Gus Abdi Ndalem, partnernya dalam tim multimedia dan hadroh. Di antara jadwal padat, sholawat, dan misteri masa lalu, Abigail harus membuka hatinya untuk cinta yang tak pernah ia duga. Mampukah ia menemukan kehangatan di balik dinginnya ndalem dan kerasnya hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue_era, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati yang Mencair, Karam Perut, dan Jaket Penyelamat

[Perlahan-lahan Bijel mulai membuka hati untuk suaminya dan mulai menerima kehadirannya di hari-harinya. Ia perlahan-lahan mencintai suaminya. Kegiatannya sehari-hari membantu suaminya mengurus asrama putra, ikut serta jika suaminya ada undangan kajian ke luar kota, juga jualan produk online dan bekerja sama dengan beberapa brand terkenal lainnya.]

[Sore harinya, setelah mandi, perut Bijel terasa keram dan sakit sekali. Ia ingin pergi ke koperasi pondok untuk membeli makanan. Suaminya juga ikut membeli makanan. Setelah suaminya selesai membeli makanan, istrinya yang membayar. Arya menunggu Bijel membayar makanan sambil berbicara dengan para santri putra yang sedang membeli makan juga di koperasi pondok. Setelah selesai membeli makanan, ada 2 santri putra yang melihat kalau Bijel mungkin sedang haid dan tembus. Lalu salah satu santri itu menghampiri Gus Arya membisiki Gus Arya tentang Ning Bijel.]

(Di Koperasi Pondok)

Santri 1: (berbisik kepada Santri 2) "Eh, lihat itu Ning Bijel kayaknya tembus deh."

Santri 2: "Iya ya, kasihan. Tapi, kita bilang nggak ya sama Gus Arya?"

Santri 1: "Bilang aja deh. Nggak enak kalau nggak bilang."

[Santri 1 menghampiri Gus Arya dan membisikkan sesuatu kepadanya.]

(Bisikan Santri kepada Gus Arya):

Santri 1: (berbisik kepada Gus Arya) "Gus, maaf mengganggu. Itu Ning Bijel kayaknya...anu...tembus."

Gus Arya: (terkejut, tapi berusaha tetap tenang) "Oh, iya? Terima kasih sudah memberitahu."

[Perut Bijel memang keram dan terasa sangat sakit, ia tidak tahu kalau ia sedang tembus. Setelah Arya diberitahu santri putra, Arya yang memakai jaket langsung membuka jaketnya yang warna hitam agak tebal dan tersisa kemeja panjangnya warna hitam. Jaketnya ia gunakan untuk menutup bagian belakang badan istrinya. Lalu Arya bilang, "Sayang, kamu haid ya, tembus ini. Ayo cepat pulang ke ndalem, setelah ini bersih-bersih".]

(Di Koperasi Pondok)

Gus Arya: (dengan nada lembut dan khawatir) "Sayang, kamu haid ya? Tembus ini. Ayo cepat pulang ke ndalem, setelah ini bersih-bersih."

(Arya melepaskan jaketnya dan melingkarkannya di pinggang Bijel untuk menutupi bagian belakangnya)

Bijel: (terkejut dan malu) "Hah? Iya, Mas. Aku nggak sadar. Duh, malu banget."

Gus Arya: (dengan nada menenangkan) "Nggak apa-apa sayang. Nggak usah malu. Ayo kita pulang sekarang."

(Arya merangkul Bijel dan membawanya keluar dari koperasi pondok. Para santri putra yang melihat kejadian itu merasa kagum dengan perhatian dan kasih sayang Gus Arya kepada istrinya.)

(Di Koperasi Pondok, Setelah Arya dan Bijel Pergi)

Santri 2: "Wah, Gus Arya perhatian banget ya sama Ning Bijel."

Santri 3: "Iya, romantis banget. Jadi pengen punya istri kayak Ning Bijel."

Santri 4: "Tapi, nggak semua orang bisa jadi kayak Gus Arya. Harus sabar dan pengertian banget."

[Dalam perjalanan pulang ke ndalem barat, Bijel merasa sangat malu dan bersalah kepada Arya. Ia tidak menyangka bahwa Arya akan begitu perhatian dan melindunginya di depan umum.]

(Dalam Perjalanan Pulang)

Bijel: (dengan nada malu) "Mas, maaf ya. Aku jadi ngerepotin kamu."

Gus Arya: (dengan nada lembut) "Nggak apa-apa sayang. Kamu nggak salah kok. Ini kan kejadian alami."

Bijel: "Tapi, aku malu banget dilihatin sama santri-santri tadi."

Gus Arya: "Nggak usah dipikirin. Yang penting sekarang kamu cepat istirahat dan jaga kesehatan."

(Arya menggenggam tangan Bijel dengan erat dan tersenyum kepadanya. Bijel membalas senyuman Arya dan merasa hatinya menghangat.)

[Sesampainya di ndalem barat, Arya membantu Bijel untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Ia juga membuatkan teh hangat untuk meredakan nyeri perutnya. Bijel merasa sangat beruntung memiliki suami yang begitu perhatian dan menyayanginya.]

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!