Menikah selama 12 tahun, Siti Nurmala yang begitu setia kepada suaminya sampai mengorbankan mimpinya sebagai dokter spesialis, malah dikhianati Suami dan anak-anaknya.
Yusuf Kaliandra, berselingkuh dengan Keponakan Nurmala dan menikahinya secara siri, bahkan didukung oleh anak-anaknya, Raden dan Sofia.
Nurmala yang sakit hati pergi dengan gugatan cerai.
Di tengah usahanya mencari pekerjaan, Ia bertemu dengan juniornya saat kuliah. Dewangga Pramudya!
Pria tampan pemilik rumah sakit, duda anak 1 yang kemudian dengan gigih mengejarnya!
Akankah Nurmala bisa menerima cinta baru diantara ketakutan dan ketidakpercayaan diri yang timbul akibat pengkhianatan Yusuf?
Bagaimana reaksi anak-anaknya melihat Nurmala yang begitu menyayangi putra dari Dewangga?
Selamat membaca, semoga terhibur!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maufy Izha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bu Aminah Stroke
Nurmala memandangi Ibunya dari balik kaca ruang ICU.
Ibunya masih mendapatkan perawatan intensif karena kondisinya masih lemah dan rawan meskipun sudah melewati masa kritis.
Dewangga bilang, jika siuman nanti, kemungkinan besar Bu Aminah akan mengalami stroke yang cukup berat akibat serangan jantung yang terjadi untuk yang ketiga kalinya.
Bu Aminah sudah mengalami 2 kali serangan jantung berat, maka dari itu, Nurmala selalu berusaha menjaga stabilitas emosional Ibunya, karena jika terjadi serangan jantung lagi, Ibunya mungkin....
"Maafin Nurmala Bu, ini semua gara-gara Nurma... Ibu, jangan tinggalkan Nurma sendirian di dunia ini Bu...." Nurma kembali menangis diiringi dengan tubuhnya yang bergetar.
Ibunya adalah satu-satunya keluarganya yang tersisa. Nurmala tidak bisa membayangkan bagaimana akan menjalani hidupnya yang sedang sangat diuji ini jika tidak ada Ibunya.
"Ibu harus kuat. Ibu harus bertahan, Nurma butuh Ibu huhuhu...." Ucapnya dengan suara yang semakin serak. Nurma belum istirahat sama sekali, bahkan tidak sempat makan sedikitpun.
Dewangga menyaksikan kerapuhan wanita itu dari jarak jauh. Tangannya terkepal erat seakan-akan ingin menghancurkan sesuatu.
Nurmala yang dulu sangat bersinar seperti matahari, kini redup dan terlihat layu seperti itu gara-gara seorang bajingan busuk!
Setelah menghianati Istrinya, Dia dengan tidak tahu malu membawa selingkuhannya ke hadapan Ibu mertuanya hanya untuk membuat Nurmala menderita!
Yusuf, kalau Nurmala memintaku untuk membalaskan dendamnya padamu, Aku akan benar-benar membuatmu hancur sampai Kamu tidak akan berani menatap langit lagi! Dewangga lagi-lagi mengumpat dalam hati. Memaki dan menghardik Yusuf berkali-kali, namun hatinya tidak kunjung puas, apalagi setiap melihat Nurmala yang tampak sangat terluka, amarah dihatinya selalu membara.
Tapi, Dewangga hendak menghibur Nurmala, jadi sebisa mungkin dia meredam amarahnya saat ini, dan menghampiri wanita yang sejak dulu di kaguminya itu.
"Kak Nurma..."
Suara berat nan lembut itu menyadarkan Nurmala dari tangisannya. Wanita itu segera mengusap air matanya lalu menghadap Dewangga.
"Nggak apa-apa kalau masih mau nangis Kak, Aku tahu Kamu merasa semua ini sangat berat"
Nurmala mengangguk, Ia membiarkan bulir bening mengalir dari sudut matanya dan tidak mengusapnya.
"Ibu akan sembuh kan?"
"Insya Allah, yang penting Kak Nurma yakin, dan tidak putus berdo'a, Insya Allah Bu Aminah akan sembuh seperti sedia kala"
"Aku ta-.... takut" Nurmala berkata dengan nafas tersengal-sengal. Bayangan-bayangan buruk itu selalu melintasi pikirannya hingga rasanya Ia ingin menghantamkan kepalanya ke tembok.
"Jangan takut, Kak Nurma harus selalu berbaik sangka pada rencana Allah SWT. Bu Aminah dan Kak Nurma orang baik, Allah pasti akan melindungi Bu Aminah, jadi Kak Nurma nggak boleh putus asa"
Nurmala mengangguk, lalu berkata dengan pelan "Makasih"
Yusuf bergumam lalu menawarkan makanan pada Nurma.
"Aku tahu Kak Nurma nggak nafsu makan, tapi Kak Nurma harus tetap mengisi perut, kalau Kak Nurma juga tumbang, siapa yang akan menjaga Bu Aminah"
Nurmala mendongak, lalu tersenyum samar. Dia diam-diam bersyukur, disaat seperti ini, masih ada seseorang yang berpihak kepadanya seperti Dewangga. Setidaknya, Dia tidak benar-benar sendirian menghadapi semua ini.
"Aku nggak tahu gimana caranya membalas semua kebaikan Kamu, Dewa" Ucap Nurmala dengan tulus.
"Cukup dengan bangkit dan hidup dengan baik, buktikan pada orang-orang yang telah menyakiti Kak Nurma bahwa Kakak tidak mudah di kalahkan. Tunjukkan semangat Kak Nurma pada Bu Aminah saat beliau siuman nanti. Hanya itu balasan yang Aku butuhkan dari Kak Nurma"
"Dewangga..."
Nurmala tertunduk, namun Dewangga tidak berani memeluknya meskipun ingin. Pria itu kemudian membimbing Nurmala untuk duduk di kursi tunggu, lalu menyerahkan botol minuman serta sebungkus roti yang Ia bawa untuk Nurmala.
***
"Sialannnn! Kenapa semuanya jadi seperti ini!!!" Yusuf melemparkan barang-barang yang dibawanya dari ruang kerjanya di rumah sakit dengan wajah merah padam.
Dia tahu bahwa ini adalah ulah Nurmala. Tapi setiap ingin marah, Dia menyadari bahwa awal mula dari kekacauan ini adalah dirinya dan Niken.
Niken hanya mencebik kesal kemudian berjalan mendekati Yusuf.
"Udahlah mas, lagian Kamu juga nggak butuh-butuh amat kerjaan itu kan? Kamu punya usaha sama warisan yang melimpah, jadi buat apa sih semarah itu cuma gara-gara diberhentikan kerja di rumah sakit macam itu?"
Yusuf memelototi Niken dengan garang sampai Niken tiba-tiba merinding.
Kenapa Yusuf tampak lebih marah? Memangnya ucapannya salah?
Ya salah lah!
Niken sama sekali tidak tahu bahwa Yusuf sangat menjunjung harga diri dan reputasi.
Itu sebabnya dulu, Nurmala jarang dilibatkan dalam pertemuan kerja karyawan dan keluarga atau family gathering selama ini, karena di mata Yusuf, Nurmala tampak seperti pembantu dan tidak bisa dibanggakan di depan rekan-rekan kerjanya. Jadi, demi reputasinya, Yusuf sangat amat jarang mengajak Nurmala ke pertemuan-pertemuan penting, kalaupun terpaksa harus mengajak, Yusuf harus mengeluarkan uang cukup besar untuk mendandani Nurmala yang sangat kudet soal make-up dan fashion.
Kini, dengan gampangnya Niken menganggap remeh pemecatan Yusuf yang berakibat pada kehancuran reputasi yang telah dibangun oleh Pria itus selama lebih dari 12 tahun?
Niken tidak benar-benar mengenal Yusuf!
"Daripada Kamu ngomong yang nggak penting, mendingan Kamu sekarang enyah dari sini. Ini semua gara-gara Kamu. Kalau saja Kamu nggak memberitahu Nurma, kalau saja Kamu nggak nyusul ke Bandung dan bikin Bu Aminah masuk rumah sakit, semuanya nggak akan jadi begini, tahu! Kamu ternyata cuma pembawa sial di hidupku! Enyahlah dari hadapanku sekarang!"
Yusuf berbalik lalu masuk ke kamarnya. Apartemen itu sangat sepi karena Raden dan Sofia saat ini Yusuf titipkan di rumah orang tuanya.
Untungnya Papa dan Mamanya sangat menyayangi cucu-cucunya itu meskipun tidak menyukai Nurmala karena dianggap tidak sederajat.
Selepas Yusuf menghilang dari balik pintu, tentu saja Niken tidak pergi.
Niken masuk ke kamar tamu dan berbaring disana.
"Enak aja main ngusir-ngusir. Aku nggak akan pergi dari sini. Sejak perempuan tua itu pergi dari sini. Berarti rumah ini sekarang adalah rumahku juga. Sekarang Yusuf lagi emosi. Biarin aja dulu. Nanti kalau Aku tawarin yang enak-enak, Dia juga bakal luluh lagi, setelah itu tinggal Aku bujuk biar Ibuku boleh tinggal disini. Terus Aku depak dua anak sialan itu biar balik aja sana ke Ibunya. Ogah banget Aku ngurusin Mereka berdua! Hihihi, Akhirnya Aku jadi Nyonya Kaliandra. Yusuf pasti akan luluh sama Aku nantinya, Dia cuma lagi masah aja sementara, Aku yakin itu"
BESTie... Jangan lupa bantu like, komen dan juga permintaan update nya yaa, Biar Novel ini bisa lulus bab terbaik setiap 20 episodenya. Thank Youuuu
Love you All
harus ada anti hero yang membuat cerita seruu🎸🎸