NovelToon NovelToon
Tuan Muda Yang Terhina

Tuan Muda Yang Terhina

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:32.9M
Nilai: 4.7
Nama Author: el nurmala

Warning!!! Terdapat banyak kata umpatan dan hinaan dalam cerita novel ini. Bagi kalian yang berhati lembut dan nggak tegaan, silahkan melipir. Ini bukan novel yang cocok untuk kalian baca.
——————
Namanya Arjuna Zaid Abdullah Al-Fatih. Ia merupakan pewaris Al-Fatih Group, perusahaan raksasa asal Timur Tengah yang mendunia. Akan tetapi bagi keluarga Adipura, Arjuna hanyalah sampah yang dipungut oleh Natasha Adipura.

Kotor, hina dan menjijikan.

Arjuna menerima diperlakukan sebagai suami dan menantu yang tak berguna dalam keluarga itu. Namun Arjuna mulai memperlihatkan kuasanya di saat ada yang mengusik Natasha.

-------
Kisah ini hanya fiksi. Jika ada kesamaan nama, tempat, dan peristiwa, itu hanya kebetulan semata.
Selamat membaca ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el nurmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

salah paham

Happy reading ...

*

Di kamarnya, Joshua terlihat sangat frustasi. Masalah sengketa lahan membuatnya harus merogoh saku yang sangat dalam dan memutar otak untuk mencari pinjaman.

Joshua tidak menyangka jual beli tanah warga di salah satu pedesaan di kota B akan bermasalah. Jika warga masih bersikukuh, masalah ini bisa berbuntut panjang.

Joshua menghubungi beberapa orang kepercayaannya. Mereka diperintahkan untuk menekan warga yang masih bertahan.

"Apa? Mereka mengancam akan membawa ke pengadilan? Sial. Berani sekali," geram Joshua yang sedang menghubungi salah satu anak buahnya.

"Sepertinya mereka ada yang 'menunggangi', Bos. Kemarin mereka terlihat mulai mempertimbangkan harga yang kita tawarkan. Tapi sore ini saat kami datang, mereka berubah pikiran."

Joshua tak habis pikir, siapa yang ikut campur masalah ini. Ia sudah merasa lega karena yakin para warga itu tdak akan berani menempuh jalur hukum. Selain akan memperpanjang masalah, biaya yang dikeluarkan juga tinggi.

***

Sebelum berangkat ke Dubai, Arjuna ingin memastikan semuanya berjalan sesuai rencana. Arjuna tidak tahu sampai kapan berada di sana. Akan tetapi ia ingin sepulangnya nanti, permasalahan Natasha sudah terselesaikan.

"Sani, sudah ada kabar mengenai keabsahan sertifikat tanah yang dimiliki warga?" tanya Arjuna pada Sani yang terduduk di sofa dan berkutat dengan laptopnya.

"Pengacara kita—Pak Santoso akan memberitahukannya siang ini, Tuan."

"Bagaimana dengan awak media?" tanya Arjuna lagi.

"Sudah dipersiapkan, Tuan. Mereka tinggal menunggu aba-aba untuk menuju tempat itu."

"Baiklah. Jangan lupakan Irwan juga. Oh iya, apa Pak Santoso akan datang ke sini siang nanti?"

"Tentu, jika Anda mau."

Arjuna berpikir sejenak. Kemudian berkata, "Minta dia menghadap padaku. Ada yang harus kubicarakan dengannya."

"Baik, Tuan," angguk Sani.

Arjuna terdiam cukup lama. Ia pun berdehem sebelum memulai lagi pekerjaannya.

Terdengar seseorang mengetuk pintu ruangan itu. Sani beranjak dari duduknya dan membuka pintu. Asisten Tuan Ahmed memberitahukan sesuatu. Setelah pintu kembali di tutup, Sani menghampiri Arjuna.

"Tuan, Nona Natasha ada di lobi kantor ini," ujar Sani.

Arjuna terperanjat. Antara senang dan bingung memikirkan alasan Natasha ada di sini. Apa yang membuat Natasha datang ke Al-Fatih Group?

"Tuan Muda, Anda tidak mengenakan ini?" tanya Sani sambil menunjuk pada rahangnya sendiri.

"Ah, iya. Kau benar. Hampir saja aku lupa. Cepatlah kau ambil dan pasangkan. Kau tidak tahu, istriku bisa menerobos masuk kapan saja. Ambilkan juga kaca mataku," ujar Arjuna yang tiba-tiba merasa grogi.

Sani bergegas ke ruangan pribadi Arjuna untuk mengambilkan apa yang diminta tuannya. Sementara itu di lobi kantor, Natasha yang semula duduk di salah satu kursi beranjak dan menghampiri resepsionis.

"Sebenarnya dia ada nggak sih? Lama banget." Gerutunya.

"Tuan Muda ada di ruangannya, Nona. Akan tetapi Anda diminta menunggu sebentar," sahut seorang karyawati bagian resepsionis.

"Ini sudah lebih dari lima menit. Hubungi dia lagi, atau aku sendiri yang akan datang ke ruangannya," tegas Natasha.

Karyawati itu langsung mengambil gagang telepon untuk menghubungi asisten Ahmed. Karena ia tidak diperkenankan langsung menghubungi asisten tuan mudanya.

Natasha tidak menyadari, langkah seseorang terhenti ketika mendengar suaranya.

"Nona, Anda dipersilakan ke ruangan tuan muda. Mari saya antar," ujar karyawati itu.

Natasha mengikuti langkah karyawati itu yang mengarah ke lift eksekutif. Saat sedang berjalan itulah, Natasha mencoba menanyakan perihal Arjuna.

"Hai, Kau. Apa kau mengenal seseorang yang bernama Arjuna di sini?"

"Arjuna? Maksud Anda, dia bekerja di kantor ini?" Karyawati itu terlihat bingung.

"Iya. Mmm mungkin bagian office boy, atau sejenisnya.Wajahnya lumayan. Hidungnya mancung, matanya belo, bulu matanya agak lentik, ya kurang lebih seperti itu lah," sambung Natasha mendeskrispikan.

"Saya kurang tahu, Nona. Tapi sepertinya tidak ada," sahut karyawati itu bingung.

"Apa di sini tidak ada karyawan baru yang wajahnya tampan?" tanya Natasha lagi dengan suara pelan.

"Setahu saya karyawan baru ada beberapa. Tapi yang seperti gambaran Anda, sepertinya tidak ada." Sahutnya meyakinkan.

Natasha berniat menanyakan perihal Irwan, tapi sayangnya mereka sudah tiba di depan pintu lift dan karyawati itu sudah mempersilakan. Natasha pun berlalu dan karyawati itu kembali ke tempatnya semula.

"Jadi bukan hanya Joshua. Bahkan Natasha tidak mengetahui siapa tuan muda yang sebenarnya," gumam Irwan dari balik salah satu dinding yang dilewati Natasha.

***

Arjuna terpaku menatap wajah cantik yang terduduk di hadapannya. Tak ada senyum di wajah itu. Dan lagi ....

"Apa Tasha kurang tidur?" Batinnya setelah menyadari bagian mata Natasha tidak sesegar biasanya.

Natasha melirik pada Sani yang masih berada di posisinya. Melihat hal itu, Arjuna meminta Sani meninggalkan mereka.

"Ada yang bisa saya bantu, Nona? Ataukah kau ke sini karena merindukanku?" tanya Arjuna setengah menggoda.

Natasha merogoh sesuatu di dalam tasnya. Melihat penampilan tuan muda itu mengingatkannya pada foto Arjuna yang ia corat-coret semalam.

Arjuna mengerutkan keningnya. Heran sekaligus terkejut melihat kotak cincin yang disodorkan Natasha. Pikirnya, apakah Natasha sudah mengetahui siapa sebenarnya ia?

"Dengar, Tuan Muda. Aku tidak tahu apa yang kau katakan pada suamiku—Arjuna. Apa kau memintanya memberikan ini padaku sebagai syarat dia diterima kerja di sini? Heh, memalukan," tuduh Natasha.

"Bagaimana bisa kau berpikir seperti itu?" tanya Arjuna sembari mengulumkan senyum.

"Kenapa tidak? Kau sudah tahu aku bersuami, tapi dengan tidak tahu malunya memberikanku sesuatu di hadapan orang lain. Jadi apa yang tidak mungkin?"

"Oh, jadi kau ingin aku memberimu sesuatu secara pribadi? Baiklah, kalau itu maumu."

"Bukan begitu maksudku. Kalau tahu aku sudah menikah, sebaiknya jangan memberiku apa-apa dan menjauhlah dariku. Berikan hadiah-hadiahmu itu pada wanita lain yang akan menerimanya dengan senang hati. Apa kau mengerti?"

"Apa kau pernah dengar ini ... 'perawan memang menawan, janda memang menggoda, tapi istri orang lebih menantang'. Sampai di sini apa kau juga mengerti?"

"Kau pria tidak tahu malu," decih Natasha.

Natasha beranjak dari duduknya. Ia menepis kasar tangan tuan muda yang mencoba menggapainya.

Natasha membuang kasar nafasnya, kemudian berkata, "Aku tidak suka mengatakan ini, tapi kalau kau bertemu Arjuna, katakan aku mencarinya."

"Kau memerintahku, Nona? Apa sekarang kita berteman?" tanya Arjuna datar.

"Berteman, denganmu? Heh, entahlah."

Natasha menatap sesaat pada tuan muda itu. Seperti biasa, pria aneh itu selalu mengenakan kaca mata.

"Aku akan mempertimbangkan pertemanan kita. Tapi ada syaratnya," ujar Natasha kemudian.

"Syarat apa, Nona?" Arjuna mengernyitkan alisnya.

Natasha menyeringai sambil berkata, "Buka kaca matamu."

"A-apa? Hehe ada-ada saja," kekeh Arjuna pelan. Arjuna beranjak dari kursi dan menghampiri Natasha.

"Kenapa? Kau tidak mau? Ya sudah," delik Natasha pada Arjuna yang bersandar pada ujung meja.

"Tasha, mungkin ini pertemuan terakhir kita." Arjuna mengambil kotak cincin tadi. Natasha mengernyitkan keningnya melihat gelagat tuan muda yang kini disadarinya melembut dan itu seperti seseorang yang sangat dikenalnya.

"Kenapa aku merasa seperti sedang bersama Arjuna?" gumam Natasha dalam hatinya.

"Terimalah cincin ini. Aku sengaja membelinya untukmu, Tasha. Aku bersumpah tidak mempunyai niat terselubung apapun itu. Aku hanya berfikir cincin ini cocok untukmu," ujar Arjuna sembari menengadahkan tangan meminta tangan Natasha.

Natasha seperti terhipnotis. Ia mengulurkan tangan kirinya pada Arjuna yang berpenampilan layaknya tuan muda.

Arjuna menyematkan cincin itu di jari manis Natasha. Ia merasa senang mengetahui cincin ibunya masih dikenakan Natasha.

Natasha terkesiap melihat Arjuna mencium punggung tangannya. Ya, dalam penglihatan Natasha, pria dihadapannya itu Arjuna. Sampai ia tersadar ketika pria itu berkata, "Bagaimana kalau malam ini kau menginap di penthouse-ku?"

"Dasar pria gila," umpat Natasha yang refleks memukulkan tasnya pada lengan Arjuna.

Arjuna terkekeh pelan melihat langkah Natasha yang menjauhinya. Ia sangat suka delikan mata Natasha yang sedang kesal. Sementara itu Natasha merasa kecewa. Karena ia sempat berfikir pria itu Arjuna.

1
Kustri
istri durhaka🤮, jgn ampe koma klu tau siapa arjuna
Kustri
tasya... kau permainkan pernikahan .. kau akan kena karma
Edi Sulaiman
jangan terus bersembunyi Arjuna, jelaskan pada dunia kaulah Tuan muda..
Edi Sulaiman
sayang tuan muda masih koplak...hhh
Edi Sulaiman
Jangan terlalu lama Arjuna mnjadi suami yg tertindas, buat aku bosan..
Edi Sulaiman
jangan terlalu bodoh Arjuna, tunjukan sopo koe...hhh
Edi Sulaiman
Dak masuk akal!"...gadai cincin 10jt tebus 5M...anjiirr...
Edi Sulaiman
seru nich jangan terlalu lama thor mc nya merendahkan diri.
Edi Sulaiman
istri lucknut...
Sri Ariyanti
selalu bagus karyamu thor
Ivan Sumampouw
setelah membaca beberapa Bab dan mengikuti karakter natasha yg ditampilkan oleh penulis,,, kayaknya ini karakter penulis yg sebenarnya, suka merendahkan org lain, menganggap org miskin sangat rendah dan kekayaan adalah segalanya,,, penulis ternyata memiliki karakter yg buruk 🥹
Sativa Kyu
👍
mboll
Luar biasa
Elsyarief
Badr memang Bader (Nakal) Banget
Elsyarief
menantu oh menantu yg gak tahu malu
Elsyarief
Luar biasa
Elsyarief
aku suka banget ceritanya ajarin dong Thor buat cerita kaya gini..I love you Thor
Didi Haryadi: suka banget cerita nya dan pengisi suara nya keren banget
total 1 replies
Elsyarief
Ceritanya bagus dan keren selalu penuh misteri lanjutkan author
Elsyarief
Mantap abis neh ceritanya
Elsyarief
Cerita yang menarik dan unik bagus banget kak Author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!