Kai Adrian atau kerap di sapa Gus Kai, seorang anak kiyai terkenal, Gus Kai adalah seorang dokter spesialis jantung.
Gus Kai terkenal dengan ketampanannya dan juga prestasinya di bidang akademi dan juga Dakwahnya melalui media sosial pribadi miliknya.
Kepribadinnya yang tenang dan tidak sukanya huru- hara, membuat dirinya harus mengiklaskan calon istrinya untuk sang Kakak.
Namun apakah Gus Kai bisa mencari kebahagiaannya sendiri? dan adakah perempuan yang mampu membuatnya jatuh Cinta? Nantikan kisah perjalanan cinta Gus Kai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4.
Setelah perjalanan cukup panjang akhirnya Najma dan yang lainnya tiba di bandung, Nyai Ida tadi mendapatkan kabar dari suaminya jika ibu Najma drop, namun tetap kekeh tidak mau di bawa ke rumah sakit.
Dan setelah di telusuri oleh teman- teman ibu Najma, mengidap penyakit jantung dan yang lainnya melapor ke Kiyia Idris,.Kiyai Idris dan Gus Adam ingin segera membawa Ibu Najma ke rumah sakit, namun ibu Najma menolak keras.
Kiyai Idris akhirnya memberi kabar pada sang istri dan meminta Nyai Ida untuk membawa Kai, keponakan mereka yang kebetulan seorang Dokter Jantung.
Kai juga sedari tadi mengekori mobil bulek nya, sedangkan di dalam mobil Kai, ia di temani sang adik dan juga sepupunya, sedangkan Najma di mobil milik Nyai Ida.
Najma sedari tadi terus menangis setelah mengetahui kondisi Sang ibu, selama ini dirinya tidak tahu jika sang ibu memiliki penyakit jantung yang membuat hati Najma semakin hancur.
Sedari tadi pun Nyai Ida terus menenangkan Najma yang sudah beliau anggap anak sendiri dan beliau berniat untuk menjodohkan dengan Razan anak kedua beliau yang sekarang sedang menimba ilmu di kairo, Karena Nyai Ida juga melihat benih cinta di antara mereka saat sebelum Razan ke kairo.
Najma memang tinggal di pesantren, namun dirinya tidak menimba ilmu di sana , karena dirinya mendapatkan beasiswa dari sekolahnya dulu karena ke pintarannya dan Nyai Ida tidak menpersalahkan itu, karena di pondoknya juga tidak fokus di akademik umum, berbeda dengan pondok sang Kakak yang kini berubah menjadi pondok modern, bahkan santri di sana hanya fokus belajar dan mengaji, tidak ada namanya santri membersihkan rumah kiyai ataupun memasak karna sudah ada mbak yang di gaji.
Perubahan itu semua terjadi atas usulan Kai yang di setujui oleh kiyai Ibrahim dan kini pondok Darrussalam semakin di kenal dengan prestasi di bidang akademik umumnya juga dan beberapa cabang seperti berkuda dan mememaha karena beberapa kali menang dalam ajang perlombaan, bahkan ada yang sampai ke tingkat Nasional.
Sedangkan pondok Nyai Ida masih berbasis pondok tradisional yang menjadikan pengajian kitab- kitab sebagai kurikulum utama, pondok Kiyia Ibrahim juga ada namun tidak berfokus ke situ.
Saat mereka sampai di pondok, Najma izin ke Nyai Ida untuk langsung menemui sang ibu yang kini sedang perada di ukp atau unit kesehatan pondok, Kai di minta istirahat terlebih dahulu oleh buliknya.
" Istirahat dulu kai... pasti capek, habis perjalanan jauh'" ujar Nyai Ida.
Kai memang cukup lelah, dirinya juga tidak akan fokus memeriksa bu asih, dalam keadaan lelah, maka dari itu kai memutuskan untuk istirahat sejenak.
Sedangkan Bila dan Balqis sudah melenggan masuk ke dalam ndalem, Kai melihat banyak orang yang berlalu lalang untuk memasang tenda untuk acara sepupunya lusa.
Kai juga melihat banyak santri yang turut membantu,saat melihat santri mengingatkan masa dia dulu mondok di salah satu pondok modern juga di solo.
" hahaha dulu saya nakal juga yaa..." gumam Kai.
Seseorang tiba- tiba saja berdiri di sampingnya ia adalah Gus Adam, anak pertama Nyai Ida dan kiyia Idris.
" Nihh... minum dulu" ucap Gus Idris memberikan segelas teh hangat untuk sepupunya tersebut.
" Makasih dek" jawab Kai, walaupun lebih tua Gus Adam, Kai memanggil Gus Adam dek, karena Kiyai Idris adalah adik dari Nyai Siti.
" Ane udah denger soal ente dan Aiza, ane tau ente pasti lagi pusing- pusingnya , tapi yang perlu ente ingat, pasti Allah sudah mempersiapkan hal yang lebih baik dan mungkin suatu saat ente bersyukur atas segala kejadian ini" ucap Gus Adam yang biasanya menjadi tempat curhat Gus Kai.
"Aamin, semoga dapat yang lebih baik " jawab Gus Kai yang hanya bisa mengaminkan ucapan adik sepupunya tersebut.
Mereka bertukar cerita sambil nostalgia masa- masa, Gus Adam saat masih tinggal di jogja untuk kuliah, yahh dulu waktu kuliah Gus Adam tinggal di pesantren milik Kiyai Ibrahim yang tidak lain adakah pakdhenya.
Saat mereka sedang bernostalgia, dua orang santriwati berlari ke arah ndalem dengan keadaan panik dan nafas yang mengegebu- gebu.
" As- assalamualaikum Gus Adam" Salam dua santriwati tersebut.
" Waalaikumsalam " jawab Gus Adam dan Gus kai bersamaan.
"ada apa? kenapa kalian berlarian begitu dan terlihat panik?" tanya Gus Adam.
" i- itu Gus, kami di mintai tolong untuk memanggil Umi Ida, Bu- bu asih drop lagi Gus, sekarang bicara pun terbata- bata" jawab salah satu santriwati tersebut.
Gus Kai dan Gus Adam saling pandang, kemudian Gus Kai menepuk bahu Gus Adam, " Ya .... umi di dalam, saya dan Gus Kai, biar lihat keadaan Bu Asih, kalian tolong panggil Umi di dalam yaa..." Ujar Gus Adam kemudian berlari ke arah kamar dimana para pekerja tinggal, tepat di belakang ndalem.
Namun sebelum itu Gus Kai, mengambil alat- alat yang di perlukan di dalam mobil, saat sampai di kamar bu asih, sudah banyak yang mengerumini karena suara tangis Najma yang terdengar.
Saat Gus Kai dan Gus Adam masuk ke dalam yang tidak terlalu besar tersebut,.Gus Kai melihat Bu Asih yang nafasnya tidak beraturan, namun masih bisa membuka mata dan juga berbicara walau terlihat lemas.
" Te- teh....i- ibu ing- ingin,li-at te- teteh ni-nikah, su- supaya, i-ibu bisa per-gi dengan tenang, ka- rena te- teh eng- gak se-ndiri lagi" ujar Bu Asih pada Najma yang kini menangis di sampingnya.
" Ibu pasti liat teteh nikah, tapi ibu harus janji, ibu sehat ya.... ,ibu harus se- sehat, kan ibu mau liat teteh nikah" jawab Najma yang mengusap pipi ibunya.
" Wa- waktu i-ibu e- enggak la- ma lagi teh, mi- minta lah pa- da a- bi Idris, untuk di- ca-rikan ca- lon teh, i- ibu pengen li- at te- teh ni-kah" sahut Bu Asih yang mengusap air mata putri tunggalnya tersebut.
" Bu, enggak bisa secepat itu bu pastinya, ibu kita ke rumah sakit sekarang ya..., ibu pasti sembuh" sahut Najma.
Tidak lama Kiyai Idris dan Nyai Ida sampai di kamar bu asih, kiyai Idris juga tadi di mintai tolong bu asih untuk mencarikan calon untuk Najma.
" Gimana Lee?" tanya Kiyai Idris pada Gus Kai.
" Belom, di periksa paklek" jawab Gus Kai, yang sedikit tersentuh mendengar percakapan Najma dan juga ibunya.
" Najma... biarin ibu mu di periksa dulu yaa" ujar Nyai Ida mengusap bahu Najma dan membantu Najma untuk berdiri.
Gus Kai kemudian mulai memeriksa Bu Asih, denyut jantungnya bu asih mulai melemah, saat ingin berdiri dan meminta untuk membawa Bu Asih ke rumah sakit, tangan Gus Kai di cekal oleh bu Asih.
" Gu- gus, sa- sa-ya ta- u, sam-pean ba- baik, to-tolong ni- kahi, Naj- ma Gus, sa- ya ti-tip anak sa-ya"
jgn bilang bakal ada poli poligamian ya Thor aku paling GK bisa kalo tntg poligami bawaannya emosi apalagi aiza udh Namba juteknya 🙄
si Gus kyknya otw bucin deh 🤭
Ilham cocok SM aiza sm2 nyebelin 😂