NovelToon NovelToon
LIKA LIKU HATI

LIKA LIKU HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Anak Genius / Dosen
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

'Hati manusia seluas samudra.'
Di dalamnya terdapat banyak hal baik dan buruk.
》Kadang bahagia, sedih, cemburu, emosi, marah, benci, kecewa, datang silih berganti.

》Kadang merasa ragu-ragu dan sulit membuat keputusan, karena isi kepala dan perasaan saling bertentangan.

》Kadang harus berjuang untuk memulihkan rasa sakit, kecewa akan masa lalu yang penuh luka. Oleh sebab itu :

~••°°••~
"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."
~••°°••~

》Ikuti kisah perjuangan dan pemulihan hati orang-orang berintegritas mempertahankan kredibilitasnya di Novel : "LIKA LIKU HATI"

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 06. Aneka Riuh

...~•Happy Reading•~...

'Apa benar Kak Evi pacarnya Kak Angga? Atau hanya kamuflase? Kak Evi cuma dipakai untuk menutupi sesuatu? Atau ada yang terlewatkan dari penyelidikan teman-teman?' Alena penasaran melihat keakraban Nelson dan Evie.

Setelah melihat Nelson ambil gelas air mineral, Alena kembali fokus pada niat awal, yaitu mendekati Nelson.

"Kak Nelson, boleh saya minta bantuan?" Alena coba menarik perhatian Nelson dengan mengajak bicara berdua, tidak melibatkan Angga dan Evie.

"Boleh." Jawaban singkat Nelson membuat Alena termangu. Dia baru pernah diperlakukan dingin oleh seorang pria, seakan dia bukan gadis idaman, dikejar oleh para yunior senior dan bukan primadona kampus.

Angga melototi Nelson, tapi diganggu oleh Evie yang menyodorkan minuman sambil merapatkan bibir sebagai isyarat untuk tidak ikut campur dan tidak berkomentar.

"Terima kasih, Kak." Alena menemukan suaranya yang hampir tenggelam di dalam lambung oleh nada suara Nelson yang singkat.

Nelson menyingkirkan gelas di dekatnya. "Saya belum membantu, jadi jangan berterima kasih." Ucap Nelson sambil melihat Alena.

"Saya bilang boleh, karna setiap orang boleh minta bantuan kepada siapa saja. Dan siapa saja bisa memberikan bantuan, tergantung keinginan hati dan kemampuan." Nelson menjelaskan panjang. Dia tidak mau Alena salah mengartikan jawaban singkatnya.

Angga dan Evie terdiam. Mereka tidak bisa protes dengan sikap Nelson yang tegas. Sebab Alena terlalu berani dan percaya diri berbicara dengan seniornya yang belum dikenal baik. Seakan dia bisa mengusai siapa saja dengan satu ucapan atau tindakan.

Nelson memuji keberanian Alena dalam hati. "Silahkan." Nelson mempersilahkan Alena mengatakan yang dia maksud.

Seketika Alena kehilangan 25 % kepintarannya mendengar argumentasi Nelson yang tegas. Padahal dia adalah pemenangnya kalau adu argumentasi dengan teman atau kakak tingkat, bahkan dengan asisten dosen.

"Baik, Kak." Alena berpikir cepat. "Saya akan lakukan penelitian. Sekarang Lagi cari bahan dan tempat yang cocok. Apa Kak Nelson bisa membantu saya untuk itu?" Dia tidak bisa meminta bantuan yang lebih pribadi, karena ada Angga dan Evie ikut mendengar.

"Kau dari fakultas Teknik?" Nelson bertanya, seakan belum tahu dari Angga, kalau Alena dari Mipa.

"Dari Mipa, Kak." Alena coba tersenyum, walau kesal tidak dikenal Nelson.

Rasa percara dirinya sebagai primadona kampus turun 25 %, karena pertanyaan Nelson menunjukan ada yang tidak mengenalnya. Padahal dia sudah berusaha tampil maksimal dan berbeda dari teman-temannya, tapi masih tidak terlihat.

Dia mendongkrak rasa percaya diri dengan menatap Nelson. Dia tidak peduli dengan Evie dan Angga yang berbicara tapi sering meliriknya. 'Sayang paket lengkap. Kalau seperti yang lain, aku pergi tanpa ambil nada.' Bisik hati Alena yang tidak menyangka akan menerima sikap dingin Nelson.

Dia terpesona pada Nelson, karena merupakan paket lengkap. Tampan, mapan, pintar dan berprestasi cemerlang. Hal itu tidak dia temukan pada mahasiswa lain. Sehingga dia berusaha keras menarik perhatian Nelson, bahkan melibatkan teman-temannya sejak lama.

Nelson tahu maksud Alena. Oleh karenanya, dia tidak mau terjebak permintaan bantuan Alena bernuansa romansa yang dibungkus dengan topik penelitian. "Apa kau tidak salah minta bantuan saya?" Tanya Nelson serius.

"Tidak, Kak. Kalau saya tidak tahu siapa Kak Nelson, saya tidak akan meminta bantuan." Alena bertahan dan mencoba terus maju.

"Kau semester berapa?" Nelson bertanya, karena melihat keberanian Alena.

"Semester 6, Kak..." Alena menjelaskan kenapa mau lakukan penelitian di semester 6. Dia menyebut jumlah dan nilai SKS yang diambil. Semua sengaja dia paparkan, agar Nelson tahu prestasinya bukan kaleng-kaleng dan tidak lagi mengabaikan dia.

"Kita bukan saja beda fakultas, tapi juga berbeda tingkat. Alangkah baiknya, tanyakan pada dosen atau seniormu di Mipa." Nelson memberikan saran.

"Kalau orang cerdas, tidak dibatasi oleh tembok, Kak. Saya yakin kemampuan Kak Nelson melintasi tembok fakultas." Ucapan Alena hampir membuat Angga tersedak.

'Dia sangat berani dan nekad.' Angga membatin. Dia merasa lega, bukan dia yang mempertemukan Nelson dan Alena. Kalau iya, dia akan diamuk Evie yang sedang melihat Alena dan Nelson bergantian.

"Saya pun yakin dengan kemampuanmu yang mau lakukan penelitian di semester sekarang. Berarti isi kepalamu telah menunjukan, tidak perlu bantuan orang seperti saya."

Alena merasa disentil, tapi belum mau menyerah. "Kak Nelson tidak perlu menyembunyikan kemampuan. Membagi ilmu kepada orang yang membutuhkan ada upahnya." Alena tetap pada permintaannya.

"Saya sekarang membutuhkan bantuan, agar bisa cepat susun skripsi dan ujian. Supaya Nenek bisa hadiri wisuda saya." Alena mengunakan alasan yang mungkin bisa menyentuh hati Nelson dengan melibatkan neneknya.

Nelson memiringkan kepala untuk melihat Alena. "Saya tidak sedang menyembunyikan kemampuan dan itu tidak perlu saya lakukan."

"Saat ini, saya mau gunakan waktu luang buat belah kayu di hutan." Nelson berkata lagi, membuat Evie hampir tertawa.

"Belah kayu untuk apa, Kak?" Alena bingung dan bertanya. Dia baru pernah mengalami hal yang tidak dimengerti bahkan tidak bisa mendeteksi maksud pembicaraan orang lain. Justru dia mulai curiga, sedang diledek.

"Untuk memasak. Kau mau menyenangkan hati nenekmu dengan prestasi akademik. Saya mau menyenangkan hati Mama dengan menyiapkan kebutuhan sehari-hari."

"Mama Kak Nelson masak pakai kayu? Kakak sedang meledek saya?" Alena melihat Nelson tidak bergeming, karena dia yakin Nelson anak orang berpunya.

Nelson tersenyum dalam hati sudah pindah duduk. Kalau masih di tempat semula, kakinya akan ditendang Angga. "Namamu siapa?" Nelson tidak menjawab, tapi balik bertanya untuk mengingatkan Alena, ada orang tidak mengetahui namanya.

"Alena, Kak." Alena terpaksa menjawab dan menekan rasa kesal, karena Nelson tidak tahu namanya.

Nelson yakin Alena pintar seperti yang dikatakan Angga dan dia sendiri yang merinci pencapaian prestasi akademiknya.

Tapi ada hal mendasar yang bisa membuatnya tinggi hati. Dia mengejar pencapaian demi pencapaian untuk membuktikan dirinya lebih hebat. Hal itu bisa membuatnya tergelincir dan jatuh.

Alena masih muda, tapi ambisinya melewati dirinya yang laki-laki. 'Semoga niatnya benar, untuk membuat orang tua dan keluarganya bangga. Bukan untuk menjadi pusat perhatian, dengan menunjukan kemampuan akademik yang cemerlang.'

"Alena, dengan membela kayu, saya bukan saja membantu Mama, tapi diri sendiri. Di saat tertentu, kayu dan kapak melatih tubuh dan jiwa untuk fokus pada yang dikerjakan dan hasilnya."

"Saat bisa membelah kayu pada garis yang ditentukan, itu adalah bantuan dari dalam diri supaya fokus pada tujuan sesungguhnya."

"Maksimalkan kemampuan diri dan sertakan Tuhan yang memberi kemampuan itu. Karna pada saat hadapi dosen penguji, hanya Tuhan yang mampu menyempurnakan kemampuan dirimu." Nelson berkata sangat serius.

Dia mengingatkan Alena yang cendrung mengandalkan diri dan lupa kalau kepintarannya adalah pemberian cuma-cuma dari Tuhan.

Alena tersentak. Rasa bangga akan dirinya seperti baju di badan yang dilepaskan helai demi helai oleh Nelson. Hal itu membuatnya malu di depan Evie dan Angga yang tiba-tiba melihat Nelson dengan serius.

...~•••~...

...~•○♡○•~...

1
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
ular alena mulai mengeluarkan bisa nya. kasihan babang nelson 🙈
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Kebaikan mu, disalahgunakan cwe yg mengejar mu, Nelson 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
kalau masih gelap jd kebayang jalanan sepi.. banyak pohon2.. gelap.. hii.. serem juga
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
huehehehe.. mamanya lagi melow yaa Nelson. dibawa bercanda aja spy hatinya terhibur
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Syukurlah Nelson lulus dengan nilai bagus, untung teman-teman Nelson langsung menariknya keluar dari situ sehingga si Alena tidak bisa mendekatinya dan berbuat macam-macam, kamu itu seperti penguntit saja Alena selalu membuntuti Nelson dimanapun dia berada padahal Nelson sudah berusaha menghindari mu
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Keluarga yg mana Alena yg sedang kau kunjungi, atau kamu lagi curi-curi kesempatan untuk bertemu dengan Nelson, pakai acara suruh nganterin ke dermaga, memang nya kamu sampai ketempat itu naik apa kok minta diantar balik
Rahmawati
selamat Nelson, lulus dengan predikat summa cumlaude
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
Selamat dan sukses babang nelson. semoga jadi pados yang membanggakan juga ❣️
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Jelas beda dnk, circle Nelson tulus sdgkn Alena pny circle ...
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
aku udah mulai paham nih. ternyata alena hanya bergaya punya banyak uang ya
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
kalau numpang sama saudara emang begini sih. ga enak rasanya. mendingan kost
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
marah2 aja nih mamanya. apa mama dan papa alena sdh berpisah ya
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Huaaa itu salah satu taktik & strategi Alena spy bisa deket dgmu, Nelson 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
alena sadis. berubah cuma buat menarik hati babang nelson. semua cara ditempuh. wanita begini menyeramkan 🙊🙈
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭɧȋєʀᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
hilihh Alena itu cuma pencitraan biar terlihat berubah baik dihadapan Nelson lagian udah kayak penguntit aja sich tau segala kegiatan Nelson di luar 😒😒🤧
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭɧȋєʀᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
wkwkkk kasih tau dulu Evi takut jatah buatnya dihabiskan sama Angga 🤭🤣🤣
Rahmawati
ikut terharu liat kasih sayang kakek pada nelson🥰
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Walaupun tidak punya pohon durian Nelson dapat jatah durian super yg banyak namanya juga rezeki tak terduga malah bisa berbagi sama teman-teman Nelson malah jadi ajang barter oleh-oleh dari hasil pulang kampung walaupun Nelson sendiri yg pulang ke kampung kakeknya
🍁🐰Avrily❤🔍🌐
persahabatan sudah jarang ditemukan saat ini. semoga bisa jadi inspirasi 👍👍💖
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
senang baca persahabatan dan cara pertemanan babang nelson angga dan monce ❣️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!