NovelToon NovelToon
Kurebut Pacarmu

Kurebut Pacarmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Teen / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: gadis bucin

Cassandra—gadis rebel yang kerap disalahpahami—terjebak dalam rasa yang salah. Ia jatuh cinta pada Narendra, pria hangat yang ironisnya adalah kekasih rival bebuyutannya, Anggita.

​Didasari dendam lama dan perasaan yang makin membara, Cassandra nekat menyusun rencana untuk merebut Narendra. Namun, semakin ia melangkah jauh, batas antara obsesi dan cinta sejati kian kabur.

​Mampukah Cassandra memenangkan hati Narendra, atau akankah obsesi ini justru menghancurkan mereka semua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gadis bucin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 Pesan Rahasia di Ruang Guru

Pendar cahaya merah di layar komputer tua milik almarhum ayah Cassandra memantul di sudut mata dua remaja peretas itu. Cassandra mendadak membeku saat menyadari bahwa seluruh dokumen rahasia konsorsium telah terkirim otomatis ke sistem email internal seluruh dewan guru SMA Garuda.

Narendra langsung bergerak cepat, mengamati protokol pengiriman otomatis yang menggunakan teknologi transmisi Local Area Network (LAN) lokal. Ia tersenyum tipis setelah memahami bahwa skrip pengiriman tersebut sengaja dirancang oleh ayah Cassandra sebagai jalur proteksi darurat jika terjadi ancaman fisik.

"Bapak lu jenius banget, Cas," cetus Narendra seraya menatap barisan kode enkripsi yang bergerak lincah. "Pengiriman masal ke jaringan terverifikasi sekolah ini bikin pihak konsorsium enggak bisa menghapus buktinya secara sepihak."

Cassandra menghela napas panjang, mencoba menenangkan debaran jantungnya seraya meraba gelang pelacak pemberian Narendra. Rasa panik yang sempat menyerang perlahan terkikis oleh kekaguman mendalam pada pemikiran visioner almarhum ayahnya.

Pelajaran penting dalam arsitektur keamanan data adalah bahwa teknik penyimpanan decentralized atau tersebar di banyak simpul terpercaya jauh lebih aman daripada menyimpan berkas di satu server pusat. Ketika satu server diretas atau disita, salinan data pada simpul lain akan tetap terjaga secara utuh.

"Berarti dewan guru sekarang udah terima seluruh berkas kejahatan konsorsium ini, Ren?" tanya Cassandra memastikan seraya menatap wajah cowoknya.

Narendra mengangguk mantap, merangkul bahu Cassandra untuk menyalurkan kehangatan yang menenangkan di antara sisa ketegangan. "Betul, dan artinya Kepala Sekolah serta para guru sekarang memegang bukti sah secara legal."

Mereka berdua memutuskan untuk merapikan kembali ruang kerja yang sempat berantakan akibat aksi kucing oranye dan penyusup tadi. Rasa lega yang luar biasa memenuhi dada Cassandra karena dokumen sepenting itu akhirnya berada di tangan pihak yang tepat.

"Habis ini kita harus langsung ke sekolah buat mengonfirmasi ke Ibu Kepala Sekolah," ajak Narendra dengan senyuman miringnya yang khas.

Pukul 17.00 WIB.

Suasana SMA Garuda di sore hari tampak begitu tenang dengan pendar sinar matahari keemasan yang menerpa dinding-dinding koridor. Cassandra dan Narendra berjalan berdampingan menuju ruang dewan guru dengan langkah kaki yang mantap dan dipenuhi rasa percaya diri.

Beberapa guru yang masih berada di sekolah tampak sibuk berkumpul di depan monitor komputer masing-masing, membaca lembar demi lembar berkas PDF yang baru saja masuk. Raut wajah heran dan terkejut terpancar jelas dari para pendidik yang selama ini tidak tahu menahu soal konspirasi besar tersebut.

Pak Bambang, guru matematika yang terkenal killer, mendadak berdiri dari kursinya seraya menatap Cassandra dan Narendra yang baru masuk.

"Kalian berdua... jadi selama ini kalian berjuang sendirian membongkar kejahatan yayasan palsu ini?" tanya Pak Bambang dengan nada suara yang bergetar kagum.

Cassandra menyunggingkan senyum tulusnya, mengangguk pelan seraya menggandeng jemari hangat Narendra di sisinya. "Kami cuma berusaha menjaga nama baik sekolah dan keluarga kami, Pak."

Kepala Sekolah keluar dari ruang kerjanya membawa berkas cetakan dokumen rahasia tersebut, menatap dua murid berprestasi itu dengan rasa bangga yang luar biasa. Seluruh keraguan dan tuduhan miring yang sempat menimpa mereka kini sepenuhnya menguap tanpa sisa.

"Terima kasih, Cassandra, Narendra," ucap Kepala Sekolah penuh haru seraya menepuk bahu Narendra. "Pihak sekolah akan langsung menyerahkan berkas ini ke Kepolisian Republik Indonesia malam ini juga."

Pukul 18.30 WIB.

Atmosfer lega dan riang menyelimuti kawasan luar sekolah saat malam mulai menjemput kota Jakarta. Cassandra dan Narendra duduk santai di atas jok motor sport dekat gerbang, menikmati dua porsi cilok kuah pedas rasa bumbu kacang.

Gurat lelah di wajah Cassandra berganti menjadi binar kebahagiaan yang sangat manis, diterangi lampu jalanan yang mulai bernyala redup. Konflik rumit yang menghimpit kehidupannya selama berbulan-bulan akhirnya menemukan titik terang yang benderang.

"Cilok pedas ini berasa sepuluh kali lebih enak ya kalau masalah hidup udah selesai," celoteh Cassandra riang seraya menyuap satu butir cilok ke mulutnya.

Narendra tertawa lepas melihat tingkah gemas cewek kesayangannya, lalu mengusap sudut bibir Cassandra menggunakan tisu dapur secara lembut. Perlakuan sederhana nan manis itu membuat pipi Cassandra seketika merona merah, menghangatkan suasana malam yang dingin.

"Gue seneng banget bisa melihat lu senyum lepas kayak gini lagi, Cas," puji Narendra tulus seraya menatap lurus ke dalam mata cokelat jernih milik Cassandra.

Cassandra membalas tatapan Narendra, merangkulkan tangannya di leher tegap cowok itu seraya tersenyum sangat manis. "Semua ini berkat lu yang enggak pernah menyerah dan selalu ada di samping gue, Narendra."

Narendra mendekatkan wajahnya perlahan, mendaratkan sebuah kecupan hangat nan lembut di dahi Cassandra yang membuat waktu seolah berhenti berputar sejenak.

Namun, saat mereka berdua sedang menikmati momen romantis khas remaja sekolah yang manis tersebut, sebuah dentang lonceng kuno dari arah gereja tua di balik sekolah mendadak berbunyi nyaring.

Layar jam tangan pintar milik Narendra tiba-tiba mati total, disusul oleh seluruh lampu jalanan di sepanjang koridor jalan utama yang mendadak padam secara bersamaan.

Keheningan malam yang pekat menyelimuti area sekitar gerbang sekolah dalam sekejap mata.

Ponsel Cassandra di dalam saku seragamnya bergetar sekali, menerima sebuah notifikasi pesan teks dari nomor darurat yang terenkripsi khusus.

Ketika Cassandra membuka pesan tersebut, sebuah tulisan singkat dengan warna latar latar merah menyala membuat napasnya seketika tercekat.

"Kalian pikir menyerahkan berkas ke sekolah adalah akhir cerita? Periksa isi tas sekolah Narendra sekarang juga sebelum penghancur sinyal utama di dalamnya meledak."

1
🍉🕌kimˢᵉˡˡᵒʷ͢ ᵇᵍᶠ🦢
xomen xe dua
gadis bucin: wkwkwk 🔥🔥🔥
total 1 replies
🍉🕌kimˢᵉˡˡᵒʷ͢ ᵇᵍᶠ🦢
wachhhhh
gadis bucin: selamat membaca, kak 🤗
total 1 replies
Ros Mawa Tyy
👍👍👍
gadis bucin: terima kasih 🤗🙏🏻
total 1 replies
gadis bucin
Teman-teman, silakan mampir dan baca karyaku. Jangan lupa tinggalkan jejak, ya. 🤗❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!