Setelah akhirnya memasuki masa pensiun, Raya memutusakan menghabiskan hari tuanya seorang diri di sebuah vila mewah yang telah ia beli dengan hasil kerja keras selama puluhan tahun.
Namun, nasib seolah mempermainkannya. Baru sehari menikmati kehidupan sebagai pensiunan kaya, keesokan paginya ia terbangun di dunia yang sama sekali asing.
Bukan hanya itu, ia kini menghuni tubuh seorang wanita berusia tiga puluhan yang terkenal genit dan mesum.
Beruntung, ia mengetahui satu rahasia besar.
Halaman belakang rumah reyot yang tak diinginkan siapa pun itu ternyata terhubung dengan zaman lain.
Dalam ruangan penghubung dimensi, ternyata menyimpan kekuatan yang mengubah nya selangkah demi selangkah menjadi abadi.
2 Agustus 2026
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 Efek kupu-kupu, Plak!
Mata Huyu terbelalak, setelah kedua musuh yang tersisa mati, ia dengan segenap kemampuan nya merangkak ke dekat Su Wanwan.
"T-tuan abadi, tolong... Hamba mohon selamat kan tuan hamba..."
Ia tidak tahu mengapa bisa ada seorang abadi atau kultivator di desa terpencil ini, namun karena sudah melihatnya membantu nya membunuh musuh. Ia memohon untuk membantu menolong tuan nya.
Meskipun berwajah datar dan terlihat dingin, namun sebenarnya wajah Su Wanwan telah memucat dengan keringat dingin mengucur di keningnya.
Ia adalah seorang nenek yang taat hukum, tidak pernah terkena catatan kriminal sedikit pun. Namun sekarang malah membunuh? Sebenarnya ia juga tidak berniat membunuh, namun karena pertama kalinya menggunakan kekuatan, tidak menyangka tanaman yang ia kira akan muncul seperti sulur kecil untuk mengikuti kaki dan tangan mereka malah muncul sebesar ular dan membelit tubuh mereka sampai remuk.
Air yang tadinya hanya untuk membungkam mulut mereka malah membuat mereka tidak bisa bernafas sampai mati.
Meskipun dia tahu konsep 'jika tidak membunuh kamu lah yang di bunuh.' Namun pengalaman pertama yang melanggar nurani ini sulit untuk ia terima.
Su Wanwan menghela napas pelan, ia melihat pria yang hampir sekarat itu. Ia berjongkok dan mulai menyembuhkan nya dengan teknik penyembuhan biasa.
"Tidak sampai menyembuhkan nya, namun cukup untuk membuatnya tidak mati."
Setelah selesai membuatnya tidak mati, Su Wanwan berniat pergi menolong nya yang berlari membawa tuanya. Namun melihat beberapa pedang tergeletak, Su Wanwan pun sedikit tergiur untuk merampok.
***
Swusshh!
Drap!
Drip!
Drap!
Drip!
Suara langkah kaki dengan kecepatan penuh dari Heyu tentu saja dapat di susul dengan cepat oleh ketiga pembunuh yang mengejarnya. Apalagi dari tiga pembunuh itu ada satu orang tahap transisi seperti dirinya.
Seorang pembunuh tahap transisi itu tersenyum licik dan mulai menaikan kecepatan nya, melompat ke atas pohon dan melakukan gerakan menebas ke bawah.
Tanpa persiapan dan hanya mengandalkan refleks tubuh, Heyu mendorong tuan nya dari punggung nya, membuat punggung nya menjadi sasaran empuk pedang pembunuh itu.
Meskipun menerima tebasan luka dalam di punggung nya, namun ia kembali berdiri dan memasang sikap waspada melindungi tuan nya.
"Menyerah lah, terimalah kematian dengan cepat."
Heyu tersenyum meremehkan, "Mimpi saja!"
"Cari mati, HIYAHH!"
Pembunuh tahap transisi itu melompat dan melakukan gerakan menukik ke bawah bersiap menebas ke arah Heyu. Namun, tanpa mereka sangka dari dalam tanah muncul akar-akar merambat setebal tubuh anakonda. Akar-akar itu melilit tubuh dari kepala sampai kaki pembunuh tahap transisi itu dengan kuat, membuat nya tak berdaya-- tak bisa melawan ataupun memberontak.
"Siapa?!"
Kedua pembunuh tahap Xiantian tersisa terkejut dan refleks mengedarkan pandangannya ke sekeliling dengan waspada.
Dari pepohonan yang gelap, Su Wanwan turun ke area perkelahian. Kedua pembunuh tahap Xiantian itu tidak berani meremehkan, mereka tentu tahu aura perempuan itu sangat kuat dan kemungkinan seorang abadi kultivator.
"Senior, maaf telah menganggu anda..." Salah satu dari pembunuh itu sangat waspada, dia tidak tahu apakah perempuan ini berada di tahap Qi atau lebih tinggi.
Namun intinya, jika ia berada di tahap Qi ia masih bisa membawa nama orang di belakang nya agar perempuan ini tidak ikut campur. Namun jika ia berada di tahap atas Qi, maka dia hanya bisa memohon untuk di ampuni nyawa nya.
"Memang sangat menganggu." Seperti gerakan tadi, Su Wanwan mengangkat tangan nya dan melakukan gerakan menggenggam. Seketika akar tanaman yang melilit tubuh pembunuh tahap transisi itu mengeluarkan darah, suara renyah krek! Terdengar jelas di telinga mereka.
"Terutama kalian, berpakaian seperti pencuri." Su Wanwan kembali mengendalikan sulur tanaman, kali ini ia menggunakan lebih sedikit energi agar kekuatan yang di hasilkan tidak begitu besar.
Sulur itu bergerak cepat, membuat kedua pembunuh tahap Xiantian itu kalah cepat dan akhirnya berhasil di ikat. Mulut mereka di sumpal daun, membuat seruan memohon tidak lagi terdengar.
Ia memang sengaja tidak membunuh mereka berdua, mungkin mereka berdua di butuhkan untuk interogasi.
Brukh!
"Terimakasih senior telah menyelamatkan saya dan tuan saya. Kebaikan ini akan saya ingat seumur hidup."
Su Wanwan berjalan mendekati Heyu, hingga berhenti tepat di depan nya. "Angkat kepala mu"
Meskipun bingung dan segan, Heyu tetap mengangkat kepalanya nya. Mendongak menatap Su Wanwan tepat di depan wajahnya, namun hal yang terjadi selanjutnya benar-benar di luar dugaan nya.
Plak!
Satu tamparan Su Wanwan membuat tubuh Heyu langsung terdorong sejauh lima meter, pipi nya langsung memerah bengkak seperti bakpao mengkilap.
"Kau ingin berlari ke arah perumahan warga?" Tanya Su Wanwan dingin. "Kau tidak peduli jika nyawa penduduk desa mati karena mu?"
"T-tidak senior..."
"Kau ingin warga desa menghambat para pembunuh dengan nyawa mereka, agar kau bisa memiliki waktu untuk kabur membawa tuan mu?"
"M-maaf senior, junior ini memang berniat kabur ke perumahan warga. Namun junior ini jamin jika para pembunuh tidak akan membunuh warga dengan membabi buta."
"Oh?"
"Benar senior, orang di belakang mereka tidak akan membiarkan mereka melakukan nya."
'Sepertinya orang di belakang pembunuh ini berada di situasi genting. Sehingga tidak ingin membuat masalah besar.'
'Namun ada apa dengan alur ini? Mengapa mereka malah di kejar pembunuh!'
'Bukankah hanya melewati desa?!'
'Apakah ini efek kupu-kupu dari aku, antagonis ini menjadi kultivator? Sehingga alurnya berubah menjadi pembunuhan.'
'Huh, namun untung saja bukan kultivator hebat di atas tingkat ku yang mengejar mereka.'
Su Wanwan kembali sadar dari monolog nya dan berjalan mendekati Heyu, pria itu terlihat trauma dan mengesot mundur seperti takut di anu-anu oleh Su Wanwan.
"Jangan melawan" ucap Su Wanwan dingin dan berjongkok melakukan penyembuhan di punggung Heyu yang berdarah.
Seperti sebelumnya, penyembuhan nya hanyalah penyembuhan biasa. Jadi ia hanya bisa membuat luka itu berhenti berdarah dan sedikit mengering.
Setelah itu ia berjalan mendekati tubuh laki-laki lain yang terbaring itu, Heyu buru-buru bangun dan mendekati tubuh tuanya seolah ia takut tuannya di apa-apa kan oleh Su Wanwan.
"Tuan ku terkena racun, mohon senior membantunya. Jika senior dapat menyelamatkan nyawa tuan ku, kediaman jendral Huo pasti akan membalas kebaikan anda."
"Meminta bantuan tapi takut aku melakukan sesuatu pada tuan mu?" Sindir Su Wanwan.
Heyu dengan canggung langsung bergeser agar Su Wanwan bisa melihat tuan nya, namun Su Wanwan langsung berbalik. "Sudahlah, bawa dia ke tempat ku dulu."
Heyu mengangguk dan menggendong tuan nya--- mengikuti Su Wanwan.
Dari arah kedatangan Su Wanwan tadi, Huyu datang dan langsung menjatuhkan tubuh hampir bersujud saat bertemu Su Wanwan.
"Sudahlah, jika kau sudah tidak apa-apa urus mayat-mayat ini dan kedua orang itu. Jangan sampai warga menemukan mereka."