NovelToon NovelToon
ASMARADANA PUTRI MAHKOTA

ASMARADANA PUTRI MAHKOTA

Status: tamat
Genre:Teen / Cintapertama / Romantis / Ketos / Romansa / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 5
Nama Author: skavivi selfish

Ada batasan, ada aturan, namun juga ada cinta yang menggoda Dalilah sewaktu SMA. Bisakah ia menjalaninya mengingat dia bukan remaja biasa yang sanggup bertindak semaunya.

“Berikan aku sedikit kebebasan, Ayahanda!”

“Tidak, putriku. Aturan sudah mendarah daging dalam aliran darahmu sebelum kamu lahir.”

Mujurkah Dalilah menjalani kisah cinta pertamanya dengan Revi, ketua OSIS yang mengajaknya menikmati gejolak masa remaja? Beranikah dia menentang aturan yang mengakar di darahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon skavivi selfish, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31.

Dalilah.

Aku melihat Ayahanda, Ibunda, Eyang Kakung, dan Suryawijaya memandangiku penuh rasa marah. Mereka menatapku tajam seolah aku ini adalah sasaran.

Aku bingung dan tidak tahu harus bagaimana memahami situasi ini. Aku bangun saat subuh lalu menyiapkan diri sebelum acara marak sowan di bangsal keraton pagi ini. Tapi, belum juga sarapan dimulai. Aku sudah diminta untuk menghadap Ayahanda di pagi yang masih begitu dingin.

"Memalukan!" cerca Ayahanda, aku mendongak saat Ayahanda langsung meluapkan emosinya, ku lihat Ayahanda betul-betul marah. Rahangnya mengeras, wajahnya sama sekali tidak menunjukkan keramahan. Ayahanda terlihat berbeda. Tapi aku belum memahami kenapa bisa begitu. Apa masalah yang memicunya sepagi ini.

Aku menatap Ibunda, mencoba mencari penjelasan darinya. Nihil, Ibunda hanya menggeleng pelan sambil memegang bahu Ayahanda. Menenangkan. Tapi percuma, Ayahanda melempar ponselnya ke arahku.

"Lihat kelakuanmu! Seperti tidak punya malu!" bentak Ayahanda.

Mas Revi cinta sama Lilah kan? Mas Revi serius sama Lilah kan? Ayo sekarang cium Lilah!

Itu suaraku! Dengan cepat aku mengambil ponsel Ayahanda dan mengamatinya baik-baik.

Aku mendongak sebentar menatap sekeliling, lalu menunduk lagi. Ini benar-benar aku dan mas Revi. Aku memeluknya. Dan, aku begitu kentara sekali dalam bertindak.

Aku mematikan layar ponsel Ayahanda. Beranjak berdiri dan membungkuk hormat dihadapan Ayahanda.

"Raden Ayu Dalilah Sekar Kinasih Putri Adiguna Pangarep siap menerima hukuman atas perbuatan yang memalukan keluarga kerajaan!" kataku dengan lugas.

Menangis pun percuma. Karena semua sudah tersebar kemana-mana. Sudah ditonton oleh ratusan orang di negeri ini.

"Siapa yang mengajarimu bertindak sebagai seorang putri yang tidak tahu sopan santun Dalilah! Mengertilah! Ini sudah diluar kebiasaanmu! Ini memalukan, sangat memalukan!" Ayahanda berujar dengan nada tinggi, lalu menggeram kesal.

Aku gemetaran di tempatku berdiri, baru kali ini Ayahanda marah besar. Ibunda terlihat menenangkan Ayahanda, namun tidak berhasil. Ayahanda masih marah, sama sekali tidak mau mendengar ucapan keluarga yang lain.

"Kembalikan semua uang yang Ayahanda berikan padamu sebagai uang saku! Begitu juga ponselmu! Jangan meminta pelayanan apapun dari abdi dalem! Kerjakan semua urusanmu sendiri! Satu lagi, ini peringatan pertama dan terakhir untukmu Dalilah! Jika kamu masih akan melanggarnya, kamu tidak akan Ayahanda izinkan keluar istana!" ujar Ayahanda dengan nada rendah, semakin menakutkan ketimbang marah-marah tadi. Ekspresinya berubah drastis. Sekarang Ayahanda terlihat sangat kecewa.

Mataku berair, Ayahanda kecewa padaku hanya karena aku meminta ciuman pertama sebagai tanda aku dan Revi adalah sepasang kekasih. Itu hal biasa kan yang dilakukan sepasang remaja di tahun sekarang? Dimana moralitas juga terkikis zaman.

Tapi untuk tersebarnya penggalan video dan foto-foto itu, membuatku tahu, di sekolah memang ada seseorang yang tidak suka padaku! Tapi siapa yang melakukan itu? Siapa yang ingin menjatuhkanku, karena selama ini aku sama sekali tidak mencari masalah pada siapapun. Aku cenderung menghindar dan menepi sendiri.

Aku kecewa seperti Ayahanda yang berlalu dengan wajah nelangsa. Aku tidak percaya dengan kawan-kawan disekolah, terutama orang-orang yang datang ke ulangtahun Baskara. Aku kecewa. Dan parahnya lagi hubunganku dan Revi harus berada di ujung tanduk.

Aku dihukum untuk tidak berangkat sekolah selama satu bulan. Satu bulan penuh hanya diisi dengan hukuman dan menjadi anak pingitan.

"Dalilah hendak undur diri Eyang, Ibunda, semuanya. Maafkan Dalilah Sekar Kinasih sudah membuat keluarga kerajaan malu karena skandal yang Dalilah lakukan. Dalilah akan memperbaikinya!" ujarku sambil membungkuk hormat dihadapan semua orang yang aku sayangi.

"Ibunda temani untuk menyiapkan diri. Mari!" Ibunda melambaikan tangannya memintaku untuk mendekat.

Aku menggeleng. Ibunda pasti kecewa karena kelakuanku. Benar kata Pandu, aku anak kesayangan yang hanya memberi beban baru pada Ayahanda dan Ibunda.

"Ayo... sebentar lagi sarapan. Ayahanda sudah menunggu diruang makan." kata Ibunda lagi dengan nada cemas. Tapi, saat aku hendak mendekati Eyang Kakung yang sedaritadi hanya menjadi penonton, Eyang ikut menimpali permasalahan ini.

"Eyang sangat kecewa! Sejak awal pertemuan ibumu dan Kaysan memang sudah membuat masalah! Sekarang, bibit, bebet, dan bobot jelas dipertanyakan!" urai Ayahanda sambil menatap nyalang sekitarnya.

Aku mendongak menatap Ibunda. Ibunda menunduk dengan bibir yang bergetar. Ibunda terluka bukan karena masalah ini, Ibunda terluka karena eyang membuka luka lama yang sudah lama sekali tidak pernah dibahas. Dan, itu gara-gara aku.

Aku menunduk sambil menitikkan air mata, bukan karena hukuman yang harus aku jalani. Tapi, kesedihan Ibunda yang begitu kentara sekali diwajahnya.

"Cukup, Eyang! Jangan bawa-bawa Ibunda dan Ayahanda dalam masalah ini! Ibunda tidak pernah gagal dalam mendidik kami! Mbak Lilah juga hanya pertama kali mengerti cinta, itu wajar kalau Mbak meminta hal-hal yang membuatnya penasaran!" bela Suryawijaya sambil berdiri, "Ibunda tidak salah!"

"SUDAH CUKUP! Kalian sama saja! Kalian hanya akan membuat istana ini hancur karena konflik percintaan!"

Suryawijaya masih berkata dengan lantang sambil menggenggam tangan Ibunda, "Bukan rahasia lagi jika kerajaan di Nusantara ini hancur karena perebutan kekuasaan, eyang! Tapi karena konflik internal! Dan cinta memang menjadi salah satu penyebabnya!"

"Sudah mas. Sudah..." ujar Ibunda dengan derai air mata.

"Eyang akan mengawasi tindak tanduk kalian semuanya! Jika masih ada yang membuat masalah dan membuat istana ini kembali menjadi buah bibir masyarakat. Eyang akan mengambil takhta kerajaan ini kembali!"

Aku langsung bersimpuh dihadapan Ibunda saat eyang sudah pergi, aku menunduk, menciumi kaki Ibunda dan mengucapkan maaf berkali-kali dengan air mata yang terus membanjiri pipi.

"Maafin, Lilah. Maafin, Lilah. Bun! Maafin Lilah!" kataku tanpa henti.

"Bangun. Jangan terlihat seperti ini. Ibunda akan semakin sedih." kata Ibunda sambil mengelus puncak kepalaku, "Mas, bantu Mbak Lilah berdiri. Ajak ke kamarnya!"

"Baik, Bun. Tapi bagaimana dengan Ibunda?" tanya Suryawijaya risau, "Bunda tidak apa-apa, Bunda harus menemui Ayahanda. Nanti Bunda antar sarapannya."

Aku menggeleng kuat-kuat, "Jangan Ibunda. Jangan lakukan itu! Ibunda akan dimarahi Ayahanda." rengekku.

"Ibunda bilang ke kamar sekarang juga!" Ibunda menarik bahuku dan menatapku lekat, "Jangan cengeng! Anakku tidak boleh cengeng! Mengerti!" kata Ibunda tegas.

Aku menggeleng, "Ibunda jangan pernah berubah, Ibunda tidak salah! Ibunda tidak pernah kurang dalam mendidik Lilah. Maafkan Lilah yang kurang ajar dan tidak mematuhi aturan kerajaan. Maafin Lilah, Bun!"

"Ibunda maafkan." Ibunda tersenyum sambil menyeka air mataku, "sekarang pergilah ke kamar. Basuh wajahmu dan patuhi hukuman dari Ayahanda!"

Aku mengangguk, ku seka air mata di pipi Ibunda sambil menatapnya penuh iba.

"Tetap jadi Ibunda Lilah yang banyak senyum ya, Bun!"

Ibunda mengangguk dan satu tetesan air mata jatuh di jariku.

...Happy reading. 🥰...

1
Camera Gaming
novel kk author bagus alur ceritanya aku suka tapi banyak b.inggrisnya apala lh sy yg gagap b inggris🤣🤣🤣
Camera Gaming
novel om nanang judulnya apa sih
ig : skavivi_selfish: Cinta Di Ujung Senja, tapi versi chat story
total 1 replies
Nining Setyaningsih
Luar biasa
Bundanya Syahdan
baru kali ini membaca novel yang lain dr yang lain, terinakasih thoorr 🤩
Ida Erwanti
Luar biasa
Ida Erwanti
Lumayan
SARI MEUTIA
Luar biasa
anonim
Lilah....ketakutanmu lahiran tdk sebanding dengan keingintahuanmu tentang masa renaja waktu di SMA 😄
anonim
😂😂😂😂 Lilah pasti geli2 malu ya ngadepin ngidamnya mas Pengki
anonim
ha haaa....ngidamnya cemburuan neh mas Jati. Gawaaattt
anonim
he he...lucu ibunda Jani
anonim
kasiatnya biar bisa mengimbangi kejailannya Lilah, mas Jati....
anonim
Dalilah....pingin lolypop ya....wkwkwk
anonim
akhirnya....sama2 belajar ya mas Jati...dik Lilah....
anonim
sabar mas Jati....
anonim
lucuuuuuu😆😆
anonim
akhirnya....pacar taruhan menjadi istrimu yg sesungguhnya Revi.
Masih gak nyangka ya Revi...
Kalau sdh berjodoh, semesta merestui, berpisah 7 tahun pun akhirnya dipertemukan dan menjalani hari2 yg takpasti, akhirnya ijab kabul terlaksana. Selamat bercanggung-canggung ria mas Jati dan dik Lilah dlm menjalani MP.
anonim
oooooo ....jadi mas Jati itu mas Revi ya .....owalaaaa....kirain suami Lilah dokter lain bukan dokter Revi.
anonim
Delilaaaahhhh.....😆
anonim
Mini Cooper mobil mehong wkwkwk👍🏻👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!