Mira menangis dalam diam melihat kenyataan itu. Bagas, suami yang selalu dibanggakan dan dihormati ternyata pembohong.
Bagas memulai kehidupan barunya bersama Mira setelah move on lama dari sakit hatinya yang dikhianati dan ditinggalkan begitu saja.
Kehidupan pernikahan mereka berjalan dengan baik sampai... datangnya kembali Sherly yang dulu meninggalkan Bagas demi karier dan Shinta yang juga datang kembali setelah dulu ketahuan selingkuh di belakang Bagas.
Mereka, dua wanita ini datang di saat Bagas mulai bahagia bersama anak dan istrinya Mira.
Kedatangan kedua wanita itu tak menggoyahkan Bagas, tetapi bagaimana bila suatu saat Bagas akhirnya tergoda kembali dan mulai melupakan rumah tangganya dengan Mira
Akankah Bagas dapat mempertahankannya atau justru malah melupakan istri dan anaknya kembali ?
Jawabannya ada dalam novel ini,
silahkan tulis saran, komentar dan kritik atas novel perdana saya ini. Mohon maaf bila ada banyak kekurangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia Dasdjar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 31. Sebuah Strategi (II)
Bagas melajukan mobilnya dengan kencang. Hatinya masih kesal dengan pertemuan tadi dengan Sherly. Dia marah dengan tindakan Sherly yang mau mengganggunya lagi. Dia tidak mau lagi sakit hati.
Bagas teringat...
Betapa dirinya hancur setelah Sherly dengan egoisnya memutuskan hubungan secara sepihak beberapa saat sebelum dirinya pergi ke Australia untuk menempuh karier dan pendidikannya.
Diingatnya tanpa rasa belas kasihan tidak dihiraukannya Bagas yang memohon- mohon untuk tidak diputuskan, tetapi dengan gampang Sherly mengatakan putus.
Sakit hati, kaget, sedih, marah, benci bercampur aduk dalam pikirannya. Tak pernah disangka akan secepat itu hubungannya berakhir.
Tiga tahun Bagas belum bisa move on dari kepergian Sherly yang mendadak. Sampai akhirnya masuk Shinta sahabatnya juga dalam kesendiriannya itu.
Shinta berusaha untuk bisa membahagiakan Bagas. Segala cara ditempuh Shinta agar bisa mencintai pria yang sedang patah hati ditinggal pacarnya.
Shinta diam- diam mencintai Bagas sejak masa kuliah dulu, akan tetapi karena Bagas lebih memperhatikan Sherly dan mencintainya maka Shinta hanya dapat mencintai Bagas dalam diam.
Kesempatan itu datang pada saat Bagas patah hati ditinggal Sherly yang lebih mementingkan mengejar pendidikan dan karier.
Shinta mulai berusaha memulihkan hati Bagas dan lebih memberikan perhatian padanya.
Bagas pun lama- lama bisa melupakan Sherly dan akhirnya diapun jatuh dalam pelukan Shinta.
Bagaspun mulai move on dan menjalani hari- hari bahagia bersama Shinta. Dia kembali ceria dan mulai bersemangat untuk menata hari depan.
Hari ini genap 1 tahun mereka berpacaran. Bagas berniat memberikan hadiah kejutan pada Shinta.
Bagas membawa Shinta makan malam di cafe. Suasana yang romantis membuat Bagas dan Shinta terhanyut terbawa perasaan bahagia.
" Shinta, ada kejutan di hari anniversary kita 1 tahun," kata Bagas sambil menatap Shinta penuh cinta.
" Apa Gas yang mau kamu kasih, aku akan senang menerimanya," jawab Shinta senang.
" Tutup matamu dan jangan bergerak sebelum aku bicara," ucap Bagas.
Shintapun terdiam dan menutup matanya.
Tak lama Bagas menyuruh Shinta membuka mata dan segera setelahnya dia memberikan kotak perhiasaan pada Shinta.
" Apa ini Gas, maksudmu apa ?" tanya Shinta.
" Aku belikan kamu kalung ini sebagai tanda aku mau melamar kamu, apakah kamu mau kita bersama untuk nantinya melangkah ke pernikahan?" kata Bagas.
" Aku mau Bagas, dari dulu aku mencintaimu dalam diam, hanya kau lebih memilih wanita lain yang akhirnya meninggalkanmu, " jawab Shinta.
" Sudah.. aku tidak mau mendengar itu lagi, susah payah aku berusaha untuk melupakannya, jangan kau buat aku ingat itu terus," kata Bagas dengan wajah sendu.
" Maafkan aku bukan maksudku seperti itu, aku senang Bagas kau mau melamarku," kata Shinta menatap mesra Bagas.
" Aku senang mendengarnya, " kata Bagas lagi ketika Shinta mengangguk menerima lamarannya.
Hati mereka berdua bahagia, dunia serasa milik berdua.
Semakin lama cinta Bagas pada Shinta terus melekat, setelah di lamar Bagas sudah menentukan tanggal pernikahan mereka.
Bagas mempersiapkan semuanya dengan baik, dia ingin di hari pernikahan nanti semua berjalan dengan lancar.
Manusia berencana yang terbaik.. tetapi Tuhanlah yang menentukan .
.......
Malam itu Bagas belum pulang dari kantornya, dia sengaja lembur agar dia bisa mengambil cuti beberapa hari untuk mempersiapkan apa yang belum beres. Dibayangkannya waktu yang tinggal 2 bulan lagi dia akan menikahi Shinta, wanita yang dicintainya.
Jam 9 malam, Bagas bersiap untuk pulang, ketika menuju mobilnya, perutnya berbunyi, dia tertawa sendiri ingat bahwa dia belum makan malam.
Dilajukannya mobil menuju restoran yang dia sukai, tak lupa dia telpon Shinta untuk datang menemaninya makan.
Berkali- kali di telpon hp Shinta tidak aktif, Bagaspun berpikir mungkin Shinta sudah tidur kelelahan.
Sesampainya di restoran dia mencari tempat di pojokan yang terlindung dari banyak orang, dia ingin melepas penatnya dengan menyendiri.
Makanan yang dipesannya telah habis di piring,
Bagas berniat menghabiskan kopinya sebelum dia pulang. Tetapi ... tiba- tiba dia melihat wanita yang mirip dengan kekasihnya itu, sangat mirip.
Diikutinya wanita itu dengan sudut matanya. Wanita itu duduk membelakanginya sehingga tidak terlalu jelas dipemandangan mata Bagas.
Dihsdapannya ada pria yang selalu tersenyum pada wanita itu, kadang tangan wanita itu digenggamnya lalu diciumnya punggung tangan wanita itu.
Bagas berusaha untuk mendengarkan pembicaraan mereka. Rasa penasarannya menggelitik dalam pikirannya.
" Sayang... kok diam dari tadi, bicaralah dan jawab pertanyaanku " kata pria itu.
" Aku ulangi ya pertanyaannya, kamu harus jawab, aku akan menunggu sampai kamu menjawabnya," lanjut pria itu.
" Kapan kamu mau terus terang pada pacarmu itu, aku ini lebih mencintai kamu, aku tahu kamu mencintainya, tetapi kamu kadang tidak nyaman dengannya kan? aku tahu hatimu itu untukku tapi kau pun tak ingin lepas dari dia, benarkan dugaanku," tanya pria itu seraya mengelus punggung tangan wanita itu.
" Jawablah sayang.. aku tetap menunggumu," katanya lagi.
Bagas dengan tegang menunggu jawaban wanita itu. Rntah kenapa dia merasa sangat dekat dan kenal dengan wanita itu, tetapi dia tidak tahu itu siapa karena wanita itu membelakanginya.
" Iya... aku memang mencintainya, tetapi entah mengapa aku tidak nyaman akhir- akhir ini dengannya, aku bingung Riki, padahal dua bulan lagi aku akan menikah," katanya dengan wajah sendu.
Bagas sangat kaget mendengar suara wanita itu. Sangat mirip suaranya dengan Shinta.
Bagaspun menelpon Shinta, masuk nada dering.
" Ini Bagas telponku, bagaimana, apa yang harus ku jawab, " tanya Shinta panik.
" Jawablah dan berterus teranglah, " jaeab Riki si pria itu.
" Halo Gas, ada apa? " tanya Shinta menjawabnya.
" Di mana kamu Shinta," tanya Bagas.
" Aku.. aku di rumah Gas, ini mau siap- siap tidur," jawab Shinta.
Bagas pun langsung mematikan ponselnya, dia tahu orang yang duduk membelakangi itu Shinta, karena tadi mengangkat dan menjawabnya dan berkata ada di rumah padahal lagi di restoran yang sama.
Bagaspun beranjak dari duduknya dan menghampiri meja mereka.
" Shinta... lagi apa kamu di sini, dari tadi aku telpon kamu tidak dijawab, ternyata kamu lagi asyik kencan dengan laki- laki lain."
Muka Bagas merah padam menahan marah, dia merasa dikhianati.
Shinta terlihat kaget sekali lalu diam tak bisa bicara.
Bagas hanya berkata, " Tak kusangka Shinta kamu khianati aku, kamu bohongi aku, tinggal 2 bulan lagi kita akan menikah tetapi kau masih jalan dan bermesraan dengan laki- laki lain,"
Bagaspun keluar dari restoran itu, dia langsung masuk ke mobilnya. Tak dihiraukannya Shinta yang berlari mengejarnya, dia sudah terlalu sakit melihat ini semua.
Dilajukannya mobil dengan kencang. Tak terasa keluar air mata Bagas, dia menangis karena sakit hati untuk ke dua kalinya. Cinta yang tulus di balas penghianatan.
Shinta terus memanggil Bsgas di ponselnya. Bagas tak menghiraukannya. Dia hanya menulis pesan untuk mamanya bahwa dia tidak pulang malam ini, setelah pesan itu terkirim pada Rianti, dia mematikan datanya.
Bagas sangat kecewa, dia tak ingin pulang ke rumah karena Shinta pasti datang ke rumahnya.
Dilajukannya mobil ke sebuah hotel lumayan mewah, dia akan menginap di hotel untuk malam ini.
Dia ingin sendiri, menyendiri merenung untuk kedua kalinya dia disakiti, maka disusunnya strategi untuk melindungi dirinya tidak terlalu sakit.
kalau udh otw...
weleh sakno nasibmu Bagas... khilangan Mira mlah dptnya toilet umum.... ini sih bukan naik derajat... mlah turun derajat ... istri mulia trsakiti krna kehadiran istri murahan.... hnya krna trtipu gaya polosnya intan😂😂😂😂