NovelToon NovelToon
DI BALIK LAYAR

DI BALIK LAYAR

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: EmeLBy

Mengisahkan tentang perjuangan hidup seorang gadis bernama Anindyta Kailila .
Dalam menggapai cita-citanya dengan
keadaan hidup yang sederhana.

Bekerja sebagai asisten seorang model papan atas, merupakan batu loncatan baginya untuk mengais rupiah dengan tetap harus pintar membagi waktu mengurus ayahnya yang sakit.

Jangan tanyakan tentang kisah cintanya.
Sebab semenit saja, otak dan hatinya tak pernah kosong, karena perintah dari sang model yang selalu datang bertubi-tubi.


Namun, apalah dayanya jika ternyata kegigihannya bekerja justru mempertemukannya dengan seorang CEO yang ternyata kekasih sang model.
Bahkan perasaan mereka tidak dapat di bendung untuk saling jatuh cinta.

Mungkinkah seorang asisten mendapatkan cinta seorang presdir bahkan kekasih bosnya sendiri...?

Ikuti ceritaku " Di Balik Layar"
Semoga di sukai pembaca.
Salam santun
salam sehat untuk semua
🙏🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4 : JANGAN MENYERAH

"Entahlah, Anin. Aku sudah terlanjur jauh melangkah ke dunia gemerlap ini. Dan yang ku lakukan tadi, benar-benar membuat aku lupa dengan kesedihanku." Ujar Felysia lirih.

Tidak dapat Anin ingkari, bahwa ia pun merasakan kesedihan atas jalan hidup yang Felysia jalani sekarang.

Lahir sebagai anak orang kaya yang bergelimang harta, kedua orang tua yang masih sehat dan lengkap, juga memiliki seorang adik perempuan, yang mestinya dapat menjadi teman berbagi kisah, ternyata tidak serta merta membuat hati nya bahagia. Ada sisi ruang hatinya yang kosong.

Bagaimana dengan hidupku, yang jauh dari kata mewah ini. Sudah tak memiliki ibu, punya kakak pun jauh. Masih memiliki ayah, juga dalam keadaan sakit.

Jika boleh mengurutkan derita,

mestinya Anin yang frustasi dengan hidupnya.

Jika bahagia adalah tumpukan uang, maka dapat di pastikan Anin tidak pernah merasakan bahagia.

Jika memiliki orang tua yang lengkap adalah sesuatu kesempurnaan. Maka, hidup Anin jauh dari kata sempurna itu.

Jika bahagia itu adalah memiliki kekasih yang di damba dan saling mencinta.

Maka..., lagi-lagi Anin tidak pernah merasakannya.

Yang Anin tau adalah berbakti dan mencintai ayahnya, itu saja. Lalu, apakah semua itu menjadi alasan Anin tidak bahagia...?

Tidak...!!!! Anin selalu yakin. Bahwa ia akan mendapatkan keadilan hidup dari sang penciptanya.

Anin meyakini bahwa roda kehidupan pasti selalu berputar. Dalam sujud doa yang selalu ia panjatkan. Tidak pernah sekalipun ia berhenti memohon, untuk kesembuhan dan panjang umur untuk ayahnya.

Bagi Kak Jovandra yang jauh darinya pun, selalu ia minta pada Tuhan untuk mendapatkan kehidupan yang layak.

Dan untuknya, ia tak berhenti berharap untuk cita-citanya. Anin sangat ingin memiliki sebuah butik sendiri, di sana lah nantinya ia akan menjual pakaian hasil rancangannya sendiri.

Sering Anin meng-upload hasil rancangannya di akun media sosialnya. Dan tak jarang pula, hasil karyanya ingin di beli desainer ternama. Namun, Anin masih enggan untuk menjualnya. Jauh di dalam hati Anin, menyimpan keyakinan hatinya. Bahwa waktu akan mengantarkannya pada kesuksesan. Ketakutan dalam ketidak mampuannya terkalahkan dengan keyakinannya. Bahwa Tuhan pasti mendengar doa dan permohonannya.

"Anin, maafkan ayah yang hanya bisa menyusahkan mu. Ayah tau kamu lelah membanting tulang. Untuk mencukupi biaya pengobatan ayah." Ucap Ayah Anin pelan.

Walau stroke bukan berarti ayahnya tidak bisa berbicara. Ayahnya masih bisa berkomunikasi dengan baik dan lancar. Hanya tubuh bagian kiri nya yang belum bisa di gerakkan. Dan karena obat juga terapi yang tidak pernah putus yang Anin lakukan pada ayahnya. Membuat keadaan kesehatan ayahnya tidak memburuk dan hanya belum membaik.

" Ayah ... jangan berbicara seperti itu.

Bagi Anin, masih selalu bisa melihat ayah setiap hari sudah membuat lelah Anin hilang, ayah." Ucap Anin sambil tersenyum.

"Ayah bersyukur memiliki anak sebaik kamu Anin. Ayah yakin, ibumu juga pasti senang melihat bakti mu pada ayah. Ayah juga selalu mendoakan yang terbaik untukmu."Ucap ayah sambil mengusap pelan pucuk kepala Anin dengan tangan kanannya.

"Sebentar Yah. Rasanya kita telah lama tidak bernyanyi bersama." Ujarnya sambil beranjak mengambil gitar tua milik ayahnya dulu

Ya, keahlian Anin memetik gitar adalah karena dulu ayahnya juga seorang yang pandai bermain gitar.

Menyanyi bersama ayahnya juga bagian dari ritual wajib yang sering mereka lakukan sejak lama. Tak lama terdengar dentingan suara gitar memenuhi ruangan di tengah rumah Anin tersebut. Dan dengan merdunya terdengar syair lagu D'Masiv *Jangan Menyerah*

Begitu nyaman di dengar memanjakan telinga. Dan sangat terdengar nyanyian itu, sangat mewakili perasaan pasangan ayah dan anak itu. Benar - benar dari hati.

Tak ada manusia

Yang terlahir sempurna

Jangan kau sesali

Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah

Dapatkan cobaan yang berat

Seakan hidup ini

Tak ada artinya lagi

Syukuri apa yang ada

Hidup adalah anugrah

Tetap jalani hidup ini

Melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan

Kebesaran dan kuasaNya

Bagi hambaNya yang sabar

Dan tak kenal putus asa

Jangan menyerah

Jangan menyerah

Jangan menyerah

"Bagaimana dengan pekerjaanmu, Anin? Apakah kau senang menjalaninya?" tanya ayah seakan tau jika anaknya tidak lah merasa senang dengan pekerjaannya.

"Sebenarnya, Anin hanya bersyukur memiliki sebuah pekerjaan ayah. Karena, ayah tau sendiri, bukan ini yang Anin cita - citakan." Jawab Anin jujur pada ayahnya.

"Mengapa kamu bertahan? Apa karena ayah yang memerlukan banyak biaya untuk pengobatan ini?"

tanya ayahnya lagi.

Anin menghela nafasnya dengan pelan. "Tidak ayah, memang pekerjaan yang Anin jalani sekarang tidak sesuai keinginan Anin. Tapi setidaknya ini bisa sebagai batu loncatan Anin untuk menuju tujuan utama Anin. Bekerja sebagai asisten model, memang jalan yang cepat bagi Anin untuk mengumpulkan banyak uang. Tapi bukan itu saja yang membuat Anin bertahan." Jelas Anin pada ayahnya.

"Lalu, apa alasanmu bertahan?" tanya Ayah pada Anin.

"Anin kasihan dengan Felysia, Ayah. Ia sangat kesepian dan rapuh. Hidup dalam kemewahan tidak membuat dia bahagia. Ayahnya berselingkuh sampai memiliki anak dari wanita lain. Ibunya melakukan hal serupa dengan bermain - main dengan pria - pria muda yang hanya bisa menghabiskan uangnya. Adiknya juga memilih untuk melanjutkan studi nya ke Luar Negeri. Dia butuh teman ayah." Ucap Anin sambil memijat pelan kaki ayahnya untuk memperlancar aliran peredaran darahnya.

"Ya..., begini lah hidup Anin. Sesuatu yang berlebihan tidak dapat menjamin kebahagiaan. Sama halnya sesuatu yang kurang, pasti menimbulkan kekecewaan.

Tinggal kita sendiri menyingkapi hidup ini. Walau sedikit jika kita bersyukur, maka akan terasa nikmat. Apalagi jika kita bicara tentang uang. Banyak selalu kurang, tetapi sedikit terasa cukup. Hati kita Anin. Hati kita yang perlu kita kuatkan untuk senantiasa menerima dengan ikhlas apa yang menjadi hak kita."

Ucap ayah panjang.

"Iya, Yah. Anin juga bersyukur terlahir menjadi anak ayah. Hidup kita tidak berlebihan namun juga tidak pernah berkekurangan." Ucap Anin.

"Maafkan ayah dan ibumu, yang tidak pernah dapat memberikan hidup yang lebih dari ini, Anin." Ucap ayahnya seolah kesal

"Sudahlah ayah. Anin merasa mendapat hidup yang layak selama ini." Ujar Anin meyakinkan ayahnya.

"Mengapa hari ini kamu nampak tidak tergesa apakah kamu tidak bekerja?" tanya Ayah penuh selidik.

"Untuk 2 Minggu ke depan, mungkin Anin lebih banyak di rumah. Sebab, jadwal pemotretan Felysia masih kosong sampai akhir bulan ini." Jawab Anin bersemangat.

"Wah...apakah gajih mu akan di potong jika kamu banyak di rumah?" tanya ayah lagi.

"Tidak ayah, gajih Anin selalu di bayar tiap bulan sesuai kontrak. Hanya Anin tidak mendapat uang lembur saja." Jawab Anin sambil tersenyum menatap ayahnya.

Begitulah kontrak yang Anin dan Felysia buat. Bahwa ada syuting atau tidak, Anin tetap di bayar untuk gajih bulanannya. Sebab, walau tidak ada syuting. Anin sesekali pasti datang ke apartemen Felysia, untuk memastikan keadaannya.

Bersambung....

...Mohon dukungannya 🙏...

...Komen Positifnya...

...sangat autor harapkan...

...👍💌✍️🌹...

...Seikhlasnya...

...Terima kasih...

1
Maryati
nyimak
Andreas Dwi Purwanto
hmmmmmmm
yuiwnye
waaah om pol blm bisa move on
yuiwnye
pak haji ketiduran lupa ngawasin 😎
ولدي انعم
Luar biasa
yuiwnye
naaah masalah B3 nin, hempaskan bisa jd racun 😆😆
yuiwnye
Bimo koq Ndak tanggapi utk kenalin anin ke ortu nya,,,,hmmm mencurigakan 😎🤔
yuiwnye
waaah kacau nih mulih Bimo atau Dar der Ling , nin 🤔😆
yuiwnye
ada yang panas tp bukan kompor 😆😆
🌼EmeLBy🌼
iya salam kemal juga
selamat membaca yaaak
Emi Asmiati
kasian felysia
Emi Asmiati
salam kenal thor...
Eka Burjo
duuuh habis baca Rahmad GiMan senyum senyum, ngakak malah, lalu baca part ini ko gedeg aq🙄
Eka Burjo: siap, mau lanjut lagi baca biar ga pinisirin 😁
total 2 replies
Eka Burjo
Luar biasa
Relka Putriana
Biasa
Erlinda
si darel nya aja yg super goblok dan lemah iman .sebagai seorang CEO dan suami dari ann di seharus nya bersikap tegas atas tindakan si jalang Santy ..tapi seperti yg aq bilang si Daren nya yg lemah iman.begitu melihat gundukan dan paha mulus .
Abdul Wahab Sjahrani
mantul alur ceritax thor
Ni'matul Ulfah
setuju curhat dg Anin. FE bisa mengambil pelajaran dari kehidupan Anin. walau bagaimanapun ortu Anin telah berjasa shg FE ada.
Indah Setyorini
menarik dan selalu bikin pinisirin....
Sovia Eva Yunita
bagus buat pembaca dg pemahaman dan ananat dari disampaikan penulis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!