NovelToon NovelToon
Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love

Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan / Contest / Nikahkontrak / Duniahiburan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:97.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Otom

Sejak bapaknya seolah tidak lagi mempedulikannya, dia mulai berpetualang di luar rumah. Dia mencari teman-teman yang bisa mengisi hari-harinya yang kosong.

Hanya Jono, supir keluarga mereka yang masih peduli padanya. Namun kepedulian Jono tidak cukup, dia merasa harus mengenal dunia luar yang tampaknya lebih berwarna.

Akhirnya dia terjerumus ke dunia gelap. Apakah Agni akan berhasil keluar dari kegelapan itu?

Saat dia akhirnya memutuskan untuk menikah dengan seorang Bos Preman dia sudah senang karena tidak lagi harus melayani laki-laki lain, namun ternyata suaminya itu kerap mengabaikannya. Bagaimana akhir kisah cinta Agni? Ikuti terus kisahnya hanya di "Cinta Tak Bertuan".

Visual ada di episode 27 🙏

Selamat membaca!

Follow me on IG: @tomsonsilalahi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Improvisasi

“Hei, lu nggak pernah cerita kalau pernah ngajar di sana!” Agni menggantungkan tangannya du bahu Elisa.

“Apa gw harus lapor semua apa-apa yang gw lakukan pada lu?” Elisa melotot pada Agni.

“Ya bukan, tapi, gw jadi seperti bukan sahabat lu karena tidak tahu hal besar yang lu lakukan pada anak-anak itu,” Agni mendengus.

“Hmm, gw merasa itu tidak seberapa, not a big deal!” Elisa menjawab dengan enteng. “Walau lu nggak tahu ini, lu masih tetap jadi sahabat gw kok!” Elisa tersenyum, ditatapnya wajah sahabatnya itu, penuh makna.

“Apaan? Gw menjadi seperti tidak berguna sama sekali sebagai manusia, belum pernah gw memberi seperti apa yang lu beri pada anak-anak tadi,” Agni membalas tatapan Elisa.

Agni benar-benar kagum pada Elisa. Siang itu, dia merasa kalau dia seperti baru mengenal Elisa. Entah apa lagi yang akan dia tahu soal Elisa selain dedikasinya pada perkembangan anak-anak di lorong itu.

“Kita masing-masing bisa berkontribusi kok dengan cara kita masing-masing. Mungkin lu nggak sadar jika dengan belajar dengan rajin dan menjadi juara bisa menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa, Indonesia kita, kelak, jangan berkecil hati, sob!” Elisa mengingatkan Agni.

“Iya, tapi…”

“Yang penting kita melakukan apa saja yang baik dan benar, kita tidak pernah tahu bilamana kita telah menginspirasi orang lain, lu tahu, gw terinspirasi pada lu, di tengah pergulatan lu mendapat kasih saying dari kedua orang tua, lu bisa menjalankan hari-hari lu dengan sangat produktif, dan lu bisa jadi sang juara terus, belum ada yang bisa mengalahkan prestasi lu di sekolah,” Elisa bijak.

Agni semakin kagum pada sahabatnya itu, entah kapan Elisa tahu kata-kata bijak itu.

“Tapi, bukan jadi cemburu karena gw selalu juara kan?” mata Agni menggoda.

“Dasar, udah ah, kita kemana nih? Ada usul?” Elisa menatap Agni, tatapan yang diketahui Agni, tatapan nakal.

“Jangan pura-pura nanya usul, langsung kasih tahu saja, kita ke mana nih?” Agni tidak mau meladeni basa-basi Elisa.

“Ok, kita ketemu teman-teman gw dulu, kalau tidak keberatan, gw tidak memaksa, kalau lu mau pulang, nggak apa-apa, silakan saja!” Elisa masih memasang matanya yang menggoda.

“Hmm, mulai lagi, udah naik apa nih ke sana? Atau jalan kaki saja?” Agni lagi-lagi tidak mau berbasa-basi, toh dia juga tidak ingin pulang ke rumah secepat itu, dia memang sudah berencana akan pulang lebih lama ke rumah, hanya Jono yang ada di rumah, ibu dan bapaknya tidak ada di sana sekarang.

***

“Hai, bro!” Elisa teriak pada sekumpulan anak muda yang sedang duduk melingkar di taman.

“Hoi, Elisa, dari mana saja kau?” seorang yang paling pendek, berlogat dan keriting menyapa Elisa.

“Dengan siapa tuh?” anak yang lebih jangkung dan tampak songong menunjuk pada Agni.

“Hai semua, kenalkan Agni, sahabat gw!” Elisa memperkenalkan Agni pada teman-temannya.

Agni menyalami mereka satu per satu, tentu dengan senyum yang dibuat-buat. Di dalam hatinya dia masih bertanya-tanya siapa gerangan yang sedang disalaminya. Tidak hanya itu, dia juga semakin sadar jika dia benar-benar tidak kenal dengan baik dengan Elisa, yang dia sebut sahabat.

“Sahabat seperti apa ini?” sungut Agni di dalam hatinya, dia hampir menggeleng-gelengkan kepalanya, tapi apa yang akan mereka katakana padanya, dia tidak mau dipandang aneh oleh teman-teman Elisa.

“Jadi, sedang apa sekarang?” Elisa bertanya pada mereka saat Agni sudah selesai menyalami teman-teman barunya itu.

“Biasa, kita sedang melakukan improvisasi,” pemuda berlogat itu menjawab.

“Oh, bagus, kami datang pada waktu yang tepat artinya,” Elisa memberi kode agar teman-temannya membesarkan lingkaran agar dia dan Agni bisa bergabung dalam lingkaran mereka.

Mereka duduk kembali setelah lingkaran sudah cukup besar bagi Elisa dan Agni bergabung.

“Lanjut!” Elisa melihat ke arah teman-temannya. Dia tidak mau jika kedatangan mereka membuat kegaitan improvisasi mereka berhenti, justru dia ingin memperlihatkan pada Agni apa yang sering dilakukannya dengan anak-anak muda itu.

“Ok …” sedikit berteriak, pemuda berlogat itu menepuk tangannya agar menarik perhatian teman-temannya yang lain. “… kita lanjut ya, giliran Brian, silakan lanjtukan improvisasinya,” dilanjutnya kata-katanya, menyuruh pria yang jangkung tadi melanjutkan improvisasinya.

“Baik…” Brian melanjutkan. “Saat aku semakin memikirkan mengapa aku dilahrikan di dunia ini, semakin aku mengerti bahwa kita tidak hidup untuk diri kita sendiri, kita ada adalah untuk membantu orang lain, memberikan apa yang ada pada diri kita. Maka untuk itu, aku perlu menabah ilmu setiap harinya, memeperkaya diri, tidak hanya dengan harta, kalau punya harta banyak lebih baik, hehehe, agar mampu memberikan pada orang lain yang membutuhkan. Itulah hasil permenunganku, demi menjawab pertanyaan sesederhana, eh, bukan, sama sekali tidak sederhana, pertanyaan apa hakikatku sebagai manusia, mengapa aku dilahirkan di dunia ini?” Brian menyelesaikan improvisasinya.

Sesaat setelah Brian menyelesaikan improvisasinya, terdengar tepuk tangan yang riuh dari teman-temannya.

“Wah, akhirnya Brian akan tobat, hahaha!” seorang yang keriting terkekeh, dia seolah tidak percaya dengan apa yang didengarnya, mengingat kelakuan Brians selama ini. Juga dia terkenal dengan orang yang temperamental.

Yang lain mengikuti ketawa pria berambut keriting itu. Brian mengacungkan kepalan tangannya ke arah pria keriting itu.

“Baik, siapa lagi yang ingin menyampaikan improvisasinya?” pria berlogat itu kembali memimpin jalannya acara.

“Agni!” Elisa teriak, dia pura-pura tidak melihat Agni, pura-pura bego.

Agni menyikut pinggang Elisa, dia keberatan karena Elisa terlalu semena-mena padanya. Dia merasa terlalu lembek pada Elisa. Selalu begitu, tapi entah mengapa, tidak ada sakit hati, hanya kesal, sedikit kesal dan kekesalan itu harus selalu diekspresikannya pada Elisa agar dia tahu jika dia sedikit keberatan.

Elisa memang badung, dia tidak sedikitpun perduli dengan apa yang dikesalkan Agni. Dia merasa apa yang dibuatnya itu masih di batas wajar.

“Baik, Agni, silakan!” pria berlogat itu mempersilakan Agni menyampaikan improvisasinya.

“Mau bilang apa nih?” Agni masih bingung apa maksud dari semua acara itu.

“Nggak usah pura-pura bego deh, lu itu orang paling pintar di sekolah, anyway, jadi, silakan, time is yours!” Elisa menahan senyumannya.

Agni kembali menyikut pinggang Elisa, kali ini lebih kuat.

“AW, apaan sih?” Elisa teriak, dia tersenyum menahan tawanya. “Udah, langsung aja!” bisiknya pada Agni.

“Ngomong apa nih?” Agni kembali berbisik.

“Ngomong apa aja boleh, nggak usah belagak begok ya!” Elisa menyikut Agni, menyuruhnya agar cepat-cepat menyampaikan apa yang harus disampaikan.

“Ih, elu ini, ada-ada aja deh!” Agni protes, matanya melotot.

“Ayolah, lu bisa kok, yok bisa yok!” Elisa menyipitkan matanya pada Agni.

Agni mendengus, dia berpikir, apa yang hendak disampaikannya, dia memiliki banyak materi, tetapi tidak tahu harus mengeluarkan yang mana satu.

Tinggalkan jejak ya kaks, like, komen dan vote, bisa bgt juga ngasih kopi, biar melek dulu awak yang nulis ini. Danke ❤

Jangan lupa tekan favorite, agar dapat notif kalau novelnya sedang up! 🙏

1
KIA Qirana
Oke, Thor
nambah dukungan 👍👍👍
Dhina ♑
Semangat awal, ayo laju terus, Up, Up, Up
Rianty Aksan
Duh... Lama Banget Up nya...
Bang Otom: maaf bgt ya kak, lagi fokus di app lain, segera kalau udah lumayan g hetik lagi, aku ke sini lagi ya kak🙏🙏🙏
total 1 replies
Desy Nchie
q berharap agni tau ka kshan dy terus di bohongi victor walau dy pnh berkata akan mencintai victor apa adanya tp tidak sprt tu juga ka..
Muliahati Ziliwu
Kasian agni sampai kpn viktor bs menjaga dirinya dan rumah tangganya dari nafsunya
Muliahati Ziliwu
Moga boneka setan segera dibuang oleh mbok ratih heheeee
Rina Wardani
walaupun victor berhasil menghapus video itu diponsel agni,percuma elena masih bisa mengirimkan kembali,lagipula hasil pergulatannya ma elena vicktor menghasilkan janin dirahim elena,mau tidak mau suatu hari nanti victor hrs bertanggung jawab,mungkin dia akan menikahi elena secara diam2,dan jangan lupa siska masih nunggu dirumah bersiap utk memuaskan victor
jadi agni klu boleh saranin sih,bertemulah ma polisi tampan itu siapa tahu dia adalah sandaranmu kelak 😁🤭✌️
Desy Nchie
pokonya q berharap agni tau soal video itu dan kehamilan ellena trs agni pergi jauh deh bwa kedua ank kembr nya
Muliahati Ziliwu
Viktor rupanya da cinta dgn agni moga aja viktor benar2 bertobat
Rianty Aksan
Wow .. Licik Banget Kamu Victor
Desy Nchie
kshan agni selalu saja di bohongi victor
Muliahati Ziliwu
Hah elena baru sadar kalau viktor gila manusia yg ga bs diatur apalg fikendalikan rasakan elena ingin merusak hdp agni dan anak2nya kamu sendiri yg menderita
Muliahati Ziliwu
Mampus elena makan tuh blm tau siapa viktor moga aja elena lgsg keguguran karena dibanting sama viktor trus agni pergi ninggalin viktor dgn mw,bawa kedua anaknya
🌹Rose❤️❤️
banyak kali bintang2nya. Untung aku pintar, makanya tahu apa yang dibintangin itu. 🤣🤣🤣🤣
Bang Otom: wkwkwkwkw
total 1 replies
Yuli Amoorea Mega
agni kabur bawa anak"nya biar victor kapok
Desy Nchie
tp q berharap agni tau soal video itu ka agni pergi dr hotel dan bwa ank nya sblm victor pulang..
Desy Nchie
next ka up nya ko lama
.penasaran bngt
Tami
lanjuut bang
Bang Otom: siaaaap kaka
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
lanjut 😍
Bang Otom: siap kaka
total 1 replies
Muliahati Ziliwu
Semoga agni sadar dan tau perselingkuhan viktor dan elena ayo agni beri pelajaran pd viktor jgn jd wanita bodoh terus menerus buat viktor benar2 sadar dgn menghilang membawa anakmu jauh dr dirinya kejar kebahagiaanmu dgn pria yg tulus dan setia
Bang Otom: amiiiin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!