NovelToon NovelToon
Aku Bukan Perusak ( Membawa Benih Kakak Ipar )

Aku Bukan Perusak ( Membawa Benih Kakak Ipar )

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Single Mom / Penyelamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: R-kha

Mengandung benih calon kakak ipar membuat Rahma terusir dari rumah nya sendiri meski Rahma sudah menjelaskan kenapa semua itu terjadi tapi ibu dan kakaknya lebih percaya pada calon kakak iparnya.

Sebenarnya apa yang terjadi sampai Rahma harus mengandung benih calon kakak iparnya ?

Apa mungkin Rahma dan calon kakak iparnya memang saling mencintai sampai sampai Rahma tega merusak kebahagiaan kakaknya sendiri ataukah ada sebab lain sampai hal itu bisa terjadi ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Yang Berkesan

Rahma terus melangkah tak tentu arah karena hati dan pikirannya terus berkecamuk memikirkan apa yang harus iya alami saat ini dimana kini tak ada lagi tempatnya untuk bersandar dari setiap masalah yang sedang dia hadapi hingga tanpa Rahma sadari Rahma menaiki angkot dan turun di sebuah daerah yang tak Rahma kenal.

Brukkk

" maaf Tante Caca tidak sengaja " ucap gadis kecil yang bisa Rahma tebak usianya baru saja menginjak enam tahun.

" ngga papa sayang ? " ucap Rahma sambil membantu gadis kecil itu bangkit.

" caca ngga papa Tante " ucap gadis kecil itu lagi sambil melihat ke arah belakang seolah ada sesuatu tapi Rahma tau tau apa.

" kamu kenapa ?" tanya Rahma sambil ikut memperhatikan sesuatu di hadapannya tapi memang tak ada apapun yang menurutnya mencurigakan.

" Tante, bisa antar Caca pulang ?" tanya Caca penuh harap.

" pulang ?"

" pulang kemana ?" tanya Rahma bingung karena dirinya pun baru pertama kali ini bertemu dengan Caca.

" ke rumah Caca " ucap gadis kecil itu yang sejujurnya tak tau dimana rumahnya karena Caca dan ayahnya baru saja pindah ke lingkungan ini satu Minggu yang lalu.

" ca... Caca... Kamu dimana nak " ucap seorang laki laki yang terus berteriak mencari anaknya yang pergi tanpa sepengetahuannya.

" ayah " ucap Caca sambil berlari menghampiri ayahnya dan memeluknya begitu erat.

" apa anda ayahnya Caca ?" tanya Rahma yang hanya ingin memastikan jika Caca sudah berada di tangan yang tepat.

" ya saya ayahnya "

" saya dan Caca baru saja pindah di lingkungan ini satu Minggu yang lalu jadi caca belum hafal benar lingkungan sekitar sini " jelas laki laki itu lagi.

" oh iya pak, tolong lebih di jaga lagi anaknya karena kita tak pernah tau akan sekejam apa dunia menyambut kita " ucap Rahma.

" iya mba, kami pamit " ucap laki laki itu yang sudah menggenggam tangan putri kecilnya, Rahma hanya bisa menganggap membiarkan gadis kecil dan ayahnya pergi.

" Tante tinggal dimana ?" tanya Caca sebelum berbalik mengikuti ayahnya hingga membuat ayahnya kembali menghentikan langkahnya.

" tante sendiri tidak tau kemana Tante akan melangkah " ucap Rahma yang hanya mengikuti kemana kakinya melangkah.

" maaf, apa mba sedang dalam masalah ?"

" apa ada yang bisa saya bantu ?" tanya laki laki itu lagi yang entah kenapa merasa iba saat mendengar wanita muda di hadapannya tak memiliki arah dan tujuan.

" entahlah, saya akan mencari pekerjaan dimana saya bisa ikut tinggal di sana karena saya tak memiliki tempat untuk berteduh dan berlindung dari kejamnya dunia " ucap Rahma meski sebenarnya Rahma ragu untuk mengatakan hal itu tapi Rahma tak memiliki pilihan dan berharap laki laki di hadapannya itu laki-laki baik yang akan mau membantunya.

" ayah kita ajak Tante tinggal bersama kita saja" ucap Caca polos.

" sayang, rumah kita kecil dan lagi pekerjaan apa yang akan ayah berikan pada Tante itu ?" tanya laki laki itu lagi.

"saya bisa melakukan pekerjaan rumah tangga dan juga bisa membantu bapak menjaga Caca saat bapak sedang bekerja " ucap Rahma yang entah kenapa sangat yakin jika laki laki di hadapannya itu laki laki baik.

" tapi saya tak bisa menggaji mu dengan pantas karena saya baru saja merintis usaha Poto copy di lingkungan ini " jelas laki laki itu lagi.

" saya akan menerima berapa pun yang bapak berikan asal saya punya tempat tinggal dan tempat untuk pulang " ucap Rahma penuh harap.

Laki laki itu pun menatap Rahma dengan seksama seolah sedang menilai pribadi seperti apa wanita yang ada di hadapannya itu dan seperti yang Rahma pikirkan tentang dirinya laki laki itu pun yakin jika Rahma wanita baik baik yang hanya sedang mencari tempat untuk berlindung.

" baiklah, kamu bisa ikut dengan kami tapi ingat saya percaya padamu jadi jangan pernah mencoba mengkhianati kami atau pun berniat jahat pada kami terutama Caca karena saya tak akan pernah tinggal diam jika sampai terjadi sesuatu dengan Caca " ucap laki laki itu lagi.

" oh ya saya Kahfi " ucap Kahfi sambil mengulurkan tangannya ke arah Rahma.

" Rahma " ucap Rahma sambil menyambut uluran tangan Kahfi meski hanya secepat kilat.

" ayo Tante kita pulang " ajak Caca antusias meninggalkan ayahnya yang hanya bisa geleng geleng kepala melihat Caca yang begitu antusias dan juga bahagia meski bersama orang yang bahkan baru Caca kenal.

" aku harap kamu bisa menjaga kepercayaan ku dan tak akan mengkhianati Caca " ucap Kahfi yang tak ingin putrinya merasakan sakit hati karena sebuah pengkhianatan seperti yang iya alami dalam hidupnya.

" ayah, belok sini atau sini ?" tanya Caca sambil menunjuk ke dua arah yang berbeda sedangkan Rahma hanya bisa mengikuti kemana gadis kecil itu membawanya.

" belok kanan cat tembok warna abu " ucap Kahfi yang terus mengekor di belakang Rahma dan Caca putrinya dan benar saja tak jauh dari pertigaan tadi rumah yang Kahfi maksud pun sudah terlihat dimana rumah itu seperti umumnya rumah rumah di perumahan menengah yang bisa Rahma tebak kamar awal dari rumah ini hanya dua.

" silahkan masuk " ucap Kahfi sambil membuka lebar pintu rumahnya.

" assalamualaikum " ucap Rahma yang malah membuat Kahfi malu karena bukan dirinya yang mengucap salam sebagai pemilik rumah tapi malah Rahma yang tau adab masuk ke dalam rumah.

" waalaikumsalam " ucap Kahfi malu.

" di rumah ini hanya ada dua kamar, ini kamar Caca dan ini kamar saya " ucap Kahfi sambil menunjuk dua kamar yang cukup berjauhan karena terhalang ruang keluarga dan juga ruang makan yang di jadikan satu tempat.

" dan karena hanya ada dua kamar maka kamu akan tinggal di kamar Caca, apa tak masalah ?" tanya kahfi tapi Rahma hanya mengangguk tanpa mengatakan apapun atau berkomentar apapun atas apa yang Kahfi katakan.

" kamu tidak keberatan kan sayang ?" tanya kahfi pada putri kecilnya.

" yee Caca tidur sama Tante jadi Caca punya teman di kamar " ucap Caca sumringah.

" terima kasih pak karena sudah mau menerima saya untuk tinggal dan juga bekerja di rumah ini" ucap Rahma yang tak henti hentinya bersyukur bisa bertemu dengan Caca meski tanpa di sengaja.

" baiklah saya masuk ke dalam kamar dulu " ucap Kahfi yang langsung menuju kamarnya meninggalkan Rahma dan juga Caca yang juga langsung menariknya masuk ke dalam kamar yang akan mereka tempati sama sama.

" ca, dimana bunda mu ?"

" Tante harus meminta izin untuk tinggal di rumah ini " ucap Rahma tanpa curiga.

" kata ayah, bunda Caca sudah meninggal jadi Tante tak perlu meminta izin pada bunda karena bunda pasti bahagia karena tau jika Caca tak akan sendiri saat ayah pergi ke toko " ucap Caca jujur.

" meninggal, maaf Tante tidak tau " ucap Rahma jujur.

" tidak apa apa Tante, bagi Caca ayah sudah seperti ayah dan ibu untuk Caca jadi Caca tak merasa kehilangan sosok ibu karena ada ayah yang akan selalu menjaga dan melindungi Caca sampai kapan pun " ucap Caca yang malah membuat Rahma menitikkan air matanya.

" semoga akan selalu seperti itu ya sayang " ucap Rahma sambil menghapus air mata nya yang baru saja turun membasahi pipinya.

✍🏻✍🏻✍🏻 apa benar Kahfi adalah laki laki baik seperti yang Rahma duga ?

Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya

Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya

love you moreee 😘 😘 😘

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!