NovelToon NovelToon
Ternyata Bukan Aku

Ternyata Bukan Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Misya dan Reyden menikah selama dua tahun. pernikahan yang mereka jalani karena perjodohan, tak ada masalah dalam rumah tangga mereka yang monoton itu.

namun menjelang pernikahan ke dua mereka, ternyata Misya baru tahu kalau Reyden belum menerima dan bisa mencintai dia bukan karena belum siap. tapi karena hatinya masih ada pada wanita masa lalunya yang akhirnya kembali.

apakah Reyden akan kembali kepada wanita di masa lalunya atau mungkin dia mulai menyadari cintanya kepada Misya?

ikuti terus kelanjutan kisah cinta mereka ya kak...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misya 14

Matahari pagi menyapa perlahan dari balik tirai jendela kamar, memantulkan bias cahaya hangat ke atas lantai kayu. Di sisi tempat tidur, tempat itu sudah terasa dingin dan kosong. Reyden telah berangkat lebih pagi dari biasanya setelah mengecup kening Misya yang masih terlelap lelap dalam dekapan selimut hangat.

Pukul sembilan pagi, suasana di lantai bawah kediaman mereka terasa tenang. Misya baru saja selesai membereskan meja makan setelah sarapan seorang diri. Sembari menunggu Mbak Atin merapikan bagian dapur, ia memutuskan untuk duduk bersantai di sofa ruang keluarga sambil menyesap teh chamomile hangat.

Ponsel di atas meja bergetar pelan, memunculkan notifikasi dari aplikasi hijau. Misya merogoh ponselnya, berniat mengecek pesan dari suaminya atau sekadar melihat grup obrolan rumah tangga. Namun, jemarinya tak sengaja bergeser ke fitur Status WhatsApp.

Mata Misya menangkap sebuah unggahan baru dari kontak bernama Merlyn, salah satu sepupu Reyden yang selama ini dikenal paling ketus dan tidak menyukainya.

Misya mengetuk layar ponselnya untuk melihat unggahan tersebut.

Sebuah foto terpampang jelas di layar. Di dalam foto itu, terlihat seorang wanita berpenampilan amat elegan, mengenakan blazer modis dengan senyum penuh percaya diri. Wanita itu berdiri di samping Merlyn, Sherly, dan Natasha di sebuah kafe mewah.

Yang membuat jantung Misya seketika berdegup kencang dan napasnya tertahan bukanlah fotonya, melainkan caption yang tertera tepat di bawah gambar tersebut:

“Welcome back to Jakarta, gorgeous! Seneng banget akhirnya bisa kumpul lagi sama Creative Director hits sekaligus mantan terindah yang dulu sempat 'diambil' orang. Tapi tenang, takdir nggak pernah salah alamat kok... 😉🔥 @aureliaparlitahandoko”

Deg.

Nama itu... Aurelia Parlita Handoko.

Nama yang tidak pernah sekalipun diucapkan oleh Reyden, namun rasanya begitu familier di telinga Misya karena sempat samar-samar ia dengar dari perbincangan keluarga besar beberapa waktu lalu. Wanita dari masa lalu. Wanita berpendidikan tinggi, berkarier cemerlang di luar negeri, dan kini kembali berdiri di lingkaran yang sama dengan suaminya.

Pegangan tangan Misya pada cangkir tehnya perlahan mengendur. Layar ponselnya yang menyala terang bagaikan menampar kesadarannya secara telak. Pantas saja akhir-akhir ini suaminya tampak begitu kusut, lelah, dan menyimpan banyak pikiran sepulang dari kantor.

Misya menatap foto Aurelia lekat-lekat. Secangkir teh di hadapannya mendadak terasa hambar. Rasa hangat yang selama ini ia bangun dengan sabar melalui perhatian-perhatian kecil, bekal makan siang, dan pelukan malam tiba-tiba dihantam oleh rasa tidak aman yang teramat pekat.

"Apa Mas Rey sudah tahu kalau mantan kekasihnya kembali?" bisik Misya.

"Apa mungkin Mas Rey masih punya perasaan kepada Aurelia? Astaga kenapa aku malah jadi overthinking begini ya?"

Tangan Misya dengan lincah mencoba mencari sosial media Aurel. Dan setelah mencari akhirnya dia menemukan akun milik Aurelia.

Jemari Misya yang gemetar bergerak cepat mengetikkan nama @aureliaparlitahandoko di kolom pencarian aplikasi Instagram. Hanya butuh beberapa detik hingga sebuah akun bercentang biru dengan foto profil wanita berwajah tegas dan elegan itu muncul di paling atas.

Misya menelan ludah. Ibu jarinya ragu-ragu sejenak di atas layar, sebelum akhirnya menekan profil tersebut. Akun itu tidak dikunci.

Tampilan kisi-kisi foto memamerkan kehidupan mewah Aurelia selama tinggal di London, pemandangan galeri seni, acara fashion kelas atas, hingga foto-foto profesional dalam perannya sebagai Creative Director. Namun, alih-alih berfokus pada unggahan terbaru, mata Misya secara instingtif terdorong untuk mengusap layar terus ke bawah, menelusuri memori digital bertahun-tahun lalu.

Hingga jemarinya terhenti pada sebuah unggahan tertanggal lima tahun lalu.

Sebuah foto bernuansa monochrome. Di dalam foto itu, seorang pria berwajah kaku yang sangat dikenalnya tampak duduk bersanding dengan Aurelia di sebuah kafe terbuka. Pria itu, Reyden sedang menatap Aurelia dengan binar mata lembut yang begitu langka, sementara Aurelia tersenyum manja ke arah kamera sambil merangkul lengan Reyden.

Di bawahnya, tertera caption yang ditulis Aurelia:

“To the man who holds my heart while I chase my dreams. Thank you for being my anchor, R. I’ll come back to you.”

Misya mengusap layar lagi, menemukan dua foto lama lainnya yang juga belum dihapus. Foto saat Reyden memasangkan syal di leher Aurelia, dan foto swafoto mereka berdua di dalam mobil dengan jemari yang saling bertautan erat.

Seketika dada Misya terasa dihantam beban yang amat berat. Air mata bening yang sejak tadi ditahannya perlahan menetes, membasahi pipi halus yang biasa diusap lembut oleh Reyden setiap malam.

"Mantan terindah..." bisik Misya parau, membaca kembali caption di unggahan Merlyn yang terbayang di kepalanya.

"Wanita sejajar... yang punya banyak kenangan indah sama Mas Rey..."

Tiba-tiba, suara langkah kaki mendekat dari arah dapur membuyarkan keheningan. Mbak Atin, asisten rumah tangga yang sudah menganggap Misya seperti adiknya sendiri, melangkah masuk membawa nampan berisi potongan buah segar.

"Ibu Misya... ini Mbak Atin sudah potongkan buah naga kesukaan Ibu..."

Kalimat Mbak Atin terputus seketika saat melihat Misya terduduk lemas dengan pundak yang berguncang pelan dan wajah yang sudah dipenuhi air mata.

"Lho, Ya Allah! Ibu Misya kenapa?" seru Mbak Atin cemas, bergegas meletakkan nampan di meja dan langsung duduk di samping Misya.

"Ibu sakit? Ada bagian tubuh yang sakit, Bu? Mbak Atin kabarin Pak Rey ya..."

Misya cepat-cepat menyeka air matanya dengan punggung tangan, berusaha menyembunyikan layar ponselnya. Namun, Mbak Atin yang sigap sempat menangkap sekilas foto pria yang sangat mirip dengan majikannya di layar telepon.

"Mbak Atin... Jangan hubungi Mas Rey, aku nggak sakit kok!" panggil Misya dengan suara serak yang tertahan.

"Aku... aku boleh tanya sesuatu nggak?"

Mbak Atin mengusap-usap punggung Misya dengan penuh kehangatan.

"Boleh, Bu. Tanya apa saja. Kenapa Ibu menangis begini? Ada masalah sama Bapak?"

Misya menunduk, meremas ponsel di genggamannya. "Mbak Atin kan sudah kerja di rumah keluarga besar Mas Rey dari dulu... Mbak tahu soal wanita bernama Aurelia?"

Mbak Atin tersentak kecil. Muka wanita paruh baya itu berubah agak canggung.

"Mbak... Mbak Aurelia, Bu?"

"Iya," lirik Misya pilu.

"Dia... dulu pacarnya Mas Rey, kan? Mereka... dulu saling mencintai banget, ya?"

Mbak Atin menghela napas panjang, merutuki dalam hati dari mana majikannya yang polos ini bisa mendengar nama tersebut.

"Ibu... dengarkan Mbak Atin, ya," tutur Mbak Atin lembut seraya memegang kedua tangan Misya.

"Itu kan cerita lima tahun lalu, Bu. Cerita lama sebelum Bapak kenal sama Ibu. Kenapa Ibu mendadak mikirin Mbak Aurelia?"

"Tadi... di status Mbak Merlyn, ada foto wanita itu, Mbak," aku Misya jujur, suaranya gemetar menahan getir.

"Tulisannya bilang dia mantan terindah yang baru balik ke Jakarta. Terus aku cari media sosialnya... foto-foto Mas Rey sama dia dari lima tahun lalu masih dipajang, Mbak. Mas Rey natap dia... beda banget."

Mbak Atin menggelengkan kepala dengan raut wajah kesal membayangkan tingkah para sepupu majikannya.

"Aduuh, Ibu jangan mau dipanas-panasin sama Mbak Merlyn dan sepupu-sepupu Bapak yang lain! Mereka itu emang dari dulu sukanya bikin keruh suasana, Bu!"

"Tapi Mbak..." Misya menatap Mbak Atin dengan mata sembap yang dipenuhi keraguan mendalam.

"Pantas saja akhir-akhir ini Mas Rey pulang rumah mukanya kusut dan banyak diam. Pantas saja tiap kali aku tanya ada masalah apa, Mas Rey selalu menghindar... Apa mungkin... Mas Rey sudah bertemu sama Aurelia lagi di luar sana? Dan aku... aku cuma istri perjodohan yang nggak punya arti apa-apa dibanding masa lalu mereka?"

"Ibu Misya, jangan bicara begitu!" tegur Mbak Atin tegas namun penuh kasih sayang.

"Mbak Atin saksi matanya, Bu. Dua tahun ini Mbak Atin lihat sendiri gimana Bapak berubah sejak ada Ibu. Bapak yang dulu dingin kayak es batu, sekarang kalau di rumah selalu nyariin Ibu. Bapak bela-belain pulang cepat demi makan masakan Ibu! Masa Ibu mau meragukan ketulusan Bapak cuma gara-gara foto masa lalu orang lain?"

Misya terdiam. Kata-kata Mbak Atin ada benarnya, namun rasa minder yang menghantamnya sangat telak. Aurelia adalah sosok wanita karier mandiri yang sempurna—tipe wanita yang sangat sepadan berdampingan dengan CEO sukses seperti Reyden. Sedangkan dirinya? Hanya wanita biasa yang masuk ke dalam hidup Reyden melalui garis perjodohan.

"Aku cuma takut, Mbak..." bisik Misya lirih, membenamkan wajahnya di kedua telapak tangannya.

"Aku takut kalau kehangatan Mas Rey selama ini... cuma bentuk rasa kasihan atau rasa tanggung jawab aja, bukan karena cinta."

1
ryuka
xiihhh gila ni cewe.. dia yg ninggalin dia yg ga terima pas udah ga di pikirin
Oma Gavin
ulet bulu gatel aurela ngga kapok juga sudah di cuekin sudah di bentak ngga di anggap kok masih saja menggatal
ryuka
haduhhh ada ulet keket gabtau diri muncul
ryuka
untung bapak ibu mertua nya baik ya misya
Oma Gavin
ulet bulu gatel mulai menggatal
Heni Setiyaningsih
/Heart/
Heni Setiyaningsih
bersyukur Misya punya mertua yg selalu menyayangi dan melindungi
nining cahyaningrum
bagus
Lembang Azam
bagus Rey sebelum trlambat, untung kamu cpt menyadarinya dan bergerak cp, klw enggak kamu yg tak ulek JD bergedel🤣
Oma Gavin
akhirnya reydhan tegas juga itu semua orang kenapa berkomplot musuhi misya dan bela aurelia
ryuka
diiihh dasar cewe cewe gila.. 🔥🔥🔥🔥🔥
nely_48
ku pegang kata² mu ya rey,,,
nely_48
hmmmm tunggu hukuman mu merlyn,, sok anggun sok merasa tinggi setinggi langit kau aurelia, gataunya cewe arogan n egois, pantas az bunda nya Rey lbh memilih menjodohkan dgn misya
Sri Angga
jgn cm dg kata tp buktikan
Ambu Rinddiany Thea
sok buktikan ters rey sm s misya kalo cinta kamu hanya buat ambu seorang eh salah , buat misya seorang maksdnya 🤭
Susan Paulina: Di tunggu Up selanjutnya Thor, tambah seruu 👍
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
lanjuuut maak
Ambu Rinddiany Thea
kenapa sih ga apada terbuka aja 2 2 nya , s rey masih mendem soal s aurelia s misya masih mendem soal sepupu dajalna nu ngirim2 foto te bermerk , maenya ambu kudu turu gunung ie teh
falea sezi
lemah amay sya🤣🤣 kayak elu gk ada harga diri aja suami gt buang mending dpet cowok biasa tp di cintai wong suami mu aja dr awal. liat aurelia. ketara bgt dia g move on🤣
Susan Paulina: Lanjut lagi Thor hari ini, ceritanya seru banget
total 1 replies
nely_48
syukurlah reyden msh membela misya , berarti otak reyden msh waras
nely_48
idih km knp misya,, sampe segitu hancurnya km nangisin suami n mantan nya ketemuan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!