NovelToon NovelToon
Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Mafia / Pengantin Pengganti
Popularitas:25.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Sejak kecil, Kirana Lin dibuang ke desa karena terlahir bisu. Meski tak mampu berbicara, ia memiliki kecerdasan luar biasa dan segudang prestasi.

Dua puluh tahun kemudian, Kirana kembali ke keluarga Lin untuk menggantikan putri angkat mereka menikah dengan Kendra Wu, penguasa keluarga Wu yang lumpuh akibat kecelakaan.

Semua orang mengira Kirana akan menderita di tangan Kendra. Namun, gadis bisu itu justru berhasil membuat sang penguasa jatuh cinta dan membantunya merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.

Yuk simak kisahnya! Yang tidak suka langsung skip!👊👊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Dengan Keluarga Wu

Mansion tua keluarga Wu malam itu tampak lebih ramai dari biasanya. Bangunan megah yang telah berdiri selama puluhan tahun tersebut menjadi tempat berkumpulnya keluarga utama dan beberapa keluarga cabang yang masih memiliki hubungan darah dengan keluarga Wu.

Di ruang utama, Tuan Henry Wu telah duduk bersama putra keduanya, Harry Wu, dan istrinya, Ivy.

Tidak jauh dari mereka duduk keluarga cabang kedua yang dipimpin oleh adik Henry, Tuan Richard Wu, bersama istrinya, Nyonya Selena Wu, serta dua anak mereka, Erick Wu dan Elina Wu, yang usianya dua tahun lebih muda daripada Kendra.

Di sisi lain ruangan terdapat keluarga cabang ketiga yang dipimpin oleh adik Henry lainnya, Tuan Daniel Wu, bersama istrinya, Nyonya Clara Wu, serta kedua anak mereka, Kevin Wu dan Olivia Wu.

Berbeda dengan keluarga cabang kedua, keluarga Daniel terlihat lebih santai dan tidak terlalu menunjukkan persaingan.

Ivy sesekali melirik keluarga Richard dengan senyum tipis yang sulit diartikan. Harry bahkan tidak berusaha menyembunyikan seringainya ketika Erick sedang berbicara dengan ayahnya mengenai proyek perusahaan yang baru mereka dapatkan.

Richard yang duduk di sofa panjang akhirnya melirik jam tangannya. Ia menghela napas cukup keras sebelum berkata, “Kendra belum datang juga? Bukankah Ayah sudah meminta semua anggota keluarga berkumpul tepat waktu?”

Selena ikut mengangguk sambil memainkan cangkir tehnya. “Benar. Bagaimanapun juga, ini mansion tua keluarga. Seharusnya mereka tahu aturan dasar ketika dipanggil oleh tetua.”

Ivy segera memasang wajah seolah-olah sedang membela Kendra. “Ah, jangan begitu. Kendra mungkin masih kesulitan bergerak karena kondisi kakinya, jadi kita harus memakluminya.”

Kalimat itu terdengar seperti pembelaan, tetapi nada suaranya justru membuat suasana menjadi semakin menusuk.

Ivy bahkan menambahkan dengan senyum kecil, “Lagipula, dia baru menikah. Mungkin sedang sibuk mengurus istrinya yang seorang tunawicara.”

Harry menahan tawa mendengar ucapan ibunya. “Benar juga, Bu. Kita sebaiknya jangan terlalu menuntut Kak Kendra.”

Richard mengangkat alis. “Kami hanya mengatakan fakta. Kalau memang datang terlambat, ya terlambat.”

Kevin dari keluarga cabang ketiga langsung menyela dengan tenang, “Sudahlah, Paman Richard. Kakek sendiri belum mengatakan apa-apa, jadi tidak perlu mempermasalahkannya.”

Erick enoleh kepada Kevin dengan tatapan sinis. “Kau selalu membela Kendra.”

Kevin tersenyum santai. “Karena aku memang dekat dengannya sejak kecil. Apa salahnya, diaa itu kakak sepupuku?”

Olivia yang duduk di samping ibunya ikut tersenyum. “Lagipula, kita datang ke sini untuk bertemu keluarga, bukan untuk mencari kesalahan orang lain.”

Tak lama kemudian, suara roda kursi terdengar dari arah pintu utama. Percakapan di ruangan perlahan terhenti ketika Marco masuk lebih dahulu, mendorong kursi roda Kendra dengan tenang.

Di samping Kendra berjalan Kirana dengan gaun yang telah dipilihkan Cassia. Sementara Cassia berjalan di sisi lainnya dengan wajah cerah, seolah tidak peduli dengan tatapan penuh penilaian dari beberapa anggota keluarga.

Begitu memasuki ruangan, Kendra langsung menjadi pusat perhatian. Pria itu tidak terlihat terburu-buru ataupun merasa bersalah karena datang beberapa menit lebih lambat.

Marco mendorong kursi roda Kendra hingga berhenti beberapa meter di depan Tuan Tua Wu. Kendra kemudian mengangkat pandangannya kepada pria tua yang duduk di kursi utama.

“Ada apa Kakek memanggil kami?” tanyanya datar.

Tuan Tua Wu yang telah menunggu sejak tadi justru tersenyum. “Tentu saja karena Kakek ingin melihatmu dan cucu menantu Kakek.”

Tatapannya kemudian berpindah kepada Kirana. Pria tua itu mengamati Kirana beberapa saat sebelum bertanya, “Kau Kirana?”

Kirana mengangguk sopan. Ia kemudian sedikit menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan tanpa mengatakan sepatah kata pun.

Sebelum Tuan Tua Wu sempat berbicara lagi, Richard langsung bersuara dari tempat duduknya. “Ah, jadi ini istrimu? Aku dengar menantumu ini bisu, ya, kakak ipar?”

Ruangan mendadak hening.

Erick yang duduk di sebelah ayahnya terkekeh kecil. “Seperti tidak ada gadis lain saja sampai Kendra harus menikahi perempuan bisu.”

Elina menutup mulutnya, tetapi senyum mengejek masih terlihat jelas di wajahnya. “Padahal keluarga Wu punya banyak pilihan.”

Kendra perlahan mengangkat wajahnya. Tatapannya berubah dingin, tetapi sebelum ia mengatakan sesuatu, Tuan Tua Wu sudah lebih dahulu menghantamkan tongkatnya ke lantai.

“Cukup!”

Suara tua itu terdengar tegas dan membuat seluruh ruangan langsung diam. Tuan Tua Wu menatap Richard, Erick, dan Elina satu per satu dengan wajah tidak senang.

“Siapa yang mengajarkan kalian berbicara seperti itu kepada keluarga sendiri?” tanyanya tajam.

Richard langsung terdiam. “Ayah, kami hanya—”

“Aku tidak bertanya apa maksudmu,” potong Tuan Tua Wu. “Aku bertanya siapa yang mengajarkan kalian bahwa kekurangan seseorang boleh dijadikan bahan ejekan.”

Kirana tetap tenang. Ia hanya berdiri di samping Kendra tanpa menunjukkan ekspresi tersinggung.

Cassia yang sejak tadi diam justru tersenyum tipis. Ia tahu Kirana tidak membutuhkan pembelaan karena gadis itu bisa menjaga dirinya sendiri, tetapi ia tetap senang melihat Tuan Tua Wu menghentikan keluarga yang mulai bersikap kurang ajar.

Tuan Tua Wu kemudian memandang Kirana. “Jangan kau masukkan perkataan mereka ke dalam hati. Selama Kendra memilihmu sebagai istrinya, berarti kau adalah bagian dari keluarga Wu.”

Kirana mengangguk kecil.

Kendra melirik kakeknya sekilas. “Kalau hanya untuk mendengar orang menghina istriku, seharusnya Kakek tidak perlu memanggil kami.”

Tuan Tua Wu justru terkekeh. “Kau masih saja keras kepala. Aku memanggil kalian karena ada tradisi keluarga yang harus dilakukan.”

Ia kemudian mengangkat tangannya. “Kalian sudah menikah. Maka malam ini kita makan bersama sebagai satu keluarga.”

Beberapa menit kemudian, seluruh keluarga berpindah menuju ruang makan besar. Meja panjang dari kayu tua memenuhi ruangan, dengan Tuan Tua Wu duduk di ujung meja sebagai kepala keluarga.

Kendra duduk tidak jauh dari Kirana, sementara Marco berdiri di belakangnya. Cassia duduk di sisi lain Kirana, membuat gadis itu berada di antara dua orang yang paling tidak mungkin membiarkannya diperlakukan buruk.

Pelayan mulai menghidangkan berbagai makanan. Suasana yang sebelumnya tegang perlahan mencair, meskipun beberapa orang masih saling mengamati dengan penuh perhitungan.

Ivy tiba-tiba mengambil lauk dan memasukkannya ke piring Kendra. “Kendra, makanlah. Kaki kamu masih belum pulih sepenuhnya, jadi jangan sampai kurang makan.”

Kendra menatap lauk di piringnya. “Tidak perlu,” tolaknya dengan nada dingin.

Ivy tersenyum kaku. “Baiklah.”

Ia kemudian menghela napas panjang. “Sayang sekali kalau kondisi kaki membuatmu tertinggal dari sepupu-sepupumu. Untungnya, Harry sekarang sudah mulai banyak membantu keluarga.”

Harry langsung menegakkan tubuhnya. “Ibu, tidak perlu membicarakanku.”

Ivy tertawa kecil. “Kenapa tidak? Bukankah kau baru saja memenangkan proyek besar?”

Selena langsung menoleh. “Proyek yang mana?”

Harry tersenyum bangga. “Proyek pengembangan kawasan bisnis di bagian timur kota. Nilainya cukup besar dan perusahaan akhirnya mempercayakannya kepadaku.”

Hanry mengangguk puas. “Putraku memang sejak dulu tidak mengecewakan.”

Ivy melirik Kendra dengan senyum tipis. “Syukurlah masih ada anak yang bisa membuat orang tuanya bangga.”

Kendra tetap tenang dengan wajah dinginnya.

Sikap tenang itu justru membuat Ivy sedikit kesal karena sindirannya sama sekali tidak mengenai sasaran.

Richard kemudian tertawa kecil. “Kalau hanya Harry, tentu belum cukup. Erick juga baru saja menyelesaikan kerja sama dengan perusahaan luar negeri.”

Erick segera tersenyum. “Benar. Aku dipercaya memimpin negosiasi itu sendiri.”

Elina tidak mau kalah. “Aku juga baru mendapat proyek desain untuk salah satu hotel besar di kota. Nilainya memang tidak sebesar proyek Kak Erick, tetapi cukup bagus untuk proyek pertamaku.”

Selena tersenyum bangga. “Anak-anakku memang tidak suka diam.”

Ivy mengangguk sambil melirik Cassia. “Keluarga cabang kedua memang selalu punya prestasi yang bisa dibanggakan.”

Cassia hanya menyeruput tehnya. “Baguslah.”

Richard tampak semakin bersemangat. “Bagaimana dengan Kendra? Kudengar setelah kecelakaan, sebagian besar urusan perusahaan harus dibantu asistennya.”

Marco yang berdiri di belakang Kendra langsung mengangkat alis.

Kendra sendiri tetap santai. “Perusahaanku baik-baik saja.”

1
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
aq suka aku Suak gaya lor deh Kirana
sat set tnpa drama
keren pojok nya
wuih jous gandos
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
apa iya mama nya s diri yg membuatnya
aaahhh mboh lah mumet AQ sweeter
otornya lho bikin penasaran Mulu 🤣🤣🤣
MataPanda?_
semangat trus kak lanjut terus 💪😄😄
Patrish
waahh...sadis juga ya Kirana
Patrish
aku sudah menebak...jarum perak beraksi
Patrish
lhaaahhhh...dasar serigala busuk
Tiara Bella
aku suka cerita nya bangus bngt.....
Tiara Bella
wow thor 6 bab sehari ini aku pdmu pkknya..../Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Maria Lina
mksihhh bnyķk"thor ud up double"🙏🙏🙏😘😘
syh 03
seperti biasa selalu bagus novel authornya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Kak bantu Komen yang plagiat Guo Mei. Judul plagiat itu "Balas dendam sang Putri"
total 1 replies
Hary Nengsih
wah kirana 👍👍👍ternyata
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
wahhh, merindingnya nih pembalasan dari Kirana🤭, tapi tapi, kalian cocok banget, semoga nanti gak ada kata cerai di antara mereka /Determined/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
Nah kan, fix ini, si Meylan bukan ibu kandungnya kan? eh atau... Meylan ini ibu kandungnya, namun sepertinya dia tidak menyukai keberadaan Kirana karena ia merasa akan menjadi penghalang bagi Shania🤔
mama_im
iblis wanita mulai beraksi 😈😈😈🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Kendra dan Kirana cocok karna mereka sama" kuat dan tegas jngn lupa cerdas 😏☺️
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kok saya curiga kl yg ngasih racun itu Meylan ibu nya Kirana sendiri 😏😏
teh tubruk
nah kan bener ternyata sudah tidak bisa di pakai lagi,sudah impoten kau julian😂😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
si minyak goreng emang stres dia sendiri yg cari masalah tp malah nyalahin Kirana ampun dah 🤦😏😡
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
ahh bilang saja mau mangku kirana kan wekkk gitu aja repot Kendra
🤭🤭🤭🤭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
malukan kan kalian gara" si minyak goreng 😏😏 jd jngn trus nyalahin Kirana dan bilang pembawa sial karna faktanya si minyak goreng itu yg pembawa sial 😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!