NovelToon NovelToon
Ketika Wanita Licik Diselingkuhi

Ketika Wanita Licik Diselingkuhi

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Tak Berguna / Pelakor / Selingkuh / Cinta Terlarang / Kaya Raya / Playboy
Popularitas:18.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ocean Na Vinli

Norman Turner mengira Grace Wills, wanita yang mudah dibodohi, sayangnya ia tidak memahami istrinya dengan baik.

Grace Wills malah memilih langkah yang paling berbeda saat mengetahui suaminya mendua.

Apa yang dilakukan Grace Wills? Penasaran, kepoin yuk ceritanya ...

Untuk tahu info update, follow IG: @nana_vinli
Diusahakan update setiap hari, 1 sampai 3 bab.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berpura-pura

Dengan cepat Grace mengubah ekspresi wajah menjadi datar. Meskipun hatinya dongkol karena Norman duduk di sampingnya sekarang.

"Sayang." Sekali lagi Norman memanggil sambil melirik Emma yang sekarang duduk di sofa sebelah Grace.

Grace menghela napas sejenak tanpa menoleh kepada lawan bicara. Dia tampak benar-benar muak dengan pria itu. Meskipun begitu, dia tak boleh lepas kendali.

"Aku sengaja tidak memberitahumu, aku ingin memberimu kejutan."

'Tapi sayangnya aku yang diberitahu kejutan tadi siang.'

Grace hanya bisa melanjutkan perkataannya dalam hati. Terlebih, Norman mulai menyentuh pergelangan tangannya dengan lembut seperti yang dia lakukan dulu. Namun, entah mengapa sentuhan itu membuat Grace merasa jijik sekarang.

"Dan kau berhasil membuat aku terkejut, ayo sekarang kita pulang, sayang," kata Norman sambil tersenyum lebar.

"Tidak, aku mau menginap di sini, sudah lama aku tidak berkunjung ke rumahku ini," kata Grace, hampir saja nada ketus keluar dari mulutnya.

"Norman, bagaimana kalau kau menginap di sini juga, jadi kita bisa sarapan bersama-sama besok pagi? Kau tidak pernah sarapan dengan papa mertuamu, 'kan?"

Belum sempat Norman membalas, Emma langsung bicara.

Norman seketika menoleh ke arah Emma. Norman tampak dilema. Senyumannya mulai kecut sekarang. Hubungan Norman dan George tak kalah buruknya. Terakhir kali dia bertemu dengan George adalah enam tahun lalu. Sebuah kejadian yang tak mengenakkan membuat Norman tak nyaman berada di rumah ini.

"Ayolah, kapan lagi kita berkumpul bersama? Lagipula sekarang papa mertuamu sudah agak berubah kok," kata Emma sambil melirik Grace sekilas.

Sedari tadi, Grace memilih diam. Tampak sangat malas dengan kehadiran Norman. Terlebih, tangannya masih disentuh Norman. Grace melirik tangannya sejenak, lalu tanpa disadari Norman, dia menarik tangannya dengan sangat pelan.

"Um, baiklah, Ma. Aku akan menginap di sini."

Pada akhirnya, negosiasi Emma berhasil. Norman akhirnya mau menginap di rumah George.

Sekarang, pasangan suami istri yang pernikahannya dipenuhi kebohongan itu sudah tidur di kamar Grace. Kamar yang pernah ditempati Grace ketika ia masih muda kala itu.

Sejak tadi lampu kamar sudah dipadamkan. Menyisakan jejak cahaya rembulan yang masuk ke ruangan melalui jendela kamar. Grace sudah menutup mata, tidur dengan posisi membelakangi Norman. Sementara Norman tampak tak bisa tidur. Matanya sesekali membuka dan menutup.

Getaran ponsel di atas nakas membuat Norman mengalihkan pandangan ke samping.

Layar menampilkan pesan dari Mona. Norman meraih benda pipih itu lalu menggulir sejenak.

"Gawat! Angkat teleponku, ini penting, Norman!"

Setelah membaca isi pesan tersebut, Norman terbelalak. Wajahnya terlihat sangat panik. Sejak ancaman dari nomor tak dikenal tadi siang, perasaan Norman tidak nyaman. Dalam hitungan detik, ponselnya tiba-tiba berdering.

Norman buru-buru mengangkat panggilan sambil beranjak dari tempat tidur. Lelaki itu berjalan cepat menuju balkon sambil melirik ke arah Grace yang masih tertidur pulas.

Sesampainya di balkon, Norman langsung berkata, "Ada apa? Apa yang terjadi?" Kepalanya berputar ke belakang sejenak, melihat Grace melalui kaca jendela.

Tiba-tiba terdengar tawa manja dari ujung sana.

Dahi Norman berkerut sangat kuat. Kendati demikian, kepanikan di wajahnya tidak memudar.

"Kenapa kau tertawa, Mona? Ada apa? Kau baik-baik saja, 'kan?" tanya Norman bertubi-tubi seketika.

Mona cepat-cepat menghentikan tawanya. "Astaga, jangan dibawa serius, Sayang. Aku cuma mau menjahilimu, aku baik-baik saja kok. Sebenarnya aku rindu. Tak bisa kah kau kemari, menemaniku tidur, Sayang?"

Pelan dan manja Mona berkata-kata. Seakan-akan tengah berusaha menghipnotis Norman.

Mendengar hal itu, Norman menghela napas lega. "Astaga, lain kali kau jangan seperti ini," katanya tegas.

Tak ada jawaban.

Norman mulai kebingungan. "Mona, kau di sana, kan?"

"Iya, iya, aku di sini. Tapi aku rindu berat denganmu. Ayolah ke sini, besok-besok kau pasti tidak bisa tidur bersamaku lagi."

Nada Mona terdengar memelas.

Sekali lagi Norman melirik Grace. Istrinya masih tertidur pulas dengan posisi badan telentang sekarang.

Saat merasa situasinya sudah aman, Norman kembali mengalihkan pandangan ke depan, melihat pekarangan rumah George di bawah sana.

"Iya, aku juga merindukanmu. Tenanglah, bukankah kau tahu aku selalu bisa mencari cara agar kita bisa tidur bersama."

"Baiklah, aku tunggu ya. Aku mencintaimu."

Norman tersenyum puas karena bujukannya berhasil. "Iya, aku juga mencintaimu. Hari sudah malam, sekarang kau tidur."

"Iya, sampai jumpa besok, Sayang," kata Mona dengan riang.

Norman segera mengakhiri panggilan. "Iya, bye."

"Kau bicara dengan siapa?"

Suara di belakang membuat jantung Norman hampir saja keluar. Dengan cepat Norman membalikkan badan, melihat Grace berdiri di depan pintu sambil melipat tangan di dada.

"Um, itu Mona. Aku ingin memastikan bahwa tugasnya hari ini selesai, Sayang," kata Norman, berusaha bersikap tenang.

Grace tak menjawab, malah mendekati Norman. Langkah kaki yang pelan itu malah membuat Norman semakin tak karuan. Entah mengapa tatapan Grace terasa tak nyaman.

Grace menghentikan langkah tepat di hadapan Norman. Tak ada tanggapan lagi. Wanita itu memandangi wajah Norman dengan saksama.

Dengan jarak yang begitu dekat, Norman memberanikan diri untuk bertanya.

"Ada apa, Sayang?"

"Kau tidak berbohong denganku, 'kan?"

Norman tidak tahu bahwa sedari tadi Grace tidak tidur. Ia berpura-pura tidur. Wanita mana yang bisa satu ranjang bersama seorang pengkhianat? Tidak ada.

"Tentu saja tidak, sayangku," jawab Norman sambil tersenyum kecil. Meski jantungnya berdegup sangat kuat sekarang.

Grace tiba-tiba mengelap keringat Norman di dahi sambil berkata, "Lalu mengapa kau sampai berkeringat begini?"

Norman menelan ludahnya dengan susah payah. "Aku kepanasan, Sayang. Ayo kita masuk ke dalam."

"Tidak, aku tidak bisa tidur. Tadi aku memimpikan hal yang sangat menakutkan sekaligus menyenangkan."

"Mimpi apa, Sayang?" Demi menghilangkan rasa tegangnya, Norman meraih pinggang Grace.

Grace tak menepis sentuhan itu, malah mengalungkan kedua tangannya di leher Norman sambil mendongak.

"Aku bermimpi kau berselingkuh. Aku membunuhmu dan selingkuhanmu, lalu memotong-motong badan kalian dengan gergaji. Menakutkan sekaligus menyenangkan, bukan?" Grace berkata sambil menyunggingkan senyuman.

Tentu hal itu membuat tubuh Norman tampak gemetar.

"Astaga, itu cuma mimpi, Sayang. Aku tidak mungkin berselingkuh, percayalah, di hatiku cuma ada kau. Kaulah wanita yang aku cintai, bahkan aku rela membelah jantungku untuk membuktikan rasa cintaku ini."

Grace menaikkan alis mata kiri sedikit.

"Buktikan."

Norman mengerutkan dahi. "Maksudnya, Sayang?"

"Belah lah jantungmu sekarang, Sayang."

1
yula
💪💪💪💪💪thor
mery harwati
Perusahaan sebesar Siera Sunwork tidak punya nama tamu yang mengundangnya 🫣 Aneh klo relasi bisnis tidak mencantumkan nama perusahaan & nama orang yang akan menghadiri rapat kan? Disabotase, alasan klise itu
Bodyguard pun tak ada bwt Grace ☹️
mery harwati
Grace, aq kasih vote ya bwt kamu biar kamu semakin waspada dengan segala kelicikan keluarga Turner meski mereka taringnya sudah patah💪
Hati² sama Norman ya Grace
mery harwati
Gimana anak keturunan Edmund mau bener kelakuannya, klo biangnya aja udah berotak kotor 🤣
yula
💪💪💪💪💪thor lanjut
yula
💪💪💪💪💪thor
mery harwati
Tragis nasib Johan 😔
Mungkin Julian menjadi tau arti kesetiaan setelah kematian Johan anak tunggalnya
Bagaimana nasib Omar yang menembak Johan? Matikah atw dipenjara?
yula
💪💪💪💪💪thor
Nurhartiningsih
suka deh sama tokoh wanita yg ngga cengeng
Lovita BM
👏🏼👏🏼😲
Lovita BM
nah moment ini yg aq tunggu 😁
Lovita BM
WOWW plot twist nih 👍
mery harwati
Jacob, Hendry, Edmund masih tetep menyalahakan Grace & ingin Grace celaka🙈
Dew666
Siapa yg bantu Grace ? Kevin kah?
Oma Gavin
norman kah atau justru mona
mery harwati
Waahh tak tau klo Grace dalam perlindungan Julian Sinclair meski Grace sendiri tak menyadari perlindungan tersebut 🤭
Belum lagi pasukan bayangan Kevin Cloud & Mia dan jangan lupakan Carmen meski berkhianat pada Grace tapi Carmen berniat menebus kesalahannya dengan membantu Grace menghadapi Norman meski tak harus tampil di depan Grace
Susan Paulina
Di tunggu Up selanjutnya Thor 👍
Lovita BM
kenapa Grace terus disenggol, ntar² lah Thor, tunjukkan aslinya anak Mona bukan anak Norman, biar lebih hebat badai dan guncangannya 🤣👍
Adinda
bagaimana kalau mona simpanan kakeknya norman🤣
Oma Gavin
apa kamu pikir grace sebodoh itu norman sampai kamu anggap ngga tau perselingkuhan mu dgn mona untung sudah cerai sah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!