Ujian dalam rumah tangga Aini dan Andra dimulai saat Andra mendapat kenaikan jabatan di perusahaan tempatnya bekerja
Ekonomi yang membaik, membuat Andra mulai merasa bosan dengan istrinya yang menurutnya tidak bisa merawat diri, hingga membuatnya terjerat pesona rekan kerjanya sendiri
Aini begitu terluka, saat suaminya membawa seorang wanita yang tengah berbadan dua yang ia perkenalkan sebagai istri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4
"Mas kok wangi banget?" Aini bertanya saat ia kembali kekamar guna membantu sang suami untuk bersiap
"Ingin biasa aja kok, dek. Emangnya kamu mau punya suami yang bau?" Pria itu kembali menatap kearah cermin guna merapikan rambutnya
"Mas Andra seperti remaja yang mau ngedate aja" Aini merasa curiga karena suaminya tidak pernah melakukan ini sebelumnya
Sebagai seorang istri, Aini takut jika suaminya tergoda oleh wanita lain diluar sana
Bukan tidak percaya pada suami sendiri, tapi siapapun mungkin saja bisa digoda. Termasuk Andra
"Kamu berlebihan dek, mas cuma jaga penampilan aja. Masa seorang manager bau, malu dong" Andra tersenyum pada istrinya
"Kamu gak usah curiga gitu! Mas ini setia kok"
Aini tersenyum "Aku percaya kok sama mas"
Tak pernah Andra merasa sangat bersemangat untuk bekerja seperti hari ini. Bahkan sebelum keluar dari mobilnya, pria itu sempat memperbaiki penampilannya lagi agar terlihat semakin sempurna
Andra melangkah masuk, beberapa karyawan menyapanya dengan sopan
"Selamat pagi pak Andra" Andra tersenyum saat seorang wanita menyapa nya. Entah kenapa jantungnya malah berdetak kencang
Beberapa karyawan masuk kedalam lift termasuk Andra dan Sarah, keduanya berada dibelakang beberapa karyawan
Keduanya saling lirik, tanpa sengaja punggung tangan Andra menyentuh tangan Sarah yang lembut
Keduanya saling menatap lalu kembali menunduk. Astaga, Andra tidak pernah merasa seperti anak muda seperti ini
Begitu mereka tiba, semua karyawan keluar termasuk Andra dan Sarah. Tidak ada yang bicara namun tatapan keduanya mengisyaratkan ketertarikan itu
Seperti biasa, Sarah masuk keruangan Andra untuk membawa laporan. Andra sendiri suka jika melihat Sarah berada diruangan nya
"Sarah" Sapanya dengan ramah
Sarah tersenyum seperti biasanya. Langkahnya begitu menggoda dan Andra suka itu
"Kamu cantik sekali hari ini" Puji Andra membuat wanita cantik itu tersipu
"Bapak bisa saja, bapak juga ganteng. Oh iya, ini parfum baru yaa?"
"Iya, bagaimana aromanya?"
"Wangi banget, saya suka"
Setelah saling melempar pujian, Sarah keluar karena Andra telah selesai memeriksa laporannya
Jam pulang kantor yang membuat Andra terkejut karena tiba-tiba saja Aldo mengatakan mereka akan mengadakan pesta
"Aku gak bisa, aku harus pulang tepat waktu"
"Ck, ayolah pak manager. Kita udah siap kumpul loh" Ada sekitar empat orang, lima dengan Aldo, dua diantaranya adalah wanita
"Ya udah, aku kabarin Aini dulu"
Mereka membiarkan sang manager menghubungi istrinya
"Sarah" Aldo berteriak saat melihat wanita incarannya terlihat
Sarah yang dipanggil, mendekat lalu tersenyum "Kamu ikut kita yuk! Kita mau kumpul-kumpul, sekalian ngerayain naik jabatan nya pak manager"
Mendengar itu Sarah lansung saja mengangguk, jika ada Andra maka akan sangat menyenangkan
"Ya udah" Sarah lalu berkenalan pada empat orang lainnya karena ia sudah mengenal Aldo
Andra yang baru selesai menelepon terkejut saat melihat Sarah ikut bersama mereka
"Sarah, kamu ikut juga?" Tanya Andra
"Saya diajak sama mas Aldo, boleh kan pak?"
"Boleh dong, ayo kita berangkat sekarang saja" Andra melangkah dengan diikuti oleh oleh beberapa karyawan yang juga sahabatnya
"Kamu ikut aku aja Sarah!" Ajak Aldo yang mulai melancarkan aksinya
"Sarah sama aku aja!"
"Kok gitu sih Ndra?" Aldo protes, jelas saja karena dirinya sudah menargetkan Sarah
"Kamu gak liat kalau Sarah itu pake rok pendek? Bakal susah kalau naik motor, mending dia sama aku aja naik mobil"
Aldo melihat lagi penampilan wanita incarannya, Andra benar, akan sulit bagi Sarah untuk naik ke motornya
"Kalau gitu aku juga ikut mobil kamu ya Ndra, kapan lagi naik mobil manager" Aldo tersenyum sambil menaikturunkan alisnya
"Terus motormu gimana? Aku gak mau loh balik kekantor lagi buat nganterin kamu ambil motor"
"Udahlah Do" Seorang teman menyahut "Ngotot banget pengen naik mobil, entar kamu mabok loh"
Ucapan pria bernama Zidan membuat rekan yang lainnya tertawa membuat Aldo mendengus
"Sudahlah ayo! Biar cepet pulangnya! Kalian sih enak masih pada jomblo" Andra menengahi, tidak ingin membuat Aini khawatir karena dirinya pulang terlambat walaupun tadi sudah memberi kabar
"Iya, iya pak manager yang takut istri" Semua orang tertawa mendengar ucapan Aldo
Semuanya mulai meninggalkan gedung kantor, seperti yang sudah disepakati jika Sarah akan ikut mobil milik Andra
Didalam mobil keheningan sempat terjadi sebelum Sarah memulai percakapan
"Istri pak Andra gak marah kalau bapak jalan-jalan dulu seperti ini?" Tanya Sarah
"Kalau diluar kantor, kamu gak usah panggil saya bapak" Ujar Andra
"Emangnya boleh? Bukannya gak sopan yaa?"
"Ini kan bukan jam kerja, artinya saya bukan atasan kamu"
Setelah lima belas menit, mereka tiba disebuah rumah. Ini adalah rumah salah satu teman dan mereka akan melakukan pestanya disini, mengingat club belum akan buka di jam seperti ini
"Apa ini? Kalian mau mabuk?" Tanya Andra saat melihat beberapa botol minuman beralkohol tersusun diatas meja beserta pizza dan kacang kulit
"Ayolah pak manager, ini bakalan seru" Ujar Aldo mendorong atasannya itu agar masuk sementara Sarah sudah duduk manis bersama rekan wanita mereka
"Kalian kan tau aku gak suka mabok" Ingin menolak rasanya akan sulit, jadilah Andra ikut dalam pesta ini walaupun dirinya hanya menikmati minuman soda
Yang mengejutkan adalah Sarah, wanita itu bahkan ikut menikmati minuman beralkohol itu bersama para sahabat mereka yang lain
"Dasar, ngapain minum kalau pada gak kuat" Andra menggeleng karena para sahabatnya itu sudah dalam keadaan mabuk
Aldo bahkan sudah muntah dikamar mandi, sepertinya temannya itu tidak akan bisa pulang kerumah
Karena hanya dirinya yang masih sadar, Andra segera membawa wanita yang sudah tidak sadar itu pulang
Dengan sedikit kesulitan, Andra menuntun tubuh Sarah menuju mobilnya. Saat melangkah ia mendorong kaki Aldo yang menghalangi jalan dengan kakinya
"Pak Andra" Sarah yang sudah tidak sadar menyentuh pipi pria yang tengah menuntunnya
Sarah terus meracau, hal ini membuat Andra sedikit kesulitan. Namun begitu, Andra tetap berusaha membawa tubuh seksi itu menuju mobilnya
Sesampainya didalam mobil, Sarah tidak berhenti meracau. Bahkan saat mobil telah melaju, wanita itu membuka sabuk pengaman nya
"Apa yang kamu lakukan Sarah? Duduk dengan tenang!" Mobil menepi, Andra mematikan mesin lalu hendak mengembalikan Sarah ke tempatnya
nunggu aini kerja gajian anakmu dah mati, di tinggal ke kantor suami mu, kl gk di kasih susu ma Sarah seharian gimana. kok gk mikir to aini ini. saking miskin dah oon nya.