NovelToon NovelToon
Kaisar, Kesempatan Kedua Ini, Aku Mencintaimu

Kaisar, Kesempatan Kedua Ini, Aku Mencintaimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:148.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Mo Yuuran, seorang permaisuri yang dikenal bengis dan kejam, pernah melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya, menjatuhkan Kaisar Zi Xuan dari tahtanya demi cinta butanya kepada Bo Wen. Ia rela mengorbankan segalanya, bahkan mengkhianati pria yang mencintainya dengan sepenuh jiwa.

Tapi kenyataan yang terungkap di akhir hidupnya jauh lebih kejam dari apa pun yang pernah ia lakukan.

Bo Wen, pria yang ia cintai mati-matian, ternyata bersekongkol dengan keluarganya sendiri, kakak dan orang tuanya untuk membunuhnya. Selama ini, Mo Yuuran hanyalah alat. Sebuah pion yang dimanfaatkan untuk menyingkirkan Kaisar Zi Xuan, satu-satunya pria yang benar-benar mencintainya, bahkan terobsesi.

Saat napas terakhirnya terenggut dalam pengkhianatan, penyesalan memenuhi hatinya. Tapi, takdir memberinya kesempatan kedua.

Mo Yuuran terbangun kembali di masa lalu sebelum semuanya hancur. Dengan ingatan akan kematian tragisnya, ia bersumpah untuk mengubah segalanya. Termasuk menjadi ibu tiri yang baik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyelamatkan

Zi Cheng langsung berdiri, wajahnya berubah tegang. “Apa yang kau lakukan?!” bentaknya tajam pada Mo Yuuran.

Mo Yuuran sudah bergerak lebih dulu. “Tenang!” katanya cepat, suaranya tegas namun tidak panik.

Ia segera berdiri di belakang Zi Rui, lalu memposisikan kepalan tangannya di bagian tengah perut anak itu. Dengan sigap, ia menarik tubuh kecil itu ke belakang sambil memberikan hentakan terukur.

“Uhuk!” Zi Rui semakin tersedak, napasnya terputus-putus.

“Apa yang kau lakukan padanya?!” teriak Zi Xin panik.

Zi Cheng langsung maju dan mencoba menarik Mo Yuuran. “Lepaskan dia!” bentaknya.

Mo Yuuran tidak berhenti. “Dia tersedak! Jika aku berhenti, dia bisa kehabisan napas!” ujarnya cepat tanpa menoleh.

Ia kembali melakukan hentakan, satu kali, dua kali, hingga beberapa kali. Wajah Zi Rui mulai memerah, bahkan perlahan membiru karena kekurangan udara.

“Zi Rui!” seru kedua kakaknya bersamaan, panik semakin jelas di wajah mereka.

Mereka mencoba menarik Mo Yuuran dengan lebih kuat, hampir menjatuhkannya. Namun wanita itu tetap bertahan, lengannya kokoh menahan tubuh kecil di depannya.

“Lepaskan dia!” bentak Zi Cheng dan Zi Xin.

“Percaya padaku!” ucap Mo Yuuran, kali ini suaranya sedikit bergetar namun tetap tegas.

Xia Lu dan pelayan lainnya terlihat panik melihat kejadian itu tapi mereka tidak tahu ingin berbuat apa.

Hentakan berikutnya dilakukan dengan lebih kuat. Dalam satu detik yang terasa sangat lama.

“Uhuk!”

Sesuatu akhirnya keluar dari mulut Zi Rui.

Potongan makanan itu jatuh ke lantai, membuat Mo Yuuran langsung menghentikan gerakannya. Ia menarik napas panjang, wajahnya dipenuhi kelegaan.

Zi Rui terhuyung sedikit, lalu mulai bernapas dengan terengah-engah. Udara kembali masuk ke paru-parunya, wajahnya perlahan kembali normal.

“Zi Rui!” Zi Xin langsung memegang bahu adiknya.

Zi Cheng ikut berlutut di depannya, matanya meneliti dengan cemas. “Kau tidak apa-apa?”

Zi Rui mengangguk pelan, masih mencoba mengatur napasnya. “Aku … tidak apa-apa .…” katanya lirih. “Ini salahku, aku hanya … terlalu cepat makan .…” Ia menunduk sedikit, lalu berkata jujur, “Aku terlalu senang … makanannya enak”

Kedua kakaknya terdiam. Mereka lalu melirik ke arah lantai, melihat sisa makanan yang tadi menyumbat.

Zi Rui kemudian berbalik menatap Mo Yuuran. Matanya yang masih sedikit berkaca-kaca kini penuh rasa terima kasih.

“Terima kasih,” ucapnya pelan. “Anda sudah menyelamatkanku.”

Mo Yuuran tersenyum lembut, napasnya masih sedikit tidak stabil. “Tidak apa-apa,” jawabnya hangat. “Lain kali, makanlah pelan-pelan.”

Ia mengusap kepala Zi Rui dengan hati-hati, penuh perhatian.

Zi Cheng dan Zi Xin terdiam cukup lama. Rasa bersalah mulai muncul, namun gengsi mereka menahan kata-kata yang ingin keluar.

Akhirnya, Zi Cheng membuka suara dengan nada datar. “Terima kasih,” ucapnya singkat.

Zi Xin ikut menunduk sedikit. “Terima kasih.”

Mo Yuuran hanya tersenyum tipis. “Tidak apa-apa, ayo kita makan kembali lalu kalian beristirahat di kamar kalian masing-masing,” katanya pelan.

Setelah makan, ketiga anak kembar itu berjalan kembali menuju paviliun mereka yang terpencil. Tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara, langkah kecil mereka hanya diiringi angin dingin yang berhembus pelan.

Mereka masih memikirkan kejadian di ruang makan tadi. Tentang makanan hangat, sentuhan lembut, dan sesuatu yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

Tapin semua itu terasa jauh saat mereka tiba di depan paviliun yang tampak tua dan nyaris tak terurus. Dindingnya kusam, pintunya sedikit miring, dan suasananya begitu dingin.

“Ini kamar kalian! Masuk cepat!” ucap ketus kepala pelayan sambil menatap mereka sinis.

Ketiga anak itu tidak menjawab. Mereka hanya berdiri diam, menatap pintu kayu yang seolah tidak pernah benar-benar menjadi tempat tinggal.

Kepala pelayan itu mendengus pelan, lalu melanjutkan dengan nada merendahkan. “Jangan karena Permaisuri menyambut kalian dan menghidangkan makanan mewah, kalian jadi besar kepala dan ingin memiliki kehidupan mewah. Heh! Mimpi kalian.”

Ia melipat tangannya, sorot matanya tajam penuh hinaan. “Ingat, kalian hanya pangeran terbuang dan tidak diharapkan di sini bahkan jika kalian mati membusuk.”

Zi Rui menunduk sedikit, sementara Zi Xin mengepalkan tangannya pelan. Zi Cheng tetap berdiri tegak, meski rahangnya mengeras.

“Dan satu lagi,” lanjut kepala pelayan itu dengan nada mencemooh. “Permaisuri itu hanya berpura-pura baik pada kalian. Mengerti?”

Ia mendekat sedikit, seolah ingin memastikan kata-katanya menusuk. “Cih! Dasar anak-anak menjijikkan. Lahir dari wanita penggoda!”

Tanpa menunggu respons, ia berbalik dan pergi begitu saja.

Keheningan kembali menyelimuti tempat itu. Ketiga anak itu akhirnya masuk ke dalam paviliun.

Di dalam, suasananya lebih buruk dari yang mereka bayangkan. Udara dingin menusuk, kasur yang ada tampak lapuk, dan tidak ada tanda kehangatan sedikit pun.

Zi Rui berjalan pelan lalu duduk di atas kasur itu. Ia memegang ujung selimut tipis yang kasar, matanya terlihat ragu.

“Kak .…” panggilnya pelan.

Zi Cheng dan Zi Xin berhenti, lalu menoleh ke arahnya.

“Apa benar yang kepala pelayan itu katakan?” lanjut Zi Rui lirih. “Kalau Permaisuri hanya berpura-pura?”

Tidak ada jawaban langsung. Zi Xin mengalihkan pandangannya, sementara Zi Cheng tetap diam menatap lantai.

Zi Rui menggenggam selimut itu lebih erat. “Tapi tadi dia menolongku,” katanya pelan. “Kalau dia jahat kenapa dia melakukan itu?”

Zi Xin menghela napas pelan. “Orang seperti mereka bisa saja melakukan apa pun untuk tujuan mereka,” ucapnya datar, meski nadanya tidak sekeras sebelumnya.

Zi Cheng akhirnya angkat bicara. “Kita tidak boleh lengah,” katanya tegas. “Apa pun yang mereka lakukan kita tetap harus waspada.”

Zi Rui menunduk, namun tidak membantah. Ia hanya berbaring pelan di kasur itu, menatap langit-langit yang kusam.

Namun di dalam hatinya, sebuah pertanyaan kecil tetap tertinggal, tentang senyum hangat yang ia lihat tadi, dan tangan yang menyelamatkannya. Ia yakin, jika semua yang dilakukan Mo Yuuran itu tulus padanya.

1
SENJA
tua bangka masih aja menggila 😕
SENJA
panggil ibu dogol! udah berapa x diselametin juga 🤮😤
SENJA
matiin aja ibu suri laknat 🤮😤
SENJA
sukur🤣
SENJA
hilih mati lu pada 😕
n4th4n14e4
kerewn
Dede Dedeh
lanjutttt
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Ooohhh begitu toh
As Tini
kok rasanya slalu kurang sih thor😁 kurang bnyak up nya🤭😁🤣
mama_im
kaisar terlalu larut dalam masa lalu. yuk mulai awal baru, saling terima dan lupakan masa lalu.
mama_im
mantap 👍👍👍👍
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Sepertina sang kaisar emanh ngumpet di ruang kerjana
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bener apa yg dikatakan permaisuri Mo Yuuran kaisar Zi Xuan kl kamu hrs menyayangi ketiga pangeran karna mereka tdk bersalah 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
AA kaisar Zi Xuan gak th kejadian penyerangan pd ketiga pangeran ya kok gak nongol" 😏😏
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Mantaapp 🤣 kapok ga tuh si timun Suri 😏
ryuka
segitu cinta nya kaisar sma yuuran 😍😍😍😍😍
Dewi Anggraeni
Ditunggu Thor lanjutannya... Aku kasih hadiah kopi biar semangat nulisnya 💪👍
Ari Peny
mkch sdh up 👍👍👍
Paramitha Tikva
Kirain dibunuh sekalian
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
kepala kak, bukan kelapa🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!