Linggar Angkasa adalah seorang pria yang sudah memiliki istri, menjalin cinta terlarang dengan seorang wanita yang tidak lain adalah karyawannya sendiri, istrinya seorang model majalah yang sering berada di luar kota.
Tania... wanita berusia 25 tahun yang menjabat sebagai sekretaris perusahaan retail,, atas dasar cinta, dia rela menjadi simpanan dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja.
3 tahun menjalin asmara tanpa kepastian kemana arah hubungan akan berlabuh, tiada hari tanpa desahan, kepuasan dan... cinta bertepuk sebelah tangan.
Jalinan cinta terlarang keduanya membuahkan hasil... tanpa ikatan... tanpa tuntutan... yang ada hanya sebuah kesadaran dari kesalahan...
Apakah Tania dan Linggar akan tetap bertahan? ataukah Tania mundur dan memutuskan hidup tanpa perlindungan...
Selamat membaca ya guys... semoga terhibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4
FLASH BACK 3
Perlahan... Tania membuka mata, dan betapa terkejutnya saat melihat Linggar berada tepat di depannya dengan posisi membungkuk.
Tatapan mereka bertemu... tanpa bicara... Tanpa suara... Tetapi ada asa yang terpendam dan muncul begitu saja... Membentuk simbol simfoni... melalui celah kecil yang kemudian menjadi cerita prahara...
Perlahan... tatapan mereka bertemu... Saling memberi sinyal adanya rasa ketertarikan... Sedangkan sesungguhnya... hati Tania penuh dengan ketulusan cinta...
Dua telapak tangan memegang bahu... Seolah berkata... Aku... Tak mampu menolak rasa.
Satu... Dua... Tiga... Kancing dress mulai terbuka... Pedih akibat goresan tak lagi terasa... Berganti nada lembut saat indra perasa... menyapu kerikil berwarna pink... Di iringi gigitan ringan... yang menambah gelora hasrat yang lama terpendam.
Kewarasan menyerang jiwa... Hati berkata...
" ini salah... Ini tidak boleh... Dia bukan milikku..."
Tetapi... Kewarasan kembali tenggelam... Saat tiba tiba... Di bawah sana terasa tersengat aliran listrik yang menggetarkan jiwa...
Permainan ini menambah sensasi yang luar biasa... Rasa yang sama sekali belum pernah Tania rasakan seumur hidupnya...
Cinta yang selalu berusaha di abaikan, dinding yang di bangun kokoh... Tiang penyangga yang di gadang gadang mampu menghalau rasa... Semua runtuh.... Berganti cinta yang sesungguhnya benar benar nyata...
Lelehan air mata menjadi saksi tanpa suara... Saat raga terasa terbelah jadi dua...
Tes...
Sebercak darah kesucian mewarnai kain putih... Menjadi tanda betapa keperkasaan telah merobek lapisan selaput yang selalu terjaga...
" Sakit..." rintihan Tania mengentikan Linggar...
Linggar memberi kesempatan untuk Tania rileks dan menyesuaikan, setelahnya memberikan sensasi luar biasa yang tidak pernah di rasakan Tania.
" Rasanya berbeda saat pertama kali dengan Maya..." di sela sela rasa itu... Tentu Linggar tidak mau munafik, sebagai laki laki yang di katakan pertama menyentuh Maya, dia merasakan perbedaan yang signifikan.
" Bahkan Maya tidak merintih kesakitan... Apa lagi sampai bermuka pucat... Dia hanya berkata... Ini nikmat mas... Lanjutkan." batin Linggar yang masih membandingkan, tanpa peduli dengan pembaca yang merutukinya bahkan mungkin menyumpahinya...
Suara mereka berdua telah menjadi raja di peraduan atas tebing... Sakit dan pedih tak lagi terasa... Berganti suara di puncak kenikmatan... yang bisa saja merubah cerita keduanya
Peluh membasahi tubuh kedua insan yang merajut nikmat... Kokohnya karang... Hembusan angin... Dan pekatnya malam uluwatu... Menjadi saksi hilangnya kebanggaan sebuah... Kegadisan... Kesucian... Bahkan... Kehormatan.
Sejak saat itulah sebelah hati terikat... Tanpa penjelasan... tanpa tuntutan... Bahkan... Tanpa arah dan tujuan...
FLASH BACK OFF
...----------------...
" Keluarlah dari lingkaran yang menjebakmu, masa depanmu masih panjang." Kata Angga dan berjalan menjauhi Tania.
Tania tidak menjawab, dia menatap punggung pria yang selalu bersikap dingin itu. Pria yang selalu ada di samping Linggar dalam kondisi apapun, dan selalu siap saat di butuhkan.
Tania telah menjatuhkan pilihan untuk bertahan, meski sakit seringkali menghantui hidupnya.
Dia sadar bahwa dirinya... Hanya wanita simpanan... Tetapi cinta di hatinya begitu tulus... Tanpa tuntutan apapun...
Linggar adalah pria pertama yang mengambil kehormatannya... dia tidak tahu apakah kedepan masih ada laki laki yang mau menerimanya atau tidak.
Tetapi yang pasti... Hatinya terpaut dengan tulus... Mencintai seseorang yang dia paham bukan haknya.
" Tania... kita jalan yuk... Capekkan kerja terus, sesekali kek kita nikmatin hidup." ajak Friska, perempuan ceria yang menjadi sahabat Tania sejak bekerja di perusahaan Linggar, yang juga satu ruangan dengannya.
" Maaf... Ibuku sedang sakit... Jadi aku berencana pulang minggu ini..." jawab Tania sambil duduk di lobi perusahaan.
Kakinya sedikit pegal, karena hari ini dia memakai heels yang agak tinggi.
" Waaaah aku ikut ya, boleh kan... Boleh lah ya... Aku ingin tahu suasana desa" kata Friska dengan suara sedikit teriak.
Angin di lobi perusahaan lumayan kencang, fenomena Elnino menghantam Indonesia dengan intensitas yang cukup kuat.
" Em... Tapi... " Tania Ragu... Sebab rumah di kampung tidak seperti rumah teman temannya di kota. Malu?? Tidak!! Sama sekali tidak. justru sebaliknya... Dia takut membuat temannya... Tidak nyaman.
Ting...
Suara notifikasi dari mbanking membuyarkan lamunannya... lalu pesan singkat di aplikasi hijau masuk.
" barusan untuk transport kepulangan kamu, bawa temanmu berkunjung... aku beri kalian cuti 3 hari..." pesan dari Linggar yang membuatnya tersenyum.
" Tania. Gimana?? Boleh ya aku ikut..." rengek Friska.
" Boleh Fris... Tapi rumahku hanya rumah kecil yang terbuat dari bambu berdinding papan, aku takut kamu tidak nyaman." jujur Tania.
" Ya Ampun Tania... Segitunya kamu menilaiku?, aku tidak pernah menilai teman dari rumah dan harta..." jawab Friska dengan wajah sedih.
Tania tersenyum... Lalu menganggukkan kepala.
" Kamu boleh ikut, tapi benar ya... Jangan protes. Bawa jaket, karena mungkin saja kamu tidak terbiasa hawa dingin, di kampungku sedang musim dingin." kata Tania yang kemudian mengundang pelukan dari Friska.
" eh ajukan cuti dulu... Biar tidak di sembur pak Angga." lanjut Tania.
" He em!!!" ternyata yang namanya di sebut, berada tepat di belakang mereka.
" Eh pak Angga yang gantengnya meluluhkan tinta bolpoinku..., sudah lama pak di belakang kami??" sapa Friska dengan gaya senyum senyum, karena dia adalah penggemar Angga.
" Kalian bisa langsung cuti selama 3 hari" Angga berbicara langsung pada intinya dan kemudian berlalu pergi.
" Ha?? Yang benar... Yeeeee aseeek bisa berlama lama rumah kamu Nia.( Sapaan akrab friska pada Tania)." Friska berlompat lompat seperti anak kecil yang mendapatkan lolipop.
Dari jendela kaca di lantai 3 perusahaan... Linggar melihat perbincangan ketiga orang itu.... Senyum tipis tercetak di bibirnya, sangat tipis... Hingga tak seorangpun mampu melihatnya.
" Nikmati perjalananmu... Dan kembalilah kepelukanku saat rindumu pada ibu terobati... Ada kejutan untukmu... Sebagai hadiah selama 3 tahun ini sudah menemaniku... " ucap Linggar dalam hati.
"Sayang... Aku datang... Kenapa kamu menatap ke arah jendela terus?" kata Maya sambil memeluk Linggar dari belakang.
" Kenapa tiba tiba kamu pulang may??, bukankah kontrak iklan kamu masih 1 tahun lagi??" tanya Linggar.
" ooooh jadi kamu tidak menyukai kehadiranku ya...." tanya Maya dengan wajah sedih... Hingga membuat Linggar tidak tega terhadapnya.
"Bukan sayang... Tidak seperti itu... Aku hanya bertanya karena kamu datang mendadak." jawab Linggar dengan jujur.
Maya mengeratkan pelukannya pada Linggar, lalu mencium suaminya yang kemudian di sambut Linggar dengan senang hati.
Tanpa mereka sadari... Di bawah gedung ada sepasang mata melihat dengan hati sakit.
" Mereka berhak... Mereka sepasang suami istri yang memang seharusnya melakukan itu... Aku... Hanya wanita cadangan... Wanita simpanan..." batin Tania sambil mengusap air matanya.
Tania berjalan mengambil motornya, lalu bergegas pulang menuju apartemen, tempat yang selama ini dia gunakan untuk tinggal bersama Linggar.
" Aku sudah memperingatimu... Kamu terlalu tulus untuk laki laki yang bahkan masih sangat mencintai istri busuknya." gumam seseorang yang dari tadi memperhatikan Tania.
Tania sampai di apartemen pemberian Linggar 30 menit kemudian. Dia segera mempersiapkan diri untuk perjalanan pulang kampung bersama friska.
Setelah semua siap dan Friska sudah menunggunya di lobi apartemen, Tania segera turun, dia tidak ingin friska menunggu terlalu lama.
Mereka berdua menaiki taxi yang akan membawa mereka ke Bandara, pesawat take off 1 jam lagi, terlalu mepet... tetapi masih bisa di atasi, sebab jalanan lumayan sepi.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Selamat membaca ya guys... Lop lop buat kalian yang setia bersama dewi ars.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya.... Terimakasih...
krna km berulang kali mngatakn tak menginginkn ank dri rahim tania.... bhkn klo smpe tania hamil... km dgn enteng mgatakn untuk digugurkn...🙄🙄
eeee istri yg di bela"in.... taunya mndua😂😂😂😂
yg hncur km ato tania.....
tania saat ini sedih dan trluka.... tpi kelak saat anknya lahir.... dia punya pngobat luka....
sdangkn kamu linggar..... bhagia nggk ... tpi kecewa... trnyata perempuan yg km prioritaskn... km cintai ugal"an... nyatanya sm berhiantnya sprtimu di belakangmu....
ap lgi kelak saat tak sengaja km brtemu tania dgn anknya ..... ank yg nyata" tak prnah km inginkn trlahir dri rahim tania....