NovelToon NovelToon
Jadi Ibu Pengganti Demi Anak-anakku

Jadi Ibu Pengganti Demi Anak-anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Pengganti / Suami Tak Berguna / Selingkuh
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Quoari

Hanis memiliki empat orang anak Yang masih kecil, namun suaminya sedang menganggur. Demi anak anaknya bisa makan dan bersekolah maka Hanis rela menjadi ibu pengganti. Ia menyewakan rahimnya pada Sean, seorang pria kaya yang istrinya divonis mandul. Namun, keajaiban terjadi, saat Hanis sudah positif mengandung anak Sean, sang istri sah juga dinyatakan hamil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quoari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Solusi

Hanis merasa lega setengah mati mendapati dirinya datang bulan sekitar empat setelah malam dimana ia berhubungan dengan Rino. Hubungan mereka tidak kembali membuahkan hasil yang tidak diinginkan. Bukan karena mereka tidak saling cinta, tapi karena untuk menghidupi empat orang anak saja saat ini mereka kekurangan.

Sayangnya, kelegaan Hanis hanya berumur pendek. Baru saja ia melangkah kembali ke dalam rumah petaknya, realitas kemiskinan langsung menampar wajahnya dengan brutal.

Di ambang pintu yang terbuka separuh, Seno, anak sulungnya yang baru berusia lima tahun, berdiri mematung sambil menangis tersedu-sedu. Tangan mungilnya yang berpegangan pada kusen pintu.

“Bu… Seno mau sekolah,” rengek Seno.

Hanis berjongkok, menyamakan tinggi badan dengan putranya. “Seno, tunggu ayah punya kerjaan lagi ya. Tahun depan kami usahakan.”

“Ah ibu bilangnya gitu terus.”

“Bukan gitu, Seno… Tunggu ya, beneran ayah lagi usahakan…”

Belum selesai Hanis menenangkan ketiga anak laki-lakinya, pintu rumah didorong dengan kasar dari luar.

Brak!

Rino melangkah masuk dengan napas memburu bak banteng terluka. Wajah suaminya itu merah padam, urat-urat di leher dan pelipisnya menonjol keluar.

“Kita sudah ditagih pemilik kontrakan lagi, Han,” ucap Rino sambil menjatuhkan diri ke kasur mereka yang ambles.

Hanis melepaskan pelukannya dari Seno, menatap suaminya dengan jantung berdebar kencang. “Mas Rino ada uang berapa? Biasanya dia diam kalau dibayar sedikit saja.”

Rino menatap istrinya dengan pandangan putus asa. “Nggak ada sama sekali, Han. Kalau ada, sudah aku bayar, nggak perlu kamu suruh.”

Di titik inilah, Hanis menyadari bahwa tidak ada lagi harapan keajaiban dari langit yang akan turun begitu saja. Suaminya tidak bisa ia andalkan lagi. Jika ia tidak mengambil kendali sekarang, keluarganya akan hancur lebur sebelum matahari terbenam.

Keberanian yang entah berasal dari mana tiba-tiba mengalir deras di pembuluh darah Hanis. Sisa-sisa harga diri dan norma sosial yang selama ini menahannya, hancur berkeping-keping. Ia berdiri, mengambil segelas air putih, dan berjalan menghampiri suaminya. Ia duduk bersimpuh tepat di samping Rino.

“Mas, aku ada jalan keluar,” Hanis memulai, matanya mengunci pandangan Rino. “Aku tahu dari mana kita bisa mendapatkan uang. Bukan cuma untuk bayar kontrakan hari ini, tapi uang yang cukup buat beli rumah sendiri. Uang yang bisa buat Seno, Dino, dan Dior sekolah. Uang yang bisa buat Mas Rino buka usaha Mas sendiri.”

Rino menoleh. Dahinya berkerut. “Apa, Han? Kamu nemu peta harta karun?”

Buru-buru Hanis menggeleng. “Aku nggak sehalu itu, Mas.”

“Lalu? Kamu mau pinjol terus kabur?”

Haniyah menghela napas kasar. “Bukan, bukan. Dengerin dulu.”

Rino menurut, terdiam sejenak, memberi kesempatan bagi istrinya untuk berbicara. 

“Bulan lalu, aku bawa anak-anak keliling cari kerjaan. Waktu aku dapat uang banyak itu.”

Sang suami mengangguk, mengingat saat istrinya kembali dengan uang tunai yang jumlahnya cukup untuk beli beras dan menutup hutang warung. 

“Yang ngasih, namanya Pak Sean. Dia sudah menikah, Mas. Tapi istrinya, baru saja divonis mandul sebulan yang lalu. Mereka nggak bisa punya anak,” lanjut Hanis, suaranya melambat, memilih kata-kata dengan sangat hati-hati. “Keluarga Pak Sean mengancam. Kalau dia tidak bisa memberikan keturunan asli, semua harta warisan dan perusahaannya akan dicabut dan diserahkan ke sepupunya.”

“Lalu apa urusannya sama kita, Han?” sela Rino tidak sabar.

“Ya dia lihat anak-anak kita, katanya anak-anak kita ganteng, bersih, sehat..” Hanis menatap mata suaminya lekat-lekat, membiarkan keheningan menguasai mereka selama beberapa detik yang menyiksa.

“Dia mau adopsi anak kita?” tebak Rino. “Yang mana? Kasih aja, Han, kasian mereka…”

“Bukan, bukan,” sergah Hanis cepat. “Dia minta aku lahirkan anak buat dia.”

“Oh… Anak baru? Ya udah, Han.”

“Boleh?”

Rino mengangguk yakin. “Yuk kita buat anak pesanan Pak Sean.”

“Bukan begitu, Mas…” Hanis hampir berteriak saking frustasinya. “Dia minta aku lahirkan anaknya, bukan anakmu…”

...----------------...

1
falea sezi
sean ini bodoh mau ma jiny bekas gt🤣 mending bantuin haniscerai dr suami nya 🤣 trs elu ama hanis aja
falea sezi
egois ini sean🤣 dan lu masih mau ma istri yg bekas di obok2 mantan pcrnya menjijikkan
falea sezi
🤣goblok istri bekas aja mau
Quoari: Terlalu baik sih 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!