NovelToon NovelToon
Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Lari Saat Hamil
Popularitas:233.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Dia seorang pria tua, Elena. Tapi dia sangat kaya dan royal. Tugasmu hanya melayaninya satu malam dengan mata tertutup."

Setelah kabur dari rumah tanpa uang dan tanpa tujuan, Elena menerima tawaran yang seharusnya tidak pernah ia ambil. Satu malam dan bayaran yang cukup untuk menyelamatkan hidupnya.

Namun malam itu meninggalkan sesuatu yang tidak pernah Elena duga.

Elena Hamil.

Demi melindungi bayinya, Elena melarikan diri ke Indonesia.

Tujuh tahun kemudian, takdir membawanya bekerja di sebuah perkebunan teh yang ternyata adalah milik Leonard—miliarder misterius yang selalu bersembunyi di balik topeng dan penampilan seorang pria tua yang rapuh.

Sementara itu, Leonard masih terus mencari keberadaan Elena, satu-satunya wanita yang sentuhannya tidak memicu penyakit alergi langka yang selama ini membuatnya menjauhi semua orang.

Saat kebenaran mulai terkuak, mampukah Elena menjaga rahasianya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 31

Mobil mewah itu perlahan melewati gerbang besi raksasa berukir emas, membelah taman luas yang dihiasi air mancur bergaya Eropa klasik.

Begitu mobil berhenti tepat di depan pintu utama keluarga Xander, Noah langsung melompat turun.

Bocah enam tahun itu mendongak, menatap pilar-pilar marmer menjulang tinggi di depannya. Mulutnya terbuka lebar, nyaris menjatuhkan rahangnya ke tanah.

"Woh! Besar sekali!" seru Noah takjub. Matanya berbinar-binar memindai seluruh penjuru bangunan.

"Mama, lihat! Ini rumah atau istana kerajaan? Berbeda sekali dengan rumah kecil tante Bella yang atapnya bocor itu! Pantas saja selera makanku mahal, ternyata darahku memang darah sultan sungguhan!"

Mendengar celotehan antusias putranya yang kelewat bangga pada keluarga barunya, wajah Elena memerah menahan gengsi.

Ia buru-buru menarik kerah kemeja Noah dari belakang, membuat langkah bocah itu terhenti.

"Noah, jaga sikap! Tutup mulutmu dan jangan kampungan begitu!" bisik Elena gregetan sambil mencubit pelan pipi putranya.

Elena benar-benar kesal melihat tingkah Noah yang seolah belum pernah melihat harta karun. Padahal, jika mau jujur, rumah ini masih kalah luas dibandingkan kediaman utama ayahnya di Italia.

Sebagai putri dari keluarga kaya raya yang sedang kabur dan menyamar menjadi orang miskin, Elena tentu sudah kebal melihat kemewahan. Sayangnya, ia belum bisa membongkar identitas aslinya pada Noah.

"Tapi Ma, lihat gagang pintunya! Itu berlian emas atau cuma kaca? Wah, Kakek buyutku ini benar-benar mesin uang berjalan!" balas Noah berbisik, tak memedulikan omelan ibunya.

Belum sempat Elena menjitak kepala putranya, pintu utama terbuka lebar. Barisan pelayan berseragam rapi sudah berdiri

menunduk di sisi kanan dan kiri.

Di posisi paling depan, berdiri Joni, tangan kanan sekaligus kepala pelayan kepercayaan keluarga.

"Selamat datang, Tuan Besar, Nyonya Besar, dan—"

Suara lantang Joni mendadak tercekik di tenggorokan. Matanya membelalak lebar, seolah baru saja melihat hantu di siang bolong, saat tatapannya beralih pada wajah tampan Noah dan senyum manis Elena.

"Hai, Paman! Kita ketemu lagi!" sapa Noah riang, melambaikan tangan dengan senyum tipis yang jelas-jelas menyembunyikan tanduk iblis di kepalanya.

Wajah Joni seketika pucat pasi. Keringat dingin sebesar biji jagung langsung mengucur di pelipisnya.

Mampus aku! Uang pribadiku yang waktu itu dipalak sama bocah siluman ini saja belum kembali, dan sekarang dia datang ke sini?! Kenapa harus bawa ibunya segala?! Astaga aku belum mengunci brankas ku di kamar! Habislah sudah sisa gajiku bulan ini!" jerit Joni dalam hati, kakinya mendadak gemetar.

Xander yang baru saja melangkah masuk sama sekali tidak menyadari kepanikan asisten cucunya.

Pria paruh baya itu dengan bangga menepuk pundak Joni keras-keras.

"Joni! Lekas perintahkan pelayan untuk menyiapkan kamar terbaik, paling luas, dan paling banyak mainannya untuk cicit kesayanganku, Noah!" titah Xander menggelegar. "Oh iya, sekalian antar Elena ke kamar cucuku, Leon. Biar dia istirahat di sana."

Elena yang tadinya sibuk merapikan baju Noah, langsung menoleh cepat dengan dahi berkerut.

"Tunggu dulu, Kek. Kenapa aku harus diantar ke kamar Leon?" tanya Elena mengingatkan. Ia berkacak pinggang, menatap Xander dengan tatapan menuduh.

"Bukannya di mobil tadi kita sudah sepakat? Secara teknis, aku ini kan istri muda Kakek dari kejadian tujuh tahun lalu. Masa istri Kakek disuruh tidur di kamar cucumu? Kakek mau merusak skenario kita?!"

Mendengar protes polos namun mematikan dari Elena, Joni yang berdiri di dekat mereka nyaris pingsan karena syok.

Istri muda?!

Xander menepuk jidatnya sendiri dengan keras. Tawanya langsung meledak memecah kesunyian lobi .

"Benar juga! Kakek sampai lupa saking semangatnya!" Xander terkekeh geli. "Kita kan punya rencana lain untuk membuat si Leon brengsek itu jantungan! Hahaha, maaf, maaf, Kakek terlalu excited."

Naomi yang berdiri di sebelah suaminya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan Xander yang kadang tak kalah absurd dari cicitnya.

"Dasar pikun! Kebanyakan gaya sih kamu," cibir Naomi seraya memukul lengan Xander dengan tas mahalnya.

Wanita anggun itu lalu menoleh pada Elena dengan senyum penuh arti.

"Ya sudah, urusan kamar Leon biar nanti pelayan saja yang merombaknya sedikit," ucap Naomi lembut namun matanya memancarkan aura licik. Ia merangkul lengan Elena.

"Ayo Sayang, kamu ikut Nenek saja sekarang. Kamu harus berdandan sangat cantik, seksi, dan menggoda malam ini. Kita harus memberikan kejutan sambutan yang tak akan pernah dilupakan oleh cucuku itu seumur hidupnya!"

Mata Elena seketika berbinar mendengar kata berdandan cantik. Segala kekesalannya pada Noah langsung menguap.

"Siap, Nyonya Besar! Mari kita buat cucu anda shock!" seru Elena bersemangat.

Ia pun dengan senang hati mengekor langkah Naomi menuju lantai atas, membiarkan Noah yang kini tengah menatap Joni dengan senyum penuh arti.

"Nah, Paman," panggil Noah setelah para wanita pergi. "Sekarang, mari kita bicarakan fasilitas apa saja yang bisa Paman berikan untukku siang ini."

Joni hanya bisa pasrah menatap lantai, meratapi nasibnya yang sebentar lagi akan diperah habis-habisan oleh versi mini dari bos besarnya.

*

*

Pintu lemari raksasa di kamar Naomi terbuka lebar, menampilkan deretan gaun malam mewah dari berbagai brand ternama yang berkilau tertimpa cahaya lampu.

Mata Elena membelalak sempurna, takjub melihat koleksi yang lebih mirip butik desainer kelas dunia daripada lemari pakaian pribadi.

"Banyak sekali, Nek! Apa ini semua benar-benar untukku?" tanya Elena tak percaya. Jari telunjuknya mengelus salah satu gaun sutra bertahtakan payet dengan sangat hati-hati.

Naomi tertawa renyah, melangkah mendekat dengan gaya anggunnya yang tak lekang oleh waktu.

"Tentu saja, Sayang! Pilih sesukamu. Beberapa di antaranya bahkan gaun custom milikku saat masih muda dan langsing dulu. Ada juga yang baru dipakai sekali oleh ibunya Leon saat dia berlibur kemari. Jadi, hitung-hitung anggap saja ini warisan calon mertuamu," kedip Naomi genit.

Mendapat lampu hijau, Elena mulai memilah penuh semangat. Demi mencari posisi aman, tangannya berhenti pada sebuah gaun navy berlengan panjang dengan kerah tinggi yang menutupi leher.

"Kalau begitu, aku pakai yang ini saja ya, Nek? Sopan, anggun, dan tertutup. Cocok kan untuk menyapa Leon nanti?" ucap Elena polos.

Melihat pilihan Elena, mata Naomi langsung melotot horor seakan Elena baru saja memilih karung goni.

Nenek gaul itu dengan cepat merampas gaun tersebut dan melemparnya sembarangan ke atas sofa.

"Ya ampun, Elena! Kamu ini mau menggoda Leon atau mau ikut audisi paduan suara ibu-ibu?!" omel Naomi gemas sambil berkacak pinggang. "Nih! Pakai yang ini!"

Naomi tiba-tiba menarik keluar sebuah gaun merah marun berbahan silk tipis dengan belahan dada rendah dan belahan paha ekstrem yang mengekspos sangat banyak kulit.

Elena menelan ludah dengan susah payah. Keringat dingin mulai merembes di tengkuknya.

"Nenek, yang benar saja? Ini kan bajunya kurang bahan! Masa aku harus pakai gaun yang lebih cocok dipakai saat malam pertama begini?"

"Justru itu tujuan utamanya, Sayangku!" Naomi menepuk pundak Elena penuh semangat, matanya berkilat jahil memikirkan rencananya.

"Kita buat cucu brengsek ku itu panas dingin sampai mimisan malam ini! Ayo, cepat masuk fitting room sebelum Nenek sendiri yang melucuti bajumu!" ancam Naomi membuat Elena langsung menurut.

1
Ida Lailamajenun
bukan nya Ele pernah bilang klu sodara tiri nya itu tukang rampas sampai pacar Ele ikut dirampas nya ini kok malah akrab yak
ceuceu
murahan banget elena,harusnya nikah dulu,jadikan pelajaran sebelumnya cukup sekali hamil di luar nikah
Senja: diluar negeri mungkin udah biasa kak🙏 maaf kalau gak sesuai ekspetasi🙏🙏
total 1 replies
ceuceu
kocag noah maen panggil papah aj/Facepalm/
Sweet Heart
Kapan Elena Dan Noah Ketemu Dengan Papa Kandungx Elena Thor. Jangan Sampe Papanya Elena Dah Mati Yahhh Dan Seluruh Hartax Elena Diambil Ibu Tirinya Elena
Lisa Halik
🤣🤣leon bersedialah kamu
Nice1808
sabar leon ntar klo dah lahir aman kok🤣🤣🤣
Nice1808
hhaahha sabar leon , menghadapi ibu hamil ada aja tingkah nya😂
Nice1808
belum dpt kejutan dah tau duluan papa singa ini🤣
ceuceu
Noah pede banget langsung nyapa/Facepalm//Facepalm/
ampun dh kocak parah/Facepalm/
Sri Rahayu
sabar Leon....istri mu lg hamil muda...lanjut Thorr😘😘😘
ceuceu
ternyata noah gen elena matre/Facepalm//Facepalm/
ceuceu
sumpah ngakak bab ini dari awal/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
noah dagang cu-pang/Facepalm//Facepalm/
Sri Rahayu
bikin ngekek aja hahaha
ceuceu
ampun bocah maen ngomongin investasi/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Sri Rahayu
hahaha....kalian berdua ni kdng lucu kdng bikit greget aja 😍😍😍
Dew666
Makasih thor dah update banyak banyak
Senja: sama2 kak dew, lg mood🤭
total 1 replies
awesome moment
krn cinta luber leon maka elena jd bumil aneh😄😄😄
Senja: Bisa gitu ya kak wkwk
total 1 replies
awesome moment
😄😄😄
Lisa Halik
sabar yaa leon
Lisa Halik
🤣🤣leon
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!