NovelToon NovelToon
Sebelum Mereka Menemukanku

Sebelum Mereka Menemukanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / CEO
Popularitas:457
Nilai: 5
Nama Author: sansan ryn

Ariana merasakan bahwa dirinya tengah dalam bahaya,keluarga nya yang dibantai namun sang ayah tidak ditemukan,lalu ariana bertemu dengan 3 pria tampan Siapakah mereka? baca kisahnya ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sansan ryn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Sesuai Ekspetasi

Setelah kejadian semalam rupanya alveric menjaga dikamar ariana sampai pagi tiba untuk memastikan bahwa tidak ada lagi teror berlanjut.

Cahaya matahari pagi menyelinap melalui celah tirai,menyinari kamar luas yang masih diselimuti keheningan. Udara terasa begitu tenang, hanya diiringi suara angin yang berembus lembut dari jendela yang sedikit terbuka.

Ariana baru saja hendak membangunkan Alveric ketika langkahnya mendadak terhenti di sisi ranjang.

Laki-laki itu masih tertidur pulas.

Rambut berwarna silver gelapnya tampak sedikit berantakan, beberapa helainya jatuh di atas dahi, membuat penampilannya terlihat jauh lebih santai daripada biasanya. Wajahnya yang tegas tampak begitu tenang dalam tidurnya. Hidung mancung, garis rahang yang sempurna, serta bulu mata panjang yang menaungi matanya membuat Ariana tanpa sadar terpaku di tempat.

Astaga ....

Ariana menelan ludah.

Bagaimana mungkin seseorang bisa setampan ini bahkan ketika sedang tidur?

Selama ini, ia memang tahu bahwa Alveric adalah laki-laki yang memiliki wajah rupawan. Bahkan, ketampanannya sering kali membuat orang-orang di sekitarnya kesulitan mengalihkan pandangan.

Namun, melihatnya dari jarak sedekat ini memberikan sensasi yang berbeda.

Seorang pria tampan dengan rambut silver gelap yang sedikit berantakan, berbaring tenang seolah dunia tidak memiliki masalah apa pun.

Ariana perlahan mendekat.

Hanya ingin melihat sebentar, pikirnya.

Sebentar saja.

Ia membungkukkan tubuhnya sedikit, memperhatikan wajah Alveric dengan penuh rasa ingin tahu. Tatapannya berpindah dari rambut silver gelap pria itu, turun ke alisnya yang tegas, lalu berhenti pada bibirnya.

Ariana mengerjapkan mata.

Ini tidak masuk akal. Bahkan patung di istana pun tidak setampan dirinya.

Tanpa sadar, sudut bibirnya terangkat.

"Benar-benar keterlaluan," gumamnya lirih.

Ia menggelengkan kepala, tetapi matanya masih saja enggan beranjak.

"Kalau wajahmu seperti ini setiap hari, bagaimana orang-orang bisa berkonsentrasi saat berbicara denganmu?"

Ariana menghela napas panjang.

"Untung saja kau sedang tidur. Kalau tidak, mungkin aku sudah kehilangan akal sehatku."

Ia tertawa kecil, merasa aman karena laki-laki yang sedang dibicarakannya itu sama sekali tidak mendengar ucapannya.

Setidaknya, itulah yang ia kira.

Ariana mengangkat tangannya, berniat menyingkirkan sehelai rambut silver gelap yang jatuh tepat di atas mata Alveric.

Namun, sebelum jemarinya sempat menyentuh rambut itu

"Ternyata wajahku semenarik itu sampai membuatmu tidak bisa berhenti menatapku?"

Suara berat yang terdengar serak karena baru bangun tidur mendadak memecah keheningan.

Ariana membeku.

Tangannya menggantung di udara.

Perlahan, sangat perlahan, ia menurunkan pandangannya.

Sepasang mata berwarna kelabu milik Alveric ternyata sudah terbuka. Laki-laki itu menatapnya dengan tenang, sementara salah satu sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang menyebalkan.

Ariana merasa seolah-olah seluruh darah di tubuhnya mendadak naik ke wajah.

"A-Apa?!"

Alveric mengangkat sebelah alis.

"Kenapa terkejut? Bukankah kau sendiri yang sedang mengagumi wajahku?"

"Aku tidak sedang mengagumimu!"

Jawaban itu meluncur terlalu cepat, bahkan sebelum Ariana sempat memikirkan alasan yang masuk akal.

Alveric terdiam sejenak.

Kemudian, senyum di wajahnya semakin lebar.

"Oh?"

Ia menopang kepalanya dengan satu tangan, memperbaiki posisinya agar bisa menatap Ariana dengan lebih leluasa. Rambut silver gelapnya semakin berantakan, tetapi entah bagaimana hal itu justru membuatnya terlihat lebih menarik.

Ariana nyaris mengumpat dalam hati.

Kenapa dia malah terlihat semakin tampan setelah bangun tidur?!

"Kalau begitu," ujar Alveric santai, "bolehkah aku tahu apa yang sedang kau lakukan dengan wajah sedekat itu denganku?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!