NovelToon NovelToon
Indahnya Jatuh Cinta

Indahnya Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:23.6k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Bagi Ayara, hidup hanya tentang bekerja tanpa pernah mengenal cinta. Namun, saat ia mendaki gunung bersama teman-temannya semuanya berubah. Sebuah pertemuan tak terduga dengan seorang pria di jalur pendakian menjadi awal baru baginya untuk mengenal rasa jatuh cinta.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada Ayara? Siapa pria yang ditemui Ayara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sampai Ketemu Besok!

Bunyi deru mesin jahit pabrik beradu riuh dengan suara hentakan sepatu bot keselamatan yang memadati area produksi pagi ini. Di balik jajaran meja panjang, Ayara berdiri tegap dengan jemari yang tangkas merapikan lipatan bahan kulit sepatu, bau menyengat lem sintetis dan aroma karet hangat sudah menjadi udara sehari-hari bagi Ayara selama enam tahun.

​Di usianya yang ke-27 tahun, Ayara bukanlah wanita yang memanjakan diri dengan angan-angan kosong. Garis wajahnya manis, dipadu mata binar yang selalu memancarkan ketenangan meski keletihan membayang tipis di bawah kelopak matanya. Bagi Ayara, deru mesin pabrik ini adalah irama kehidupan yang harus ia syukuri, dan setiap pasang sepatu yang ia rapikan adalah harapan untuk masa depannya dan keluarganya.

​Tepat pukul lima sore, bel tanda usai kerja bergema. Ayara mengusap peluh di dahinya dengan lengan baju kerja yang sedikit kusam, ia mengemas tas kainnya, lalu bergabung dalam lautan buruh yang berhamburan keluar gerbang.

​Perjalanan pulang menempuh waktu setengah jam dengan sepeda motor tua peninggalan almarhum Ayahnya. Begitu sampai di sebuah gang sempit, Ayara memarkirkan motornya di halaman rumah kecil berukuran lima kali enam meter. Dinding rumah itu separuh tembok bata yang belum diplester rapi dan separuh lagi papan kayu, rumah itu jauh dari kata mewah, namun bersih dan terawat.

​"Udah pulang, Nduk?" suara lembut menyapa dari samping rumah.

​Seorang wanita paruh baya dengan daster kusam dan jemari yang keriput kebiruan akibat terlalu lama terendam air sabun berjalan menghampiri Ayara, itu adalah Ibu Yati. Di usianya yang makin senja, Ibu Yati masih memilih mengambil cucian dari tetangga-tetangga komplek perumahan sebelah demi membantu menopang ekonomi keluarga.

​Ayara segera meraih tangan ibunya yang basah dan menyalaminya dengan takzim, lalu mencium telapak tangan itu penuh rasa hormat.

​"Ibu baru selesai nyuci?" tanya Ayara lembut seraya mengambil alih ember kosong dari tangan sang ibu.

​"Iya, tinggal jemur sprei milik Bu Rina. Kamu pasti capek, Nak. Masuklah, ada sayur bening dan tempe goreng di meja," jawab Ibu seraya mengusap lembut pipi putri sulungnya.

​"Ayara nggak capek, Bu. Biar Ayara bantu jemur sisanya, ya," sahut Ayara tersenyum manis.

Tidak ada nada keluhan dalam suaranya, Ayara tahu betul betapa keras perjuangan ibunya membesarkan ia dan adiknya sendirian sejak Ayahnya meninggal dunia sepuluh tahun lalu.

​Tak lama kemudian, deru suara knalpot motor yang agak bising terdengar berhenti di depan gang. Arlan, adik laki-laki Ayara yang berusia 20 tahun, melangkah masuk ke halaman. Wajah Arlan belepotan oli hitam dan kaos oblongnya ternoda gemuk rantai, Arlan bekerja sebagai montir di sebuah bengkel kecil di ujung jalan raya.

​"Mbak Ayara udah pulang?" panggil Arlan sambil menyeka keringat di dahinya dengan punggung tangan.

​"Baru aja, Lan. Cuci tangan dan kakimu sana, oli semua begitu," tegur Ayara dengan nada bercanda.

​Arlan terkekeh, memperlihatkan deretan giginya. "Namanya juga anak bengkel, Mbak. Hari ini rame banget, alhamdulillah Arlan dapet uang tips dari pelanggan."

​Arlan merogoh saku celananya dan mengeluarkan beberapa lembar uang puluh ribuan yang lusuh, lalu menyerahkannya kepada sang ibu. "Ini buat tambahan beli beras, Bu."

​Ibu Yati menerima uang itu dengan mata berbelit haru, "Terima kasih ya, Arlan, Ayara. Kalian anak-anak yang berbakti, Ibu bersyukur sekali punya kalian."

"Harusnya Ayara sama Arlan yang bersyukur karena bisa punya Ibu yang hebat," ucap Ayara.

"Arlan juga mau peluk Ibu, tapi baju Arlan kotor. Nanti aja kalau Arlan udah mandi, Arlan peluk Ibu ya," ucap Arlan.

​Malam harinya, mereka bertiga duduk bersama di atas tikar pandan menyantap makan malam yang sangat sederhana, cahaya lampu bohlam menerangi kehangatan yang tercipta di antara mereka.

Meski hidup mereka serba pas-pasan, bahkan sering kali harus memutar otak ketika tagihan listrik atau kebutuhan mendadak datang, Ayara tidak pernah mengutuki takdirnya dan bersyukur dengan apa yang ia miliki saat ini.

​Usai makan dan membersihkan piring, Ayara duduk di pinggir tempat tidurnya. Ponsel pintarnya yang berlayar retak tipis bergetar, dimana sebuah notifikasi dari grup bernama 'Ciwi-ciwi asikkkk' muncul di layar.

​Grup itu berisi tujuh orang teman dekat Ayara semasa SMA, Ayara tersenyum kecil melihat nama-nama temannya yang bermunculan. Di antara mereka bertujuh, hanya Ayara yang jalannya terjal dan harus bekerja keras sebagai buruh pabrik. Teman-temannya yang lain kini sudah sukses, ada yang menjadi guru, notaris, hingga staf di perusahaan swasta ternama.

​Namun, tak pernah sekalipun terlintas rasa iri atau kecil hati di dalam dada Ayara. Sebaliknya, ia sangat bangga memiliki sahabat-sahabat hebat yang tidak pernah memandang rendah dirinya.

​Besok malam adalah jadwal kumpul rutin mereka setelah satu bulan penuh sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Ayara menarik napas panjang dan mengusap layar ponselnya, lalu mengetikkan pesan singkat.

​Stevi : Jangan lupa besok ya!

Maura : Gue agak telat ya

Adel : Telat kenapa?

Maura : Gue kan ada acara pagelaran siangnya

Adel : Sibuk banget ya model kita ini

Diana : Biasa ngumpulin uang buat nikah

Maura : Tau aja sahabat gue ini

Adel : Kalau gitu, sampai ketemu besok malam ya, teman-teman...

Melihat obrolan di grup yang terus bergulir, senyum kecil mengembang di bibir Ayara. Ia pun mengirim pesan balasan untuk teman-temannya di grup.

^^^​Ayara: Sampai ketemu besok! Nggak sabar pengen ketemu, udah kangen!!!^^^

​Tak butuh waktu lama, balasan emotikon cinta dan pesan hangat bermunculan dari teman-temannya. Ayara meletakkan ponselnya di atas meja kecil di samping ranjang, ia menyandarkan punggungnya pada dinding kamar yang beralaskan wallpaper sederhana pembungkus kelembapan bata.

​Kehidupan Ayara tidak pernah mudah. Dahulu, keluarga mereka tergolong keluarga yang cukup sejahtera saat sang Ayah masih hidup dan bekerja sebagai kontraktor kecil-kecilan. Namun, sebuah kecelakaan kerja sepuluh tahun lalu merenggut nyawa Ayah sekaligus menyisakan beban hutang medis yang menguras seluruh tabungan keluarga, rumah milik orang tuanya terpaksa dijual untuk membayar hutang.

​Sejak saat itu, Ayara yang baru saja lulus SMA terpaksa mengubur dalam-dalam impiannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang bangku kuliah. Ia memilih langsung bekerja demi membantu Ibu Yati dan memastikan Arlan, yang kala itu masih duduk di bangku SD, dapat terus bersekolah.

​Satu per satu pekerjaan pernah Ayara lakoni, mulai dari penjaga toko kelontong, pelayan kedai makan, hingga akhirnya enam tahun lalu ia diterima sebagai buruh tetap di pabrik sepatu tempatnya bekerja sekarang.

​Rumah yang mereka tempati saat ini pun merupakan buah dari uluran tangan pemerintah beberapa tahun lalu. Dinding bata yang setengah terplester dan atap seng yang sering berderit saat angin kencang menerpa adalah saksi bisu betapa Ayara dan keluarganya terus bertahan di tengah himpitan roda kehidupan.

.

.

.

Bersambung.....

1
lia juliati
shalat Istikharah neng ara🙏
Aidil Kenzie Zie
nyumbang 1vote tor
Felycia Fernandez
kan waktu di resto juga udah ketemu Lngsung, walaupun cuma sebentar 🤔
Felycia Fernandez
naaah sepemikiran kita Ay...
gimana menghadapi calon mertua yang ngeremehin kita
Nani Haryatiyati
Senin....voteeee
Lala_Syalala
keren Thor,, ditunggu buat kelanjutan ceritanya 💪🏻💪🏻🥰🥰🥰
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Indra Reza Zulkifli
jujur li,,,yg beginian cuma ada d dunia novel 🤭
Felycia Fernandez: bener bnget...
dimana mana sekarang orang2 pasti pilih pasangan yang setara,paling tidak setara dalam pekerjaan
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
si Papa pasrah saja sama pilihan anaknya 👍🏻👍🏻👍🏻
lia juliati
semangat althaf 💪
Rizky Manik
apa alasan papa gksukak sama ayara? apa cuman karena beda kasta?
Kaylaa
maksude piye to pak....katane krg suka....apa terpaksa...🤔
Felycia Fernandez: ya terpaksa kk karena takut anaknya marah,gak tulus kan 😆😆😆
total 1 replies
Felycia Fernandez
gak melarang,tapi kamu gak menerima Ayara jadi menantu sama aja boong pak...menantu mana yang mau tiap ketemu mertua tapi mertua nya jutek ke dia😠
Felycia Fernandez
ya gimana nggak minder,bapaknya aja kasar gtu ngomongnya.blom lagi ntar di pernikahan Ayara pasti bakalan sering ketemu mertua nya,pasti dia merasakan takut gak diterima
Felycia Fernandez
kasar ngomongnya,terang terangan mengusir 😠
Aidil Kenzie Zie
terima aja Yara🥰🥰🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
Ayara nyerah duluan sebelum berperang 😓😓😓😓 lagian yang mau nikah kan kalian wong Althaf baik banget lagi dimana coba mau cari cowok spek Althaf gitu😓😓😓
Nani Haryatiyati
yaaahhhhh bersambung pemirsa,besok lagiiii
lia juliati
wow..... selamat berjuang althaf
Nurminah
nggak mudah nikah beda kasta harus punya mental sekuat baja dan laki-laki pendamping kita harus jadi garda terdepan untuk membela karena kalo berdiri sendiri habis mental kita
Felycia Fernandez: bener banget KK, apalagi pernikahan bukan hanya tentang suami istri tapi ada mertua juga.sebahagia apapun kalau mertua tidak suka sama aja gak merestui hubungan kita.pasti gak akan tenang pernikahan nya.gak mungkin kan tiap ada acara kita suami istri gak hadir
total 2 replies
Valen Angelina
smuaa orang pasti akan berkcil hati..... nmnya juga kita orang miskin tiba2 ada ornag kaya melamar kita... klo dunia nyata lbih baik nikah sama orang setara sama kita....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!