NovelToon NovelToon
Mafia Bucin

Mafia Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elis Kurniasih

Dijadikan ladang emas oleh sang paman. Fio yang semula setuju dijodohkan oleh anak politisi sekaligus pengusaha besar oleh pamannya memilih berontak.

Fio bersekutu dengan Gio, mafia yang ternyata sudah lama memendam perasaan padanya. Hingga, perlahan semua tabir keluarganya terungkap.

"Aku bukan laki - laki yang bisa menyentuh perempuan sembarang. Tapi, aku juga bukan laki - laki yang bisa menahan untuk tidak menyentuh kamu." -Giorgio Abraham-

Sequel Gairah Cinta Sang Pembalap

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elis Kurniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berubah karenamu

Gala kesal melihat perempuan yang baru saja digunakan bersama pria lain. Dan, itu tamu istimewa ayahnya.

"Hm ... Silakan duduk!" Ia memaksa tersenyum.

Di samping Gala, Fio memperhatikan dengan seksama perempuan yang berada di samping Gio. Dia pernah melihat perempuan ini, tapi di mana?

Foto yang dikirimkan temannya. Ya, Fio baru ingat. Perempuan yang Gala bilang kakak sepupunya.

Gio sengaja menyewa Vania agar Fio tahu siapa perempuan itu, tapi justru perempuan itu malah cemburu padanya dan itu membuat Gio menyeringai.

Fio cemberut dan memalingkan wajahnya saat Gio menatap. Pasalnya, baru saja pria itu memaksanya berciuman. Sekarang, dia malah bersama wanita lain.

"Mari, Mr. Gio!" Restu ikut mempersilakan.

Gio duduk dan membiarkan Vania duduk sendiri di sebelahnya.

"Vania?" seru Anggi yang membuat Fio yakin bahwa perempuan ini memang sepupu Gala.

"Kalian? Pacaran?" tanya Anggi kemudian.

Gio menggeleng. "Bukan. Saya hanya ..."

Lagi - lagi, mata Gio tertuju pada Fio untuk melihat ekspresinya. Namun, sepertinya niat dia malam ini membawa Vania gagal total.

"Kebetulan, bos saya temannya mister Gio. Dan, malam ini saya ditugaskan untuk menjadi guide nya karena Mister Gio belum terlalu hafal Jakarta," potong Vania.

Di sini, Gio memang tidak membawa pasukan. Tapi, sekali saja dia membutuhkan maka akan banyak orangnya yang datang. Malam ini, dia memilih Vania untuk sebuah misi. Perempuan yang baru ia temui tadi dan langsung diberi penawaran uang.

Restu menatap tidak suka perempuan yang kini duduk di samping Gio. Perlahan, percakapan bisnis dimulai. Restu memaparkan lebih dulu.

"Ya, saya setuju. Saya akan menginvestasikan dana saya di sana."

Restu tampak senang. Dia melirik pada putranya yang sedari tadi berkomunikasi melalui mata dengan Vania.

"Gala."

"Iya, Pa." Gala tersentak. Dia langsung meluruskan punggungnya. "Gimana, Pa?"

"Ck. Apa kamu tidak fokus dari tadi?"

"Sorry, Pa."

"Mr. Gio. Dia akan menginvestasikan dananya di projek tambang yang akan kita garap minggu depan."

"Oh." Gala hanya membulatkan bibirnya.

"Ya, sementara Mr. Gio akan memodali semuanya. Bukan begitu?"

Gio mengangguk. "Setuju. Asal, perjanjian saya yang buatkan."

"Silakan."

Arif melotot. Dia tampak tidak suka. Bukan karena Arif tahu perasaan mafia ini pada keponakannya, tapi itu artinya hasil tambang akan dimiliki Gio seorang diri. sementara, akses dan kemudahan secara administrasi dilakukan oleh dirinya sebagai orang yang memiliki jabatan di sini.

Tangannya menyenggol siku Restu. Restu mengangkat sedikit tangannya seolah mengatakan bahwa nantinya semua akan berjalan seperti keinginan mereka.

"Itu artinya, anda harus membuka kantor di sini."

"Ya, orangku sedang mengurus," jawab Gio santai.

Kebetulan yang sangat kebetulan, Fio duduk di hadapannya. Sembari fokus berbincang dengan Restu dan para orang tua, matanya sesekali melirik ke arah Fio yang masih memasang wajah ketua dan cemberut.

"Sayang, mau lagi sup nya?" tanya Gala pada tunangannya.

Fio mengangguk. Melihat kemesraan itu, Gio tidak suka. Vania juga. Dia melakukan yang sama agar Gala cemburu.

Tiba – tiba, Vania melayani Gio dengan mengambilkan udang untuknya. Namun, bukan Gio namanya kalau tidak menolak. Posisi duduk antara dia dan Vania pun berjarak. Dan, Vania cukup tahu siapa Giorgio.

"No. Thank you."

Sekilas, Fio tersenyum. Nyatanya, dia menikmati penolakan Gio pada Vania. Bukan hanya Fio yang tersenyum tipis tanpa ada yang tahu sama sekali, Gala juga sama. Dua orang yang berpasangan ini memang salah pasangan.

Makan malam berjalan dengan khidmad. Dentingan alat makan bersahutan dan sesekali mereka saling berbincang. Fio makan dengan tenang tanpa sadar bahwa pria di depannya terus mencuri pandang. Hingga, tiba – tiba …

“Aaaaa …” jeritnya mengundang arah mata para orang tua padanya.

“Ada apa Fio?” tanya Anggi.

“Tidak apa, Mam. Hanya …”

Fio melirik sekilas ke arah Gio yang tampak fokus dengan makanan. Padahal, dia yakin kalau yang menyentuh kakinya adalah kaki Gio.

Mata Fio membulat. Pasalnya, kaki itu kini merambat ke bagian atas kakinya hingga …

“Permisi, saya pamit ke belakang keluar sebentar.”

Fio menginterupsi terutama pada paman dan kedua orang tua Gala.

“Mau ke mana, Sayang?” Gala yang tampak perhatian, kemudian bertanya.

Namun, perhatian itu membuat Gio muak.

“Aku ke t01let sebentar, Gal.”

“Mau aku temani?” tanyanya lagi.

Dengan cepat Fio menggeleng dan bergegas menuju keluar. Ia ingin menetralkan degup jantung serta perlakuan Gio yang membuat d4r4hnya mendidih.

Kring

Kring

Setelah Fio keluar, ponsel Vania berbunyi. Di layar tertera uncle.

“Sir, Sorry Paman saya telepon. Saya angkat dulu.”

“Silakan!” jawab Gio tenang.

Tak lama setelah Vania keluar, Gala juga pamit keluar untuk menemui Fio yang tak kunjung kembali.

“Ma, Pa. Om Arif. Saya susul Fio dulu ya.”

“Iya, Nak. Sana!” jawab Anggi setuju. “Temani calon istrimu. Sudah lama dia keluar.”

“Iya, Ma. Permisi!”

Gio juga ingin keluar, tapi tertahan karena pertanyaan Arif.

“Jadi, semua bisnismu sekarang sudah legal?” pertanyaan itu terdengar sarkas. Dari raut wajah Arif, jelas pria itu tidak suka padanya.

“Ya, sebagian besar.”

“Tidak heran. Pasti, kau dapat dukungan dari Gubernur kan?”

Gio tidak menanggapi pertanyaan itu. Dia hanya tersenyum. Gubernur yang Arif singgung adalah Kenan Adhitama, ayah mertua adiknya yang saat ini sedan berkuasa di kota ini.

“Bisnisku tidak ada yang bersangkutan dengan keluarga Adhitama.” Akhirnya, Gio meluruskan.

“Masa? Itu bukan rahasia umum. Menyesal dulu aku pernah menugaskan Dokter Jihan. Misi gagal yang membagongkan.” Arif tertawa, menertawai dirinya sendiri.

“Aku dan Jihan berbeda. Kami tidak lahir dari rahim yang sama. Kami juga tidak dibesarkan di lingkungan yang sama. jadi, apa yang aku lakukan tidak ada hubungannya dengan Dokter Jihan.”

Arif kembali tertawa. Dan, Restu menengahkan.

“Sudah, sudah. Itu kan masa lalu. Biar, kita menyongsong masa depan. Sebentar lagi, tambang kita di tangan.”

“Bagaimana dengan perusakan hutan?” tanya Gio.

“Tidak masalah, rakyat kita sudah terbiasa susah.”

Gio tersenyum miris. Pasalnya dua orang di depannya adalah orang penting yang memiliki andil untuk membangun neger. Restu seorang anggora dewan sedangkan Arif Jendral purnawirawan yang sempat bertugas di BIN.

Jengah mendengar ocehan dua orang tua yang serakah ini, Gio mengusap bibirnya dan ikut interupsi untuk sejenak menghirup udara luar.

Setelah keluar dari ruangan itu, Gio mencari Fio. Benar saja, perempuan itu sendirian. Gala tidak bersamanya. Tunangan yang masih Fio anggap lelaki baik, sedang bertengkar dengan selingkuhannya di area gedung paling atas yang terbuka bebas.

Gio memasang tulisan sedang diperbaiki pada handel pintu t0il3t. Lalu, dia membuka pintu dan langsung masuk tanpa lupa mengunci.

Krek

Suara pintu yang terbuka, membuat Fio yang sedang berdiri di depan cermin wastafel itu menoleh. Dia melihat tubuh Gio dari balik cermin tadi.

“Mau apa kamu?”

“Hanya ingin mengatakan kalau tunanganmu b4j1ng4n. Vania selingkuhannya. Aku sengaja membawanya untuk menunjukkan padamu dan mereka ada di rooftop sekarang. Kalau kamu tidak percaya, silakan lihat sendiri.”

Benar, Fio tidak percaya. “Kamu yang b4jing4n. Jangan menuduh orang!”

Gio tertawa. “Aku pikir kamu wanita pintar. Ternyata, kamu juga tidak tahu bagaimana menilai laki – laki.”

“Lalu, kamu paling tahu? Akh, yang benar saja. kamu saja bukan orang benar. Bagaimana bisa menilai laki – laki benar?”

Deg

Jawaban Fio membuat Gio terdiam. Selama ini, dia memang dekat dengan hal – hal yang tidak benar. Bahkan, sekarang saat dia berusaha menjadi orang benar, tidak ada yang percaya termasuk Fiona.

“Ya, kamu benar. Aku memang bukan laki – laki benar. Aku b4jing4n. Perusak generasi. Temanku alkohol. Berkuasa adalah cita – cita dan membvnvh makanan sehari – hariku. Tapi, itu dulu.”

Setelah mengatakan itu, Gio berbalik dan hendak pergi meninggalkan Fio. Namun, kakinya tertahan dan berkata lagi.

“Dan, semua berubah karenamu.”

1
Neni Suryani
kutilangnya sebesar apa tuh Fio 🤣🤣🤣🤣
May .Nst
mampus kamu gala😁😁😁. untuk fio siap siap untuk nanti mlam ya... eeeehhh maksudnya besok malam. gio mau minta di pijit plus plus.... 🤣🤣
Bu Yudi Wahono
fio are you ready🤣
Bu Yudi Wahono
kak elis kok belum nambah bab
*kim_dan*
nah lu kan???lu kira fio orang bodoh apa LG Dy udh diksh tw mafia bucin🤭
*kim_dan*
kali kali selipin lah c Jihan ma laki'nya yg lupa namanya 🤭yg suka bgt adu mulut ma gio🤣
okey
d tunggu kelanjutannya kak ellis
Arsyad Algifari.
sabar dong gio .ingat istri mu seorang pemula .belum berpengalaman .jangan terburu-buru 🤣🤣🤣
Arsyad Algifari.
mungkin Arif menaruh GPS di tubuh fio entah di baju atau tas . karena hp nya fio kan mati
Dahlia Kartono
lanjut kak author
@alfaton🤴
dah ga usah pindah kamar gio......udah ada ijin dan sertifikat halal dari Fio.......tapi ingat tidur dan bener bener tidur ya😅😅😅😅
ryuka
ciieee fioooo🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭
~Hartwyn_Dee~
yakin hanya tidur aja... liat besok pagi saat bangun pasti udah kek Teletubbies 🤣🤣🤣🤣
May .Nst
sabar ya gio. biarkan fio yang meminta untuk di sentuh ya😁 aku prngennya upnya yang banyak kak elis... kurang klw cuman satu bab😁🙏
Nurul Hidayati
hanya tidur saja preeet 🫣 laki2 yang sudah memendam hasrat 3 thn di suruh hanya tidur saja 🤪
NUR..8537
makasih Kaka cantik unt up..nya🙏 tetap semangat dan sehat slalu kak 💪😘🫶
NUR..8537
sabar ya gio..kasih kesempatan buat fio..unt belajar mencintai..mu 🥹jd biar kalian nti sm" bucin🤭
Neni Suryani
lanjutkan 💪🫶
Dien Elvina
aku gak yakin apa Gio bisa menepati janjinya hanya tidur saja tanpa aktifitas yg lain 🤪🤣
Riska Nianingsih
nyimak dulu, banyak yg lupa, othor lama gk nulis.... 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!