NovelToon NovelToon
Bisu, Tapi Membisu

Bisu, Tapi Membisu

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Hamil di luar nikah / CEO
Popularitas:16.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

Zinnia Arunika terlahir tanpa suara. Tapi malam itu, di tepi pantai saat perpisahan kampus, bahkan jika ia bisa berteriak sekalipun, mungkin tak akan ada yang mendengar.

Niatnya menolong seorang pria yang diduganya hendak mengakhiri hidup justru berakhir menjadi malam paling kelam dalam hidupnya.

Pria itu, Arvid Danendra, berada di bawah pengaruh obat dan kehilangan kendali. Ia merenggut kesucian Zinnia.

Sebelum pergi karena keadaan darurat, ia meninggalkan sebuah cincin dan janji tanggung jawab.

Siapa sangka, Zinnia malah mengandung anak dari malam yang ingin ia lupakan. Ia memilih diam, tak menuntut haknya karena dunia pria itu berbeda darinya. Arvid pewaris keluarga konglomerat dan keluarganya tak pernah dirancang untuk menerima gadis sepertinya.

Zinnia yang bisu memilih membisu. Namun bagaimana saat takdir memaksa mereka kembali bertemu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Dua Garis

Sepulang kerja, Zinnia tidak langsung kembali ke kontrakan. Ia mampir ke apotek dan membeli alat tes kehamilan.

Sepanjang perjalanan pulang, benda kecil itu terasa seperti beban di dalam tasnya.

Sesampainya di kontrakan, Zinnia mengeluarkannya dan membaca petunjuk pemakaian berkali-kali. Ia tahu hasil tes kehamilan biasanya lebih akurat jika dilakukan pada pagi hari. Zinnia menatap alat tes itu lama.

"Kalo kulakukan sekarang..." pikirnya.

Tangannya meremas ujung bajunya. Tidak. Tunggu besok pagi. Ia memasukkan kembali alat tes itu ke dalam kemasan.

Malam itu, Zinnia berbaring di tempat tidur. Namun, matanya tidak kunjung terpejam. Ia membalikkan tubuh ke kanan. Beberapa menit kemudian, ke kiri.

Sesekali tangannya meraba laci kecil di samping tempat tidur, memastikan alat tes itu masih ada.

Besok pagi. Hanya menunggu sampai besok pagi. Namun, semakin ia menunggu, semakin pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan.

Bagaimana kalau hasilnya negatif?

Mungkin semuanya akan kembali seperti semula. Ia bisa pulang. Bisa mencari pekerjaan yang lebih baik. Bisa...

Zinnia menelan ludah.

Bagaimana kalau hasilnya positif?

Tangannya menutup mulut.

"Nggak. Jangan mikir sejauh itu," batin Zinnia.

Namun, pertanyaan itu terus berputar di kepalanya sampai akhirnya ia tertidur dengan gelisah.

 

Cahaya pagi masuk melalui celah tirai. Zinnia langsung terbangun. Untuk beberapa detik, ia lupa alasan dirinya terjaga. Lalu pandangannya jatuh pada laci di samping tempat tidur. Alat tes.

Jantungnya langsung berdebar. Zinnia duduk. Tangannya terasa dingin ketika mengambil kotak tersebut.

Ia masuk ke kamar mandi. Setelah mengikuti petunjuk pemakaian, ia meletakkan alat tes di atas wastafel. Sekarang tinggal menunggu.

Beberapa detik terasa begitu lama. Setiap detik yang berlalu membuat jantungnya berdebar semakin kencang. Zinnia menggenggam kedua tangannya erat-erat.

"Jangan positif," pintanya dalam hati. "Tolong." Matanya terpejam. "Aku belum siap."

Ia membuka mata sedikit. Belum. Masih menunggu. Beberapa detik kemudian, Zinnia akhirnya memberanikan diri melihatnya.

Dua garis.

Tubuhnya seketika kaku. Ia menatap alat tes itu tanpa berkedip. Satu garis berarti negatif.

Dua garis...

Napas Zinnia tercekat.

"Nggak." Kepalanya menggeleng pelan. "Gak mungkin." Pikirnya menolak.

Ia mengambil alat tes itu dan mendekatkannya ke wajah, seolah-olah jarak bisa membuat hasilnya berubah. Tetap dua garis. Tangannya mulai gemetar.

"Aku hamil?" tanyanya dalam hati.

Air mata perlahan menggenang di sudut matanya. Tidak ada jawaban. Hanya dua garis yang berdiri diam di hadapannya.

Zinnia mundur satu langkah sampai punggungnya menyentuh dinding. Tangannya menutup mulut untuk menahan isak.

"Apa yang harus kulakukan?" pikirnya. "Gimana caranya ngasih tau Ibu? Gimana dengan kerjaanku? Gimana dengan Dandy?"

Dan...

Pria itu. Sosok Arvid kembali terlintas dalam pikirannya. Zinnia memejamkan mata erat-erat.

"Anak ini..." gumamnya dalam hati.

Tangannya perlahan turun ke perutnya yang masih rata. Air matanya jatuh.

"Anak ini gak tau apa-apa. Bukan salahnya," batinnya.

Namun, kenyataan itu justru membuat tangis Zinnia semakin pecah. Ia berjongkok di lantai kamar mandi sambil memeluk lutut.

Untuk pertama kalinya sejak malam itu, Zinnia tidak lagi hanya takut pada apa yang telah terjadi.

Kini ada kehidupan lain yang ikut terlibat. Dan ia tidak tahu harus membawa kehidupan itu ke mana.

***

Malam itu, setelah selesai mandi, Zinnia duduk di tepi ranjang kontrakannya. Rambutnya masih setengah basah ketika ponsel di sampingnya bergetar.

Ibu: Kamu udah makan?

Zinnia mengambil ponsel itu.

Zinnia: Udah, Bu.

Beberapa detik kemudian, pesan berikutnya masuk.

Ibu: Gimana di sana? Kamu baik-baik aja?

Zinnia tersenyum kecil.

Zinnia: Baik. Aku juga udah mulai kerja.

Pesan dari ibunya langsung muncul.

Ibu: Kerja? Di mana?

Zinnia mengetik beberapa kata sebelum mengirimkannya.

Zinnia: Di restoran. Sementara jadi cleaning service. Aku masih nunggu panggilan dari beberapa tempat yang kemarin aku lamar.

Lama tidak ada balasan. Zinnia menatap layar. Kemudian—

Ibu: Cleaning service? Kamu gak malu?

Zinnia terdiam. Beberapa detik kemudian, pesan lain masuk.

Ibu: Bukan maksud Ibu ngeremehin pekerjaan itu. Cuma... pendidikanmu 'kan desain. Ibu kira kamu bakal cari kerja yang sesuai jurusan.

Zinnia menunduk. Jarinya bergerak perlahan di atas layar.

Zinnia: Aku gak malu, Bu. Aku cuma butuh kerja dulu.

Ia berhenti sebentar sebelum menambahkan.

Zinnia: Yang penting halal dan aku bisa dapat uang sendiri.

Balasan ibunya datang tidak lama kemudian.

Ibu: Ibu cuma khawatir kamu terlalu maksain diri.

Zinnia tersenyum tipis, lalu kembali mengetik.

Zinnia: Aku baik-baik aja.

Kali ini ibunya cukup lama tidak membalas. Lalu sebuah pesan masuk.

Ibu: Zin...

Zinnia mengernyit.

Zinnia: Iya?

Tanda mengetik muncul. Hilang. Muncul lagi. Hilang lagi.

Zinnia menunggu. Akhirnya pesan itu terkirim.

Ibu: Hubungan kamu sama Dandy gimana?

Jari Zinnia berhenti di atas layar. Dadanya terasa sedikit sesak. Ia teringat pesan Dandy beberapa hari lalu.

Sejak kamu ke luar kota kemarin, kamu berubah, Zin.

Zinnia menelan ludah.

Zinnia: Baik.

Balasan ibunya datang hampir seketika.

Ibu: Benar?

Zinnia menatap satu kata itu cukup lama.

Zinnia: Iya.

Namun, kali ini ibunya tidak langsung menjawab. Ketika pesan berikutnya masuk, kalimatnya terasa berbeda.

Ibu: Ibu dengar sesuatu tentang Dandy.

Zinnia kembali menatap layar.

Zinnia: Apa?

Beberapa detik kemudian—

 

...🔸🔸🔸...

...“Tidak semua kehidupan hadir dari keadaan yang kita inginkan. Namun, setiap kehidupan tetap tidak bersalah atas bagaimana ia memulai keberadaannya.”...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Siti Jumiati
lanjuuuut kak... maaf baru bisa baca seharian rewang.
Eka Burjo
nah loh, Zinnia jadi salah faham 🫣
Hanima
Lanjuttt Zin
tse
wah belum belum dah salah paham aja nih...
semoga Arvid bida menyelidiki dan mengetahui kebenarannya dan mengakuinya di depan ibunya...
Marsiyah Minardi
Sepertinya jalanmu masih panjang tuk dapat kebenaran tentang Arvid ya Zinia
Keburu kehamilanmu membesar
Hanima
Kasiann
Puji Hastuti
zinnia tidak mengancam siapapun,tapi kenapa ada yang merasa terancam ya😄
Sastri Dalila
🥺🥺
Eka Burjo
lanjut 👍
RaDja
terima kasih
Hanima
👍👍
Hanima
Lanjut Zinnn
Sastri Dalila
👍👍👍
abimasta
ada yang merasa terancam dengan keberadaan zinnia
Sugiharti Rusli
apa Arvid memang belum punya kekasih atau sudah yah dia sebetulnya saat ini,,,
Sugiharti Rusli
meski saat ini Zinnia belum tahu efek dari malam itu berakibat dia hamil atau tidak yah,,,
Sugiharti Rusli
apalagi sepertinya si Arvid sedang mengalami kehamilan simpatik tuh jangan" yah dia,,,
Sugiharti Rusli
meski sekarang dia belum menemukan orang yang dia cari setelah malam itu dan bagaimana nasibnya ke depan yah,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya Zinnia harus segera memutuskan
Dek Sri
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!