NovelToon NovelToon
Merpati Yang Memilih Pulang

Merpati Yang Memilih Pulang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mandul
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: SeinXD

Siapa perempuan yang ingin menjadi mandul .?? tidak ada satupun yang menginginkan itu semua, setiap wanita pasti ingin punya keturunan punya buah hati yang akan menjadi pelengkap dalam bahtera rumah tangga nya, sebagai pemanis dalam cinta yang di arungi bersama teman hidupnya.

Namun rencana yang kuasa tetap lah rencana nya siapa yang dapat menghindar atau mengelak jika ia sudah berkehendak, itu lah yang di alami kora.

11 Tahun pernikahan nya ia selalu mendambakan ada buah hati yang sudi tumbuh dalam rahim nya, 11 tahun penantian yang panjang. Pernikahan yang sempurna, memiliki suami yang sempurna ternyata bukan lah obat dari sebuah penawar kebahagiaan.
pernikahan yang dikira akan berjalan seumur hidup harus kandas kala tuntutan dan penghianatan yang terjadi. kora tidak marah tidak juga menyalahkan siapapun ia memilih mengalah dan merelakan cinta nya pergi dan memilih menghilang untuk menemukan arti kebahagiaan yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SeinXD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 4

Ponsel yang terus berbunyi di atas nakas membangunkan tiara dari tidurnya.

" ada apa?"

Ketika mendengar kabar tersebut Tiara terperanjat dari kasurnya, ia berusaha mengumpulkan kesadaran nya dan mencoba mencerna apa yang baru saja ia dengar.

" apa mau mu?"

Tiara mengeraskan rahangnya kala seseorang di sebrang telpon akan bertindak jika ia tidak segera melakukan apa yang sudah direncanakan, ia hanya bisa mengepalkan tangannya dengan keras hingga kuku di jarinya mencap di telapak tangan dan mengeluarkan cairan merah kental yang berbau amis.

nafasnya naik turun tak karuan mencoba mencerna dan mencoba berpikir jernih, ia tidak boleh gegabah melakukan itu. Jika saja ia salah langkah maka semua akan hancur berantakan.

Matanya mulai memerah menahan rasa sesak di dadanya, ia benar-benar tidak bisa menerima kenyataan bahwa orang-orang yang terlibat itu bisa hidup dengan nyaman dan tertawa diatas perbuatan yang pernah mereka lakukan.

Ia lalu menoleh kearah kasur disana tampak Hendra masih tertidur dengan lelap, lelaki itu seakan lupa bahwa ia sedang berada dimana. Tiara menatap Hendra seolah ada pandangan yang tak bisa di jelaskan.

...----------------...

Pagi-pagi sekali kora sudah berlari kecil di taman tempat biasa ia olahraga, suasana tampak ramai karna memang disini menjadi pusat yang pas untuk olahraga ringan seperti joging dan lainnya.

Ia duduk lesehan di rumput hijau taman itu, meneguk air mineral yang ia bawa dari rumah. Rasanya sudah lama ia tidak menikmati waktu hanya sekedar untuk menenangkan dirinya sendiri.

Ia menatap jam di pergelangan tangan nya, sudah menunjukan angka 8.22, ia segera bangun dan melanjutkan perjalanan nya sembari menuju arah pulang.

'Brughhh'

Tanpa sengaja ia menabrak seseorang, orang tersebut tanpa menoleh atau sekedar meminta maaf malah langsung pergi. Gerak gerik nya rasanya kora mengenal orang itu tapi siapa.

" kenapa sepertinya aku mengenal laki-laki itu, atau hanya ada orang yang mirip saja. Ya sudah lah!"

Ia tak ingin terlalu banyak berpikir mungkin hanya kebetulan seseorang yang mirip, dunia ini begitu luas pasti ada kesamaan tertentu dari diri manusia dengan manusia lainya.

" apa Hendra sudah makan? Semalam dia pasti capek banget!"

Kora sedikit mempercepat langkah nya agar bisa sampai kerumah dengan cepat, mungkin saja sang suami sudah menunggu nya di rumah.

...----------------...

" bagaimana Hendra? Sudah kamu pertimbangkan keputusan mama?"

Mama Debora menatap anak lelakinya itu penuh harap, ia berharap Hendra menerima keputusan yang sudah ia siapkan matang-matang.

" tapi mah!"

" sudah lah, kamu jangan terlalu banyak tapinya"

Debora tidak ingin menerima protes dari mulut anaknya lagi, ini sudah keputusan yang tepat buat Hendra ia tidak ingin terus menunggu tanpa kepastian.

" pagi mas, pagi mah"

Kora tiba-tiba sudah masuk kedalam rumah dan mendapati mertuanya dan suaminya sedang mengobrol, Debora membuang muka Engan untuk sekedar membalas sapaan menantunya.

" sayang, dari mana saja?" Hendra segera berjalan menghampiri istri nya ia tidak ingin kora terlalu begitu di acuhkan mamanya

" habis olahraga sebentar!" kora tersenyum hangat kala sang suami begitu mengkhawatirkan dirinya

" ckkk, percuma saja menjaga badan jika tidak bisa memberi anak!" ucapan menohok dari mertua nya membuat hati kecil kora terasa teriris oleh pisau.

Hendra memperhatikan perubahan raut wajah istrinya ia segera memegang pundak sang istri dan membawa nya duduk bersama di sofa,

" kamu capek kan, aku pijit kakinya yah!" Hendra segera mengambil kaki sang istri

" mama pamit dulu!"

Debora langsung pergi begitu saja tanpa memperdulikan uluran tangan menantunya, kora hanya diam mematung kala uluran tangan yang dulu selalu di sambut kini sudah terabaikan.

Apa salahnya ia juga menginginkan ada sesuatu yang tumbuh dalam dirinya, sesuatu yang sangat ingin ia rasakan. Bagaimana rasanya perut yang mulai membesar bagaimana rasa nya mual mual karna ngidam bagaimana rasanya sesuatu yang imut menendang nendang rahimnya.

Ia juga ingin merasakan bagaimana rasanya mood yang berubah karena kehamilan, hal sesimpel itu namun tak akan pernah bisa ia rasakan. Padahal menurut sebagian orang itu adalah hal yang menjengkelkan namun mereka lupa bahwa ada sebagian dari perempuan ingin merasakan itu.

" makan yuk!"

Hendra segera meraih tangan sang istri ia tidak ingin kora terlalu larut dalam kesedihan nya, ia tidak ingin kora terbebani dengan semua ini.

kora segera melupakan masalah yang tadi kini ia tenggah sibuk dengan dapurnya, ia begitu cekatan menyiapkan bumbu masakan nya. Sementara Hendra hanya duduk diam memperhatikan sang istri yang sibuk menyiapkan sarapan mereka.

'ting'

Sebuah pesan masuk dari ponsel Hendra, Hendra melihat isi pesan itu lalu tersenyum. tangannya dengan lincah mengetik di keyboard handphone nya, ia tak lagi kagum pada perempuan di depan nya yang tenggah asik menyiapkan sarapan untuknya.

" ayo sarapan di tempat biasa!"

Sebuah pesan yang berhasil membuat Hendra bangkit dari duduknya, ia pamit pada kora kalau ada urusan kantor dadakan. Ia berlalu begitu saja tanpa melihat kora yang lelah dengan kesibukan nya.

Kora hanya menatap punggung suaminya yang perlahan menghilang dari pandangan nya, ia lupa kapan terakhir kali Hendra duduk makan berdua bersama nya.

Ia begitu bersemangat menyiapkan sarapan dengan penuh cinta berharap yang menunggu di belakang puas dan menikmati masakan nya, hal sederhana itu namun ia tak dapat lagi merasakan nya. Suaminya terlalu sibuk dengan urusan nya sampai lupa ada seseorang yang selalu ia abaikan.

kora menarik nafasnya ia akan tetap menyiapkan makanan itu ia yakin pasti Hendra nanti akan kelaparan karna terlalu sibuk dengan pekerjaannya, sudah lah ia akan menyiapkan makanan ini. Ia tidak tau entah ini sudah makanan yang keberapa yang sudah terbuang.

Setelah selesai dengan kegiatan nya kora segera mandi dan sarapan, hari ini dia ada kegiatan dengan sahabat baiknya Nisa. Ada acara reuni di sebuah restoran nanti sekitar pukul 10, ia tidak ingin telat untuk segera bertemu teman lamanya.

...----------------...

" hap"

Hendra tertawa bahagia kala suapan nya berhasil mendarat di mulut wanita cantik itu, mereka menikmati sarapan bersama layaknya pasangan yang bahagia.

Mereka lupa jika ada hati yang mereka khianati ada harapan yang mereka hancurkan ada harapan yang mereka hempas.

Hendra sudah benar-benar lupa dan melangkah terlalu dalam, ia yang dulu nya begitu menginginkan kora menjadi istri nya hingga mengemis cinta dari perempuan yang sudah menjadi istrinya itu. Kini saat ia sudah mendapatkan cinta itu ia lupa cara menghargai apa yang selama ini ia perjuangkan, ia lupa cinta yang selama ini ia minta bahkan di berikan lebih besar dari apa yang selama ini ia harapkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!