NovelToon NovelToon
Happy Ending ?

Happy Ending ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:281
Nilai: 5
Nama Author: Ar's

​"Briar" adalah seorang wanita muda berusia 20-an yang tengah berjuang menata kembali hidupnya. Terluka oleh trauma masa kecil dan kehilangan berbagai hal berharga, ia harus bertahan di dunia seorang diri.

​Kesederhanaan, kepolosan, dan paras cantiknya tanpa sengaja mempertemukannya dengan Adrian, tetangga baru yang juga seorang CEO muda penuh kesempurnaan.

Tanpa ragu, Adrian masuk ke dalam hidup Briar, dan dalam waktu singkat, hubungan mereka berlabuh dalam ikatan pernikahan. Untuk pertama kalinya, Briar merasakan kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

​Namun, di balik hangatnya sikap sang suami, pertanyaan-pertanyaan kelam mulai menghantui:

​Mengapa pria sesempurna Adrian begitu terburu-buru menikahinya?

​Rahasia gelap apa yang disimpan Adrian rapat-rapat?

​Ketika takdir mulai mempermainkan segalanya, sanggupkah cinta mereka bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ar's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapakah mas Adrian?

"Ding... Dong..

Suara bell pintu berbunyi, dan mas Adrian bergegas menuju kepintu untuk melihat siapa yang datang sepagi ini kerumah kami.

"Ohh...". Mas Adrian merasa sedikit terkejut.

"Sayang..?". Mas Adrian memanggilku.

"Ini ada sepupu kamu Dwi..". Ucap mas Adrian pada Dwi.

"Kamu tau siapa aku..?". Ucap Dwi ke mas Adrian.

"Ya tentu.. Briar cerita banyak tentang kamu, dan juga.. Briar pernah memperlihatkan foto kalian saat kalian sedang nongkrong di cafe berdua beberapa waktu yang lalu. Jadi, ya tentu aku tau..". Jawab mas Adrian.

Akupun turun dan menemui mas Adrian dan Dwi yang masih berada di ambang pintu.

"Mbak Dwi.. ini suamiku, mas Adrian.. silahkan berkenalan terlebih dahulu, akhirnya kalian ketemu juga..". Aku berusaha menengahi mereka karena mereka berdua terlihat memiliki sedikit ketegangan yang entah apa sebabnya.

Lalu mereka bersalaman dan saling melempar senyum. Tapi ekspresi mas Adrian sepertinya agak kurang senang dan Dwi terlihat seperti seseorang yang sedang memikirkan sesuatu.

" Ayo masuk..". Ucapku pada Dwi.

Aku mengajak Dwi untuk duduk bersama kami ke meja makan, karena kebetulan kami sedang sarapan.

"Mbak Dwi udah sarapan, kalau belum mbak mau makan sesuatu?". Tanyaku pada Dwi yang sedari tadi diam merenung.

"Aku mau teh aja cukup..". Jawab Dwi sedikit canggung mungkin karena ada mas Adrian.

Aku bergegas membuatkan secangkir teh untuk Dwi lalu kembali duduk bersama mereka di meja makan. Tanpa bicara sesuatu, mas Adrian menyelesaikan sarapannya lalu bersiap-siap pergi ke kantor. Sepertinya mas Adrian sedikit terkejut karena Dwi datang kerumah kami sepagi ini.

"Mbak aku ngurusin suamiku dulu ya..?". Aku meninggalkan Dwi yang sedang duduk di ruang makan.

-

"Sayang.. mas pergi dulu.. kamu baik-baik dirumah ya.. Terus kalau mau pergi-pergi tolong kasih tau mas siapa tau nanti mas ada waktu luang mas bisa ikut nyusulin kamu..". Ucap mas Adrian seraya mas Adrian mengecup keningku berpamitan sebelum berangkat.

"Iya mas.. kamu hati-hati ya di jalan.. Jangan terlalu ngebut..". Ucapku pada mas Adrian sambil melambaikan tangan.

Sebenarnya aku memiliki janji di hari ini untuk bertemu dengan wanita misterius itu pada pukul 09.00 nanti. Aku hanya perlu menunggu mas Adrian berangkat ke kantor, itu sebabnya Dwi sudah berada disini sejak pagi.

Aku masuk kerumah dan kembali menemui Dwi yang masih duduk di meja makan.

"Suamimu udah berangkat?". Tanya Dwi

"Iya mbak.. nanti jam 08.30 kita mulai berangkat buat cari rumahnya..". Jawabku pada Dwi

"Briar..? Kamu.. nggak ngerasa aneh sama suami kamu..?". Tiba-tiba Dwi bertanya.

"Hmm..? Emangnya kenapa..?". Tanyaku penasaran.

"Kamu ingat terakhir kali kita ngongkrong di cafe?".

"Iya.. tentu, emangnya kenapa..?".

"Seingatku kamu nggak ambil foto kan? Seingatku yang ambil foto itu aku, dan belum sempatku edit jadi aku belum sempat posting..". Ujar Dwi dengan nuansa yang sedikit misterius.

"Iya.. aku nggak ambil foto, kan mbak yang ambil foto..". Ujarku dengan bertanya-tanya.

"Atau.. apa kamu pernah kasih lihat suami kamu fotoku yang lain?". Tanya Dwi lagi.

"Nggak mbak.. ada sih, tapi foto waktu kita masih kecil-kecil.. Emangnya kenapa?". Aku bertanya-tanya karena sangat penasaran.

"Ah sudahlah kita berangkat yuk, ini udah mau jam 08.30 lho..?". Jawab Dwi tanpa memberitahuku mengenai hal-hal foto di cafe tadi.

"Tapi mbak.. ada apa sama mas Adrian dan foto tadi..??". Tanyaku penasaran.

Namun Dwi tidak bicara lagi, dan hanya bergegas menyuruhku bersiap untuk berangkat.

-

Aku dan Dwi berangkat menuju ke lokasi yang wanita penelepon misterius itu tunjuk. Butuh waktu sekitar 20 menit perjalanan menuju kesana.

Tibalah kami di lokasi perumahan Komersial yang cukup mewah. Aku pun turun dari mobil sendirian, dan seperti rencana sebelumnya, bahwa hanya aku saja yang masuk. Sambil membawa alat perekam yang Dwi berikan padaku.

"Permisi..? Permisi..?". Aku memanggil-manggil si pemilik rumah. Tak lama kemudian, seorang wanita pun keluar dari pintu depan. Ternyata wanita yang ada di foto itu muncul, hanya saja sekarang ada beberapa perubahan di wajahnya dan payudaranya yang terlihat sudah banyak di permak. Khas ciri-ciri wanita kaya raya, wanita di depanku ini lumayan berbeda dari pada yang ada di foto.

"Briar? Silahkan masuk..". Jawabnya dengan raut wajah yang tidak begitu ramah.

Aku masuk dan dipersilahkan duduk oleh si pemilik rumah.

"Kamu mau minum apa..?". Tanyanya

"Nggak usah repot-repot aku hanya sebentar disini.. jadi langsung saja ada apa.. Kenapa kamu memintaku datang..". Tanyaku dengan lugas.

"Sudah berapa lama kalian saling mengenal?".

"Maksudmu? Aku sama mas Adrian?". Tanyaku lagi.

"Iya..". Jawab wanita itu

"Kami menikah dengan waktu yang cukup cepat, mungkin hanya sekitar setengah tahun sebelum akhirnya kami memutuskan untuk menikah.. memangnya kenapa..?". Tanyaku pada wanita ini.

"Oh.. pantas saja.. Seharusnya kamu mengetahui asal usulnya lebih banyak. Apakah kamu tidak merasa asing dengan wajah Adrian..? Maksudku seperti.. seolah-olah kamu pernah bertemu dengannya sebelumnya". Jawab wanita misterius di depanku.

"Aku benar-benar tidak mengerti, tolong beritahu saja sebenarnya ada apa..?". Aku menjadi tidak sabaran untuk mengetahui kebenarannya.

"Perkenalkan sebelumnya.. Aku Tiara Atau lebih tepatnya seorang wanita yang pernah hampir menjadi pacar dari suamimu Adrian saat kami masih di bangku kuliah dulu.. Jadi.. dulu sekitar 14 tahun lalu, Aku dan Adrian baru bertemu saat baru mulai masuk kuliah, dan kami mengambil jurusan yang sama. Adrian yang ku tau dulunya adalah orang biasa yang dulunya bersekolah di salah satu SMA di pedesaan tempat neneknya tinggal.. Adrian yang ku kenal saat itu, adalah pria yang sering murung, padahal Adrian adalah salah satu anak paling tampan di jurusan kami. Lalu lama kelamaan terbongkar jika Adrian ternyata anak salah 1 konglomerat yang awalnya tinggal di perkotaan. Namun karena ayah dan ibunya sering bertengkar, jadi Adrian pindah kedesa dan bersekolah di SMA yang dekat dengan rumah neneknya yang ada di desa. Bisa di bilang Adrian itu cinta monyetku.. Dan saat kami mulai kuliah, aku banyak membantu Adrian di masa-masa sulitnya, termasuk saat orang tuanya mulai memutuskan untuk bercerai.. Saking dekatnya, bahkan aku memiliki akses untuk keluar masuk ke asramanya Adrian secara bebas dan kapanpun yang aku mau.. Lalu.. Aku iseng-iseng membuka isi lemari milik Adrian dan menemukan buku album dan juga jurnalnya ketika adrian masih di bangku SMA. Aku penasaran dan langsung membacanya.. Jadi.. aku tau banyak hal..". Ujar Tiara si wanita misterius yang ada di depanku.

"Maaf aku tidak bisa percaya hanya karena kata-kata atau kamu pernah dekat dengannya. Yang aku tau mas Adrian selalu tinggal di perkotaan, dan tidak pernah tinggal di desa..". Aku tidak ingin percaya begitu saja.

Lalu, wanita ini tiba-tiba menunjukan aku sebuah foto usang yang isinya wajah seorang pria muda menggunakan setelan jas di depan sebuah papan merk salah satu SMA di desaku dulu, dan di balik foto itu ada nama Mas Adrian serta tanggal kelulusannya yang sepertinya sudah tertulis lama.

Seketika aku mulai merasa sedikit mual..

Sepertinya memang wajah itu tidak asing.. Mirip seperti wajah pria yang pernah melecehkanku dulu. Seketika aku merasa tercekik hampir menangis tidak percaya. Aku hampir tidak bisa menahan diri untuk tetap tenang. Tidak mungkin laki-laki yang pernah melecehkanku dulu adalah mas Adrian. Karena wajah mereka lumayan cukup berbeda.. Akan tetapi.. apakah mungkin wajah seseorang bisa berubah dalam waktu 16 tahun?

Ya, itu mungkin saja.. Akan tetapi aku masih tidak ingin percaya, mas Adrian adalah pria yang sangat menghormatiku.

-

"Iya.. itu suamimu saat baru lulus dari SMAnya yang di desa, dan di sebelahnya adalah nenek dari Adrian sendiri. Kalau kamu tidak percaya kamu bisa memeriksanya sendiri bahwa suami kamu Adrian Mahesa dulunya pernah bersekolah di SMA itu dan tempat tinggalnya berdekatan dengan rumah Adam, itupun kalau kamu mengenalnya..". Ucap wanita itu.

"Tunggu.. Bagaimana kamu tau tentang Adam?".

"Tentu aku tau.. karena seperti yang aku katakan, aku sangat dekat dengan Adrian.. Dan aku sudah membaca hampir semua isi jurnalnya saat dia masih di bangku SMA..". Ucap wanita itu semakin menakutiku.

"Memangnya, apa isi jurnalnya sehingga kamu mencariku.. Kalau hanya sebatas itu aku tidak mempermasalahkannya, semua itu normal-normal saja..". Jawabku tegas sambil menahan perasaanku.

"Aku tau semuanya.. begitu juga tentang kamu..". Ucap wanita yang ada di depanku ini.

(to be continued)>

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!