NovelToon NovelToon
Obsesi Yang Melukai

Obsesi Yang Melukai

Status: sedang berlangsung
Genre:Persahabatan / Romantis / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Cintapertama / Cinta Murni
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: farhati fara

Bukan tentang pengkhianatan ataupun perselingkuhan, tapi tentang obsesi cinta yang menjadi luka dan dosa.

Nisa harus menerima hatinya terluka saat suaminya, Rangga secara terang terangan pergi berkencan dengan kekasihnya, Tiwi. Tapi itu adalah harga yang harus diterimanya atas dosa yang dilakukannya sendiri.

Lalu bagaimana kisah selanjutnya saat cahaya lain hadir dalam hidup Nisa. Akankah semuanya berakhir bahagia atau sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farhati fara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Impian

Kembali ke saat dimana kini Rangga kembali dengan dua cup es krim di tangannya.

"Hey, kenapa kamu menangis? Ini es krimnya!" ujaran Rangga mengejutkan Nisa yang tidak sadar kalau dia sedang melamun dengan air mata yang mengalir di pipinya.

"Eh mas Rangga sudah kembali. Woah!! Es krimnya kelihatan enak!" seru Nisa sambil mengambil salah satu cup es krim di tangan Rangga.

"Kau belum menjawab pertanyaanku! Kenapa menangis?" Rangga kembali mengulang pertanyaannya saat melihat Nisa tidak menggubris pertanyaannya sebelumnya. Pria itu juga bersegera duduk kembali disamping Nisa.

"Eh, ini karena aku sedang membayangkan orang tuaku yang telah tiada. Dulu ayah sering sekali membelikanku es krim saat aku sedang sedih." jawab Nisa yang jelas itu hanyalah sebuah kebohongan yang terselip fakta. Dia tidak menangis karena mengingat orang tuanya, tapi perihal ayahnya yang sering membelikannya es krim saat dia sedang sedih itu benar adanya.

Rangga menatap wajah Nisa tidak percaya. Dia seakan sudah mengenal Nisa, wanita itu tidak akan menangis se terluka itu kalau hanya mengingat mendiang kedua orang tuanya.

"Kamu tidak sedang berbohong padaku, kan? Ada hal lain yang sedang kamu tangisi, kan? Apa itu masalah kita?" tanya Rangga beruntun, penuh curiga namun juga tepat sasaran. Andai pria itu mau sedikit peka, maka mungkin dia tidak akan mencoba menebak-nebak seperti itu. Biarkan saja Nisa dengan tangisannya karena jelas wanita itu terluka, dan sumber lukanya yang utama adalah diri Rangga sendiri.

Nisa kini mengalihkan tatapannya yang sebelumnya dicoba untuk tidak terlihat di depan Rangga kalau dia habis menangis, tapi faktanya suaminya itu sudah lebih dulu menangkap basah air matanya. Dia menatap pada wajah sang suami,

"Mungkin iya, sedikit! Aku sedikit kepikiran tentang masalah kita" jawab Nisa akhirnya walau masih berbalut kebohongan. Apanya yang sedikit kepikiran, kepalanya kini ingin rasanya pecah dengan semua masalahnya dan Rangga.

"Sudah, jangan terlalu di pikirkan. Ingat, Dokter berkata apa!? Jangan banyak pikiran!"

"Iya, aku akan berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya" jawab Nisa lagi yang berusaha untuk menampilkan senyumnya kembali.

"Baguslah, tapi aku masih penasaran! Masalah apa yang membuatmu menangis seperti itu. Coba ceritakan padaku dengan sejujurnya, awas! Jangan coba-coba bohong ya!" Rangga kembali berujar yang lebih terdengar seperti desakan agar Nisa mau bercerita.

Nisa menatap pada wajah sang suami yang terlihat penuh harap. Perlahan dia menghelakan nafasnya.

"Baiklah," sahut Nisa setelah memutuskan untuk bercerita walau dia tidak akan mengatakan kalau dia sedih akibat surat cerai yang Rangga layangkan padanya.

"Sebenarnya aku hanya memikirkan impianku yang tidak akan terwujud." lanjut Nisa sembari merenung.

"Impian? Memangnya apa impianmu?" tanya Rangga semakin di buat penasaran.

"Berdiri diatas balkon rumah saat bulan purnama sembari memandang keindahan langit yang dipenuhi bintang serta menyambut hari saat matahari terbit, menikmati keindahannya dengan pria yang kucintai berada di belakangku, memelukku dalam kehangatannya. Itulah impianku... Impian sederhana yang takkan terwujud." ungkap Nisa dengan mata yang kembali berair. Rangga mendadak menghentikan gerakan mulutnya yang sedang menikmati es krimnya. Pandangannya terpaku kearah sang istri. Dia membeku, jantungnya bahkan sudah berdetak dengan menggila dan... dan dia merasakan ada hal aneh yang terjadi dengan hatinya.

"Apa ini? Ada apa dengan hatiku?" batin Rangga bertanya saat dia merasakan hal yang tak pernah terjadi sebelumnya dengan hatinya. Rasa yang bahkan tidak pernah dia rasakan pada Tiwi, tapi kini hadir hanya karena ungkapan sang istri.

Kalimat ungkapan Nisa seakan menghantamnya dengan keras. Sudah begitu jelas apa maksud dari kalimat impian yang Nisa tuturkan. Siapa pria yang wanita itu cintai, Rangga jelas tahu itu lebih dari siapa pun. Pria itu adalah dirinya, dan Rangga jelas tidak mau melakukan apa yang Nisa harapkan itu kedepannya. Tapi sekarang, rasanya Rangga mulai tidak masalah jika itu harus terjadi di masa depan, namun lagi-lagi keraguan masih membalut diri Rangga.

"Kamu menyindirku, ya?" tanyanya spontan pada Nisa yang kini memandangnya.

"Tidak! Tapi kalau Mas Rangga merasa tersindir itu terserah Mas saja."

"Aku tahu, itu kamu tujukan untukku"

"Aku tidak bermaksud begitu," Nisa mencoba membantah pada apa yang memang bukan maksudnya.

"Tadi Mas bertanya tentang impianku. Kan aku sudah menjawabnya tapi malah dituduh menyindir," lanjut Nisa yang tidak bisa menerima dituduh walau kalimatnya sebelumnya jelas tertuju pada Rangga.

Rangga mengembangkan senyumnya. Jarang sekali dia melihat Nisa menunjukkan emosinya seperti sekarang ini.

"Baiklah, aku tidak menuduhmu. Kan, aku hanya bertanya" ujar Rangga yang melihat pergelangan tangannya dimana penunjuk waktu melingkar

"Ini sudah sore. Apa kamu sudah puas sekarang? Kalau sudah puas, kita harus segera pulang. Aku masih memiliki banyak pekerjaan yang belum ku selesaikan. Besok kan aku masih harus bekerja." jelas Rangga yang memang hari sudah menjelang sore dan mereka sudah cukup lama berkeliling taman itu. Kini sudah saatnya untuk mereka pulang.

"Iya, aku sudah puas, Mas! Ayo kita pulang!" jawab Nisa dengan senyuman sembari mengajak sang suami untuk kembali. Keduanya kemudian bangkit dari bangku taman itu dan berjalan kearah dimana mobil Rangga terparkir. Keduanya kembali ke rumah mereka yang sunyi.

🍀🍀🍀

Hari sudah menjelang siang, saat Rangga keluar sebentar di waktu istirahat kantornya. Pria itu sedang duduk sendiri di cafe langganannya yang tak jauh dari kantor tempatnya bekerja. Dia sedang merenung memikirkan keanehan dengan dirinya yang terjadi sejak dua minggu lalu, lebih tepatnya setelah dia pulang dari jalan-jalan di taman dengan istrinya.

"Sebenarnya ada apa dengan diriku?" batinnya kembali bertanya. Rangga benar-benar merasa bingung dengan perasaannya sendiri. Sudah dua minggu juga dia jarang bertemu Tiwi yang biasanya selalu dia nantikan.

Tepat setelah dia dan istrinya kembali dari taman. Malamnya Rangga langsung janjian ketemuan sama Tiwi di Cafe ini. Malam itu, Tiwi langsung memeluknya spontan akibat terlalu senang karena wanita itu akan mendapatkan peran utama di teater bulan depan.

Rangga hanya bisa tersenyum sambil mengucapkan selamat pada kekasihnya itu. Dia juga memberi sebuah hadiah pada wanita itu berupa gelang berwarna putih yang ditaburi manik-manik layaknya berlian. Tiwi langsung kegirangan bahagia mendapat hadiah itu dari pria yang mencintainya.

Tapi, saat hadiah itu diterima oleh Tiwi. Rangga kembali merasakan hal aneh lagi dalam dirinya. Hatinya mencelos, dia tidak pernah memberikan hadiah apapun pada Nisa selain sebuah bros yang diberikannya pada saat ulang tahun Nisa yang ketiga belas, saat dirinya dan Nisa masih duduk di bangku SMP, dan Rangga tidak buta kalau istrinya itu masih menggunakan bros usang itu di jilbabnya sampai sekarang. Hanya itu pemberiannya pada sang istri setelah bertahun-tahun bersahabat dan kemudian menikah. Sedangkan pada Tiwi sudah tak terhitung jumlah hadiah yang dibelikannya pada wanita yang berstatus sebagai kekasihnya itu.

.

.

.

1
Aditya hp/ bunda Lia
Nah loh keciduk juga akhirnya si Fatma kan apa datang bareng si Tiwi juga biar tambah dari der dor ... 🤭
Intan
Bagus sekali❤️😘😘
Aditya hp/ bunda Lia
ya terus sekarang mau mu apa Ranggaaaaa ... nikmati ajah apa yang kamu tanam dulu sedap kan ....
Aditya hp/ bunda Lia
dasar gak peka kalo nanti si Tiwi tau siapa Ali malu gak tuh kamu
Aditya hp/ bunda Lia: iya juga
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
pedemu udah tingkat galaksi 😂😂
dasar Tiwi ulet bulu
Aditya hp/ bunda Lia: gatel banget sebadan badan 😂😂
total 2 replies
sari
jiahahaha GK malu tuh si Tiwi kmarin Rangga suami org skarang KK ipar pun mau di embat dsr pelakor emg ya
Fara F: pelakor ya hehe😅
total 1 replies
sari
ya ampun ribet bgt sih ikatan mrk bakal seru nih💪
Fara F: Jelas seru donk hehe😁
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
yeeeh, .... Fatma kalo kamu tau Nisa itu manta istri si Rangga gimana coba
Aditya hp/ bunda Lia: iya pasti dan nanti dia mau ngambil sikap gimana yah sama si Tiwi
total 2 replies
sari
Ali Fatma itu brarti Ali Fatimah kah
ah couple baru dong😍
semangat kak fara💪lanjut LG yg byk ya😄
Fara F: satu bab saja keteter ini. Bagaimana mau banyak😭😭🙏🏻
total 1 replies
sari
mampus tuh si serangga moga aja stelah ini Nisa bahagia ya💪
Fara F: Aamiiin🤲🏻
total 1 replies
sari
mrk 3 bersaudara Ali Nisa dan Nita
apakah Nita punya peran besar jg di novel ini JD penasaran
Fara F: Tunggu saja, ada partnya Nanti Insha Allah😁
total 1 replies
sari
apakah Rangga skarang sudah SDR kalo dia cinta ma Nisa trlambat kali sdarnya
Fara F: penyesalan yang terlambat
total 1 replies
sari
ya Tuhan kok nyesek bgt sih kak bab ini/Sob//Sob/
ngebayangin JD Nisa psti sakit bgt deh/Cry/
Fara F: Saya juga nangis pas di ceritain bagian ini. Nyesek banget begitu😭
total 1 replies
sari
Nisa psti SGT senang tp aku GX rela
cerai aja GX sih klean
Fara F: iya cerai sih. tidak ada jalan keluar lain
total 1 replies
sari
Cinta buta Nisa GX dpt dipaksakan mkanya dia trluka/Sob/
Fara F: iya, obsesinya bikin dia terluka sama seperti judulnya
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
mungil cantik hamba Alloh yang taat kurang apalagi dasar si Rangga udah buta sama si Tiwi ....
Fara F: Cinta itu buta sih jatuhnya wkwk🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
bener banget itu Thor puas banget biar si Rangga seumur hidup dalam penyesalan
Aditya hp/ bunda Lia: pasti 😂
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
istrimu udah pergi bego ... kawinin ajah tuh pujaan hatimu si Tiwi udah gak ada penghalang lagi bebas kau sekarang 😡
Aditya hp/ bunda Lia: iya juga yah 🤭
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
Nisa kamu benar2
Aditya hp/ bunda Lia: okey .. gak apa-apa yang penting seru bikin penasaran
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
nah ... apa ada yang meninggoy?
Aditya hp/ bunda Lia: oh gitu? terus Ali jadi nikah sama Fatma duh jadi kepo banget ini
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!