NovelToon NovelToon
DIJUAL AYAH Rp 500 JUTA, DINIKAHI CEO ROGUE MUSUH KELUARGAKU

DIJUAL AYAH Rp 500 JUTA, DINIKAHI CEO ROGUE MUSUH KELUARGAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: R. AL

Sinta Maharani dijual ayah kandungnya seharga Rp 500 juta untuk lunasi hutang judi.

Pembelinya adalah Arga Wijaya, CEO Rogue terkaya dan paling kejam di Jakarta. Pernikahan kontrak 1 tahun demi warisan triliunan.

Namun di malam pertama, Arga berbisik dingin, "Keluarga Maharani adalah pembunuh keluargaku. Sekarang giliranmu yang membayarnya."

Sinta terjebak. Menikah dengan musuh yang membenci darahnya, sambil menyembunyikan rahasia bahwa dia adalah serigala terakhir berdarah murni.

Mampukah Sinta bertahan di tengah dendam dan cinta terlarang? Ataukah dia akan hancur oleh masa lalu keluarganya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: TUNANGAN MISTERIUS DARI SINGAPURA DAN CEMBURU MEMBARA CEO

Pria misterius dengan jas hitam di mobil Alphard hitam di luar rumah sakit itu tidak pergi. Dia terus mengawasi kamar VIP ayahku dari kejauhan selama 1 jam penuh, sampai akhirnya Arga menyadarinya.

Insting CEO Rogue Arga memang sangat tajam. Dia langsung melihat pantulan kacamata hitam pria itu dari jendela lantai 3.

"Hendra, cek mobil Alphard hitam plat Singapura di parkiran bawah, ada pria mencurigakan. Jangan sampai dia masuk," bisik Arga ke pengawalnya lewat earphone kecil.

Aku yang sedang dipeluk ibuku, Rina Wijaya, yang baru saja kutemui setelah 17 tahun terpisah, tidak menyadari bahaya itu. Aku terlalu bahagia akhirnya punya ibu.

"Ibu... Sinta kangen banget sama Ibu... Sinta kira Ibu sudah di surga..." isakku di pelukan ibuku yang wangi mahal.

Ibu Rina mengelus rambutku dengan lembut, air matanya juga tidak berhenti jatuh.

"Maafkan Ibu ya sayang... Ibu pengecut... Ibu harusnya lawan keluarga Wijaya waktu itu, tidak pergi tinggalkan kamu dan ayahmu... Ibu janji sekarang Ibu tidak akan pergi lagi..."

Ayahku, Pak Herman, yang sudah jauh lebih sehat, tersenyum melihat kami berpelukan, tapi matanya sesekali melirik ke jendela dengan tatapan waspada, seolah dia tahu siapa pria di mobil Alphard itu.

Benar saja, 10 menit kemudian, pintu kamar VIP diketuk dengan sangat sopan, 3 ketukan pelan.

Seorang suster masuk dengan wajah gugup.

"Maaf Nyonya Rina, ada tamu yang ingin bertemu, katanya dari Singapura, namanya Tuan Kelvin Tan..."

Mendengar nama Kelvin Tan, wajah ibuku yang tadinya bahagia langsung berubah pucat pasi seperti mayat, tangannya yang memelukku langsung gemetar hebat.

"Tidak... tidak... dia datang... dia menemukan saya..."

Ayahku langsung berdiri dari kursi rodanya dengan susah payah, berdiri di depan ibuku dan aku seperti ingin melindungi kami.

"Kelvin Tan? Tunangan paksa Ibu dulu itu?" tanya Arga dengan suara dingin, dia langsung berdiri dan menarikku ke belakang punggungnya.

Pintu terbuka, dan masuklah seorang pria tinggi, ganteng, umur sekitar 35 tahun, memakai jas hitam Gucci yang harganya mungkin 100 juta, rambutnya disisir rapi ke belakang, wajahnya sangat tampan seperti aktor drama Korea, tapi tatapannya sangat dingin dan posesif. Di belakangnya ada 4 bodyguard besar.

Itulah Kelvin Tan, pewaris Tan Group, konglomerat nomor 1 di Singapura, pria yang 17 tahun lalu dijodohkan paksa dengan ibuku, Rina Wijaya.

"Rina, akhirnya ketemu kamu lagi setelah 17 tahun kamu kabur dari pertunangan kita," kata Kelvin dengan bahasa Indonesia yang fasih tapi logat Singapura, senyumnya terlihat manis tapi matanya mengerikan.

"Kelvin... tolong... jangan di sini... ada anak saya..." bisik ibuku dengan suara gemetar ketakutan.

Kelvin menatapku dari atas sampai bawah, lalu menatap Arga dengan tatapan meremehkan.

"Oh jadi ini anak hasil kamu dengan sopir itu? Sudah besar ya? Dan kamu Arga Wijaya ya? Keponakan Rina? Saya sering dengar nama kamu, CEO kecil-kecilan di Jakarta yang baru dapat warisan 2 Triliun."

Nada meremehkan Kelvin itu membuat rahang Arga langsung mengeras. Tidak ada yang pernah berani meremehkan Arga Wijaya di Indonesia.

"Jaga mulut Anda, Tuan Tan. Anda sedang berada di rumah sakit milik Wijaya Group, di negara saya. Saya bisa usir Anda dalam 1 detik."

Kelvin tertawa keras, tawanya sombong.

"Usir saya? Kamu tahu siapa saya? Tan Group punya 10 rumah sakit lebih besar dari ini di Singapura. Saya datang ke sini untuk menjemput tunangan saya, Rina, yang sudah kabur 17 tahun. Sesuai perjanjian 2 keluarga Wijaya dan Tan 17 tahun lalu, Rina adalah milik saya."

"MILIK?" Aku langsung maju, tidak terima ibuku dibilang milik.

"Ibu saya bukan barang! Ibu saya manusia! Dia sudah menikah dengan ayah saya! Dia punya anak! Dia tidak akan ikut Anda!"

Kelvin menatapku dengan senyum licik.

"Anak manis, kamu belum tahu ya? Pernikahan ibumu dengan sopir itu tidak sah secara hukum Singapura dan hukum keluarga Wijaya. Di mata hukum keluarga kami, Rina masih tunangan saya dan belum pernah menikah. Jadi saya berhak bawa dia kembali ke Singapura hari ini juga."

Ibu Rina langsung menangis dan memegang tanganku erat.

"Tidak Kelvin! Saya tidak akan ikut kamu! Saya sudah punya keluarga! Saya punya Herman dan Sinta! Saya cinta mereka!"

Kelvin berjalan mendekati ibuku, ingin menarik tangan ibuku, tapi Arga langsung menepis tangan Kelvin dengan sangat keras sampai Kelvin mundur 2 langkah.

"JANGAN SENTUH TANTE SAYA!" Bentak Arga dengan suara yang menggelegar, suara CEO Rogue yang sesungguhnya keluar.

4 bodyguard Kelvin langsung maju ingin serang Arga, tapi 10 bodyguard Arga yang sudah standby di luar langsung masuk dan mengepung mereka. Suasana di kamar VIP langsung tegang, seperti mau perang antara konglomerat Indonesia vs Singapura.

"Arga Wijaya, kamu mau lawan saya? Kamu tahu Tan Group 10 kali lebih kaya dari Wijaya Group? 2 Triliun kamu itu uang kecil bagi saya!"

"Uang bukan segalanya, Tuan Tan," jawab Arga dengan tenang tapi mengerikan, dia merangkul pinggangku dan ibuku sekaligus.

"Dan satu lagi yang Anda lupa, Tuan Tan. Rina Wijaya bukan hanya Tante saya, dia adalah ibu kandung dari istri saya, Sinta Wijaya. Jadi dia adalah mertua saya. Dan tidak ada yang boleh bawa mertua saya ke mana pun tanpa izin saya dan istri saya. Apalagi Anda, mantan tunangan yang ditolak."

Kata-kata Arga itu membuat Kelvin terdiam, dia tidak menyangka Arga akan seberani ini.

Kelvin menatap ibuku lagi dengan tatapan posesif yang menyeramkan.

"Rina, saya kasih kamu waktu 3 hari. 3 hari untuk kamu pikirkan. Kalau kamu tidak ikut saya kembali ke Singapura untuk menikah dengan saya, saya akan hancurkan Wijaya Group dan saya akan buat sopir miskin itu masuk penjara lagi dengan kasus baru. Saya punya koneksi polisi di sini."

Setelah mengancam, Kelvin dan bodyguardnya pergi meninggalkan kamar dengan langkah sombong.

Setelah mereka pergi, ibuku langsung jatuh terduduk dan menangis histeris di pelukan ayahku.

"Maafkan Ibu... karena Ibu, Wijaya Group jadi terancam... karena Ibu, Herman jadi terancam penjara lagi... seharusnya Ibu tidak pulang... seharusnya Ibu tetap di Singapura..."

Aku memeluk ibuku erat.

"Tidak Bu... Ibu tidak salah... Ibu sudah berkorban 17 tahun demi Sinta... sekarang giliran Sinta dan Mas Arga yang lindungi Ibu..."

Arga berjongkok di depan ibuku dan ayahku, menggenggam tangan mereka berdua.

"Tante Rina, Pak Herman, jangan takut. Selama saya Arga Wijaya masih hidup, tidak ada yang bisa pisahkan keluarga ini lagi. Kelvin Tan itu hanya gertakan, Tan Group memang besar, tapi Wijaya Group tidak kecil, kita punya 2 Triliun dan koneksi pemerintah. Saya akan lawan dia."

Ayahku mengangguk dengan air mata.

"Terima kasih Arga... Ayah titip Rina dan Sinta ya..."

Malam itu kami pulang ke penthouse dengan perasaan campur aduk. Bahagia karena keluarga berkumpul, tapi cemas karena ancaman Kelvin Tan.

Di penthouse, saat aku sedang mandi, Arga duduk di ranjang sambil menatap cincin 10 karat di jariku dengan tatapan cemburu yang berbeda.

Saat aku keluar dari kamar mandi dengan piyama sutra, Arga langsung menarikku ke pangkuannya.

"Mas kenapa?" tanyaku kaget karena tiba-tiba dipangku.

"Tadi Kelvin Tan lihat kamu terus, Sinta. Dia lihat istri saya dari atas sampai bawah. Saya tidak suka."

Aku tertawa kecil melihat Arga cemburu.

"Mas cemburu sama Kelvin? Kan dia ngejar Ibu, bukan Sinta."

"Bukan. Saya kenal tipe pria seperti Kelvin, dia tidak akan berhenti di ibumu. Kalau dia tahu kamu adalah anak Rina yang cantiknya mirip ibunya, dia pasti akan incar kamu juga setelah ibumu. Dan saya tidak akan biarkan."

Arga memelukku sangat erat, sangat posesif, dagunya di pundakku.

"Kamu milik saya, Sinta. Hanya milik saya. Tidak ada Kelvin, tidak ada pria lain di dunia ini yang boleh lihat kamu seperti tadi. Mengerti?"

Jantungku berdebar kencang mendengar nada posesif Arga yang panas itu.

"Mengerti Mas... Sinta hanya milik Mas... selamanya..."

Arga tersenyum puas mendengar jawabanku, lalu mencium leherku dengan lembut, ciuman yang membuat bulu kudukku merinding.

"Mulai besok, kamu tidak boleh pakai dress pendek lagi kalau keluar rumah tanpa saya. Harus pakai saya antar. Dan semua jadwal kuliah kamu, saya yang antar jemput."

"Mas posesif banget..."

"Ya, saya memang posesif. Apalagi setelah ada Kelvin Tan. Saya tidak mau kehilangan kamu seperti saya hampir kehilangan orang tua saya dulu."

Malam itu, Arga memelukku tidur dengan sangat erat, seolah takut aku akan diambil orang.

Tapi ancaman Kelvin Tan benar-benar bukan gertakan. Keesokan paginya, saham Wijaya Group tiba-tiba anjlok 20% karena ada investor besar dari Singapura menarik dananya, dan ayahku mendapat surat panggilan polisi lagi atas kasus lama yang sudah ditutup.

Perang konglomerat Indonesia vs Singapura resmi dimulai.

Dan di tengah perang itu, aku harus memilih, bagaimana cara menyelamatkan keluargaku tanpa harus mengorbankan ibuku kembali ke pelukan Kelvin Tan?

(Bersambung...)

1
aina susiyanti77
keren kk😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!