NovelToon NovelToon
Maaf, Aku Tak Mengemis Cinta

Maaf, Aku Tak Mengemis Cinta

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Masuk ke dalam novel / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:245k
Nilai: 4.9
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Ia masuk ke tubuh wanita yang ia anggap bodoh, dan memilih mengubah takdirnya, bukan mengulangnya

Dina, yatim piatu cerdas yang selalu diremehkan karena penampilan, meninggal dalam kecelakaan dan terbangun sebagai Belvina Laurent, sosialita cantik yang dulu ia anggap bodoh. Terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan Alden Virel, pria dingin yang membencinya,

Dina dalam tubuh Belvina memutuskan berhenti mengejar cinta yang bukan miliknya.

Perubahannya membuat Alden gelisah, sementara Seraphina, wanita yang tampak lembut, perlahan menunjukkan sisi tersembunyi.

Dengan kecerdasan yang kini jadi senjata, Belvina mulai membalik keadaan, mengungkap kebohongan, dan membuktikan bahwa harga diri lebih berharga daripada cinta sepihak.

Namun semakin ia menjauh, semakin Alden tak mampu melepaskannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Ketenangan yang Mengganggu

Di ruang kerja, ponsel Alden bergetar.

Notifikasi pemakaian kartu muncul. Nama Belvina tertera jelas.

Alden melirik sekilas. Lalu mengambil ponselnya. Alisnya terangkat tipis.

“Belanja?” gumamnya.

Ia langsung menekan nomor. Panggilan tersambung.

“Ya, Tuan,” suara di seberang terdengar sigap.

“Lapor.”

“Ny— Nyonya sejak tadi berkeliling, Tuan. Lalu berhenti di butik langganannya. Sekarang sedang di meja kasir.”

Alden bersandar. Matanya sedikit menyipit.

“Sendiri?”

“Iya, Tuan. Dan…”

Pria itu ragu.

“Dan apa?”

“Selera Nyonya… berubah.”

Alden terdiam. “Seperti apa?”

“Tidak ada drama. Tidak pilih yang mencolok. Langsung ambil.”

Alden menatap ke depan. Kosong. Namun pikirannya berjalan cepat.

“Awasi terus,” ucapnya singkat. “Jangan sampai dia sadar.”

“Baik, Tuan.”

Panggilan terputus.

Alden tidak langsung meletakkan ponselnya.

Perubahan kecil. Namun justru itu yang mengganggu.

“Semakin jauh…” gumamnya pelan.

Bukan hanya sikap. Cara memilih. Bereaksi. Dan… mengabaikan. Semuanya tidak lagi sama.

Dan Alden tidak menyukai hal yang tidak bisa ia baca.

---

Sementara itu di butik.

Belvina keluar dengan beberapa tas di tangan. Langkahnya ringan. Wajahnya puas.

“Ini baru namanya hidup…” katanya ringan.

Ia masuk kembali ke mobil. Namun belum langsung pulang. Mobil melambat di persimpangan.

Belvina tidak langsung menekan gas lagi. Ia tertarik pada sebuah bangunan di seberang jalan.

Tulisan di depannya jelas. Tempatnya terlihat mahal. Tenang.

Spa.

Ia menatap beberapa detik. Bukan karena mengenalinya. Justru karena tidak.

Tempat seperti ini… bukan dunia yang pernah ia masuki.

Ragu sejenak. Lalu sudut bibirnya terangkat tipis.

“Sekali-sekali…” gumamnya ringan.

Keputusan itu diambil tanpa banyak pikir. Bukan karena yakin. Tapi karena ingin mencoba sesuatu yang belum pernah ia miliki.

Beberapa menit kemudian.

Aroma lavender memenuhi ruangan spa. Musik lembut mengalun pelan, menenangkan.

Belvina berbaring di ranjang perawatan, tubuhnya mulai rileks meski sesekali masih terasa canggung. Ini pertama kalinya ia merasakan sentuhan seperti ini, hangat, teratur, memanjakan.

“Tekanannya sudah pas, Nyonya?” tanya terapis dengan suara lembut.

“Iya… enak,” jawabnya jujur, matanya terpejam sesaat.

Dalam hati ia nyaris tertawa.

“Dulu buat makan saja mikir dua kali… sekarang dipijat begini.”

Beberapa menit berlalu.

Pintu terbuka perlahan. Seseorang masuk. Langkahnya tenang. Terukur.

Terapis langsung menunduk hormat.

“Selamat datang, Nona Seraphina.”

Nama itu membuat Belvina membuka mata. Ia menoleh.

Wanita itu berdiri di sana. Rapi. Tenang. Terlihat… terbiasa berada di tempat seperti ini.

Ada sesuatu yang terasa familiar. Bukan dari ingatan. Tapi dari potongan cerita yang pernah ia baca.

“Oh… jadi ini orangnya.”

Dina, yang kini hidup sebagai Belvina, langsung mengenalinya. Wanita ini yang dicintai Alden.

Seraphina.

Di cerita yang sempat ia baca, wanita ini selalu digambarkan sempurna. Lembut. Baik. Pantas dicintai.

Belvina hanya melirik sebentar. Lalu kembali memejamkan mata.

Seraphina sedikit terdiam. Tatapannya tertuju pada Belvina. Alisnya hampir tak terlihat mengernyit.

Biasanya, wanita itu akan langsung memasang wajah dingin. Tajam. Bahkan terkadang terang-terangan menunjukkan ketidaksukaan.

Namun sekarang?

Tenang. Terlalu tenang.

“Apakah aku mengganggu?” tanya Seraphina lembut.

Belvina membuka mata lagi, menoleh sekilas. “Tidak. Silakan saja.”

Jawabannya ringan. Tanpa beban. Tanpa emosi.

Seraphina tersenyum tipis. “Terima kasih.”

Ia berjalan ke tempat perawatan di sebelahnya. Namun matanya sempat kembali melirik.

Berbeda… Sangat berbeda. Sikapnya, riasan wajahnya. Semua berbeda.

Belvina kembali memejamkan mata. Namun pikirannya tidak sepenuhnya tenang.

Wanita itu sempurna. Dan ia tahu… pria seperti Alden tidak akan memilih tanpa alasan.

Napasnya terlepas pelan.

"Kalau begitu…"

Sebuah kemungkinan muncul. Bukan keputusan. Belum. Tapi cukup jelas untuk tidak diabaikan.

Mungkin… menjauh akan membuat semuanya lebih sederhana.

Tubuhnya semakin rileks. Keputusan itu terasa ringan di pikirannya. Seolah itu jalan keluar terbaik.

Tanpa ia sadari, ia sedang melangkah menuju sesuatu yang jauh lebih rumit.

Di sisi lain, Seraphina berbaring dengan anggun. Matanya terpejam. Namun pikirannya… tidak.

Belvina tidak menyerang. Tidak menjauh. Mengabaikan.

Senyumnya tetap lembut. Sempurna. Namun di balik itu, ada sesuatu yang bergerak.

Dingin. Menghitung.

"Menarik… Perubahan ini… bukan hal kecil."

Perubahan seperti ini… tidak pernah terjadi tanpa alasan.

Ia membuka mata perlahan. Menatap langit-langit.

"Kalau dia berubah… berarti aku juga harus menyesuaikan."

Senyumnya tidak berubah. Tetap hangat. Tetap baik. Namun niat di baliknya, tidak pernah sesederhana itu.

---

Di kantor.

Ponsel Alden kembali bergetar. Satu pesan masuk. Singkat. Alden membacanya.

> Lokasi Nyonya saat ini: Aurelia Spa. Bersama Nona Seraphina.

Tatapan Alden berhenti di layar.

Lokasi yang sama. Waktu yang sama. Dan dua orang yang seharusnya tidak bertemu tanpa alasan.

Rahangnya mengeras tipis. Ini bukan kebetulan. Seseorang bergerak. Dan ia belum tahu siapa.

Jarinya bergerak, menekan nomor dengan tenang. Terlalu tenang.

“Ya, Tuan.” Suara dari seberang terdengar.

“Satu ruangan?” suara Alden rendah.

“Iya, Tuan. Ruang perawatan VIP.”

Alden bersandar, menatap ke depan. Tidak ada perubahan berarti di wajahnya. Namun udara di sekitarnya terasa berat.

“Apa yang mereka lakukan?”

“Tidak ada konflik, Tuan. Nyonya terlihat… biasa saja. Bahkan tidak banyak berbicara.”

“Dan Seraphina?”

“Seperti biasa, Tuan.”

Jawaban itu justru membuat tatapan Alden berubah. Lebih tajam. Lebih dalam.

Ia menutup panggilan tanpa kata tambahan. Ponsel diletakkan pelan di meja. Tangannya menyatu di depan bibir.

Diam.

Namun pikirannya bergerak cepat.

Belvina. Wanita itu tidak menyerang. Tidak mencari perhatian. Tidak juga mencoba menjatuhkan Seraphina seperti biasanya.

Justru… diam. Menjauh. Seolah tidak peduli.

Jari Alden mengetuk meja sekali. Pelan. Terukur.

“Main apa kamu…” gumamnya rendah.

Atau… ini memang dirimu yang sebenarnya?

Nada suaranya bukan sekadar curiga. Ada sesuatu yang lebih gelap di dalamnya. Kehilangan kendali. Dan Alden Virel, tidak pernah menyukai itu.

Ia meraih jasnya. Berdiri.

“Siapkan mobil.”

---

Di sisi lain—

Aroma lavender masih memenuhi ruangan.

Belvina menikmati pijatan dengan mata terpejam. Tubuhnya mulai benar-benar rileks. Bahkan pikirannya yang tadi penuh mulai melambat.

Sampai suara itu kembali terdengar. Lembut. Tenang.

“Aku tidak menyangka kita bisa setenang ini di satu ruangan.”

Belvina membuka mata. Menoleh sedikit.

“Memangnya harus bagaimana?” jawabnya ringan.

...✨“Saat semua orang mulai bergerak, yang paling berbahaya adalah yang terlihat diam.”✨...

.

To be continued

1
anonim
Alden bersama sopir meluncur ke kota di mana Belvina berada.

Belvina ketangkap kau. Kembali dalam pelukan Alden.

Wow...pagi hari bangun tidur Belvina sudah main bogeman dengan sasaran suaminya wkwkwk
anonim
Belvina Dina sudah tidak gadis lagi. Tetap ingin bercerai dari Alden.

Belvina melarikan diri tanpa membawa ponsel. Jadi ketahuan Alden - nama kontak "Es Balok" untuk Alden 😄.

CCTV memperlihatkan bagaimana Belvina memulai aksi kaburnya.

Saatnya mencari Belvina. Alden memerintahkan seseorang mencari Belvina.

Secepat itu orang suruhan Alden menemukan Belvina. Sudah berada di luar kota. Sudah diketemukan alamat hotel dimana Belvina menginap.
abimasta
terimakasih thor,sukses di karya2 selanjutnya
Sulati Cus
menarik
Kyky ANi
aduh tuan Raymond ini manas manasin aza deh,,,
Kyky ANi
bahaya nih,,Serap,, udah mulai rencana jahat,,
Kyky ANi
Alden sudah tidak percaya lagi sama kamu Seraphina,,
Kyky ANi
Alden menganggu aza sih kamu,
Kyky ANi
Seraphina punya rencana jahat nih ke Belvina,, semoga Belvina selamat dari rencana jahat siSerap,,,
Liana Simon
Ceritanya menarik Thor
Bela Viona
ada beberapa kisah hidup yg tidak pantas mendapatkan kesempatan ke2.dan ada juga yg pantas di berikan kesempatan ke 2. itu semua tergantung dgn usaha dan pembuktian. tidak mudah mendapat kn maaf dan pengampunan, selama org itu tetap sabar dan berusaha keras serta berusaha memperbaiki serta tdk mengulangi hal yg sama. maka kesempatan itu pasti ada.
Bela Viona
posisi HB yg baik untuk ibu hamil itu miring & wanita di atas 😁.
klo perempuan di bawah yg ad sesak, dan terlalu terguncang buat kandungan 😁
Bela Viona
jgn salah kn hormon ibu hamil 😁, aku hamil anak ke 2 juga gtu, asli kandungan ku usia 1-4 bln. aku benci bgt lht suami.
di sentuh tangan aj gak suka. smpe suami frustasi di kira udh gak cinta.
usia kehamilan 5 bln malah aku nempel trs sama suami. tiap mlm mau ny HB trs. smpe suami kewalahan 🤣. horman ibu hamil itu unik² dan bukan di sengaja ya.
Kadek Sri
akhirnya tamat juga
Bela Viona
makan tuh 🤣
Anitha
Akhirnya kisah Belvina dan Alden happy ending...

terimakasih juga kak Nana....
Anitha
selama nikah bertahun² Alden hanya dua kali merasakan surga dunia bersama Belvina🤣
Yunita Sophi
bintang lima untuk penyemangat mu thor..
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Terima kasih KK 🤗🤗🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Yunita Sophi
makasih jg thor... salam sehat penuh semangat dan sukses slalu
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Sama-sama, Kak.🤗🙏🙏
total 1 replies
Oma Gavin
akhirnya happy ending untuk belvina dan alden
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!