NovelToon NovelToon
Labirin Ingatan "Antara, Aku Kamu Dan Masa Lalu"

Labirin Ingatan "Antara, Aku Kamu Dan Masa Lalu"

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Bad Boy
Popularitas:477
Nilai: 5
Nama Author: YirumaNitya

Cherry adalah seorang gadis yang beruntung, ia memiliki keluarga yang hangat dan sangat menyayanginya, hidupnya seperti impian banyak gadis seusianya terlebih ia memiliki Kakak Laki laki yang selalu melindunginya Kevin, di sekolah berpacaran dengan pria paling populer sekaligus ketua OSIS Dion Prince, namun setelah kehadiran dua Pria bernama Bumi dan Langit hidupnya berubah, masa lalu yang selama ini ia cari kebenarannya perlahan mulai terungkap. Akankah Cherry berhasil mengetahui masa lalunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kakak Kesayangan

Rabu Sore Cherry dan kedua orangtuanya sampai di kota Jala, Mereka Sampai pukul 17.30 sore. Kevin sudah menunggu di ruang tengah tampak seperti ikan yang kekuranganan air.

"Akhirnya." Katanya lega melihat orangtua dan adiknya sudah sampai.

Cherry tersenyum geli melihat tampang kakaknya "Kusut banget muka Lo kak, kayaknya udah kehabisan duit ya."

Ayah dan Ibu tertawa geli melihat ocehan kedua anaknya.

"Bu, kenapa sih Kevin gak di ajak." Protesnya langsung pada Ibu.

"Macem macem aja, udah kelas 3 mau ujian, fokus dong Vin"

"Ya gapapa sih Bu tapi nanti nanti Adek jangan di ajak dong Bu, rumah udah kayak rumah hantu gak ada dia yg teriak teriak nyanyi di kamar."

Cherry cemberut "Males banget, nanti yang ada dia pergi pergian Bu, Cherry di kunci in di kamar huh."

"Udah udah, nanti kalau libur Ayah ajak kalian semua liburan, Kevin biarin Ibu dan adikmu istirahat dulu." Kata Ayah menyela obrolan mereka.

"Iya Vin, kasian adikmu udah lelah banget." Kata ibu menimpali

"Iri aja Lo whleeee" Ledek Cherry sambil cengengesan.

"Liat aja Lo ya, kalau gue udah kuliah gue yang bebas." Balas Kevin tak mau kalah.

"Bodo amat whleeee iri dengki kasian deh lo" Ledek Cherry lagi.

Akhirnya mereka jadi kejar kejaran seperti Tom and Jerry, sampai kelelahan dan akhirnya berhenti dengan sendirinya.

"Lo kangen sama gue ya kak?"

"Dih pede amat."

"Terus Lo ngapain nelponin mas Bagas terus, sampe ganggu urusan pribadinya tau, emang Mas Bagas Baby Sitter harus ngurus dan awasin Cherry 24 jam" Cerocos Cherry.

Kevin cengengesan teringat dosanya, lalu mencoba berdalih "Mas Bagasnya aja yang Cemen, cuma gue ancam aja masa takut."

Cherry memelototi Kakaknya garang "Gaboleh gitu lain kali, jelas lah mas Bagas takut, Lo kan kalau lagi kumat tuh kayak monster, Ayah aja kalah galak, gaperlu seluruh dunia tau kalau Lo Tuan Muda anak CEO........."

Belum sempat menyelesaikan omongannya tangan Kevin sudah mendarat menutup mulut adiknya "Iya iya bawel, lain kali gue gak gitu lagi, itu kan salah Lo juga tiap gue telepon di reject."

"Ya siapa yang tahan punya Kakak posesif kayak Lo, sekali kali Cherry pengen adem gitu loh kak, Cherry bukan Rapunzel." Protesnya mengeluarkan unek unek.

Kevin manggut manggut, "Maaf deh gw kan cuma takut kalau nanti Lo celaka gimana, kabur kaburan gimana, kalau diculik gimana, nanti siapa temen gelut gue." Katanya lagi, wajah orientalnya terlihat sedih.

Cherry balik terdiam, Cherry paham betul perasaan Kevin, di tinggal Lucy untuk selamanya juga tak mudah baginya, Kevin hanya takut kehilangan orang tersayang untuk kedua kalinya.

"Cherry marah?"

Cherry menggeleng "Enggak kok, Cherry tau Kavin sayang Cherry, makasih ya, tapi Cherry gamau Kavin lebay."

Mata Kevin berbinar ia tersenyum kemudian berkata "Yaudah abis ini nanti gue telpon mas Bagas deh, buat minta maaf karena ngerepotin doi."

"Nah gitu dong kak, kalau gitu baru kakaknya Cherry."

Kevin manggut manggut tanda mengerti, ia sadar sudah keterlaluan pada Mas Bagas, meskipun Mas Bagas hanya Karyawan di Hotel milik Orangtuanya, tetap saja ia masih ada hubungan saudara dengannya, apalagi Mas Bagas juga jauh lebih tua darinya, tak sepantasnya Kevin bersikap semau maunya.

"Yaudah sana Mandi, bau asem tau"

Cherry menciumi dirinya sendiri "Masa sih, perasaan wangi deh, orang sebelum berangkat gue udah mandi tau." Sangkalnya.

"Hahaha, iya deh, yaudah sana istirahat."

Cherry masuk ke kamarnya merebahkan diri di kasur empuk miliknya, matanya terpejam namun jiwanya tak bisa ditenangkan.

***

"Papi........, Papi bangun pih, jangan tinggalin kita pih" Suara tangisan seorang anak lelaki terdengar begitu menyayat hati.

"Mami, mami bangun mi, Mami Kakak sama Adik gimana mi, Mi bangun, jangan buat Kakak takut mi." Katanya lirih.

Anak lelaki kecil itu memeluk 2 jasad yang sudah setengah terbakar, di depannya sebuah rumah juga sudah mulai hangus terbakar, puing puing berjatuhan.

Si Jago Merah tampak liar tak terkendali, Cherry ingin berteriak namun serasa tercekat.

Ia menangis dalam tidurnya, bayangan dalam mimpinya begitu jelas, seakan nyata. Ia menangis nafasnya tersengal sengal.

Kemudian terbangun dengan bantal yang sudah basah di penuhi air mata, mimpi yang sama selama bertahun tahun, hingga membuatnya sulit tidur dengan nyenyak di malam hari.

Psikolog yang menanganinya bilang, mimpi itu mungkin berasal dari masa lalunya, tapi sejauh ini, belum ada ingatan lanjutan akan masa lalunya yang bisa menjadi clue selain mimpi itu.

Cherry hanya mendapat konseling dan beberapa resep obat penenang, ia sudah berusaha untuk mengingat segala yg terjadi di masa lalunya, namun sulit, semakin ia berusaha mengingat semakin fisiknyanya yang menjadi sakit.

Paginya ia terbangun dengan mata sembab dan mood yang kurang baik badannya demam, hari ini terpaksa harus menambah ijin, tidak masuk sekolah lagi.

***

"Hallo"

"Iya Hallo"

"Kamu sakit ya Cher?" Tanya Dion dari sebrang telepon.

"Cuma demam aja kok"

"Cepet sembuh ya, apa perlu aku tengokin kamu?" Tanyanya lagi dengan nada serius.

"Gausah Di, yang ada nanti kamu malah ribut sama Kevin." Ujar Cherry sambil menahan perasaan tak enak di badannya, saat itu ia merasa sangat menggigil.

"Yaudah aku kirimin makanan buat kamu ya lewat ojol, jangan lupa di makan."

"Iya makasih ya Di, udah dulu ya aku mau istirahat."

"Iya sayang love you." Kata Dion sebelum menutup telepon.

Cherry ragu ragu menjawab kata kata Dion, tapi karena ingin telponnya cepat selesai ia mengalah "Love you too Di bye"

"Bye"

***

Siangnya sepulang sekolah Riana sahabat baiknya memberondong Cherry dengan banyak pertanyaan di telepon, setelah ngobrol ngalor ngidul dengan Riana Cherry merasa baikan.

Sahabat memang mood booster paling ampuh bagi anak perempuan.

Seharian ini Cherry hanya baring di kasur, main handpone, makan, tidur, seperti beruang yang sedang hibernasi.

Ibu sangat khawatir setiap setengah jam pasti menengoknya, membawakan buah, membawakan bubur, menyuapi Cherry makan, memijat kepalanya, juga berusaha mengeloni Cherry agar bisa istirahat tidur.

Ibu sudah memanggil dokter keluarga mereka untuk memeriksa Cherry. Katanya hanya kecapean.

Perhatian Ibu sama sekali tak seperti ibu tiri, segala perlakuannya jauh melebihi yang bisa diberikan seorang ibu kandung.

Kadang Cherry berfikir jauh, apakah kalau Lucy masih ada, bisakah ia masuk ke keluarga yang sangat baik ini, ia tak jarang selalu merasa bersalah pada Lucy, sepertinya ia merebut tempat gadis itu.

Ayah dan Ibu bilang sudah saling mengubur kenangan akan Lucy, namun Cherry tau, selamanya Lucy akan selalu ada di hati mereka, meskipun mereka berusaha menutupinya Cherry kadang melihat kesedihan di mata Ibu, penyesalan di mata Ayah, juga trauma di diri Kevin.

Lucy gadis seumurannya, ia hilang saat berusia 7 tahun, beberapa hari kemudian ditemukan tewas di sebuah sungai dengan kondisi yang sangat mengenaskan.

Kepergiaannya menjadi luka untuk seluruh keluarganya, terutama Kevin, bagi Kevin gagal menjaga Lucy adalah penyesalan terdalam baginya.

"Bu, makasih ya Ibu udah rawat Cherry." Ucap Cherry saat ibu sedang memijat kepalanya.

"Udah sepantasnya sayang, Cherry kan anak Ibu."

Cherry memeluk Ibunya "Bu, maafin Cherry ya, sakit terus, pasti ibu capek jaga Cherry."

Ibu mengelus rambut lurus gadis itu "Enggak sama sekali Cherry, justru ibu bakal sedih banget kalau pas kejadian anak anak ibu ada yang sakit gini, ibu lagi jauh dari kalian."

Air mata menetes dari pelipis Cherry "Bu Cherry janji bakal sembuh"

Ibu tampak khawatir melihat Cherry menangis "Eh eh jangan nangis sayang, pelan pelan aja kata dokter Rima Cherry GK harus maksain kan, nanti pasti Cherry akan sembuh."

Cherry menghapus air matanya "Iya Bu."

Ibu memeluknya erat, kemudian ijin pamit untuk menyelesaikan pekerjaan design yang belum terselesaikan.

Beberapa saat kemudian Kevin yang baru pulang dari sekolah ujug ujug memasuki kamar adiknya.

"De, udah mendingan belom?"

Cherry menyembulkan diri dari selimutnya.

"Mending kok"

"Si Bumi mau nengok boleh gak?"

Mata Cherry membelalak kaget spontan berkata "Gaboleh."

"Kok gaboleh, dia kebetulan aja lagi mau latihan basket sama gue, tuh orangnya di balik pintu."

"Ih Kakak malu tau, Cherry bare face burik banget." Tolaknya.

Kevin sama sekali tidak mau dengar penolakan adiknya itu ia berkata pada Bumi "Masuk Bum, gak usah liat mukanya dia malu katanya."

Bumi terkekeh sambil masuk ke dalam kamar Cherry, ia tersenyum pada gadis itu dan menyapanya "Hai Cher"

Cherry melambai dari balik selimutnya "Hai Kak"

"Oia cepet sembuh ya, ini Kak bumi bawain makanan" Bumi menyodorkan 2 kantong penuh makanan di paper bag berlogo sebuah Super Market besar.

Kevin memelototi temannya itu "Siapa yang ijinin Lo panggil Kakak, gak gak, gak ada Kakak Kakakan, itu panggilan khusus buat gue aja."

"Pelit banget Lo anjir, terus dia harus manggil gue apaan Abang?" Sungut Bumi kesal.

"Ya iya, Abang kek, brother kek asal jangan Kakak aja." Kata Kevin garang.

Cherry tertawa geli "Apaan sih orang orang ini alay banget" batinnya.

"Alhamdulillah Cherry akhirnya bisa senyum juga." Ujar Bumi terlihat lega. "Yaudah Abang pamit ya mau main basket dulu." Candanya yang sontak membuat Cherry dan Kevin terpingkal.

Kehadiran Bumi membuat mood Cherry lebih membaik, di dalam paper bag itu ternyata ada banyak Snack Favoritnya, terlebih ada sebuah boneka lucu berbentuk buah Cherry berwarna merah.

Sikap bumi membuat Cherry merasa ada yang Sus, Baru kali ini ada orang yang terang terangan ingin dekat dengan Cherry melalui Kevin, dan anehnya Kevin tidak menolaknya mentah mentah. Mereka malah kelihatan semakin akrab seperti sahabat karib, apalagi mereka sama sama jago main basket, hal itu menambah kedekatan mereka karena sefrekuensi tentunya.

Apa jangan jangan Kak Bumi naksir sama aku ya, fikiran Cherry jadi traveling tidak karuan.

Boleh juga sih buat gantiin si Dion yang brengsek itu, apalagi dia seganteng itu batinnya sambil terkekeh malu sendiri.

*Penggambaran Kevin Nugraha

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!