Sebuah pernikahan yang begitu megah, suatu hal yang selama ini diimpikan oleh Devina, tiba-tiba dihancur begitu saja oleh seseorang yang selama ini sangat dia benci.
Bukan hanya pernikahannya, tapi perusahaan keluarganya pun mengalami kehancuran.
"Aku sanggup membuat perusahaan ayahmu kembali berjalan, tapi dengan satu syarat, kamu harus menikah denganku!"
Itulah yang diucapkan oleh Abian Pratama, seorang CEO dingin dan kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
"Tapi aku tahu kamu sudah berencana ingin lepas dari Abian. Dan aku akan membantumu. Aku sudah menghubungi seorang pengusaha, perusahaannya cukup besar. Dan dia bilang sangat tertarik menjadi investor utama di perusahaan Buana."
Devina nampak tertegun setelah mendengar pernyataan dari Eliano. Bukankah ini yang dia mau? Ingin segera lepas dari Abian?
Eliano menambahkan dengan nada penekanan. "Kamu adalah orang yang memimpin perusahaan, jadi hanya kamu yang memutuskan untuk menerima kerjasama ini atau tidak, Devina."
Devina menjawab dengan nada terbata-bata. "Aku... aku belum bisa memutuskan. Aku harus tahu dulu perusahaannya seperti apa."
Eliano memandangi Devina dengan cukup dalam. "Aku tahu kamu harus selektif dalam memilih calon investor. Karena itu, perusahaan Monaco memberikan waktu satu minggu untuk berpikir. Aku harap kamu segera mengambil keputusan."
Eliano memegang tangan Devina. "Bukannya kamu ingin segera lepas dari Abian? Dengan begitu, kita bisa kembali bersama. Kita bisa mewujudkan impian kita untuk menikah."
Devina segera menarik tangannya dari genggaman Eliano. "Waktu istirahat telah habis. Aku harus kembali ke kantor."
_
Di ruangan direktur, Devina nampak melamun. Perusahaan Monaco hanya memberikan waktu satu minggu padanya untuk mengambil keputusan.
Tapi... kenapa dia malah ragu?
Seharusnya dia segera bekerjasama dengan perusahaan itu. Lalu memutuskan kerjasama dengan Abian. Dengan begitu, Abian tidak memiliki alasan lagi untuk menjeratnya.
Lola, sebagai sahabat sekaligus asistennya Devina, dia mencoba memberikan pendapat. "Menurutku, jika kamu memang benar-benar ingin lepas dari Abian, kamu harus segera mengambil keputusan. Kecuali... kalau kamu sudah mulai nyaman dengan suamimu itu."
"Nyaman?" Devina mengerutkan kening. "Sejak kapan aku nyaman dengan dia? Yang ada dia orangnya sangat nyebelin."
Devina melanjutkan perkataannya, "Untuk menerima investor itu gak gampang, Lola. Aku harus tahu dulu perusahaan Monaco seperti apa."
Lola bertanya dengan nada serius. "Tapi kamu penasaran gak sih, kenapa Abian tiba-tiba menghancurkan pesta pernikahan kamu dengan Eliano? Terus tiba-tiba dia memaksa kamu untuk menikah dengannya."
Devina menggelengkan kepalanya. "Aku gak tau. Aku mau tanya sama dia pun gak akan mungkin dia jawab. Mungkin karena dia membenciku, kamu tahu sendiri kan dari dulu kami selalu berantem."
Lola berpikir sejenak. Lalu dia mencoba menebak. "Apa mungkin dia diam-diam naksir sama kamu?"
Devina malah tertawa mendengar pertanyaan dari Lola. "Kalau dia naksir aku, dia akan bersikap romantis sama aku. Bukan malah memperlakukan aku seenaknya."
Lola berkata dengan panjang lebar. "Sebenarnya aku merasa heran. Dia itu sangat tampan, kaya, berkuasa. Tapi... aku gak pernah mendengar dia dekat dengan wanita manapun. Gak ada satu pun cewek yang bisa menaklukkannya. Hanya saja aku pernah lihat dia dekat dengan satu cewek. Kamu masih ingat gak dengan ketua OSIS waktu kita masih SMA? Dia meninggal karena kecelakaan."
Devina mencoba mengingat kejadian itu. "Maksudmu Fanny? Saat kejadian itu aku baru satu minggu jadi murid baru, jadi aku gak begitu tahu tentang Fanny."
Lola menjelaskan, "Abian dan Fanny memang sangat dekat. Hampir setiap hari mereka selalu bersama di sekolah. Apakah mungkin... Fanny adalah alasan Abian selama ini tak pernah berhubungan dengan wanita manapun?"
Devina hanya diam. Wajahnya tiba-tiba menjadi muram saat mendengar perkataan Lola. Sebesar itukah perasaan Abian untuk Fanny, sampai dia tidak mau membuka hatinya untuk wanita lain?
pasti elian cuma ngaku2 doang....😡