Season Terakhir dari Keluarga Roberto.
Baca Dulu Season Sebelumnya:
1. Anak Genius Milik Sang Milliarder
2. Pesona Si Kembar (Ada Cerita di Balik Gerbang Sekolah)
3. Pesona Si Kembar 2 (Cinta Tersembunyi di Balik Gerbang Kampus)
4. Pesona Si Gadis Badas
Callie Noura Eleanor, bocah cilik berusia 3 tahun dan merupakan anak dari Rachel dengan Lucky. Si bocah cilik cerewet dan sangat genius. Usianya yang baru menginjak 3 tahun itu, dia sudah pintar berbicara dan memainkan senjata andalannya. Begitu licik, hingga membuat keluarga hanya bisa geleng-geleng kepala.
Jika sepupunya seringkali merahasiakan identitas keluarganya, justru berbeda dengan Callie. Dia akan terang-terangan mengaku dari Keluarga Roberto. Hal itu membuat dia selalu berada dalam bahaya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Khawatir
"Mana telurnya meong, kali mambu? Ya ampun... Itu mau Kak Mika jadikan ayam lagi. Biar meongnya di rumah tambah banyak," seru Mika sambil berkacak pinggang saat Callie sudah berhadapan dengannya.
Mika mengetahui tentang Callie yang mengambil telur ayam peliharaannya dari CCTV. Setiap kali ayamnya yang bernama "meong" itu bertelur, selalu hilang. Padahal malam sebelumnya, dia sudah tahu ada telur itu. Namun dia akan mengambilnya esok hari sekalian mau ditetaskan untuk calon anak ayamnya biar sekalian banyak. Namun belum ada 24 jam ayam itu bertelur, terlurnya sudah hilang. Mika sampai menyalahkan semua orang di rumah karena hal itu.
Mika yang tak terima pun akhirnya memeriksa CCTV rumah Papa Fabio yang dirinya sembunyikan di dekat kandang hewan. Ternyata ada Callie yang mengambil telur itu kemudian menyimpannya dalam saku. Setelahnya, dia masuk kamar dan meletakkan telur pada tas kecil yang selalu dibawanya saat pergi. Pantas saja anak itu selalu melarang semua orang untuk membawakan tas kecilnya.
"Kasihan tasnya Callie, nanti pecah kalau dipegang olanglain." Itu lah ucapan Callie ketika ada orang yang ingin membawakan tasnya. Padahal tas itu bukan terbuat dari kaca yang bisa pecah begitu saja jika jatuh. Namun semua orang hanya berpikir bahwa tas tersebuat adalah kesayangan Callie. Mereka takkan berpikiran bahwa telur itu diletakkan di dalam tas.
"Ndak tahu, plastik Mika. Yang ambil kan Mama Achel," ucap Callie berkilah.
"Nggak boleh berbohong ya, kali mambu. Jelas-jelas Kak Mika tahu lho kalau kamu yang ambil telurnya si meong dari kandang. Ada di rekaman CCTV," ucap Mika sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Itu lekaman CCTV disabotase sama olang, plastik Mika. Pelcaya sama Callie," ucap Callie dengan raut wajah seriusnya.
"Kamu itu yang..."
"Ini telur yang diambil sama Callie, Mika." sela seseorang yang baru saja datang ke ruang tamu.
Rachel sedikit kesal dengan perdebatan Mika sehingga menyusul mereka di ruang tamu. Terutama Callie yang terus berkilah karena dituduh oleh Mika. Padahal Rachel sudah mengajarkan Callie untuk selalu jujur dan tidak boleh asal menuduh orang. Ini sudah berbohong pada Mika, malah menuduh dia yang mengambilnya. Rasanya Rachel ingin memasukkan Callie kembali ke dalam perutnya. Rachel memberikan dua butir telur yang diambil Callie kepada Mika.
"Itu telulnya Cal..."
"Telurnya meong ini. Kasihan nanti meongku jadi nggak punya anak kalau telurnya kamu ambil. Kamu berdosa sudah memisahkan seorang Ibu dengan anaknya. Ini namanya pembunuhan," sela Mika membuat Callie membulatkan matanya. Padahal telur itu belum jadi anak ayam tapi bisa-bisanya Mika mengatakan bahwa dia memisahkan seorang Ibu dengan anaknya.
"Ini olang ndak mau ngalah sih kalau beldebat. Belaninya lawan sama anak kecil. Nanti Callie tembak dol dol dol itu kepalanya pakai cailan ajaib, bisa melah-melah dan lambutnya beldili semua." seru Callie membuat Rachel dan Mika tertawa.
Hahaha...
Keduanya menganggap bahwa ucapan Callie itu hanya lah candaan semata. Pasalnya semua pistol milik Ronand atau yang dimiliki oleh keluarga ini, isinya peluru semua. Bukan cairan seperti yang dimaksud oleh Callie. Jika pistol berisi cairan maka itu adalah mainan. Biasanya diisi sambal atau minyak untuk mainan anak kecil. Tak lupa dengan itu bisa untuk menjahili orang.
"Melemehkan Callie meleka beldua itu. Wawas saja kalau ekspelimen Callie belhasil, kalian ndak akan dikasih tahu. Buat sembuhinnya juga ndak akan bisa. Hanya Callie yang bisa," gumam Callie yang kemudian memilih pergi dari hadapan keduanya. Callie tak mau bertambah kesal dengan mereka dan memilih untuk mencari sesuatu yang bisa menguntungkannya.
"Anaknya Onty boncel tuh agak-agak emang," ucap Mika sambil menggelengkan kepalanya.
"Ngikutin kamu," seru Rachel menyalahkan Mika.
Hehehe...
***
"Mukamu kenapa kusut begitu, Kak?" tanya seorang perempuan dewasa yang tak lain adalah Rachel.
Rachel dan Lucky sedang berada di kamar mereka. Setelah dari laboratorium, Lucky pergi mencari sesuatu. Bukti tentang hilangnya botol cairan milik Ronand. Terutama tentang sidik jari dan kamera CCTV yang rusak kemarin. Namun setelah berkutat beberapa jam lebih, Lucky tidak menemukan apapun. Semua bersih dan letak dari barang-barang pun masih sama sebelum kejadian CCTV mati. Ini sangat aneh sekali, Ronand yang pintar IT dan sistem begini sampai tidak bisa menyelesaikan masalah tersebut. Lucky belum sempat bertanya pada Callie tentang tuduhan Ronand pada bocah cilik itu. Saat sampai rumah, hari sudah malam dan Callie telah tertidur lelap.
"Baby Rachel, apa mungkin Callie itu mempunyai kemampuan seperti Opa dan Ronand?" tanya Lucky tiba-tiba sambil menghela nafasnya kasar.
"Kemampuan seperti apa maksudnya?" Rachel sangat penasaran dengan maksud dari Lucky. Kemampuan dalam hal apa? Kecerdasan otak atau hal lain.
"IT, seperti mematikan dan menghidupkan server CCTV dari jarak jauh." ucap Lucky sambil menatap istrinya. Tampak sekali Lucky begitu lelah memikirkan tentang kemampuan anaknya.
"Bisa saja tapi kalau sudah besar nanti. Callie bisa belajar dan mungkin dia mempunyai kemampuan seperti Opa juga Unclenya." jawab Rachel sambil terkekeh pelan. Rachel sudah membayangkan bagaimana anaknya itu akan menjadi perempuan cerdas.
Tampaknya Rachel belum mengerti tentang kekhawatiran Lucky saat ini. Jika sudah besar, Lucky pun akan santai saja kalau anaknya mempunyai kemampuan seperti itu. Namun masalahnya adalah gen dari Papa Fabio ini sudah menurun pada Callie sejak kecil. Kalau memang dugaan Ronand itu benar adanya. Lucky menggenggam kedua tangan Rachel dengan erat dan menatap matanya.
"Sepertinya anak kita itu berbeda, Baby Rachel. Terutama Callie. Kemampuan Opa Fabio dan Ronand, menurun padanya sejak dia kecil. Berulangkali kita lihat mainannya itu pistol asli, bukan boneka kaya anak perempuan lain. Kita harus menjaga dan mengarahkan Callie agar pemikirannya sesuai dengan anak seusianya," jelas Lucky mengungkapkan kekhawatirannya. Lucky percaya pada Ronand yang sedari dulu dugaannya selalu benar.
"Mungkin itu hanya penasaran saja," Rachel mencoba berpikir positif thinking bahwa anaknya ini sedang berada di masa rasa ingin tahunya sangat besar. Pasti dia penasaran dengan banyak benda yang ada di sekitar keluarganya.
"Tapi nanti coba aku lihat dan awasi bagaimana perubahan Callie. Aku juga akan lebih memperhatikan bagaimana sikap Callie," lanjutnya mencoba menenangkan Lucky.
Rachel tidak mau perubahan sikap Callie ini malah membuat Lucky banyak pikiran hingga berakhir sakit. Lucky pun menganggukkan kepalanya, percaya pada cara mendidik dan mengarahkan Rachel pada Callie. Lucky hanya khawatir kalau sampai Callie berbuat hal yang membahayakan nyawanya. Apalagi mempunyai kecerdasan seperti Papa Fabio dan Ronand saat kecil, bisa berbahaya jika tidak diarahkan dengan baik.
"Ayo tidur. Kita buat adik untuk si Callie," ucap Lucky mengakhiri pembicaraan tentang Callie.
Oh... No...
Hah...
Papa untung dan Mama Achel lagi kepedasan makan geplek cabe sekilo di kamal telnyata,
Malam-malam makan geplek, lasain besok pagi diale.
🤣🤣🤣🤣