NovelToon NovelToon
CANDU

CANDU

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / One Night Stand / CEO / Cintapertama
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Apri Ana

***

Bagi Raka, Naya adalah candunya ...

Berbeda dengan Naya yang menganggap Raka sebagai masa lalu yang menyakitkan..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apri Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

09

Lupakan aku, jangan mengangguku lagi, kau mempunyai seoarang putri pasti kau tak mau jika nanti putrimu bernasib sama denganku kan?"

"Kau tau Naya, aku tak peduli dengan semua omong kosong mu itu, yang aku pikirkan sekarang bagaimana aku bisa mendapatkanmu kembali." kata Raka masih menahan tangan Naya.

"Kau gila Raka! kau sudah memiliki keluarga, bahkan kau memiliki seorang anak, bagaimana bisa kau berpikir untuk kembali padaku!" kata Naya kesal.

"Aku bahkan tidak peduli dengan keluargaku! aku bisa meninggalkan mereka kapanpun asal aku bisa memilikimu lagi." kata Raka yang tak kalah marah.

"Kau gila Raka, kau gila."

"Ya, aku memang tergila gila padamu sayang, bahkan aku bisa melakukan hal gila hanya untuk bersamamu, jadi lebih baik menurutlah, kembali padaku dan aku akan membuatmu bahagia." kata Raka.

"Jangan bermimpi Raka, itu tak akan mungkin terjadi." Naya memberontak hendak melepaskan cengkeraman tangan Raka namun sia sia saja.

"Jika aku menginginkan itu terjadi maka akan terjadi, kau cukup tau Naya, aku bukanlah pria yang mudah menyerah." Bisik Raka ditelingga Naya lalu melepaskan cengkeramannya.

Ya Naya tau itu, Raka selalu mendapatkan apapun yang Ia inginkan termasuk dirinya dulu dan keperawanan dulu, semua karena Raka tak pernah berhenti mengejarnya, mengejar cintanya seperti saat ini, tapi Naya tau sekarang semuanya salah untuknya karena pada kenyataaanya Raka telah berkeluarga, bagaimana bisa Naya harus merusak sebuah keluarga hanya karena egoisme Raka yang masih menginginkanya, dan juga dirinya yang nyatanya kembali jatuh pada Raka.

"Aku keluar." kata Naya membuka pintu mobil, sepertinya percuma berdebat dengan Raka yang sama sekali tak mengerti posisinya.

"Aku akan kembali lagi nanti." kata Raka dan Naya tak memperdulikan itu terus berjalan memasuki panti.

Naya berjalan menuju kamar tak peduli dengan Anna yang memanggilnya untuk meminta penjelasan, beruntung panti sudah sepi karena anak anak sudah berangkat kesekolah jadi anak anak tak menanyakan kemana dirinya semalam.

Didalam kamar Naya menangis sejadi jadinya tak peduli dengan Anna yang sedari tadi mengetuk pintu seolah meminta penjelasan pada Naya.

Anna yang berada diluar hanya terus mengetuk pintu, berusaha mengetahui apa yang sebenarnya terjadi melihat Naya yang pulang dengan keadaan yang tak baik baik saja setelah semalaman pergi dan tak pulang, apalagi Naya pulang diantar oleh Raka mantan kekasih yang menyakiti Naya dulu. kekhawatiran semakin terlihat diwajah Anna.

"Mbak, buka pintunya, mbak Naya kenapa?" tanya Anna sambil terus mengetuk pintu tak peduli tangan nya yang mulai sakit.

Naya yang kasian dengan Anna akhirnya bangkit dan membukakan pintu untuk Anna.

"Sementara jangan ganggu mbak dulu ya An, mbak lagi pengen sendiri.'' kata Naya dengan raut wajah yang berantakan.

"Tapi mbak.."

"Aku mohon An."

"Ya udah mbak, maaf." kata Anna kemudian pergi dari kamar Naya.

Anna duduk didepan panti, sedih memikirkan apa yang terjadi pada Mbak Naya.

Semalam ada orang datang yang membantu Anna menjaga panti dan tadi pagi ada yang mengantar banyak makanan serta semua kebutuhan panti, yang Anna sendiri tak tau siapa yang telah melakukan semua ini.

"Apa ini semua dari Raka?" batin Anna karena orang yang datang tak mengaku siapa yang menyuruh mereka.

..

Setelah lelah menangis, Naya keluar untuk mengambil minum, setelah menangis cukup lama Ia kehausan.

Naya membuka kulkas dan cukup terkejut dengan isi kulkas yang penuh dengan makanan.

"Aku belum ngasih Anna uang bulanan tapi kok udah penuh gini kulkasnya, apa Anna belanja pake uang pribadinya?" batin Naya.

Karena penasaran Naya keluar untuk menemui Anna dan menanyakan pada Anna.

Naya melihat Anna sedang melamun didepan panti, segera Naya menghampiri dan duduk disampingnya.

"An, kok isi kulkas udah penuh, aku kan belum ngasih uang kamu?" tanya Naya yang membuat Anna terkejut dengan kedatangan Naya.

"Aku juga nggak tau mbak, semalam ada dua orang cowok yang ikut jagain panti trus tadi pagi ada orang yang nganter barang barang kebutuhan panti, aku tanyain nggak ngaku dari siapa mbak." kata Anna.

"Ohh gitu, besok besok kalau ada gitu trus nggak ngaku dari siapa nggak usah diterima aja ya An, takutnya kalau niatnya nggak baik sama kita." jelas Naya.

"Iya mbak, aku juga bingung kemarin harus gimana." kata Anna.

"Ya udah An, nggak apa apa, buat pengalaman aja." kata Naya.

"Mbak Naya sekarang kok sedih sedih trus sih?" tanya Anna dengan raut sedih.

"Aku juga binggung An harus gimana, aku udah ngerasa nyaman banget sama kehidupan aku yang sekarang, sampai dia datang lagi An, aku sampai nggak tau lagi harus bersikap gimana lagi." keluh Naya lesu.

"Maaf ya mbak kalau aku nggak bisa bantuin mbak Naya, aku kemaren pas ngusir dia aja malah dibentak, takut mbak." kata Anna.

"Ya udah An, aku juga udah pasrah mau lari kayak gimana kalau dia masih ngejar aku nggak akan bisa An." kata Naya.

"Dia sayang banget ya sama mbak Naya?" tanya Anna yang seketika membuat Naya tersenyum masam.

"Kalau dia sayang sama aku, nggak mungkin dia ninggalin aku An, nggak mungkin juga dia nikah sama wanita lain sampai punya anak." kata Naya.

"Gila, mbak Naya jangan mau, sama aja mbak Naya jadi pelakor." kata Anna mengingatkan.

"Dia ngancem aku An, bakal bikin usaha ku bangkrut, aku binggung An, kalau sampai restoranku bangkrut gimana sama anak anak  An, aku bener bener binggung." jelas Naya.

"Bener bener cowok brengsek yaa! tenang aja mbak Kalau sampai usaha mbak bangkrut aku yang akan bantuin kerja dan nggak akan ninggalin mbak Naya." kata Anna.

"Udahlah An, nggak usah dipikirin dulu," kata Naya menenangkan.

"Aku khawatir kalau sampai mbak Naya disakitin lagi kayak dulu." kata Anna.

"Kalau emang gitu, berarti udah nasib aku An." kata Naya tersenyum.

"Mbak Naya nggak boleh ngomong gitu, aku yakin mbak Naya bisa dapetin yang lebih baik dari Raka, mbak Naya orang baik." kata Anna.

"Aku nggak baik An, kalau aku baik mungkin aku nggak akan disakitin."

"Mbak Naya, udah aj jangan bahas yang sedih sedih lagi, pokoknya apapun yang terjadi aku bakal selalu ada buat mbak Naya." kata Anna.

"Makasih An." Naya cukup terharu dengan kesetiaan Anna padanya.

"Ohh ya, tadi pagi anak anak pada nanyain mbak Naya, trus aku bilang aja kalau mbak Naya berangkat  pagi." kata Anna.

"Makasih ya An, kamu sampai harus bohongin Anak anak." kata Naya merasa bersalah.

"Kalau nggak gitu nanti anak anak pada bawel nanyain trus, mereka pasti khawatir sama bundanya." kata Anna.

Naya tersenyum, dibalik semua derita batin yang Ia rasakan masih ada kebahagiaan dan kekuatan yang Ia miliki.

Anak anaknya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!