NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi / Ruang Ajaib
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Ammoera(_)

Jia Li adalah seorang dokter genius dari modern. Meski begitu, keluarganya sendiri tidak pernah menghargainya dan lebih menyayangi kakak laki-laki nya yang menjadi pengangguran.

Tepat setelah Jia Li selesai melakukan operasi. Sebuah tamparan menantinya di pintu keluar. Awal dari segalanya.

Jiwa Jia Li terseret ke zaman kuno, lebih tepat nya memasuki raga Lin Jia. Lin Jia adalah putri dari Kaisar Lin Dong dan selir kedua. Diam - diam di belakang Kaisar. Lin Jia di remehkan karena tidak memiliki Elemen apapun dalam tubuhnya.

Namun semua berubah saat jiwa Jia Li menempati raga Lin Jia. Berkat bantuan sistem dan ruang ajaib. Jia Li akan mengubah takdir Lin Jia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Ammoera(_), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pencuri Misterius

Lin Jia kembali melanjutkan perjalanan nya. Namun, baru beberapa langkah berjalan menembus kerumunan, telinga tajam Lin Jia menangkap untaian kalimat dari sekelompok orang yang sedang berkumpul di pojok kedai teh. Langkahnya perlahan melambat saat menyadari arah pembicaraan mereka.

"Hei.. apa kalian semua sudah mendengar kabar terbaru yang beredar pagi ini? Kali ini... giliran Rumah Kediaman Bangsawan Wei yang habis kerampokan hingga bersih!" bisik salah seorang pria berwajah tirus sambil melirik ke kanan dan kiri dengan gelisah.

"Benar! Aku juga mendengarnya dari prajurit patroli!" timpal seorang pria kekar di sebelahnya dengan ekspresi wajah tegang. "Pencuri misterius itu benar-benar seperti hantu. Sampai sekarang, prajurit istana bahkan belum berhasil menemukan satu pun petunjuk tentang identitasnya."

Seorang pemuda di lingkaran itu ikut mendekat dan menyambung dengan suara bergidik, "Aku dengar dari sumber dalam istana... pencuri itu bukan orang sembarangan. Dia memiliki manipulasi kekuatan elemen tingkat tinggi! Bahkan formasi para prajurit elit istana sama sekali tidak berkutik dan gagal menangkapnya."

"Ssst! Pelankan suara kalian, ini rahasia besar," sela seorang pria tua berambut putih yang duduk di sudut sambil menyesap tehnya. Ia memberi isyarat agar mereka mendekat. "Ada rumor gelap yang bilang jika mereka itu sebenarnya berasal dari sekte terlarang."

"Ah, itu masuk akal!" sambung warga lainnya dengan mata terbelalak. "Di seluruh Kekaisaran Naga Langit ini, hanya ada segelintir master jenius yang mampu menguasai empat elemen sekaligus secara alami sejak lahir."

"Benar sekali. Memiliki atau mengaktifkan seluruh delapan elemen dasar adalah sesuatu yang mustahil... kecuali, jika orang itu menggunakan cara kotor dan bergabung dengan sekte terlarang demi mendapatkan kekuatan instan," tebak pria tua itu menyimpulkan.

Lin Jia mendadak mematung di tempatnya berdiri. Detak jantungnya beritme lebih cepat saat otaknya memproses setiap informasi dari gosip para warga tersebut. Pencuri misterius? Sekte terlarang? Ini bukan sekadar kasus pencurian biasa.

Tepat saat Lin Jia sedang tenggelam dalam analisis batinnya, sebuah suara mekanis yang dingin namun jernih bergema secara eksklusif di dalam kepalanya, memutus seluruh kebisingan pasar.

Ting!

[ Misi Kedua Telah Diaktifkan! ]

[ Detail Misi: Carilah strategi cerdas dan taktik jitu untuk menangkap pencuri misterius yang sedang membuat kekacauan besar di wilayah Kekaisaran Naga Langit. ]

Kata sistem terdengar tanpa emosi, namun membawa urgensi tinggi.

[ Hadiah Penyelesaian Misi: Dua Elemen Aktif. ]

"Dua elemen..." gumam Lin Jia sangat lirih, nyaris berupa bisikan yang tertelan angin.

Seketika itu juga, sepasang matanya yang indah langsung berbinar cerah penuh ambisi, menyadari bahwa kekacauan kekaisaran ini adalah batu loncatan emas untuk kekuatannya sendiri.

Sementara itu, atmosfer di dalam aula rapat utama istana terasa sangat mencekam. Udara seolah membeku. Wajah Kaisar Lin Dong dipenuhi guratan kemarahan yang mendalam.

Para pejabat penting, menteri senior, hingga para jenderal perang bertubuh kekar kini tertunduk lesu. Mereka tidak sanggup menahan aura tekanan spiritual yang dipancarkan oleh sang penguasa tertinggi.

"Sekali lagi... sekali lagi kalian gagal menangkap pencuri itu," kata Kaisar Lin Dong. Suaranya terdengar pelan dan tenang, namun justru menyimpan daya intimidasi yang sanggup meremukkan keberanian siapa saja.

Salah satu jenderal senior memberanikan diri angkat bicara dengan tubuh gemetar. "M--mohon ampun atas ketidakberdayaan kami, Yang Mulia... Ta--pi, kelompok mereka benar-benar sangat kuat. Kekuatan elemen mereka tidak bisa di remehkan."

Pejabat di sebelahnya ikut mengangguk cepat demi membela diri. "Benar, Yang Mulia! Mereka tidak hanya kuat, tetapi juga sangat cerdik. Mereka mampu membaca pergerakan formasi dan dengan mudah mengelabui seluruh prajurit istana."

Kaisar Lin Dong mendengus remeh, membuat seisi ruangan menahan napas. "Mereka yang terlalu cerdik, atau kalian semua yang terlalu bodoh? Kalian terlalu sombong dan meremehkan musuh hingga lengah seperti ini!" bentak sang Kaisar. Seluruh hadirin langsung berlutut, menempelkan dahi mereka ke lantai yang dingin.

Dalam keheningan yang menegangkan itu, seorang menteri tua angkat suara dengan nada bergetar. "Yang Mulia, hamba rasa hanya ada satu orang yang memiliki taktik strategi yang mampu untuk menyelesaikan kekacauan ini. Bagaimana... jika kita memanggil pulang Jenderal Mei untuk memimpin perburuan?"

"Jenderal Mei sedang menjalankan tugas rahasia dariku. Dia harus tetap berada di wilayah perbatasan utara demi menjaga stabilitas kekaisaran," jawab Kaisar Lin Dong tegas, menolak usulan tersebut mentah-mentah.

Suasana kembali sunyi. Kaisar Lin Dong kemudian memalingkan pandangannya yang tajam ke arah pemuda yang duduk di kursi sebelah takhta. "Putra Mahkota Lin Dui, dari tadi kau hanya diam. Bagaimana pendapatmu mengenai masalah ini?" tanya Kaisar Lin Dong.

Pertanyaan tiba-tiba itu seketika membuat Putra Mahkota tersentak di tempat duduknya.

Namun, sebagai calon pewaris takhta, ia memiliki kontrol diri yang luar biasa. Hanya dalam hitungan detik, ia berhasil menyembunyikan keterkejutannya. Ekspresi wajahnya segera berubah menjadi sangat berwibawa dan penuh karisma, mencerminkan darah agung yang mengalir di tubuhnya.

"Ayahanda, tenang saja," ucap Putra Mahkota Lin Dui dengan nada suara yang mantap dan penuh percaya diri. "Sehebat atau selicik apa pun bajingan-bajingan itu, mereka tidak akan pernah bisa lolos dari cengkeraman kekuatanku."

Kaisar Lin Dong menghela napas panjang, ada secercah kekhawatiran sekaligus harapan di matanya saat menatap sang putra. "Sebagai Putra Mahkota yang kelak akan memimpin seluruh jengkal tanah Kekaisaran ini, Ayah hanya ingin kau mulai belajar dari sekarang. Belajarlah memikul beban, dan selesaikan setiap masalah yang mengancam kedamaian Kekaisaran ini. Buktikan pada Ayah, juga pada seluruh rakyatmu, jika kau memang mampu dan layak," tutur Kaisar dengan nada penuh penekanan.

Mendengar hal tersebut, para pejabat yang berada di aula rapat saling pandang satu sama lain. Bisik-bisik halus mulai terdengar di barisan belakang. Mereka semua tentu tahu betul siapa sosok Putra Mahkota Lin Dui.

Di seluruh penjuru Kekaisaran Naga Langit, ia dikenal luas sebagai 'Si Genius Elemen'. Julukan itu bukan isapan jempol belaka, karena di usianya yang baru menginjak 17 tahun, Lin Dui telah berhasil menembus batas kemanusiaan dengan menguasai empat elemen alam sekaligus secara sempurna.

Kaisar Lin Dong kembali bersuara, menghentikan bisik-bisik para pejabat. "Kalau begitu... apa rencana mu untuk menangkap komplotan pencuri misterius yang sudah mengacak-acak Kekaisaran Naga Langit?"

Putra Mahkota Lin Dui berdehem kecil, merapikan jubah kebesarannya sebelum berdiri tegak memposisikan diri di hadapan semuanya.

"Langkah awal yang pasti, kita harus memperketat seluruh akses masuk Kekaisaran dan istana. Tambahkan tiga kali lipat jumlah prajurit elite yang akan berpatroli malam ini di sektor dalam maupun luar," tegas Putra Mahkota Lin Dui, memulai taktik pertamanya dengan penuh keyakinan.

1
Cty Badria
up lg ni hadiah /Rose/
Mydar Diamond
lanjuutt upnya mungkin calon suami masa depan telah di temukan🤔
Dewiendahsetiowati
apakah ini calon imam Lin Jia
Hendri Wirawan
bagus....lanjutkan
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Anonim
ceritanya bagus, masih awal tapi menarik buat dibaca. lanjut semangat yaaa/Determined//Rose/
Alia Chans
"Menulis cerita ini membutuhkan waktu berjam-jam, tetapi satu like mungkin mampu menghapus lelah itu dalam sekejap. semangat✍️👈😍☺
Ardella Ardellaarcell
lanjut
Dania
semangat tor di tunggu upnya
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak bgus crita'y😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!