NovelToon NovelToon
Karena Kamu Jodohku

Karena Kamu Jodohku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Ketos
Popularitas:887
Nilai: 5
Nama Author: Witan Alfariski

bersatu demi keinginan orang tua yang ingin menjodohkan anaknya,demi keperntingan bisnis dan pertemanan,yang dimana sepasang kekasih tersebut menerima keinginan orang tua mereka,tapi dengan awal yang berat akhirnya benih cinta akhirnya tumbuh di hati mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Witan Alfariski, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4

Hari demi hari dilaluinya seperti biasa, dan hari ini adalah hari kepulangan kedua orang tuanya setelah berberapa hari pergi keluar kota untuk urusan bisnis, namun tak ada raut bahagia terpancar diwajah cantik lisa hari itu, saat mengetahui kedua orang tuanya akan kembali kerumah.

Hari ini lisa tidak masuk sekolah dikarenakan dia sedang sakit, seharian dia hanya berada dalam kamarnya.

******

Lain halnya ditempat Roy, tepat pukul 3 sore hari ini, laki laki itu baru sampai dihalaman rumahnya.

"Assalamualaikum Bun," salam Roy ketika sampai dipintu utama.

"Wa'alaikumssalam nak," jawab Bunda Mia yang tak lain adalah Bunda Roy.

Roy mencium tangan bunda Mia.

"Tumben pulangnya telat nak, ada apa?" tanya Mia kepada anaknya.

"Engga ada apa-apa ko bunda, Roy hanya ada urusan yang belum selesai aja tadi disekolah."

"Oh gitu kirain ada apa, yaudah sini duduk nak ada yang bunda mau bicarain sama kamu," kata Mia,sambil menepuk kursi kosong disampingnya.

"Mau bicara apa bunda, ko kaya serius gitu Oiya Ayah mana bun belum pulang ya?"

"Ayah kamu masih dijalan nak, kemungkinan agak sorean baru nyampe,"

"Oh. yaudah ,bun katanya bunda mau bicara tadi, bicara apa sih bunda?" tanya Roy lagi kepada Mia.

Laki laki itu jadi penasaran,apa yang akan dibicarakan Mia kepada nya.

"Gini nak, kemarin ayah ngasih tau bunda kalau nanti malam kamu harus ikut kita makan malam diluar, kata ayah dia mau ngenalin kamu sama temen bisnis ayah dan juga anaknya." jelas Mia, sambil menggenggam tangan Roy.

"Roy gak janji ya bun, soalnya Roy ada janji sama teman malam ini bun. Tapi nanti aku usahain kok, bun," Jawab Roy, yang dibalas senyum manis oleh Mia.

"Makasih ya nak," ucap Mia, sambil mengusap pucuk kepala anaknya.

"Sama-sama bun, kalo gitu aku kekamar dulu" pamit Roy sambil melangkah pergi menuju kamarnya.

*******

Dirumah lisa

Tepat pukul 5 sore, ayah dan bundanya baru tiba dikediaman keluarga wijaya sore itu.

Kedua orang tua nya bergegas menaiki anak tangga yang menuju kekamar anak semata wayangnya itu, setelah bertanya kepada bi mi tentang keadaan lisa tadi. Sekarang kedua orang tua lisa menuju kekamar nya.

Tok Tok

"Sayang ini bunda,apa bunda boleh masuk sayang" ucap Rina sambil mengetuk pintu.

"Masuk aja bun," jawab lisa, yang sedang duduk dibalkon kamarnya tanpa menoleh sedikitpun kearah bundanya yang sedang masuk kekamar dan berjalan kearahnya.

"Sayang kata bibi kamu sakit ya, kok kamu bisa sakit sih," ujar Rina dengan nada cemas.

"Aku gak apa-apa ko, udah biasa. Lagian ada bibi yang merawat lisa," sahut nya dengan nada datar.

"Yaudah ayo sayang kita turun, bibi sudah nyiapin makanan tuh," Ajak Rina, lalu menggandeng tangan putrinya menuruni anak tangga.

"Sore yah," sapanya sambil mencium tangan Wijaya.

"Hem," balas Wijaya singkat tanpa melihat kearah anaknya.

Setelah makan sore itu selesai, mereka berbincang-bincang diruang keluarga.

Ditengah asik berbincang, dering ponsel Rina menghentikan pembicaraan mereka, lalu Rina segera mengangkat teleponnya.

"Hallo, selamat sore." Sapa Rina.

".........." entah apa yang dikatakan sipenelepon itu.

"Ya, dengan saya sendiri,"Rina masih berbicara dengan orang diteleponnya.

Tiba-tiba raut wajah Rina kelihatan murung.

"Baik pak, terimakasih." ucap Rina lalu mematikan sambungan teleponnya.

"Ada apa,?" tanya Wijaya kepada istrinya.

Sebelum menjawab, Rina memandang sendu wajah putrinya.

"Pihak sekolah,yah katanya lisa berbuat masalah lagi saat disekolah tadi." ucap Rina dengan nada lirih.

Sedangkan Wijaya tanpak diam tanpa ekspresi, setelah mendengar penjelasan istrinya.

"Nak, kenapa kamu melakukan itu hemm,?" tanya Rina dengan nada lembut kepada anaknya.

"Bun,lisa gak akan ngelakuin itu kalo bukan mereka yang mulai duluan, ini semua juga karena kalian yang gak pernah punya waktu buat lisa," jelas nya sambil terisak dengan nada tinggi.

"LISAAA.. kamu kalau bicara sama orang tua yang sopan, sudah berapa kali kamu diperingati tidak pernah mendengar," bentak Wijaya terlihat marah kepada anaknya.

"Sudah,yah" bujuk Rina mencoba menenangkan hati suaminya sudah emosi.

"Sayang.. sebenarnya kepulangan bunda dan Ayah hari ini kesini, ada yang ingin kami bicakan dengan kamu,"

"Langsung aja bun,gak usah bertele-tele." kata lisa mulai jengah.

"Begini sayang dua hari lagi kami harus pergi lagi ke Amerika, karena ada urusan bisnis disana,"

'Sebegitu pentingkah bisnis untuk mereka ketimbang gue anaknya, bahkan gue lagi sakitpun mereka tega ninggalin gue' ucap lisa dalam hati, lisa sakit hati dengan kedua orang tua nya.

Dia tidak butuh apapun, yang dia butuhkan hanyalah waktu dan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Dia bahkan rela jika harus hidup sederhana, asalkan orang tua nya tidak selalu sibuk kerja.

"Iya," kata lisa singkat.

"Dan kami juga ingin membericarakan hal penting, kami.." ucap Rina terpotong.

"Cepetan,bun,aku mau istirahat,"

"LISAAA, yang sopan kamu dia itu bunda kamu, orang yang melahirkan kamu," bentak Wijaya.

"Mas sudah, lisa kami ingin mengajakmu makan malam diluar nanti malam nak. Dan kam.." ucap Rina terlihat ragu-ragu, namun saat akan melanjutkan, Lagi-lagi perkataan Rina terpotong.

"Gak bisa aku mau temanin Sinta sama Wanda  nonton nanti malam, lain kali aja aku ikut kalian," jawab lisa terlihat acuh.

"Dan kami berencana akan menjodohkan kamu dengan anak teman ayah, jadi bisa tidak bisa kamu harus tetap ikut faham." ucap Wijaya sedikit lantang, melanjutkan perkataan istrinya yang terpotong.

Gadis itu hanya diam memaku ditempatnya, sampai akhirnya mulai lisa bersuara lagi.

"Aku gak mau, kalian gak berhak mengatur hidup aku setelah bertahun-tahun aku hidup tanpa kasih sayang dari kalian," bantah lisa sambil berderai air mata,dia sudah tidak sanggup menyembunyikan kesedihan nya lagi.

"Tidak lisa, kami adalah orang tua kamu jadi kami berhak mengantur hidup kamu," Sanggah Wijaya sambil bergeas pergi meninggalkan ruang keluarga.

"Bunda,aku gak mau," mohon nya kepada Rina.

"Sayang.. Maafin bunda,ya bunda gak bisa berbuat apa-apa,"

******

Tepat pukul 7 malam lisa sudah bersiap untuk pergi dengan kedua orang tuanya, walaupun dengan keadaan terpaksa dia harus tetap ikut, karena tidak ada gunanya menolakpun gadis itu tidak bisa berbuat apa-apa, selain menuruti perkataan sang ayah yang terkenal tegas.

Direstoran

Restoran tempat dimana makan malam antara keluarga wijaya dan Atmaja diadakan.

"Hay, jeng gimana kabarnya lama gak ketemu ya, wah ini anak kamu yang waktu dulu masih kecil itu kan, cantik banget persis kaya kamu," Kata bunda Mia kepada Rina.

Lisa mencium tangan Mia dan atmaja yang tak lain adalah orang tua Roy secara bergantian.

"Ah, bisa aja kamu Mia" sahut Rina.

"Oiya dimana anak kamu atmaja apa dia tidak ikut?" Tanya Wijaya kepada Atmadja.

"Anakku masih dijalan, biasa anak muda banyak urusan," jelas atmaja.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!