"Sttt...dia tidak akan tahu, dia kan buta..." Suara bisikan seorang wanita.
"Kamu begitu agresif..." Suara seorang pria juga turut terdengar.
Stefanie Triatmaja memang buta, tapi tidak tuli. Dirinya yang kehilangan arah saat persiapan pesta pernikahannya, mendengar dengan mata kepalanya sendiri, calon suaminya Danu berselingkuh.
Air matanya mengalir, dirinya tahu tapi pura-pura tidak tahu. Menunggu saat yang tepat, mencari cara untuk membatalkan pernikahan ini.
Hingga, saat di altar, dirinya mengucapkan kalimat yang membuat pernikahannya dapat dibatalkan dengan mudah.
"Aku tidak bisa menikah denganmu. Aku hamil anak Derrel Virgo Chandradinata." Wanita yang mengatakan terus terang tentang perselingkuhan palsunya.
Semua mata tertuju pada Chandra."Aku tidak menghamilinya---"
Tapi Chandra, pemuda yang merupakan musuh Stefani pada masa SMU itu, entah kenapa perlahan tersenyum penuh obsesi dan kegilaan."Benar! Aku kemari untuk mencuri pengantin."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Panik
Yang mana lebih baik, berhadapan dengan majikan galak, atau mendapatkan bonus dari wanita ini. Tentu saja mereka bersedia menerjang majikan galak hanya untuk mendapatkan bonus. Lagi pula kedua security ini sudah cukup emosi dengan perilaku dari Victor selama ini.
“Maaf nyonya Erin, kami hanya berpihak kepada orang yang menggaji kami.” Itulah yang diucapkan oleh salah seorang security.
Membuat Erin mundur selangkah, hanya dalam waktu 24 jam Stefanie memiliki keberanian seperti ini? Wanita buta yang selama bertahun-tahun tidak melawan. Lebih tepatnya mereka memanipulasinya agar tidak melawan.
“Bagus, nyonya Stefanie kami memang amat sangat baik hati. Kepala pelayan Gaby, nanti akan mengatur bonus untuk kalian. Kalian tenang saja.” Kalimat pelan yang diucapkan oleh Tini. Benar-benar seorang pelayan yang berucap dengan nada ceria.
Matanya sedikit melirik ke arah Erin dan Dina.
“Maaf dua orang rendahan, yang lebih rendah dari anjing peliharaan. Aku dan majikanku mau lewat, rasa-rasanya menyentuh kalian menjadi begitu kotor.” Ucap pelayan itu tertawa jahat, membimbing Stefanie untuk naik ke lantai 2. Lebih tepatnya menaiki tangga perlahan.
Wajah Erin dan Dina pucat pasi. Apa yang harus mereka lakukan untuk benar-benar mengembalikan Stefanie ke keadaan semula. Wanita penakut yang dengan mudah dapat diatur. Wanita penakut, yang hanya menuruti semua perintah mereka.
Ketika Stefanie melangkah ke lantai 2, wanita itu mulai memberanikan diri untuk berbicara.”Maaf sebelumnya aku sudah berkata sinis padamu.”
“Tidak perlu sungkan, keberadaanku di tempat ini adalah untuk menjaga istri Tuan Chandra. Tuan Sastra yang memerintahkan aku untuk melakukan ini, itupun setelah aku mendapatkan beberapa informasi dari nyonya Melani.” Kata demi kata yang tidak dimengerti oleh Stefanie.
Wanita itu hanya menunduk, benar terasa sungkan untuk berucap.”Maaf sudah mengatakanmu sebagai wanita penggoda yang akan merayu suami dari majikannya.”
Tapi anehnya Tini malah tertawa.”Bagaimana mungkin aku merayu Tuan Chandra. Orang lain mungkin dengan mudah dapat dirayu. Tapi berbeda dengan Tuan Chandra. Dia selalu bersikap dingin kepada setiap wanita.”
“Chandra selalu dingin kepada setiap wanita?” Stefanie mengerutkan keningnya tidak mengerti.
“Benar! Bahkan untuk urusan pekerjaan pun irit bicara. Tuan Chandra hanya akan bicara seperlunya, memberikan instruksi seperlunya. Bahkan, ketika ada partner bisnis yang memberikan wanita gratis kepadanya, Tuan Chandra sama sekali tidak akan menggubris.” Itulah yang diucapkan oleh Tini. Wanita yang memang tidak begitu dekat dengan Candra. Hanya saja, dirinya kerap bertemu dengan pria itu, pria yang bekerja di bawah Sastra Ananta.
“Ya…Chandra memang terlihat dan terdengar kaku. Tapi sebenarnya, dia adalah tipikal orang yang humoris dan usil.” Kalimat yang keluar dari mulut Stefanie, membuat Tini malah tertawa kecil.
“Tuan Chandra hanya tersenyum dan bercanda dengan anda. Dengan orang lain, Tuan Chandra selalu serius, terkadang tidak menunjukkan belas kasih sama sekali.” Stefanie terdiam sejenak, dirinya mulai berpikir jika Chandra menyukainya.
Tapi dengan cepat wanita buta itu menggeleng. Seperti apa yang dikatakan oleh Chandra, pria itu hanya menyukai wanita yang sempurna. Wanita yang benar-benar sempurna, sedangkan keadaan mata Stefanie saat ini, tidak dapat melihat sama sekali.
***
Danu menghela nafas, semalam Gina menginap di rumahnya. Tepat pada pukul 10.00 pagi barulah dirinya terbangun.
Mengingat aktivitasnya semalam dengan Gina. Kenapa harus Stefanie yang merupakan pewaris dari keluarga Triatmaja? Kenapa tidak Gina saja?
“Sayang…” Gina membuka mata, terlihat masih benar-benar malas. Memeluk pria ini di bawah selimut, tubuh mereka bagaikan tidak mengenakan apapun hanya berada di balik selimut putih yang begitu tebal.
Dapat dibayangkan apa yang mereka lakukan semalam. Bahkan setelah acara pernikahannya dengan Stefanie gagal, Danu dapat begitu tenang menikmati malamnya dengan Gina.
“Chandra benar-benar menghianati kita kali ini. Padahal, aku sudah mengatakan setelah dapat menguasai semuanya. Kita akan bekerja sama dengan Ananta Group, tempat Chandra bekerja saat ini. Tapi memang benar-benar pria tidak tahu malu.” Danu menghela nafas kasar.
Tapi siapa yang mau dengan wanita seperti itu? Siapa yang mau menikah dengan wanita buta yang bahkan tidak dapat melakukan apapun.
“Chandra yang begitu bodoh, mengira Stefanie begitu tulus menikahinya. Padahal ini sudah pasti, hanya untuk membuatmu cemburu. Tidak mungkin Chandra menghamili Stefanie. Setahuku mereka adalah musuh di masa SMU. Dulu, Stefanie pernah bercerita padaku, benar-benar membenci Derrel Virgo Chandradinata.” Gina merayap, mengecup bibir pemuda yang masih berbaring di atas tempat tidur ini.
“Ya, wanita itu memang begitu mudah untuk dibodohi. Dia terlalu mencintaiku, terlalu tergila-gila padaku, hingga menyusun semua kebohongan ini hanya untuk menarik perhatianku.” Danu mengangkat sebelah alisnya.
Tapi selama 2 tahun ini mereka memang sudah memanipulasi Stefanie dengan cukup baik. Kurang lebih sekitar 3 tahun yang lalu, kekasihnya Gina memintanya untuk mendekati saudara sepupunya.
Gina berkata ini semua demi keluarganya. Pertama kali bertemu dengan Stefanie, memang Danu akui, Stefanie begitu cantik. Seorang wanita tanpa celah. Dirinya sempat jatuh cinta kepada wanita itu.
Tapi tetap saja, Gina lebih indah. Hingga, kedua orang tua Stefanie meninggal akibat perampokan. Sedangkan Stefanie sendiri dicelakai oleh sang perampok hingga mengalami kebutaan.
Siapa yang mau benar-benar menikahi wanita buta? Untung saja dirinya tidak memutuskan hubungan dengan Gina.
Pemuda yang kembali berciuman dengan kekasihnya. Sebuah ciuman yang begitu mesra.
Hingga suara ketukan pintu menggema bagaikan gempa bumi. Suara teriakan bagaikan auman Godzilla.”Danu bangun! Danu!” Benar-benar suara teriakan dari ibunya yang menggema.
Danu pada akhirnya menghela nafas.
“Sebentar…” pemuda yang bangkit setelah menggunakan piyama berbentuk kimono miliknya yang tergeletak di lantai.
Tangannya bergerak membuka pintu. Maka terlihatlah wajah arogan ibunya yang murka.”Kamu masih bisa tenang-tenang saja di sini!? Stefanie menikahi pria lain!”
“Apa yang perlu dicemaskan ibu? Stefanie hanya berusaha menarik perhatianku. Aku yakin apa yang dilakukan di acara pernikahan semuanya adalah palsu. Ibu tenang saja…” pemuda yang hendak kembali menutup pintu.
Tapi.
“Chandra mengatakan akan menguasai seluruh harta Stefanie! Dia berkata akan melakukan segala cara! Kamu masih bisa tenang-tenang saja di ranjang!?” Suara bentakan dari Lisa kepada putranya.
Gina yang sudah kembali menggunakan pakaiannya, pada akhirnya melangkah mendekati Lisa.”Tante tenang saja, nanti biar aku yang atur kelanjutannya. Seperti rencana semula, Danu akan membuat Stefanie melahirkan anaknya. Lalu Stefanie meninggal pasca melahirkan. Setelah Danu mengalihkan seluruh warisan anak itu. Anak itu akan disingkirkan. Semuanya akan berjalan sesuai rencana. Walaupun memang keputusan Stefanie saat ini—”
Plak!
Suara tamparan terdengar, Lisa yang menampar kekasih putranya.”Semuanya memang rencana yang bagus. Kecuali tadi pagi ibumu menghubungiku. Tadi malam kamu sempat mengatakan bahwa, Chandra hanya anak haram tanpa perlindungan. Tapi yang aku dengar dari Victor berbeda, aku sempat menghubungi Victor, untuk menanyakan kejelasan rencana kita. Dan kamu tahu! Chandra tidak dapat dihadapi dengan mudah. Dia berada di bawah pengawasan dan perlindungan Sastra Ananta…pemilik Ananta Group. Yang juga bernafsu untuk mengendalikan Triatmaja Group, dengan jalan pernikahan Stefanie dan Candra!”
siap2 diterkam kau
dan ga bakalan ngelepas sampe kita mati kering 😒
siap" ya
🤣🤣🤣
dg alasan apapun semoga jd ide utk derrel menendang danu dan lisa dari stefanie
😍
udah pake mobil stefanie... ehh... masih nambah black card stefanie juga
stefanie begitu kamu sudah bisa melihat,, kamu akan terpesona dg kegantengan derrel 😄😄😄